Pemrograman Fungsional untuk Rakyat Jelata dengan Scalaz
Pemrograman Fungsional untuk Rakyat Jelata dengan Scalaz
Sam Halliday dan Ibnu D. Aji
Buy on Leanpub

“Love is wise; hatred is foolish. In this world, which is getting more and more closely interconnected, we have to learn to tolerate each other, we have to learn to put up with the fact that some people say things that we don’t like. We can only live together in that way. But if we are to live together, and not die together, we must learn a kind of charity and a kind of tolerance, which is absolutely vital to the continuation of human life on this planet.”

― Bertrand Russell

Mengenai Buku Ini

Buku ini ditujukan untuk tipikal pengembang yang menggunakan bahasa pemrograman Scala, yang mungkin memiliki latar belakang Java, yang skeptis dan penasaran mengenai paradigma Pemrograman Fungsional (PF). Buku ini menyuguhkan setiap konsep dengan contoh praktikan, termasuk dengan penulisan aplikasi web.

Buku ini menggunakan Scalaz 7.2 yang merupakan kerangka kerja Pemrograman Fungsional untuk Scala yang paling populer, stabil, berprinspip, dan komprehensif.

Buku ini dirancang agar dibaca dari awal sampai akhir secara berurutan, dengan rehat sejenak antar bab. Pada bab awal, pembaca budiman didorong untuk menggunakan gaya penulisan kode yang pada bab selanjutnya akan kita tinggalkan: mirip saat kita mempelajari teori gravitasi Newton saat masih kanak-kanak, dan berlanjut ke Riemann / Einstein / Maxwell bila kita menjadi mahasiswa Fisika.

Untuk mengikuti buku ini, sebuah komputer tidak diharuskan, namun didorong untuk mempelajari kode sumber Scalaz. Beberapa potongan kode yang agak kompleks tersedia bersama dengan kode sumber buku ini dan bagi pembaca budiman yang menginginkan latihan praktik, sangat dianjurkan untuk mengimplementasi ulang Scalaz (dan contoh aplikasi) menggunakan deskripsi parsial yang ditunjukkan di buku ini. (dan contoh aplikasi)

Kita juga merekomendasikan Buku Merah sebagai bacaan lainnya. Buku tersebut membimbing pembaca mengenai bagaimana cara membangun pustaka PF pada Scala dari prinsip awal.

Pemberitahuan Copyleft

Buku ini Libre dan mengikuti filosofi Perangkat Lunak Bebas: Pembaca dapat menggunakan buku ini sebagaimana yang pembaca suka, sumber buku dapat pembaca distribusikan ulang, mengirimkannya melalui surel, mengunggahnya pada situs web, mengubahnya, menerjemahkannya, meminta bayaran atasnya, menggabungkannya dengan bahan lain, menghapus bagian-bagiannya, dan bahkan menggambarinya.

Buku ini bersifat Copyleft: bila pembaca budiman mengubah buku ini dan mendistribusikannya, pembaca juga harus memberikan kebabasan ini kepada pembacanya.

Buku ini menggunakan lisensi Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional (CC BY-SA 4.0).

Semua potongan kode pada buku ini dilisensikan terpisah menggunakan CC0, pembaca dapat menggunakannya tanpa batas. Kutipan dari Scalaz dan pustaka terkait tetap menggunakan lisensinya, dan dicantumkan pada lampiran.

Contoh aplikasi drone-dynamic-agents didistribusikan menggunakan GPLv3: hanya yang tercantum pada buku ini tersedia tanpa batasan.

Ucapan Terima Kasih

Diego Esteban Alonso Blas, Raúl Raja Martínez dan Peter Neyens dari 47 degrees, Rúnar Bjarnason, Tony Morris, John de Goes dan Edward Kmett atas bantuannya dalam menjelaskan prinsip PF. Kenji SHinoda dan Jason Zaugg sebagai penulis utama Scalaz, dan Paul Chiusano / Miles Sabin untuk pembenahan kutu ganas (SI-2712) pada kompiler Scala.

Terima kasih kepada pembaca yang memberikan umpan balik pada draf awal buku ini.

Beberapa materi yang berguna bagi pemahaman penulis atas konsep-konsep pada buku ini. Terima kasih kepada Juan Manuel Serrano untuk All Roads Lead to Lambda, Pere Villega untuk On Free Monads, Dick Wall dan Josh Suereth untuk For: What is it Good For?, Erik Bakker untuk Options in Futures, how to unsuck them, Noel Markham untuk ADTs for the Win!, Sukant Hajra untuk Classy Monad Transformers, Luka Jacobowitz untuk Optimizing Tagless Final, Vincent Marquez untuk Index your State, Gabriel Gonzalez untuk The Continuation Monad, dan Yi Lin Wei / Zainab Ali atas tutorial pada pertemuan di Hack The Tower.

Jiwa-jiwa penolong yang menjelaskan dengan sabar kepada penulis: Merlin Göttlinger, Edmund Noble, Fabio Labella, Adelbert Chang, Michael Pilquist, Paul Snively, Daniel Spiewak, Stephen Compall, Brian McKenna, Ryan Delucchi, Pedro Rodriguez, Emily Pillmore, Aaron Vargo, Tomas Mikula, Jean-Baptiste Giraudeau, Itamar Ravid, Ross A. Baker, Alexander Konovalov, Harrison Houghton, Alexandre Archambault, Christopher Davenport, Jose Cardona.

Kepraktisan

Untuk memulai sebuah projek yang menggunakan pustaka-pustaka yang ditunjukkan pada buku ini, gunakan versi baru dari Scala dengan fitur spesifik PF diizinkan (mis., pada build.sbt):

  scalaVersion in ThisBuild := "2.12.6"
  scalacOptions in ThisBuild ++= Seq(
    "-language:_",
    "-Ypartial-unification",
    "-Xfatal-warnings"
  )
  
  libraryDependencies ++= Seq(
    "com.github.mpilquist" %% "simulacrum"     % "0.13.0",
    "org.scalaz"           %% "scalaz-core"    % "7.2.26"
  )
  
  addCompilerPlugin("org.spire-math" %% "kind-projector" % "0.9.7")
  addCompilerPlugin("org.scalamacros" % "paradise" % "2.1.1" cross CrossVersion.full)

Agar potongan kode kita tetap pendek, kita tidak akan mengikutsertakan bagian import. Kecuali bila ditentukan selainnya, anggap semua potongan memiliki impor berikut:

  import scalaz._, Scalaz._
  import simulacrum._

1. Pengantar

Sudah menjadi naluri manusia untuk ragu dan curiga pada paradigma baru. Sebagai perspektif mengenai betapa berubahnya kita, dan pergeseran yang sudah kita terima pada JVM, mari kita rekap cepat apa yang terjadi pada 20 tahun belakangan ini.

Java 1.2 memperkenalkan APA Koleksi, yang memperkenankan kita untuk menulis metoda yang mengabstraksi koleksi tak tetap. Antarmuka ini sangat berguna untuk penulisan algoritma umum dan merupakan pondasi dari basis kode kita.

Namun ada sebuah masalah, kita harus melakukan konversi tipe pada saat waktu-jalan:

  public String first(Collection collection) {
    return (String)(collection.get(0));
  }

Menyikapi hal itu, pengembang mendefinisikan objek domain pada logika bisnis mereka dan disebut sebagai CollectionOfThings. Setelah itu, APA Koleksi menjadi detail implementasi.

Pada tahun 2005, Java 5 memperkenalkan generik, yang memperkenankan kita untuk mendefinisikan Collection<Thing>, mengabstrakkan kontainer dan elemennya. Generik mengubah cara kita menulis Java.

Penulis dari kompiler generik Java, Martin Odersky, lalu menciptakan Scala dengan sistem tipe yang lebih kuat, data tak-ubah, dan pewarisan jamak. Bahasa ini membawa penggabungan antara pemrograman berorientasi objek dan pemrograman fungsional.

Bagi kebanyakan pengembang, PF mempunyai makna penggunaan data tak-ubah sebanyak mungkin. Namun, keadaan tak-tetak masih menjadi kebatilan yang harus ada dan juga harus diisolasi dan dikekang. Misal, dengan aktor Akka atau kelas synchronized. Gaya PF semacam ini menghasilkan program yang lebih sederhana dan dapat dengan mudah diparalelisasi dan distribusi. Dengan kata lain, peningkatan atas Java. Namun, Gaya semacam ini hanya berkutat pada permukaan dari keuntungan PF, yang akan kita temukan pada buku ini.

Scala juga memiliki Future, yang mempermudah penulisan aplikasi asinkronus. Namun, ketika Future menjadi tipe kembalian, semua harus ditulis ulang agar mengakomodasinya. Termasuk tes yang harus tunduk pada tenggat waktu arbiter.

Sekarang, kita memiliki masalah yang sama dengan Java 1.0: tidak ada cara untuk mengabstraksi eksekusi, sebagaimana kita tidak punya cara untuk mengabstraksi koleksi.

1.1 Abstraksi atas Eksekusi

Misalkan kita ingin berinteraksi dengan pengguna melalui antarmuka baris perinta. Kita dapat membaca (menggunakan metoda read) apa yang pengguna tulis dan kita juga dapat menulis (menggunakan metoda write) pesan kepada mereka.

  trait TerminalSync {
    def read(): String
    def write(t: String): Unit
  }
  
  trait TerminalAsync {
    def read(): Future[String]
    def write(t: String): Future[Unit]
  }

Bagaimana kita menulis kode generik yang dapat menggemakan masukan pengguna secara sinkronus maupun asinkronus tergantung pada implementasi waktu-jalan kita?

Kita dapat menulis versi sinkronus dan melapisinya dengan Future. Namun, kita harus memikirkan kumpulan utas mana yang harus kita gunakan untuk tugas ini, atau kita dapat menggunakan Await.result untuk menanti yang terjadi pada Future dan memperkenalkan penghalangan utas. Yang manapun juga, akan sangat banyak plat cetak yang digunakan dan kita berurusan dengan APA yang berbeda secara mendasar dan juga tidak selaras.

Kita juga dapat menyelesaikan masalah, sebagaimana Java 1.2, menggunakan induk yang sama dengan memakai fitur bahasa milik Scala, tipe lebih tinggi (TLT).

Kita ingin mendefinisikan Terminal untuk konstruktor tipe C[_]. Dengan mendefinisikan Now untuk mengkonstruk parameter tipenya (seperti Id), kita dapat menngimplementasika antarmuka umum untuk terminal sinkronus dan asinkronus:

  trait Terminal[C[_]] {
    def read: C[String]
    def write(t: String): C[Unit]
  }
  
  type Now[X] = X
  
  object TerminalSync extends Terminal[Now] {
    def read: String = ???
    def write(t: String): Unit = ???
  }
  
  object TerminalAsync extends Terminal[Future] {
    def read: Future[String] = ???
    def write(t: String): Future[Unit] = ???
  }

We can think of C as a Context because we say “in the context of executing Now” or “in the Future”.

Kita dapat menganggap C sebagai konteks karena kita menggunakannya pada saat berbicara sebagai “pada konteks eksekusi saat ini (Now)” atau “di masa depan (Future)”.

Namun, kita tidak tahu apapun mengenai C dan kita tidak dapat melakukan apapun dengan C[String]. Apa yang kita butuhkan adalah semacam lingkungan eksekusi yang memperkenankan kita untuk memanggil metoda yang mengembalikan sebuah C[T] dan pada akhirnya dapat melakukan sesuatu pada T, termasuk memanggil metoda lain pada Terminal. Kita juga membutuhkan sebuah cara untuk membungkus sebuah nilai menjadi sebuah C[_]. Penanda seperti ini bisa dibilang bekerja dengan baik, sebagaimana apa yang kita butuhkan pada kalimat sebelumnya:

  trait Execution[C[_]] {
    def chain[A, B](c: C[A])(f: A => C[B]): C[B]
    def create[B](b: B): C[B]
  }

yang memperkenankan kita untuk menulis:

  def echo[C[_]](t: Terminal[C], e: Execution[C]): C[String] =
    e.chain(t.read) { in: String =>
      e.chain(t.write(in)) { _: Unit =>
        e.create(in)
      }
    }

Sekarang kita dapat berbagi implementasi echo antara alur kode sinkronus dan asinkronus. Kita juga dapat menulis implementasi tiruan untuk Terminal[Now] dan menggunakannya pada tes kita tanpa batas waktu.

Implementasi dari Execution[Now] dan Execution[Future] dapat digunakan oleh metoda generik seperti echo.

Namun, kode untuk echo sendiri cukup mengerikan.

Fitur bahasa Scala implicit class memberikan C beberapa metoda. Kita akan memanggil metoda ini flatMap dan map untuk alasan yang akan jelas sebentar lagi. Setiap metoda menerima sebuah implicit Execution[C], namun hal ini tidak lebih daripada flatMap dan map yang kita gunakan pada Seq, Option, dan Future

  object Execution {
    implicit class Ops[A, C[_]](c: C[A]) {
      def flatMap[B](f: A => C[B])(implicit e: Execution[C]): C[B] =
            e.chain(c)(f)
      def map[B](f: A => B)(implicit e: Execution[C]): C[B] =
            e.chain(c)(f andThen e.create)
    }
  }
  
  def echo[C[_]](implicit t: Terminal[C], e: Execution[C]): C[String] =
    t.read.flatMap { in: String =>
      t.write(in).map { _: Unit =>
        in
      }
    }

Sekarang kita tahu mengapa kita menggunakan flatMap sebagai nama metoda: metoda ini memperkenankan kita untuk menggunakan komprehensi for yang hanya merupakan pemanis sintaks atas flatMap dan map berlapis.

  def echo[C[_]](implicit t: Terminal[C], e: Execution[C]): C[String] =
    for {
      in <- t.read
       _ <- t.write(in)
    } yield in

Execution kita mempunyai penanda yang sama sebagaimana dengan trait pada Scalaz yang disebut Monad. Namun, chain adalah bind dan create adalah pure. Kita menganggap C bersifat monad bila ada Monad[C] implisit tersedia. Sebagai tambahan Scalaz mempunyai alias tipe Id.

Yang bisa diambil adalah: bila kita menulis metoda yang beroperasi pada tipe monadik, maka kita dapat menulis kode sekuensial yang mengabstraksi konteks eksekusinya. Disini, kita telah menunjukkan sebuah abstraksi atas eksekusi sinkronus dan asinkronus. Namun, hal yang sama juga bisa digunakan untuk penanganan galat yang lebih teliti (dimana C[_] berupa Either[Error, _]), manajemen akses pada keadaan volatil, melakukan I/O, atau mengaudit sesi.

1.2 Pemrograman Fungsional Murni

Pemrograman fungsional adalah perilaku penulisan kode dengan fungsi murni. Fungsi murni memiliki tiga properti:

  • Total: mengembalikan sebuah nilai untuk setiap masukan yang mungkin
  • Deterministik: mengembalikan nilai yang sama untuk masukan yang sama
  • Rabak: tak ada interaksi (langsung) dengan dunia luar atau keadaan program

Ketiga properti ini memberikan kita kemampuan yang belum pernah kita miliki untuk menalar kode kita. Sebagai contoh, validasi masukan akan lebih mudah bila kita mengisolasi dengan totalitas, penyimpanan ke tembolok mungkin bila fungsi adalah fungsi deterministik, dan interaksi dengan dunia luar lebih mudah diatur dan dites bila fungsi tak berhubungan langsung dunia luar.

Sesuatu yang merusak properti ini disebut efek samping: akses langsung atau pengubahan keadaan tak tetap (mis., memelihara sebuah var pada kelas atau menggunakan APA peninggalan yang tidak murni), berkomunikasi dengan sumber daya eksternal (mis. pencarian berkas atau jaringan), dan pelemparan dan penangkapan eksepsi.

Kita menulis fungsi murni dengan menghindari eksepsi dan berinteraksi dengan dunia luar hanya melalui sebuah konteks eksekusi F[_] yang aman.

Pada bagian sebelumnya, kita mengabstrakkan eksekusi dan mendefinisikan echo[Id] dan echo[Future]. Kita mungkin berharap bahwa pemanggila echo tidak akan menyebabkan efek samping apapun, karena fungsi ini murni. Namun, bila kita menggunakan Future atau Id sebagai konteks eksekusi, aplikasi kita akan mulai mendengarkan stdin:

  val futureEcho: Future[String] = echo[Future]

Kita telah merusak kemurnian eksekusi dan tidak lagi menulis kode PF: futureEcho merupakan hasil dari penjalanan echo sekali. Future mengurung definisi program dengan menafsirkannya (menjalankannya). Dan hasilnya, aplikasi yang dibangun dengan Future akan menyulitkan penalaran.

Kita dapat mendefinisikan sebuah konteks eksekusi yang aman, F[_]

  final class IO[A](val interpret: () => A) {
    def map[B](f: A => B): IO[B] = IO(f(interpret()))
    def flatMap[B](f: A => IO[B]): IO[B] = IO(f(interpret()).interpret())
  }
  object IO {
    def apply[A](a: =>A): IO[A] = new IO(() => a)
  }

yang dievaluasi secara luntung. IO hanyalah sebuah struktur data yang merujuk pada kode (yang mungkin) tak-murni, dan sebenarnya tidak menjalankan apapun. Kita dapat mengimplementasikan Terminal[IO]

  object TerminalIO extends Terminal[IO] {
    def read: IO[String]           = IO { io.StdIn.readLine }
    def write(t: String): IO[Unit] = IO { println(t) }
  }

dan memanggil echo[IO] agar dapat mendapatkan kembali sebuah nilai {lang=”text”} val delayed: IO[String] = echo[IO]

val delayed dapat digunakan ulang karena ini hanya merupaka definisi dari tugas yang harus diselesaikan. Kita dapat memetakan String dan menyusun program tambahan, sebagaimana kita dapat memetakan sebuah Future. IO memaksa kita untuk tetap jujur bahwa kita bergantung pada interaksi dengan dunia luar, namun tidak mencegah kita untuk mengakses keluaran dari interaksi tersebut.

Kode tak-murni didalam IO hanya akan dievaluasi bila kita menafsirkan nilainya dengan memanggil .interpret(), yang merupakan tindakan tak-murni

  delayed.interpret()

Sebuah aplikasi yang tersusun dari program IO hanya ditafsirkan satu kali, pada metoda main yang juga disebut sebagai ujung dunia.

Pada buku ini, kita memperluas konsep yang diperkenalkan pada bab ini dan menunjukkan bagaimana cara menulis fungsi murni dan dapat dipelihara yang mampun mencapai tujuan bisnis kita.

2. Komprehensi For

Komprehensi for pada Scala merupakan abstraksi ideal pada pemrograman fungsional untuk program-program yang berjalan secara berurutan serta berinteraksi dengan dunia luar. Lebih lanjut, dikarenakan kita akan menggunakan kata kunci ini secara intensif, kita akan mempelajari ulang prinsip for dan bagaimana Scalaz membantu kita untuk menulis kode yang lebih bersih.

Bab ini tidak akan membahas bagaimana cara menulis program murni dan teknik teknik yang bisa diterapkan di basis kode non-PF

2.1 Pemanis Sintaksis

Pada dasarnya, for pada Scala hanya merupakan aturan penulisan ulang sederhana, atau pemanis sintaksis, yang tidak memiliki informasi kontekstual.

Untuk melihat apa yang terjadi pada for, kita akan menggunakan fitur show dan reify pada REPL untuk mencetak bentuk kode setelah pendugaan tipe.

  scala> import scala.reflect.runtime.universe._
  scala> val a, b, c = Option(1)
  scala> show { reify {
           for { i <- a ; j <- b ; k <- c } yield (i + j + k)
         } }
  
  res:
  $read.a.flatMap(
    ((i) => $read.b.flatMap(
      ((j) => $read.c.map(
        ((k) => i.$plus(j).$plus(k)))))))

Sebagaimana yang terlihat pada potongan kode diatas, terdapat banyak derau yang disebabkan oleh pemanis sintaksis seperti + menjadi $plus. Selain itu, supaya ringkas dan terfokus, kita akan mengabaikan show dan reify saat baris REPL berupa reify> dan juga akan merapikan hasil kode secara manual.

  reify> for { i <- a ; j <- b ; k <- c } yield (i + j + k)
  
  a.flatMap {
    i => b.flatMap {
      j => c.map {
        k => i + j + k }}}

Yang menjadi patokan adalah, setiap <-, biasa disebut generator, merupakan eksekusi flatMap yang bisa jadi berisi flatMap lain, dengan generator akhir berupa map yang berisi konstruk yield.

2.1.1 Penetapan Nilai

Pada for, kita bisa membuat atau menetapkan sebuah nilai tanpa harus secara spesifik menggunakan val. Dengan kata lain, kita bisa langsung menuliskan ij = i + j sebagaimana pada potongan kode berikut.

  reify> for {
           i <- a
           j <- b
           ij = i + j
           k <- c
         } yield (ij + k)
  
  a.flatMap {
    i => b.map { j => (j, i + j) }.flatMap {
      case (j, ij) => c.map {
        k => ij + k }}}

Pada hasil REPL di potongan diatas, selain munculnya j, hasil dari pemetaan (dengan .map) b, juga muncul ij yang merupakan hasil dari operasi i + j. Kedua nilai diatas, j dan ij, akan dipetakan menggunakan kode pada yield.

Sayangnya, kita tidak dapat melakukan penetapan nilai sebelum generator. Walau belum diterapkan, hal ini sudah dibicarakan pada: https://github.com/scala/bug/issues/907

  scala> for {
           initial = getDefault
           i <- a
         } yield initial + i
  <console>:1: error: '<-' expected but '=' found.

Untuk menyiasatinya kita bisa membuat val di luar for

  scala> val initial = getDefault
  scala> for { i <- a } yield initial + i

atau membuat Option sebagai assignment pertama.

  scala> for {
           initial <- Option(getDefault)
           i <- a
         } yield initial + i

2.1.2 Filter

Bisa juga bila kita menggunakan pernyataan if setelah generator untuk menyaring nilai berdasarkan predikat tertentu.

  reify> for {
           i  <- a
           j  <- b
           if i > j
           k  <- c
         } yield (i + j + k)
  
  a.flatMap {
    i => b.withFilter {
      j => i > j }.flatMap {
        j => c.map {
          k => i + j + k }}}

Dahulu kala, Scala menggunakan filter. Namun, dikarenakan Traversable.filter selalu membuat koleksi objek baru untuk setiap predikat, dibuatlah withFilter sebagai alternatif. Patut diperhatikan, kita juga bisa secara tanpa sengaja menggunakan withFilter dengan menambahkan informasi mengenai tipe. Alasannya, informasi tersebut digunakan untuk case pencocokan pola.

  reify> for { i: Int <- a } yield i
  
  a.withFilter {
    case i: Int => true
    case _      => false
  }.map { case i: Int => i }

Sebagaimana penetapan nilai, generator bisa menggunakan pencocokan pola pada persamaan bagian kiri. Namun berbeda dengan assignment, yang melempar MatchError saat terjadi galat, generator akan menyaring operasi tersebut sehingga akan terhindar dari galat.

2.1.3 For Each

Bila tidak ditemukan yield, kompilator akan menggunakan foreach sebagai pengganti flatMap.

  reify> for { i <- a ; j <- b } println(s"$i $j")
  
  a.foreach { i => b.foreach { j => println(s"$i $j") } }

2.1.4 Rangkuman

Tidak ada tipe super umum yang mempunyai metoda umum yang digunakan pada for; setiap potongan dikompilasi tersendiri. Misalkan, ada trait umum, kurang lebih akan terlihat sebagai berikut:

  trait ForComprehensible[C[_]] {
    def map[A, B](f: A => B): C[B]
    def flatMap[A, B](f: A => C[B]): C[B]
    def withFilter[A](p: A => Boolean): C[A]
    def foreach[A](f: A => Unit): Unit
  }

Adalah mu’bah bila konteks (C[_]) dari for tidak menyediakan map dan flatMap atau metoda lainnya. Jika scalaz.Bind[T] tersedia untuk T, bind tersebut akan menyediakan apa yang konteks tadi tidak miliki.

2.2 Senam

Walaupun penulisan kode berurutan untuk komprehensi for mudah, kadang terjadi hal hal yang menyebabkan kita berpikir keras. Bagian ini berisi contoh-contoh mengenai hal semacam itu dan bagaimana cara kita menyiasatinya.

2.2.1 Logika Cadangan

Anggap kata kita memanggil sebuah metoda yang mengembalikan Option. Bila pemanggilan ini gagal, tentu kita ingin ada metoda lain yang menangani galat tersebut. Seperti saat kita membaca tembolok

  def getFromRedis(s: String): Option[String]
  def getFromSql(s: String): Option[String]
  
  getFromRedis(key) orElse getFromSql(key)

Bilamana kita harus munggunakan versi asinkronus dari antarmuka pemrograman aplikasi,

  def getFromRedis(s: String): Future[Option[String]]
  def getFromSql(s: String): Future[Option[String]]

maka kita harus hati hati betul agar jangan sampai menambah pekerjaan karena

  for {
    cache <- getFromRedis(key)
    sql   <- getFromSql(key)
  } yield cache orElse sql

will run both queries. We can pattern match on the first result but the type is wrong

akan menjalankan kedua kueri secara bersamaan. Kita dapat mencocokkan pola pada hasil pertama namun tipe hasil tersebut salah

  for {
    cache <- getFromRedis(key)
    res   <- cache match {
               case Some(_) => cache !!! wrong type !!!
               case None    => getFromSql(key)
             }
  } yield res

Kita harus membuat Future dari cache

  for {
    cache <- getFromRedis(key)
    res   <- cache match {
               case Some(_) => Future.successful(cache)
               case None    => getFromSql(key)
             }
  } yield res

Future.successful membuat objek Future baru, sebagaimana konstruktor Option maupun List.

2.2.2 Pulang Duluan

Misalkan kita punya sebuah keadaan dimana harus selesai di tengah tengah dan mengembalikan nilai sukses.

Standar praktik pada OOP ketika kita harus keluar dari komputasi lebih awal adalah dengan melempar eksepsi

  def getA: Int = ...
  
  val a = getA
  require(a > 0, s"$a must be positive")
  a * 10

Yang dapat ditulas ulang secara asinkronus.

  def getA: Future[Int] = ...
  def error(msg: String): Future[Nothing] =
    Future.failed(new RuntimeException(msg))
  
  for {
    a <- getA
    b <- if (a <= 0) error(s"$a must be positive")
         else Future.successful(a)
  } yield b * 10

Namun, bila kita ingin keluar lebih awal dari komputasi dengan nilai yang ok, kode sinkronus yang sederhana semacam ini:

  def getB: Int = ...
  
  val a = getA
  if (a <= 0) 0
  else a * getB

ketika diterjemahkan menjadi komprehensi for berlapis saat kode tersebut mempunyai ketergantungan asinkronus:

  def getB: Future[Int] = ...
  
  for {
    a <- getA
    c <- if (a <= 0) Future.successful(0)
         else for { b <- getB } yield a * b
  } yield c

2.3 Jalan Penuh Derita

Sampai saat ini, kita baru membahas ingat mengenai aturaan penulisan ulang dan belum membahas mengenai map dan flatMap. Kadang-kadang, ada kondisi dimana for harus berhenti di tengah-tengah. Apa yang terjadi?

Pada contoh Option, yield hanya dipanggil jika dan hanya jika i, j, k berhasil terdefinisi.

  for {
    i <- a
    j <- b
    k <- c
  } yield (i + j + k)

Misalkan salah satu dari a, b, c adalah None, akan terjadi hubungan pendek pada komprehensi tersebut dan nilai None akan dikembalikan tanpa memberikan konteks tentang nilai mana yang berupa None.

Di sisi lain, bila kita menggunakan Either, seperti None, Left akan menyebabkan arus-pendek namun memberikan informasi tambahan. Dengan demikian, Either merupakan pilihan yang jauh lebih baik daripada Option.

  scala> val a = Right(1)
  scala> val b = Right(2)
  scala> val c: Either[String, Int] = Left("sorry, no c")
  scala> for { i <- a ; j <- b ; k <- c } yield (i + j + k)
  
  Left(sorry, no c)

Mari kita lihat apa yang terjadi bila Future gagal:

  scala> import scala.concurrent._
  scala> import ExecutionContext.Implicits.global
  scala> for {
           i <- Future.failed[Int](new Throwable)
           j <- Future { println("hello") ; 1 }
         } yield (i + j)
  scala> Await.result(f, duration.Duration.Inf)
  caught java.lang.Throwable

Future yang bertugas untuk mencetak ke terminal tidak akan pernah dipanggil sebagaimana Option dan Either dikarenakan for selesai lebih awal.

Penggunaan fungsi-arus-pendek adalah hal yang jamak dilakukan, penting malah, pada alur kejadian yang tidak menyenangkan. Hal yang juga patut diperhatikan adalah komprehensi for tidak dapat melakukan melepas sumber daya yang disebabkan tidak ada try maupun finally. Secara prinsip, pemrograman fungsional memancang dengan jelas siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi galat yang tak terduga. Kewajiban tersebut jatuh kepada konteks eksekusi program, yang biasanya berupa Monad, bukan logika bisnis.

2.4 Ngelantur

Adalah haram untuk mencampur-adukkan konteks saat menggunakan komprehensi for seperti pada cuplikan di bawah.

  scala> def option: Option[Int] = ...
  scala> def future: Future[Int] = ...
  scala> for {
           a <- option
           b <- future
         } yield a * b
  <console>:23: error: type mismatch;
   found   : Future[Int]
   required: Option[?]
           b <- future
                ^

Bahkan, ketika kita kode yang ada di depan kita memiliki konteks berlapis, kompilator acap kali tidak paham maksud kode tersebut. Walau maksud dari kode tersebut terlihat jelas bagi kita.

  scala> def getA: Future[Option[Int]] = ...
  scala> def getB: Future[Option[Int]] = ...
  scala> for {
           a <- getA
           b <- getB
         } yield a * b
                   ^
  <console>:30: error: value * is not a member of Option[Int]

Di atas, kita bermaksud agar for mengurus mengenai konteks yang melapisi Option di dalam namun apa yang terjadi? Sesuai yang diduga kompilator gagal menerka maksud kita. Yang kita lakukan diatas, menghiraukan konteks bagian luar, biasa dicapai dengan menggunakan transformator monad yang oleh Scalaz disediakan implementasi untuk Option dan Either dengan nama OptionT dan EitherT.

Pada dasarnya, apapun yang bisa digunakan pada komprehensi for bisa digunakan sebagain konteks bagian luar, selama konsisten sepanjang komprehensi tersebut.

Kita juga bisa menggunakan OptionT untuk mengubah konteks for dari Future[Option[_]] menjadi OptionT[Future, _] yang ditunjukkan pada REPL di bawah.

  scala> val result = for {
           a <- OptionT(getA)
           b <- OptionT(getB)
         } yield a * b
  result: OptionT[Future, Int] = OptionT(Future(<not completed>))

Dan dengan memanggil .run, konteks yang semula berubah akan kembali muncul.

  scala> result.run
  res: Future[Option[Int]] = Future(<not completed>)

Selain itu, transformator moda juga memperkenankan kita untuk menggunakan Future[Option[_]] dengan metoda-metoda yang hanya mengembalikan nilai Future saja melalui .liftM[OptionT] yang disediakan oleh Scalaz. Untuk lebih jelasnya, silakan simak contoh di bawah:

  scala> def getC: Future[Int] = ...
  scala> val result = for {
           a <- OptionT(getA)
           b <- OptionT(getB)
           c <- getC.liftM[OptionT]
         } yield a * b / c
  result: OptionT[Future, Int] = OptionT(Future(<not completed>))

terlebih lagi, kita dapat mencampur penggunaan metoda yang mengembalikan Option dengan melapisinya dengan Future.successful (.pure[Future], bila menggunakan Scalaz) dan disambung dengan OptionT

  scala> def getD: Option[Int] = ...
  scala> val result = for {
           a <- OptionT(getA)
           b <- OptionT(getB)
           c <- getC.liftM[OptionT]
           d <- OptionT(getD.pure[Future])
         } yield (a * b) / (c * d)
  result: OptionT[Future, Int] = OptionT(Future(<not completed>))

Sudah barang tentu dengan mencampur banyak konteks akan menghasilkan kode yang “berisik”. Akan tetapi, hal ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan menulis flatMap dan map berlapis secara manual. Selain itu, kita juga bisa membersihkannya dengan DSL yang menangani pengubahan-pengubahan yang dibutuhkan agar menjadi OptionT[Future, _].

  def liftFutureOption[A](f: Future[Option[A]]) = OptionT(f)
  def liftFuture[A](f: Future[A]) = f.liftM[OptionT]
  def liftOption[A](o: Option[A]) = OptionT(o.pure[Future])
  def lift[A](a: A)               = liftOption(Option(a))

Ditambah lagi, dengan menggunakan operator |> yang melewatkan nilai di sebelah kiri ke fungsi di sebelah kanan operator tersebut, pembatasan antara logika bisnis dengan transformator monad akan terlihat lebih jelas.

  scala> val result = for {
           a <- getA       |> liftFutureOption
           b <- getB       |> liftFutureOption
           c <- getC       |> liftFuture
           d <- getD       |> liftOption
           e <- 10         |> lift
         } yield e * (a * b) / (c * d)
  result: OptionT[Future, Int] = OptionT(Future(<not completed>))

Pendekatan ini juga bisa digunakan untuk Either dan transformator lainnya sebagai konteks bagian dalam. Namun, metoda pengangkatan transformator lebih kompleks dan membutuhkan parameter tambahan. Scalaz menyediakan monad transformator bagi kebanyakan tipe yang dimilikinya. Silakan periksa bila ada.

3. Desain Aplikasi

Pada bab ini, kita akan menulis logika bisnis dan tes tes untuk aplikasi server fungsional murni. Kode sumber untuk aplikasi ini bisa dilihat pada direktori example bersama kode sumber buku ini. Namun, sangat disarankan untuk tidak membacanya sampai kita sampai di bab akhir dikarenakan akan ada refaktorisasi sepanjang pembelajaran kita tentang PF.

3.1 Spesifikasi

Aplikasi kita akan mengurus kompilasi-tepat-waktu “build farm” dengan pendanaan yang sangat mepet. Aplikasi ini akan memperhatikan ke sebuah server integrasi berkelanjutan Drone dan akan menelurkan “worker agent” menggunakan Google Container Engine (GKE) untuk memenuhi permintaan dari antrian kerja.

Drone menerima kerja ketika kontributor membuat sebuah permintaan tarik pada github ke proyek yang dimanage. Drone menetapkan beban kerja ke agen-agennya, dan pada akhirnya, tiap agen akan memproses satu tugas pada satu waktu.

Tujuan dari aplikasi kita adalah memastikan bahwa agen-agen akan selalu cukup untuk menyelesaikan tugas, dengan batasan-batasan pada jumlah agen dan pada saat yang bersamaan, menekan biaya keseluruhan. Aplikasi ini harus tahu jumlah barang yang ada pada backlog dan jumlah agen yang tersedia.

Google dapat menelurkan banyak simpul yang masing masing mampu mempunyai beberapa agen drone. Ketika sebuah agen mulai nyala, agen tersebut akan memberitahu kepada drone yang pada akhirnya mengambil alih siklus hidup (termasuk panggilan “keep-alive” untuk mendeteksi agen yang telah mati)

GKE menarik biaya berdasarkan uptime dalam hitungan menit, dibulatkan keatas ke jam terdekat untuk tiap node. Maka dari itu, kita tidak bisa secara sembarangan untuk menyalakan node baru untuk tiap tugas di antrian kerja. Kita harus menggunakan ulang node dan memaksa mereka untuk bekerja sampai sampai ke menit 58 agar tetap ekonomis.

Aplikasi kita harus bisa memulai dan mematikan simpul dan juga memeriksa status mereka, seperti waktu nyala dan daftar node yang tidak aktif, dan memastikan waktu saat ini menurut GKE.

Sebagai tambahan, tidak ada API yang secara langsung berkomunikasi ke sebuah agen yang mengakibatkan kita tidak dapat secara tahu secara langsung apakah sebuah agen sedang melakukan sesuatu untuk drone server atau tidak. Bila kita mematikan sebuah agen tanpa memastikan bahwa agen tersebut sedang menganggur, bisa jadi si agen tadi mati di tengah medan. Tentu sungguh menyesakkan bila harus memulai ulang agen tersebut secara manual.

Kontributor juga bisa menambahkan agen ke farm secara manual, sehingga menghitung agen tidak selalu sama dengan node. Kita tidak perlu menambah node bila ada agen yang tersedia.

Mode gagal harus selalu diambil sebagai opsi paling murah.

Drone dan GKE keduanya mempunya antarmuka JSON yang menggunakan antarmuka REST dengan otentikasi OAuth 2.0.

3.2 Antarmuka / Aljabar

Pada bab ini, kita akan mengkodifikasi diagram arsitektur pada bagian sebelumnya. Pertama, karena pada pustaka standar Java maupun Scala tidak memiliki tipe data timestamp kita akan membuat sebuah tipe data sederhana untuk keperluan ini.

  import scala.concurrent.duration._
  
  final case class Epoch(millis: Long) extends AnyVal {
    def +(d: FiniteDuration): Epoch = Epoch(millis + d.toMillis)
    def -(e: Epoch): FiniteDuration = (millis - e.millis).millis
  }

Pada PF, sebuah aljabar mempunyai kedudukan yang sama dengan interface di Java yang kurang lebih juga sama dengan pesan-pesan yang dianggap valid oleh Actor Akka. Aljabar ini pula-lah dimana kita mendefinisikan semua interaksi yang mempunyai efek samping pada sistem kita.

Pada proses desain sistem, kita akan sering melakukan iterasi yang padat saat menulis logika bisnis dan aljabarnya: hal semacam ini merupakan tingkat abstraksi yang bagus untuk mendesain sebuah sistem.

  trait Drone[F[_]] {
    def getBacklog: F[Int]
    def getAgents: F[Int]
  }
  
  final case class MachineNode(id: String)
  trait Machines[F[_]] {
    def getTime: F[Epoch]
    def getManaged: F[NonEmptyList[MachineNode]]
    def getAlive: F[Map[MachineNode, Epoch]]
    def start(node: MachineNode): F[MachineNode]
    def stop(node: MachineNode): F[MachineNode]
  }

Di sini, kita menggunakan NonEmptyList yang dibuat dengan memanggil .toNel pada tipe data List yang ada pada pustaka standar. Walaupun nilai yang dikembalikan adalah Option[NonEmptyList] (karena List bisa saja kosong), hal hal lain tidak berubah.

3.3 Logika Bisnis

Sekarang, kita akan menulis logika bisnis yang menentukan perilaku dari aplikasi ini, yang saat ini tidak mengindahkan sumber sumber penderitaan.

Untuk membungkus apa yang kita tahu mengenai situasi saat ini, kita akan membuat sebuah kelas dengan nama WorldView yang apabila kita mendesain aplikasi ini di Akka, WorldView bisa jadi merupakan sebuah var pada sebuah Actor yang dapat berubah-ubah.

WorldView menyatukan semua nilai kembalian dari semua metoda pada aljabar-aljabar dan menambah sebuah bidang tertunda yang ditujukan untuk menelusuri request mana saja yang belum terpenuhi.

  final case class WorldView(
    backlog: Int,
    agents: Int,
    managed: NonEmptyList[MachineNode],
    alive: Map[MachineNode, Epoch],
    pending: Map[MachineNode, Epoch],
    time: Epoch
  )

Walaupun kita sudah siap menulis logika bisnis kita, kita harus menunjukkan secara eksplisit bahwa kita bergantung pada Drone dan Machines.

Kita bisa menulis antarmuka untuk logika bisnis

  trait DynAgents[F[_]] {
    def initial: F[WorldView]
    def update(old: WorldView): F[WorldView]
    def act(world: WorldView): F[WorldView]
  }

dan mengimplementasikannya dengan sebuah modul. Sebuah modul yang hanya bergantung ke modul-modul lain, aljabar dan fungsi murni, dan dapat diabstraksikan melalui F. Jika sebuah implementasi dari sebuah antarmuka aljabaris terikat spesifik pada sebuah tipe, misalkan IO, implementasi tersebut disebut sebagai sebuah penerjemah

  final class DynAgentsModule[F[_]: Monad](D: Drone[F], M: Machines[F])
    extends DynAgents[F] {

Pembatasan konteks Monad menunjukkan bahwa F bersifat monad, memperkenankan kita menggunakan map, pure, dan flatMap melalui komprehensi for.

Kita punya akses ke aljabar yang dimiliki oleh Drone dan Machines dengan simbol D dan M. Penggunaan simbol satu huruf kapital merupakan ijtima untuk implementasi monad dan aljabar.

Logika bisnis kita akan berjalan pada sebuah ikalan tak-hingga

  state = initial()
  while True:
    state = update(state)
    state = act(state)

3.3.1 initial

Pada initial, kita memanggil semua layanan eksternal dan mengagregasi semua hasilnya menjadi sebuah WorldView. Untuk nilai bawaan pending, kita akan mengisinya dengan sebuah Map kosong.

  def initial: F[WorldView] = for {
    db <- D.getBacklog
    da <- D.getAgents
    mm <- M.getManaged
    ma <- M.getAlive
    mt <- M.getTime
  } yield WorldView(db, da, mm, ma, Map.empty, mt)

Sebagaimana yang sudah dibahas pada bab 1, flatMap memperkenankan kita melakukan operasi pada nilai yang dihasilkan pada waktu jalan. Saat kita mengembalikan sebuah F[_], kita mengembalikan sebuah program lain yang akan diterjemahkan saat waktu secara berurutan dan pada akhirnya, kita bisa melakukan flatMap padanya. Beginilah cara kita menyambung beberapa kode yang berefek samping yang berurutan secara aman. Saat itu pula, kita juga bisa menyediakan implementasi murni untuk tes.

3.3.2 update

update harus memanggil initial untuk memperbarui worldview kita sembari mempertahankan tindakan tindakan yang masih pending.

Ketika sebuah node mengalami perubahan keadaan, kita akan menghapusnya dari pending. Dan bila sebuah tindakan yang masih tertunda (pending) masih belum mengerjakan apapun setelah menunggu 10 menit, maka kita akan menganggapnya sebagai sebuah kegagalan.

  def update(old: WorldView): F[WorldView] = for {
    snap <- initial
    changed = symdiff(old.alive.keySet, snap.alive.keySet)
    pending = (old.pending -- changed).filterNot {
      case (_, started) => (snap.time - started) >= 10.minutes
    }
    update = snap.copy(pending = pending)
  } yield update
  
  private def symdiff[T](a: Set[T], b: Set[T]): Set[T] =
    (a union b) -- (a intersect b)

Fungsi konkret semacam .symdiff tidak memerlukan test dikarenakan mereka mempunyai masukan dan keluaran yang eksplisit. Sehingga, kita dapat memindahkan semua kode murni ke metoda metoda mandiri pada object independen. Testing metoda publik akan dengan senang hati kita lakukan.

3.3.3 act

Metoda act sedikit lebih kompleks dibandingkan dengan metoda sebelumnya. Untuk memperjelas maksud dan memudahkan pemahaman, kita akan membaginya menjadi dua bagian. Pertama, mendeteksi kapankah sebuah aksi harus diambil. Dan kedua, melakukan aksi yang sudah ditentukan. Penyederhanaan ini juga berarti bahwa kita hanya bisa melakukan satu aksi dalam sekali penyelawatan. Namun, hal tersebut cukup masuk akal dikarenakan kita dapat mengontrol penyelawatan dan bisa juga menjalankan ulang act sampai tidak ada lagi yang perlu dilakukan.

Sebagai pengekstrak untuk WorldView, kita akan menulis pendeteksi skenario yang tidak lain dan tidak bukan hanyalah penulisan percabangan if dan else yang jauh lebih ekspresif dibandingkan yang biasa!

Adalah sebuah keharusan untuk menambah agen ke peternakan bila ada timbunan pekerjaan, atau saat kita tidak punya agen, atau ketika tak ada node yang menyala, juga tidak ada aksi aksi yang sedang ditunda Caranya? Tentu dengan mengembalikan kandidat node yang ingin kita jalankan:

  private object NeedsAgent {
    def unapply(world: WorldView): Option[MachineNode] = world match {
      case WorldView(backlog, 0, managed, alive, pending, _)
           if backlog > 0 && alive.isEmpty && pending.isEmpty
             => Option(managed.head)
      case _ => None
    }
  }

Bila tidak ada timbunan pekerjaan, kita harus menghentikan semua node yang sudah basi (pengangguran / tidak punya pekerjaan). Akan tetapi, jangan lupa bahwa Google menarik bayaran berdasarkan waktu penggunaan (dalam hitungan jam), maka kita akan mematikan mesin tersebut pada menit ke 58 agar kita IRIT! Disini, kita akan mengembalikan daftar non-kosong dari node untuk dihentikan.

Agar IRIT, semua node harus mati sebelum 5 jam.

  private object Stale {
    def unapply(world: WorldView): Option[NonEmptyList[MachineNode]] = world match {
      case WorldView(backlog, _, _, alive, pending, time) if alive.nonEmpty =>
        (alive -- pending.keys).collect {
          case (n, started) if backlog == 0 && (time - started).toMinutes % 60 >= 58 => n
          case (n, started) if (time - started) >= 5.hours => n
        }.toList.toNel
  
      case _ => None
    }
  }

Setelah kita berhasil mendeteksi skenario-skenario yang mungkin terjadi, kita bisa melanjutkan dengan menulis metoda act. Saat kita menjadwalkan sebuah node untuk dijalankan atau dibunuh, kita bisa menambahkan node tersebut ke pending sambil mencatat waktu yang penjadwalan aksi tadi.

  def act(world: WorldView): F[WorldView] = world match {
    case NeedsAgent(node) =>
      for {
        _ <- M.start(node)
        update = world.copy(pending = Map(node -> world.time))
      } yield update
  
    case Stale(nodes) =>
      nodes.foldLeftM(world) { (world, n) =>
        for {
          _ <- M.stop(n)
          update = world.copy(pending = world.pending + (n -> world.time))
        } yield update
      }
  
    case _ => world.pure[F]
  }

Karena NeedsAgent dan Stale tidak menutup semua kemungkinan yang bisa terjadi, maka kita butuh jaring pengaman cace _ yang sebenarnya tidak melakukan apapun. Saudara bisa mengingat kembali bab 2 dimana .pure menciptakan konteks monadik dari sebah nilai (for).

foldLeftM sendiri sebenarnya mirip dengan foldLeft. Namun, tiap iterasi dari penekukan (“fold”) bisa saja menghasilkan sebuah nilai monadik. Pada kasus ini, tiap iterasi dari tiap tekukan mengembalikan F[WorldView]. Simbol M pada M.stop(n), misal, melambangkan bahwa ekspresi tersebut bersifat monadik. Kita akan banyak menemukan banyak metoda “lifted” seperti ini yang hanya mau menerima nilai nilai monadik, bukan nilai biasa.

3.4 Tes Unit

Pendekatan seperti ini, yang digunakan pada pemrograman fungsional, adalah hal yang diimpikan oleh seorang arsitek dimana detail implementasi atas aljabar-aljabar diserahkan kepada anggota tim dan sang arsitek fokus dalam menentukan logika bisnis untuk memenuhi tuntutan bisnis.

Aplikasi kita ini sangat bergantung pada tempo dan layanan web pihak ketiga. Bila kita sedang menulis aplikasi ini dengan metodologi OOP tradisionil, kita akan membuat tiruan untuk semua metoda yang digunakan untuk memanggil layanan tersebut ataupun aktor aktor untuk pesan pesan keluar. Peniruan yang digunakan pada pemrograman fungsional dilakukan dengan cara membuat implementasi alternatif dari aljabar yang digunakan. Tiap aljabar tiruan tadi, mengisolasi bagian bagian dari sistem yang harus ditiru.

Kita bisa memulainya dengan data data yang dikhususkan untuk testing.

  object Data {
    val node1   = MachineNode("1243d1af-828f-4ba3-9fc0-a19d86852b5a")
    val node2   = MachineNode("550c4943-229e-47b0-b6be-3d686c5f013f")
    val managed = NonEmptyList(node1, node2)
  
    val time1: Epoch = epoch"2017-03-03T18:07:00Z"
    val time2: Epoch = epoch"2017-03-03T18:59:00Z" // +52 menit
    val time3: Epoch = epoch"2017-03-03T19:06:00Z" // +59 menit
    val time4: Epoch = epoch"2017-03-03T23:07:00Z" // +5 jam
  
    val needsAgents = WorldView(5, 0, managed, Map.empty, Map.empty, time1)
  }
  import Data._

Kita bisa mengimplementasikan aljabar-aljabar yang akan ditiru dengan mengekstensi Drone dan Machines dengan konteks monadik spesifik, seperti Id sebagai contoh konteks yang paling sederhana.

Implementasi tiruan kita hanya memutar ulang sebuah WorldView yang tetap. Kita mengisolasi keadaan sistem kita sehingga kita dapat menggunakan var untuk menyimpan keadaan tersebut.

  class Mutable(state: WorldView) {
    var started, stopped: Int = 0
  
    private val D: Drone[Id] = new Drone[Id] {
      def getBacklog: Int = state.backlog
      def getAgents: Int = state.agents
    }
  
    private val M: Machines[Id] = new Machines[Id] {
      def getAlive: Map[MachineNode, Epoch] = state.alive
      def getManaged: NonEmptyList[MachineNode] = state.managed
      def getTime: Epoch = state.time
      def start(node: MachineNode): MachineNode = { started += 1 ; node }
      def stop(node: MachineNode): MachineNode = { stopped += 1 ; node }
    }
  
    val program = new DynAgentsModule[Id](D, M)
  }

Ketika kita menulis sebuah unit tes, kita akan membuat sebuan instans Mutable dan mengimpor semua anggotanya.

Baik drone maupun machines kita, menggunakan konteks eksekusi Id. Sehingga, program ini akan mengembalikan sebuah Id[WorldView] yang bisa kita tegaskan.

Sebenarnya, pada kasus remeh seperti ini, kita tinggal memeriksa apakah metoda initial memang betul mengembalikan nilai yang sama dengan yang kita gunakan dalam implementasi statik.

  "Business Logic" should "generate an initial world view" in {
    val mutable = new Mutable(needsAgents)
    import mutable._
  
    program.initial shouldBe needsAgents
  }

Kita juga bisa membuat tes yang lebih rumit untuk metoda update dan act untuk membantu kita menghilangkan kutu-kutu dan memperhalus persyaratan.

  it should "remove changed nodes from pending" in {
    val world = WorldView(0, 0, managed, Map(node1 -> time3), Map.empty, time3)
    val mutable = new Mutable(world)
    import mutable._
  
    val old = world.copy(alive = Map.empty,
                         pending = Map(node1 -> time2),
                         time = time2)
    program.update(old) shouldBe world
  }
  
  it should "request agents when needed" in {
    val mutable = new Mutable(needsAgents)
    import mutable._
  
    val expected = needsAgents.copy(
      pending = Map(node1 -> time1)
    )
  
    program.act(needsAgents) shouldBe expected
  
    mutable.stopped shouldBe 0
    mutable.started shouldBe 1
  }

Akan menjadi sebuah kebosanan yang nyata bila kita harus berbincang secara panjang dan lebar mengenai semua rangkaian tes. Tes-tes berikut sebenarnya bisa dengan mudah diimplementasikan dengan menggunakan pendekatan yang sama.

  • jangan meminta agen saat pending.
  • jangan mematikan agen bila node masih muda.
  • matikan agen bila tidak ada timbunan pekerjaan dan node akan makan biaya lagi.
  • jangan matikan agen bila masih ada tindakan yang pending.
  • matikan agen bila tidak ada backlog jika terlalu tua.
  • matikan agen bila sudah tua, termasuk yang sedang mengerjakan sesuatu.
  • abaikan tindakan-tindakan yang tidak responsif saat pemutakhiran.

Semua tes di atas dijalankan secara berurutan dan terisolasi terhadap ulir penjalan test (yang bisa jadi dijalankan secara paralel). Bilamana kita mendesain rangkaian tes kita di Akka, tes-tes kita bisa jadi menjadi korban atas kesewenangan habisnya waktu. Belum lagi dengan disembunyikannya galat-galat pada berkas log.

Bukan melebih-lebihkan, namun kenyataan bahwa testing untuk logika bisnis pada aplikasi kita memang meningkat drastis. Anggap saja bahwa 90% waktu yang digunakan oleh pengembang aplikasi bersama dengan pelanggan dihabiskan untuk memperhalus, memperbarui, dan memperbaiki aturan aturan bisnis ini, tentu yang lainnya merupakan detail saja.

3.5 Paralel

Saat ini, aplikasi yang sudah kita desain menjalankan metoda-metoda aljabar secara berurutan. Namun, ada beberapa bagian-bagian yang bisa dijalankan secara paralel.

3.5.1 initial

Pada definisi kita atas initial, kita dapat meminta semua informasi yang kita butuhkan pada saat yang sama. Sehingga, kita tidak perlu melakukan satu kueri dalam satu waktu.

Berbeda halnya dengan flatMap untuk operasi berurutan, Scalaz menggunakan sintaksis Apply untuk operasi paralel:

  ^^^^(D.getBacklog, D.getAgents, M.getManaged, M.getAlive, M.getTime)

yang bisa juga dituliskan menggunakan notasi infiks:

  (D.getBacklog |@| D.getAgents |@| M.getManaged |@| M.getAlive |@| M.getTime)

Bila setiap operasi paralel mengembalikan sebuah nilai pada konteks monadik yang sama, kita dapat menerapkan sebuah fungsi ke hasil-hasilya saat mereka kembali. Metoda initial bisa ditulis ulang sebagai berikut.

  def initial: F[WorldView] =
    ^^^^(D.getBacklog, D.getAgents, M.getManaged, M.getAlive, M.getTime) {
      case (db, da, mm, ma, mt) => WorldView(db, da, mm, ma, Map.empty, mt)
    }

3.5.2 act

Pada logika yang saat ini digunakan untuk act, kita menghentikan setiap node secara berurutan sembari menunggu hasil proses penghentian tersebut, baru melanjutkan penghentian node lainnya. Padahal, kita dapat menghentikan semua node bersamaan dan dilanjutkan dengan memutakhirkan worldview kita.

Salah satu kekurangan dari cara ini adalah ketika sebuah operasi gagal dilakukan, maka proses akan berhenti lebih awal sebelum kita memutakhirkan bidang pending. Sebenarnya kompromi semacam ini masih masuk akal karena metoda update kita akan dengan anggun menangani kondisi dimana sebuah node mati mendadak.

Untuk tipe data NonEmptyList, kita butuh sebuah metoda yang mampu melakukan pemetaan (mapping) atas semua elemennya ke sebuah F[MachineNode] dan menghasilkan sebuah F[NonEmptyList[MachineNode]]. Cara ini disebut sebagai traverse (pelintang) dan ketika kita melakukan flatMap, kita akan mendapatkan sebuah NonEmptyList[MachineNode] yang bisa kita tangani dengan cara yang sederhana.

  for {
    stopped <- nodes.traverse(M.stop)
    updates = stopped.map(_ -> world.time).toList.toMap
    update = world.copy(pending = world.pending ++ updates)
  } yield update

Saya kira, cuplikan diatas lebih mudah dipahami bila dibandingkan dengan versi yang berurutan.

3.6 Kesimpulan

  1. aljabar mendefinisikan antarmuka antar sistem.
  2. modul merupakan implementasi dari sebuah aljabar dalam bentuk aljabar lain.
  3. interpreter merupakan implementasi konkret dari sebuah aljabar untuk sebuah F[_] tetap.
  4. Interpreter tes dapat mengganti bagian bagian yang mempunyai efek samping pada sistem dan memberikan cakupan tes yang lebih tinggi.

4. Data dan Fungsionalitas

Pada OOP, kita biasa berpikir mengenai data dan fungsionalitas dalam satu bentuk, kelas. Hierarki kelas berisi metoda-metoda dan trait yang memaksa bidang bidang data ada pada kelas yang memakainya. Polimorfisme dari sebuah objek saat waktu-jalan dilihat dengan kacamata hubungan “merupakan”, yang mengkehendaki kelas kelas untuk mewariskan dari antarmuka-antarmuka umum. Hal semacam ini bisa dapat memperkeruh bila basis kode menjadi besar. Tipe data tipe data sederhana bisa jadi kabur batasannya karena ratusan baris metoda, trait menjadi kacau karena urutan inisiasi yang salah, dan testing maupun peniruan komponen yang melekat kuat menjadi kelagepan.

PF mengambil pendekatan yang berbeda dengan mendefinisikan data dan fungsionalitas secara terpisah. Pada bab ini, kita akan membahas tipe data tipe data dasar dan keuntungan dari pembatasan diri kita kepada subset Scala. Kita juga akan menemukan tipe kelas sebagai sebuah cara untuk mencapai polimorfisme waktu-jalan dengan melihat fungsionalitas dari sebuah struktur data dengan kacamata hubungan “memiliki” bukan hubungan “merupakan”.

4.1 Data

Blok bangunan mendasar dari tipe data adalah

  • final case class yang juga dikenal sebagai produk
  • sealed abstract class yang juga dikenal sebagai ko-produk
  • case object dan Int, Double, String (dll) sebagai nilai

tanpa metoda ataupun bidang selain parameter konstruktor. Kita lebih memilih abstract class dibandingkan trait dengan alasan agar mendapatkan kompatibilitas biner dan juga me-makruh-kan pencampuran “mixin”

Ketiga tipe data diatas, secara paket, disebut juga dengan Tipe Data Aljabar (TDA).

Sebagai contoh, kita menyusun tipe data dari aljabar Boolean AND dan XOR: sebuah produk berisi semua tipe yang terdiri darinya, namun sebuah ko-produk hanya dapat menjadi satu-satunya. Sebagai contoh

  • produk: ABC = a AND b AND c
  • ko-produk: XYZ = x XOR y XOR z

yang bila ditulis menggunakan Scala

  // nilai
  case object A
  type B = String
  type C = Int
  
  // produk
  final case class ABC(a: A.type, b: B, c: C)
  
  // koproduk
  sealed abstract class XYZ
  case object X extends XYZ
  case object Y extends XYZ
  final case class Z(b: B) extends XYZ

4.1.1 TDA Tergeneralisasi

Ketika kita mengenalkan sebuah parameter tipe ke sebuah ADT, kita menyebutnya dengan Tipe Data Aljabar Tergenerealisasi (Generalised Algebraic Data Type).

scalaz.IList, yang merupakan alternatif yang lebih aman dari pustaka standar List, adalah sebuah TDAT:

  sealed abstract class IList[A]
  final case class INil[A]() extends IList[A]
  final case class ICons[A](head: A, tail: IList[A]) extends IList[A]

Bila sebuah TDA mengacu pada dirinya sendiri, kita menyebutnya sebagai sebuah tipe rekursif. IList sendiri merupakan contoh tipe rekursif karena ICons berisi referensi ke sebuah IList.

4.1.2 Fungsi pada TDA

ADTs can contain pure functions

TDA bisa berisi fungsi murni

  final case class UserConfiguration(accepts: Int => Boolean)

Namun TDA yang berisi fungsi mempunyai beberapa kekurangan karena ADT tersebut tidak bisa diterjemahkan dengan sempurna ke JVM. Sebagai contoh, warisan Serializable, hashCode, equals, dan toString tidak berperilaku sebagaimana yang diharapkan.

Dan yang menjadi sebuah kekecewaan adalah, Serializable sangat jamak digunakan oleh framework populer walaupun alternatif yang lebih bagus banyak. Salah satu jebakan yang umum memakan korban adalah seorang penulis lupa bahwa Serializable bisa jadi berusaha untuk menyerikan fungsi closure secara keseluruhan dan bisa berakibat server rhemuk! Kekurangan lain yang mirip juga sama terjadi pada kelas Java peninggalan jaman dulu seperti Throwable, yang bisa saja berisi rujukan pada objek arbiter.

Kita akan mengeksplorasi alternatif alternatif untuk metoda peninggalan sejarah saat kita berbincang mengenai pustaka Scalaz pada bab berikutnya. Tentu dengan mengorbankan interoperabilitas dengan kode kode Scala dan Java peninggalan sejarah.

4.1.3 Kelengkapan

Adalah hal yang penting untuk kita menggunakan sealed abstract class, dan tidak hanya abstract class, saat kita mendefinisikan sebuah tipe data. Dengan menyegel (seal) sebuah class, kita juga memastikan bahwa semua sub-tipe-nya harus didefinisikan di berkas yang sama. Hal ini memberikan kesempatan agar kompilator bisa mengetahui hubungan mereka, sehingga kompilator bisa memeriksa keluwesan “pattern match” dan juga pada makro yang menghilangkan plat cetak. Sebagai contoh,

  scala> sealed abstract class Foo
         final case class Bar(flag: Boolean) extends Foo
         final case object Baz extends Foo
  
  scala> def thing(foo: Foo) = foo match {
           case Bar(_) => true
         }
  <console>:14: error: match may not be exhaustive.
  It would fail on the following input: Baz
         def thing(foo: Foo) = foo match {
                               ^

Cuplikan diatas menunjukkan kepada pengembang apa yang telah mereka rusak ketika menambah sebuah produk baru ke basis kode. Hal ini terjadi karena kita menggunakan ekstensi -Xfatal-warnings sehingga semua peringatan dari kompilator menjadi galat.

Namun, kompilator juga tidak akan memeriksa kelengkapan bila kelas tidak tersegel ataupun ada pengaman lain. Misal

  scala> def thing(foo: Foo) = foo match {
           case Bar(flag) if flag => true
         }
  
  scala> thing(Baz)
  scala.MatchError: Baz (of class Baz$)
    at .thing(<console>:15)

Agar tetap aman, jangan gunakan pengaman ketika menggunakan tipe tersegel.

Panji -Xstrict-patmat-analysis sudah diajukan sebagai peningkatan bahasa untuk menampah pemeriksaan “pattern match” tambahan

4.1.4 Produk dan Koproduk Alternatif

Bentuk lain dari produk adalah tuple yang merupakan sebuah final case class tanpa label.

(A.type, B, C) ekuivalen denga ABC pada contoh di atas. Namun, sangat disarankan untuk menggunakan final case class ketika digunakan pada sebuah ADT. Selain karena agak canggung bila tanpa nama, case class juga mempunyai performa yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan nilai-nilai primitif.

Contoh lain dari ko-produk adalah saat kita melapisi tipe Either.

  Either[X.type, Either[Y.type, Z]]

equivalent to the XYZ sealed abstract class. A cleaner syntax to define nested Either types is to create an alias type ending with a colon, allowing infix notation with association from the right:

yang ekuivalen dengan kelas abstrak tersegel XYZ. Untuk sintaks yang lebih rapi yang digunakan untuk mendefinisikan tipe Either berlapis, pengguna dapat menggunakan alias tipe yang diakhiri dengan titik dua. Hal ini memperkenankan penggunaan notasi infiks dengan asosiasi sebelah kanan:

  type |:[L,R] = Either[L, R]
  
  X.type |: Y.type |: Z

Cara ini berguna untuk membuat ko-produk anonim saat kita tidak dapat meletakkan semua implementasi dalam sebuah berkas kode yang sama.

  type Accepted = String |: Long |: Boolean

Alternatif lain dari ko-produk adalah dengan membuat sealed abstract class khusus dengan definisi final case class yang hanya membungkus tipe yang diinginkan.

  sealed abstract class Accepted
  final case class AcceptedString(value: String) extends Accepted
  final case class AcceptedLong(value: Long) extends Accepted
  final case class AcceptedBoolean(value: Boolean) extends Accepted

Pencocokan pola pada bentuk bentuk ko-produk ini bisa jadi sangat boyak. Hal ini juga yang melatar belakangi eksplorasi Tipe Gabungan pada kompilator baru Scala, Dotty. Makro seperti totalitarian dan iotaz hadir sebagai alternatif untuk menyandikan ko-produk anonim.

4.1.5 Penyampaian Informasi

Selain digunakan sebagai kontainer untuk informasi bisnis, tipe data juga bisa digunakan untuk menyandikan batasan. Sebagai contoh,

  final case class NonEmptyList[A](head: A, tail: IList[A])

tidak bisa kosong. Hal inilah yang menjadikan scalaz.NonEmptyList sebuah tipe data yang penting walaupun mempunyai informasi yang sama dengan IList.

Tipe produk sering kali berisi tipe yang jauh lebih umum daripada yang diharapkan. Pada OOP tradisional, hal ini diatasi dengan menggunakan validasi input dan penegasan.

  final case class Person(name: String, age: Int) {
    require(name.nonEmpty && age > 0) // Jangan lakukan ini, merusak totalitas
  }

Sebagai gantinya, kita dapat menggunakan tipe data Either untuk menyediakan Right[Person] untuk instans valid. Tidak hanya itu, penggunaan Either juga bisa mengurangi kemungkinan instansiasi yang seharusnya tidak mungkin terjadi. Pada contoh selanjutnya, harap diperhatikan bahwa konstruktor kelas Person dibuat sebagai final.

  final case class Person private(name: String, age: Int)
  object Person {
    def apply(name: String, age: Int): Either[String, Person] = {
      if (name.nonEmpty && age > 0) Right(new Person(name, age))
      else Left(s"bad input: $name, $age")
    }
  }
  
  def welcome(person: Person): String =
    s"${person.name} you look wonderful at ${person.age}!"
  
  for {
    person <- Person("", -1)
  } yield welcome(person)
4.1.5.1 Tipe Data Terrefinasi

Selain dengan menggunakan Either sebagaimana yang telah dicontohkan pada bagian sebelumnya, ada juga cara yang lebih mudah dan rapi yaitu dengan menggunakan pustaka refined. Pustaka tersebut memberikan batasan batasan untuk tipe data yang bisa digunakan pada sebuah kelas. Untuk memasang pustaka tersebut, silakan tambahkan baris berikut pada build.sbt.

  libraryDependencies += "eu.timepit" %% "refined-scalaz" % "0.9.2"

dan baris-baris berikut pada kode sumber.

  import eu.timepit.refined
  import refined.api.Refined

Refined memberikan batasan batasan yang jauh lebih jelas dengan menuliskan A Refined B.

  import refined.numeric.Positive
  import refined.collection.NonEmpty
  
  final case class Person(
    name: String Refined NonEmpty,
    age: Int Refined Positive
  )

Nilai pokok bisa didapatkan dengan memanggil metoda .value. Sedangkan untuk membuat nilai refined pada saat waktu jalan, kita bisa menggunakan .refineV yang mengembalikan Either.

  scala> import refined.refineV
  scala> refineV[NonEmpty]("")
  Left(Predicate isEmpty() did not fail.)
  
  scala> refineV[NonEmpty]("Sam")
  Right(Sam)

Bila kita menambah impor berikut,

  import refined.auto._

kita dapat menyusun nilai nilai valid saat waktu kompile dan akan mendapatkan pesan galat ketika nilai yang disediakan tidak memenuhi kriteria yang diminta.

  scala> val sam: String Refined NonEmpty = "Sam"
  Sam
  
  scala> val empty: String Refined NonEmpty = ""
  <console>:21: error: Predicate isEmpty() did not fail.

Untuk kriteria yang lebih kompleks, kita dapat menggunakan aturan MaxSize pada contoh berikut.

  import refined.W
  import refined.boolean.And
  import refined.collection.MaxSize

Untuk memenuhi persyaratan bahwa String harus tidak kosong dan mempunyai panjang maksimal 10 karakter, kita bisa menulis sebagai berikut:

  type Name = NonEmpty And MaxSize[W.`10`.T]
  
  final case class Person(
    name: String Refined Name,
    age: Int Refined Positive
  )

Bila kita menemui persyaratan-persyaratan yang tidak didukung oleh pustaka refined, kita dapat dengan mudah menyusunnya sendiri. Sebagai contoh, pada drone-dynamic-agents, kita harus memastikan bahwa sebuah String harus mengandung application/x-www-form-urlencoded. Untuk menyusunnya, kita bisa menggunakan pustaka standar regex Java.

  sealed abstract class UrlEncoded
  object UrlEncoded {
    private[this] val valid: Pattern =
      Pattern.compile("\\A(\\p{Alnum}++|[-.*_+=&]++|%\\p{XDigit}{2})*\\z")
  
    implicit def urlValidate: Validate.Plain[String, UrlEncoded] =
      Validate.fromPredicate(
        s => valid.matcher(s).find(),
        identity,
        new UrlEncoded {}
      )
  }

4.1.6 Sederhana untuk Dibagi

Dengan tidak berisi fungsionalitas apapun, sangat mungkin sebuah ADT memiliki ketergantungan yang kecil. Hal ini-lah yang memudahkan kita untuk berbagi dengan pengembang lain. Dengan menggunakan bahasa pemodelan data sederhana, interaksi antar tim inter-disipliner akan lebih mudah dan ketergantungan atas dokumen tertulis berkurang.

Terlebih lagi, peralatan yang digunakan bisa dibuat dengan mudah agar dapat menghasilkan atau menggunakan skema dari bahasa pemrograman lain dan protokol komunikasi.

4.1.7 Menghitung Kompleksitas

Kompleksitas dari sebuah tipe data diambil dari jumlah nilai yang bisa ada pada tipe data tersebut. Sebuah tipe data yang bagus mempunyai tingkat kompleksitas yang rendah bila dibandingkan dengan informasi yang disampaikan.

Nilai-nilai berikut punya kompleksitas yang tetap.

  • Unit punya satu nilai.
  • Boolean punya dua nilai.
  • Int punya 4,294,967,295 nilai.
  • String bisa dibilang punya nilai tak hingga.

Untuk mencari kompleksitas dari sebuah produk, kita tinggal mengalikan kompleksitas dari tiap bagian.

  • (Boolean, Boolean) punya 4 nilai (2*2)
  • (Boolean, Boolean, Boolean) punya 8 nilai (2*2*2)

Sedangkan untuk mencari kompleksitas dari sebuah ko-produk, kita tinggal menambah kompleksitas dari tiap bagian.

  • (Boolean |: Boolean) punya 4 nilai (2+2)
  • (Boolean |: Boolean |: Boolean) punya 6 nilai (2+2+2)

Sedangkan untuk mencari kompleksitas dari sebuah GADT, kalikan tiap bagian dengan kompleksitas dari setiap parameter.

  • Option[Boolean] punya 3 nilai, Some[Boolean] dan None (2+1)

Pada pemrograman fungsional, selain fungsi harus total, juga harus mempunyai nilai kembalian untuk semua input, tak pengecualian.. Praktik utama yang digunakan untuk mencapai totalitas adalah dengan mengurangi jumlah input dan output. Sebagai patokan, tanda tanda fungsi yang tidak didesain dengan seksama adalah ketika kompleksitas dari output sebuah fungsi lebih besar daripada jumlah perkalian inputnya.

Kompleksitas dari sebuah fungsi total adalah jumlah fungsi yang bisa memenuhi signature dari fungsi tersebut yang dihitung dengan menggunakan output pangkat input.

  • Unit => Boolean punya kompleksitas 2.
  • Boolean => Boolean punya kompleksitas 4.
  • Option[Boolean] => Option[Boolean] punya kompleksitas 27.
  • Boolean => Int dari quintillion jadi sextillion.
  • Int => Boolean sedemikian besar bila semua implementasi ditetapkan pada sebuah angka unik, tiap implementasi membutuhkan ruang 4 gigabita agar dapat direpresentasikan.

Kenyataannya, Int => Boolean bisa jadi hanya sebuah fungsi sederhana seperti isOdd, isEven, atau BitSet. Fungsi ini, ketika digunakan pada sebuah ADT, bisa diganti dengan menggunakan ko-produk untuk menandai fungsi yang relevan.

Ketika kompleksitas fungsi kita adalah “semua boleh masuk dan semua bisa keluar”, kita harus memberikan tipe data yang terbatas dan proses validasi. etc

Keuntungan lain yang bisa didapat saat kita bisa menghitung kompleksitas penanda tipe adalah kita bisa mencari penanda tipe yang lebih sederhana dengan aljabar tingkat SMP. Untuk menghitung kompleksitasnya, tinggal mengganti

  • Either[A, B] dengan a + b
  • (A, B) dengan a * b
  • A => B dengan b ^ a

dilanjutkan dengan mengurutkan, lalu tinggal konversi balik. Sebagai contoh, misalkan kita mendesain sebuah kerangka kerja berdasarkan callbacks dan pada akhirnya kita membuat penanda tipe sebagai berikut:

  (A => C) => ((B => C) => C)

Yang bisa kita konversi dan atur ulang sebagai

  (c ^ (c ^ b)) ^ (c ^ a)
  = c ^ ((c ^ b) * (c ^ a))
  = c ^ (c ^ (a + b))

dan pada akhirnya, kita bisa konversi ulang ke tipe dan mendapat:

  (Either[A, B] => C) => C

yang jauh lebih sederhana. Kita cuma perlu untuk menyuruh pengguna untuk menyediakan Either[A, B] => C.

Dengan penalaran yang sama, kita bisa membuktikan bahwa

  A => B => C

ekuivalen dengan

  (A, B) => C

yang dikenal dengan Currying

4.1.8 Pilih Koproduk, bukan Produk

Sebuah masalah pemodelan dasar yang sering kali muncul adalah ketika ada beberapa parameter konfigurasi yang saling ekslusif yang sebut saja a, b, dan c. Produk (a: Boolean, b: Boolean, c: Boolean) punya kompleksitas 8 sedangkan ko-produk

  sealed abstract class Config
  object Config {
    case object A extends Config
    case object B extends Config
    case object C extends Config
  }

punya kompleksitas 3. Sebagaimana yang telah ditunjukkan di atas, adalah lebih disukai untuk memodelkan parameter konfigurasi ini sebagai ko-produk bila dibandingkan dengan memberikan kemungkinan 5 kondisi invalid terjadi.

Kompleksitas dari sebuah tipe data juga mempunyai implikasi pada testing. Di lapangan, adalah hal yang mustahil untuk memeriksa semua input yang mungkin terjadi untuk sebuah fungsi. Sebaliknya, dengan mengecek sedikit sampel dari sebuah tipe data dengan Scalacheck jauh lebih mudah. Bila sebuah sampel dari sebuah tipe data punya probabilitas valid rendah, hal tersebut merupakan pertanda bahwa pemodelan data dilakukan secara kurang tepat.

4.1.9 Pengoptimalan

Keuntungan yang sangat terasa saat menggunakan subset sederhana Scala untuk merepresentasikan tipe data adalah tooling dapat melakukan optimisasi atas representasi bytecode JVM.

Sebagai contoh, kita dapat mengemas bidang Boolean dan Option ke dalam sebuah Array[Byte], menyimpan nilai di tembolok, memoisasi hashCode, optimisasi equals, menggunakan statemen @switch pada saat pattern match, dan banyak lagi.

Pengoptimalan semacam ini tidak bisa diterapkan pada hierarki class di OOP yang juga mengatur “state”, melempar eksepsi, ataupun menyediakan implementasi metoda adhoc.

4.2 Fungsionalitas

Fungsi murni biasanya didefinisikan sebagai metoda pada sebuah objek.

  package object math {
    def sin(x: Double): Double = java.lang.Math.sin(x)
    ...
  }
  
  math.sin(1.0)

Sebagaimana yang kita lihat pada cuplikan di atas, penggunaan metoda pada object bisa jadi terlihat kikuk. Selain karena terbaca dari dalam ke luar (bukan kiri ke kanan), juga karena objek tersebut menggunakan “namespace”. Bila kita mendefinisikan sin(t: T) di tempat lain, kita akan mendapat galat referensi ambigu. Bila pembaca pernah mengalami masalah saat menggunakan metoda statik dan metoda kelas pada Java, hal yang sama juga terjadi bila menggunakan metoda objek pada Scala.

Dengan menggunakan fitur implicit class dan sedikit plat cetak, kita dapat menggunakan gaya penulisan yang familiar:

  scala> implicit class DoubleOps(x: Double) {
           def sin: Double = math.sin(x)
         }
  
  scala> (1.0).sin
  res: Double = 0.8414709848078965

Sering kali, lebih disukai bila kita melewatkan pendefinisian object dan langsung mendefinisikan implicit class untuk mengurangi plat cetak:

  implicit class DoubleOps(x: Double) {
    def sin: Double = java.lang.Math.sin(x)
  }

4.2.1 Fungsi Polimorfis

Jenis fungsi yang lebih umum adalah fungsi polimorfis yang biasa ada pada sebuah kelas tipe. Sebuah tipe kelas merupakan ciri yang:

  • tidak berisi keadaan.
  • mempunyai parameter tipe.
  • mempunyai, setidaknya, satu metoda abstrak (kombinator primitif).
  • mungkin berisi metoda yang terumumkan (kombinator turunan).
  • mungkin berupa perpanjangan dari kelas tipe lain.

Untuk semua tipe parameter, hanya boleh ada satu implementasi kelas tipe. Properti ini dikenal sebagai koherensi kelas tipe. Kelas tipe secara sekilas, terlihat seperti antarmuka aljabaris di bab sebelumnya. Namun, aljabar tidak harus koheren.

Pustaka standar Scala juga berisi kelas tipe. Kita akan mengeksplorasi scala.math.Numeric yang disederhanakan untuk menunjukkan prinsip prinsip dari kelas tipe:

  trait Ordering[T] {
    def compare(x: T, y: T): Int
  
    def lt(x: T, y: T): Boolean = compare(x, y) < 0
    def gt(x: T, y: T): Boolean = compare(x, y) > 0
  }
  
  trait Numeric[T] extends Ordering[T] {
    def plus(x: T, y: T): T
    def times(x: T, y: T): T
    def negate(x: T): T
    def zero: T
  
    def abs(x: T): T = if (lt(x, zero)) negate(x) else x
  }

Kita dapat melihat semua fitur utama dari sebuah kelas tipe pada cuplikan kode di atas:

  • Tidak ada keadaan
  • Ordering dan Numeric mempunyai parameter tipe T.
  • Ordering mempunyai metoda abstrak compare dan Numeric mempunya metoda abstrak plus, times, negate, dan zero.
  • Ordering mendefinisikan metoda lt dan gt yang sudah digeneralisasi yang didasarkan pada compare. Numeric mendefinisikan abs dengan menggunakan lt, negate, dan zero.
  • Numeric merupakan perpanjangan dari Ordering.

Sekarang kita dapat membuat fungsi untuk tipe yang memiliki kelas tipe Numeric:

  def signOfTheTimes[T](t: T)(implicit N: Numeric[T]): T = {
    import N._
    times(negate(abs(t)), t)
  }

Kita tidak lagi bergantung kepada hierarki OOP untuk tipe input kita. Dengan kata lain, kita tidak meminta input kita “merupakan sebuah” Numeric. Hal ini sangat penting bila kita ingin mendukung kelas dari pihak ketiga yang tidak mungkin kita definisikan ulang.

Keuntungan lain dari kelas tipe adalah pengasosiasian fungsionalitas ke data dilakukan saat kompilasi. Hal yang berbeda terjadi pada OOP dimana dilakukan “dynamic dispatch” pada wakut jalan.

Sebagai contoh, dimana kelas List hanya bisa mempunya satu implementasi sebuah metoda, sebuah metoda kelas tipe bisa memberikan kita beberapa implementasi yang begantung pada konten List. Sehingga, terjadi pemindahan beban kerja dari waktu jalan ke waktu kompilasi.

4.2.2 Sintaks

Ada beberapa hal yang bisa dirapikan pada sintaks signOfTheTimes yang terlihat kikuk.

Pengguna hilir akan lebih senang bila mereka dapat melihat metoda kita menggunakan konteks terikat karena penanda dapat terbaca dengan jelas bahwa metoda tersebut menerima parameter T yang, misal, merupakan Numeric

  def signOfTheTimes[T: Numeric](t: T): T = ...

walaupun hal itu berarti kita harus selalu menggunakan implicitly[Numeric[T]]. Dengan mendefinisikan plat cetak pada kelas tipe,

  object Numeric {
    def apply[T](implicit numeric: Numeric[T]): Numeric[T] = numeric
  }

kita bisa mengurangi derau untuk implicit.

  def signOfTheTimes[T: Numeric](t: T): T = {
    val N = Numeric[T]
    import N._
    times(negate(abs(t)), t)
  }

Namun hal semacam ini tetap saja buruk bagi kita sebagai pengimplementasi. Kita mempunyai masalah sintaksis dari metoda statik dalam-ke-luar atau metoda kelas. Kita menangani hal ini dengan memperkenalkan ops pada objek pendamping kelas tipe:

  object Numeric {
    def apply[T](implicit numeric: Numeric[T]): Numeric[T] = numeric
  
    object ops {
      implicit class NumericOps[T](t: T)(implicit N: Numeric[T]) {
        def +(o: T): T = N.plus(t, o)
        def *(o: T): T = N.times(t, o)
        def unary_-: T = N.negate(t)
        def abs: T = N.abs(t)
  
        // disalin dari Ordering.ops
        def <(o: T): T = N.lt(t, o)
        def >(o: T): T = N.gt(t, o)
      }
    }
  }

Harap diperhatikan bahwa -x akan dijabarkan menjadi x.unary_- oleh pemanis sintaksis kompilator. Oleh karena itu, kita mendefinisikan unary_- sebagai sebuah metode perpanjangan. Sekarang, kita dapat menulis signOfTheTimes dengan lebih rapi:

  import Numeric.ops._
  def signOfTheTimes[T: Numeric](t: T): T = -(t.abs) * t

Langkah langkah diatas mungkin tidak perlu dilakukan bila menggunakan Simulacrum yang menyediakan anotasi makro @typeclass yang secara otomatis menghasilkan apply dan ops. Pustaka ini juga menyediakan cara agar kita dapat mendefinisikan nama alternatif (yang biasanya berupa simbol) untuk metoda-metoda umum. Untuk lebih lengkapnya, bisa dilihat potongan kode berikut:

  import simulacrum._
  
  @typeclass trait Ordering[T] {
    def compare(x: T, y: T): Int
    @op("<") def lt(x: T, y: T): Boolean = compare(x, y) < 0
    @op(">") def gt(x: T, y: T): Boolean = compare(x, y) > 0
  }
  
  @typeclass trait Numeric[T] extends Ordering[T] {
    @op("+") def plus(x: T, y: T): T
    @op("*") def times(x: T, y: T): T
    @op("unary_-") def negate(x: T): T
    def zero: T
    def abs(x: T): T = if (lt(x, zero)) negate(x) else x
  }
  
  import Numeric.ops._
  def signOfTheTimes[T: Numeric](t: T): T = -(t.abs) * t

Saat ada simbol buatan @op, simbol ini diucapkan seperti nama metoda-nya. Misalkan simbol < disebut sebagai “kurang dari”, bukan “kurung”

4.2.3 Instans

Instans dari Numeric (yang juga merupakan instans dari Ordering) didefinisikan sebagai sebuah implicit val (nilai implicit) yang merupakan perpanjangan dari kelas tipe dan dapat menyediakan implementasi teroptimisasi dari metoda tergeneralisasi:

  implicit val NumericDouble: Numeric[Double] = new Numeric[Double] {
    def plus(x: Double, y: Double): Double = x + y
    def times(x: Double, y: Double): Double = x * y
    def negate(x: Double): Double = -x
    def zero: Double = 0.0
    def compare(x: Double, y: Double): Int = java.lang.Double.compare(x, y)
  
    // teroptimalkan
    override def lt(x: Double, y: Double): Boolean = x < y
    override def gt(x: Double, y: Double): Boolean = x > y
    override def abs(x: Double): Double = java.lang.Math.abs(x)
  }

Walaupun kita menggunakan operator +, *, unary_-, <, dan >, metoda-metoda tersebut sebenarnya sudah ada pada Double. Metoda kelas biasanya lebih disukai daripada metoda perpanjangan. Dan faktanya, kompilator Scala melakukan penanganan khusus untuk primitif dan mengubah metoda ini menjadi instruksi bytecode asli seperti dadd, dmul, dcmpl, dan dcmpg.

Kita juga bisa mengimplementasikan Numeric untuk kelas BigDecimal milik Java (bukan scala.BigDecimal yang rhemuk)

  import java.math.{ BigDecimal => BD }
  
  implicit val NumericBD: Numeric[BD] = new Numeric[BD] {
    def plus(x: BD, y: BD): BD = x.add(y)
    def times(x: BD, y: BD): BD = x.multiply(y)
    def negate(x: BD): BD = x.negate
    def zero: BD = BD.ZERO
    def compare(x: BD, y: BD): Int = x.compareTo(y)
  }

Kita bisa membuat struktur data kita sendiri untuk bilangan kompleks:

  final case class Complex[T](r: T, i: T)

Dan menurunkan Numeric[Complex[T]] bila Numeric[T] sudah ada. Karena instans ini bergantung pada parameter tipe, penurunan ini menggunakan def, bukan val.

  implicit def numericComplex[T: Numeric]: Numeric[Complex[T]] =
    new Numeric[Complex[T]] {
      type CT = Complex[T]
      def plus(x: CT, y: CT): CT = Complex(x.r + y.r, x.i + y.i)
      def times(x: CT, y: CT): CT =
        Complex(x.r * y.r + (-x.i * y.i), x.r * y.i + x.i * y.r)
      def negate(x: CT): CT = Complex(-x.r, -x.i)
      def zero: CT = Complex(Numeric[T].zero, Numeric[T].zero)
      def compare(x: CT, y: CT): Int = {
        val real = (Numeric[T].compare(x.r, y.r))
        if (real != 0) real
        else Numeric[T].compare(x.i, y.i)
      }
    }

Pembaca yang jeli mungkin memperhatikan bahwa abs tidak sesuai dengan apa yang matematikawan harapkan. Nilai kembalian untuk abs seharusnya berupa T, bukan Complex[T].

scala.math.Numeric mencoba untuk melakukan terlalu banyak hal dan tidak tergeneralisasi diluar bilangan nyata. Hal ini bisa jadi pelajaran yang bagus bahwa kelas tipe yang kecil dan terdefinisi dengan baik sering kali lebih baik daripada koleksi monolitik yang terdiri dari fitur fitur yang terlalu spesifik.

4.2.4 Resolusi Implisit

Kita sudah mendiskusikan mengenai implisit secara panjang lebar. Bagian ini akan berbicara mengenai apakah implisit itu dan bagaimana cara mereka bekerja.

Parameter implisit adalah saat sebuah metoda meminta instan khusus dari sebuah tipe tertentu yang ada pada cakupan implisit dari pemanggil dengan sintaks khusus untuk instans kelas tipe. Parameter implisit merupakan cara yang lebih rapi dalam menggalur konfigurasi pada sebuah aplikasi.

Pada contoh ini, foo meminta instans dari Numeric dan Typeable yang tersedia untuk A dan juga sebuah objek Handler implisit yang meminta dua parameter.

  def foo[A: Numeric: Typeable](implicit A: Handler[String, A]) = ...

Konversi implisit adalah ketika sebuah implicit def ada. Salah satu penggunaan konversi implisit adalah untuk pembuatan perpanjangan metodologi. Ketika kompilator menyelesaikan pemanggilan sebuah metoda, kompilator pertama tama akan memeriksa apakah metoda tersebut ada pada tipe, yang dilanjutkan kepada bapaknya (aturan yang mirip dengan Java). Bila gagal menemukan yang cocok, kompilator akan mencari cakupan implisit untuk konversi ke tipe lain. Baru dilanjutkan dengan pencarian untuk tipe-tipe tersebut.

Penggunaan lain untuk konversi implisit adalah dengan derivasi kelas tipe. Pada bagian sebelumnya, kita menulis sebuah implicit def yang diturunkan dari Numeric[Complex[T]] bila sebuah Numeric[T] ada pada cakupan implisit. Adalah sebuah hal yang mungkin untuk merangkai banyak implicit def (juga secara rekursif). Hal ini juga merupakan basis dari pemrograman dengan tipe yang memindahkan komputasi untuk dilakukan pada saat kompilasi daripada saat waktu jalan.

Perekat yang menggabungkan parameter implisit dengan konversi implisit adalah resolusi implisit.

Pertama, cakupan variabel normal dicari dengan urutan:

  • cakupan lokal, termasuk impor tercakup. (mis, blok atau metoda)
  • cakupan luar, termasuk impor tercakup. (mis, anggota pada kelas)
  • kelas orangtua
  • objek dari paket saat ini.
  • objek dari kelas orang tua.
  • impor pada berkas.

Bila semua gagal mencari yang cocok, maka pencarian pada cakupan khusus akan dilakukan. Pencarian ini dikhususkan untuk instans implisit yang ada pada objek pasangan, objek paket, objek luar (bila berlapis), dan diulang untuk kelas induk. Pencarian ini dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

  • tipe parameter yang ada.
  • tipe parameter yang diminta.
  • parameter tipe (bila ada).

Bila ada dua implisit yang sesuai diketemukan pada resolusi implisit yang sama, galat implisit ambigu akan dilempar.

Implisit seringkali didefinisikan pada sebuah trait, yang biasanya akan diperpanjang oleh sebuah objek. Hal ini dilakukan untuk mengotrol prioritas dari sebuah implisit, relatif terhadap implisit lain yang lebih spesifik, untuk mencegah implisit yang ambigu.

Spesifikasi Bahasa Scala cenderung kabur untuk kasus kasus yang kurang umum dan implementasi kompilator-lah yang menjadi standar de-fakto. Ada beberapa patokan yang akan kita gunakan sepanjang buku ini. Misalkan, kita akan memilih implicit val dibandingkan implicit object meskipun akan ada godaan untuk menulis lebih pendek. ini adalah perilaku unik atas resolusi implisit yang memperlakukan imlicit object tidak sama saat memperlakukan implicit val.

Resolusi implisit gagal saat ada hierarki kelas tipe seperti Ordering dan Numeric. Bila kita menulis fungsi yang mengambil sebuah Ordering implicit, dan kita memanggilnya untuk sebuah tipe primitif yang punya instans Numeric yang terdefinisi pada pasangan Numeric, kompilator akan gagal mencarinya.

Resolusi implisit seringkali untung-untungan bila kelas tipe digunakan saat bentuk dari parameter imlisit berubah. Sebagai contoh, sebuah parameter implisit menggunakan sebuah alias seperti type Values[A] = List[Option[A]] mungkin akan gagal untuk mencari implisit yang definisikan sebagai List[Option[A]]. Hal ini disebabkan karena bentuknya berubah dari thing of things dari A menjadi thing dari A.

4.3 Memodelkan OAuth2

Kita akan menutup bab ini dengan contoh praktikal dari pemodelan data dan derivasi kelas tipe dan aljabar / desain modul dari bab sebelumnya.

Pada aplikasi drone-dynamic-agents kita, untuk berkomunikasi dengan Drone dan Google Cloud, kita harus menggunakan JSON dengan REST. Kedua layanan tersebut menggunakan OAuth2 untuk otentikasi. Ada banyak dalam interpretasi OAuth2, namun kita akan fokus pada versi yang cocok untuk Google Cloud. Bahkan, versi untuk Drone jauh lebih sederhana.

4.3.1 Deskripsi

Setiap aplikasi Google Cloud mengharuskan kita untuk mengatur OAuth 2.0 Client Key pada

  https://console.developers.google.com/apis/credentials?project={PROJECT_ID}

Mendapatkan Client ID dan Client secret.

Lalu, aplikasi bisa mendapatkan satu kode setelah pengguna melakukan Permintaan Otorisasi pada peramban mereka. Kita harus membuka laman berikut pada peramban:

  https://accounts.google.com/o/oauth2/v2/auth?\
    redirect_uri={CALLBACK_URI}&\
    prompt=consent&\
    response_type=code&\
    scope={SCOPE}&\
    access_type=offline&\
    client_id={CLIENT_ID}

Kode yang dikirimkan ke {CALLBACK_URI} dalam sebuah permintaan GET. Untuk menangkap informasi ini di aplikasi kita, kita harus mempunya sebuah pelayan web yang mendengar ke localhost.

Setelah kita punya kode tersebut, kita dapat melakukan Access Token Request:

  POST /oauth2/v4/token HTTP/1.1
  Host: www.googleapis.com
  Content-length: {CONTENT_LENGTH}
  content-type: application/x-www-form-urlencoded
  user-agent: google-oauth-playground
  code={CODE}&\
    redirect_uri={CALLBACK_URI}&\
    client_id={CLIENT_ID}&\
    client_secret={CLIENT_SECRET}&\
    scope={SCOPE}&\
    grant_type=authorization_code

yang akan memberikan jawaban berupa JSON.

  {
    "access_token": "BEARER_TOKEN",
    "token_type": "Bearer",
    "expires_in": 3600,
    "refresh_token": "REFRESH_TOKEN"
  }

Bearer token biasanya kadaluarsa setelah satu jam dan dapat disegarkan dengan mengirimkan sebuah permintaan HTTP dengan refresh token yang valid.

  POST /oauth2/v4/token HTTP/1.1
  Host: www.googleapis.com
  Content-length: {CONTENT_LENGTH}
  content-type: application/x-www-form-urlencoded
  user-agent: google-oauth-playground
  client_secret={CLIENT_SECRET}&
    grant_type=refresh_token&
    refresh_token={REFRESH_TOKEN}&
    client_id={CLIENT_ID}

yang akan direspon dengan

  {
    "access_token": "BEARER_TOKEN",
    "token_type": "Bearer",
    "expires_in": 3600
  }

Semua permintaan dari pengguna ke server harus mengikutsertakan tajuk

  Authorization: Bearer BEARER_TOKEN

setelah mengganti dengan BEARER_TOKEN yang sebenarnya.

Google hanya akan menerima 50 bearer token terakhir. Jadi, waktu kadaluarsa hanya merupakan panduan saja. Refresh token bertahan antar sesi dan dapat dibuat kadaluarsa secara manual oleh pengguna. Sehingga, kita memiliki aplikasi yang harus diatur sekali untuk mendapatkan “refresh token” dan mengikutsertakan “refresh token” sebagai konfigurasi untuk pemasangan server “headless”.

Drone tidak perlu mengimplementasikan “endpoint” /auth atau refresh karena sebuah BEARER_TOKEN sudah cukup untuk antarmuka.

4.3.2 Data

Langkah pertama adalah memodelkan data yang dibutuhkan untuk OAuth2. Kita membuat sebuah ADT dengan bidang yang sama persis dengan yang dibutuhkan oleh server OAuth2. Kita akan menggunakan String dan Long dengan alasan keringkasan. Namun, kita juga bisa menggunakan tipe “refined” bila bidang yang menggunakan String dan Long tembus ke model bisnis kita.

  import refined.api.Refined
  import refined.string.Url
  
  final case class AuthRequest(
    redirect_uri: String Refined Url,
    scope: String,
    client_id: String,
    prompt: String = "consent",
    response_type: String = "code",
    access_type: String = "offline"
  )
  final case class AccessRequest(
    code: String,
    redirect_uri: String Refined Url,
    client_id: String,
    client_secret: String,
    scope: String = "",
    grant_type: String = "authorization_code"
  )
  final case class AccessResponse(
    access_token: String,
    token_type: String,
    expires_in: Long,
    refresh_token: String
  )
  final case class RefreshRequest(
    client_secret: String,
    refresh_token: String,
    client_id: String,
    grant_type: String = "refresh_token"
  )
  final case class RefreshResponse(
    access_token: String,
    token_type: String,
    expires_in: Long
  )

4.3.3 Fungsionalitas

Kita juga harus menyusun kelas data yang telah kita definisikan pada bagian sebelumnya ke JSON, URL, dan borang yang dikodekan dalam POST. Kebutuhan seperti ini sangat bisa dipenuhi dengan menggunakan kelas tipe.

jsonformat adalah pustaka JSON sederhana yang akan kita pelajari lebih seksama di bab yang akan datang. Selain karena pustaka ini ditulis dengan pemrograman fungsional, juga karena didesain dengan sedemikian rupa agar mudah dibaca. Pustaka ini terdiri dari sebuah AST JSON dan kelas tipe penyandi dan pembaca sandi:

  package jsonformat
  
  sealed abstract class JsValue
  final case object JsNull                                    extends JsValue
  final case class JsObject(fields: IList[(String, JsValue)]) extends JsValue
  final case class JsArray(elements: IList[JsValue])          extends JsValue
  final case class JsBoolean(value: Boolean)                  extends JsValue
  final case class JsString(value: String)                    extends JsValue
  final case class JsDouble(value: Double)                    extends JsValue
  final case class JsInteger(value: Long)                     extends JsValue
  
  @typeclass trait JsEncoder[A] {
    def toJson(obj: A): JsValue
  }
  
  @typeclass trait JsDecoder[A] {
    def fromJson(json: JsValue): String \/ A
  }

Kita butuh instans JsDecoder[AccessResponse] dan JsDecoder[RefreshResponse] dan kita dapat membuatnya dengan menggunakan fungsi bantuan:

  implicit class JsValueOps(j: JsValue) {
    def getAs[A: JsDecoder](key: String): String \/ A = ...
  }

Kita meletakkan instans tersebut pada pasangan dari tipe data kita. Sehingga, mereka akan selalu ada pada cakupan implisit:

  import jsonformat._, JsDecoder.ops._
  
  object AccessResponse {
    implicit val json: JsDecoder[AccessResponse] = j =>
      for {
        acc <- j.getAs[String]("access_token")
        tpe <- j.getAs[String]("token_type")
        exp <- j.getAs[Long]("expires_in")
        ref <- j.getAs[String]("refresh_token")
      } yield AccessResponse(acc, tpe, exp, ref)
  }
  
  object RefreshResponse {
    implicit val json: JsDecoder[RefreshResponse] = j =>
      for {
        acc <- j.getAs[String]("access_token")
        tpe <- j.getAs[String]("token_type")
        exp <- j.getAs[Long]("expires_in")
      } yield RefreshResponse(acc, tpe, exp)
  }

Lalu, kita dapat menguraikan sebuah string ke AccessResponse atau RefreshResponse

  scala> import jsonformat._, JsDecoder.ops._
  scala> val json = JsParser("""
                       {
                         "access_token": "BEARER_TOKEN",
                         "token_type": "Bearer",
                         "expires_in": 3600,
                         "refresh_token": "REFRESH_TOKEN"
                       }
                       """)
  
  scala> json.map(_.as[AccessResponse])
  AccessResponse(BEARER_TOKEN,Bearer,3600,REFRESH_TOKEN)

Kita dapat menulis tipe kelas kita sendiri untuk URL dan pengkodean POST. Berikut adalah desain yang masuk akal:

  // pasangan URL query key=value dalam bentuk borang tak tersandi
  final case class UrlQuery(params: List[(String, String)])
  
  @typeclass trait UrlQueryWriter[A] {
    def toUrlQuery(a: A): UrlQuery
  }
  
  @typeclass trait UrlEncodedWriter[A] {
    def toUrlEncoded(a: A): String Refined UrlEncoded
  }

Kita harus menyediakan instans kelas tipe untuk tipe dasar:

  import java.net.URLEncoder
  
  object UrlEncodedWriter {
    implicit val encoded: UrlEncodedWriter[String Refined UrlEncoded] = identity
  
    implicit val string: UrlEncodedWriter[String] =
      (s => Refined.unsafeApply(URLEncoder.encode(s, "UTF-8")))
  
    implicit val long: UrlEncodedWriter[Long] =
      (s => Refined.unsafeApply(s.toString))
  
    implicit def ilist[K: UrlEncodedWriter, V: UrlEncodedWriter]
      : UrlEncodedWriter[IList[(K, V)]] = { m =>
      val raw = m.map {
        case (k, v) => k.toUrlEncoded.value + "=" + v.toUrlEncoded.value
      }.intercalate("&")
      Refined.unsafeApply(raw) // berdasarkan deduksi
    }
  
  }

Disini, kita menggunakan Refined.unsafeApply ketika kita dapat menebak isi dari string sudah berupa url terkode.

ilist merupakan sebuah contoh dari penurunan sederhana dari kelas tipe, yang kurang lebih satu tingkat dengan penurunan Numeric[Complex] dari representasi numerik. Metoda .intercalate kurang lebih sama dengan .mkString namun lebih umum.

Pada bab khusus pada Penurunan Kelas Tipe, kita akan mengkalkulasi instans dari UrlQueryWriter secara otomatis. Selain itu, kita akan merapikan apa yang telah kita tulis. Untuk saat ini, kita akan menulis plat cetak untuk tipe yang akan kita konversi:

  import UrlEncodedWriter.ops._
  object AuthRequest {
    implicit val query: UrlQueryWriter[AuthRequest] = { a =>
      UriQuery(List(
        ("redirect_uri"  -> a.redirect_uri.value),
        ("scope"         -> a.scope),
        ("client_id"     -> a.client_id),
        ("prompt"        -> a.prompt),
        ("response_type" -> a.response_type),
        ("access_type"   -> a.access_type))
    }
  }
  object AccessRequest {
    implicit val encoded: UrlEncodedWriter[AccessRequest] = { a =>
      List(
        "code"          -> a.code.toUrlEncoded,
        "redirect_uri"  -> a.redirect_uri.toUrlEncoded,
        "client_id"     -> a.client_id.toUrlEncoded,
        "client_secret" -> a.client_secret.toUrlEncoded,
        "scope"         -> a.scope.toUrlEncoded,
        "grant_type"    -> a.grant_type.toUrlEncoded
      ).toUrlEncoded
    }
  }
  object RefreshRequest {
    implicit val encoded: UrlEncodedWriter[RefreshRequest] = { r =>
      List(
        "client_secret" -> r.client_secret.toUrlEncoded,
        "refresh_token" -> r.refresh_token.toUrlEncoded,
        "client_id"     -> r.client_id.toUrlEncoded,
        "grant_type"    -> r.grant_type.toUrlEncoded
      ).toUrlEncoded
    }
  }

4.3.4 Modul

Bagian sebelumnya melengkapi semua pemodelan data dan fungsionalitas yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan OAuth2. Sebagaimana yang sudah dibahas pada bab sebelumnya, kita mendefinisikan komponen yang akan berinteraksi dengan dunia luar sebagai aljabar. Selain itu, kita akan mendefinisikan logika bisnis pada sebuah modul sehingga bisa dites dengan seksama.

Kita akan mendefinisikan ketergantungan aljabar dan menggunakan batasan konteks untuk agar respon kita mempunyai JsDecoder dan muatan POST kita mempunyai UrlEncodedWriter:

  trait JsonClient[F[_]] {
    def get[A: JsDecoder](
      uri: String Refined Url,
      headers: IList[(String, String)]
    ): F[A]
  
    def post[P: UrlEncodedWriter, A: JsDecoder](
      uri: String Refined Url,
      payload: P,
      headers: IList[(String, String]
    ): F[A]
  }

Harap dicatat bahwa kita hanya mendefinisikan alur dengan asumsi terbaik pada APA JsonClient. Untuk kejadian kejadian yang tidak diinginkan dan penangannya, kita akan membicarakannya pada bab selanjutnya.

Untuk mendapatkan CodeToken dari peladen OAuth2 Google, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

  1. Memulai sebuah peladen HTTP pada mesin lokal dan mendapatkan nomor portnya.
  2. Memaksa pengguna untuk membuka sebuah laman web pada peramban mereka yang dimaksudkan agar mereka dapat masuk dengan menggunakan kredensial mereka mengizinkan aplikasi untuk menggunakan akun mereka, dan dilanjutkan dengan sebuah pengalihan balik ke mesin lokal.
  3. Mengambil kode token, menginformasikan kepada pengguna tentang langkah selanjutnya, lalu menutup peladen HTTP.

Kita dapat memodelkan langkah berikut dengan tiga metoda pada aljabar di UserInteraction.

  final case class CodeToken(token: String, redirect_uri: String Refined Url)
  
  trait UserInteraction[F[_]] {
    def start: F[String Refined Url]
    def open(uri: String Refined Url): F[Unit]
    def stop: F[CodeToken]
  }

Mungkin pembaca budiman tidak percaya dengan cuplikan diatas. Akan tetapi, memang kenyataannya semudah itu.

Lalu, kita akan melanjutkan dengan abstraksi atas waktu pada sistem lokal.

  trait LocalClock[F[_]] {
    def now: F[Epoch]
  }

Dan membuat tipe data yang akan kita pakai pada logika untuk memuat ulang

  final case class ServerConfig(
    auth: String Refined Url,
    access: String Refined Url,
    refresh: String Refined Url,
    scope: String,
    clientId: String,
    clientSecret: String
  )
  final case class RefreshToken(token: String)
  final case class BearerToken(token: String, expires: Epoch)

Sekarang, kita akan menulis modul klien OAuth2:

  import http.encoding.UrlQueryWriter.ops._
  
  class OAuth2Client[F[_]: Monad](
    config: ServerConfig
  )(
    user: UserInteraction[F],
    client: JsonClient[F],
    clock: LocalClock[F]
  ) {
    def authenticate: F[CodeToken] =
      for {
        callback <- user.start
        params   = AuthRequest(callback, config.scope, config.clientId)
        _        <- user.open(params.toUrlQuery.forUrl(config.auth))
        code     <- user.stop
      } yield code
  
    def access(code: CodeToken): F[(RefreshToken, BearerToken)] =
      for {
        request <- AccessRequest(code.token,
                                 code.redirect_uri,
                                 config.clientId,
                                 config.clientSecret).pure[F]
        msg     <- client.post[AccessRequest, AccessResponse](
                     config.access, request)
        time    <- clock.now
        expires = time + msg.expires_in.seconds
        refresh = RefreshToken(msg.refresh_token)
        bearer  = BearerToken(msg.access_token, expires)
      } yield (refresh, bearer)
  
    def bearer(refresh: RefreshToken): F[BearerToken] =
      for {
        request <- RefreshRequest(config.clientSecret,
                                  refresh.token,
                                  config.clientId).pure[F]
        msg     <- client.post[RefreshRequest, RefreshResponse](
                     config.refresh, request)
        time    <- clock.now
        expires = time + msg.expires_in.seconds
        bearer  = BearerToken(msg.access_token, expires)
      } yield bearer
  }

4.4 Kesimpulan

  • Tipe data aljabar (TDA) didefinisikan sebagai produk (final case class) dan ko-produk (sealed abstract class).
  • Tipe Refined memperketat batasan pada nilai.
  • Fungsi konkret dapat didefinisikan pada sebuah implicit class agar alur pembacaan kode tetap dari kiri ke kanan.
  • Fungsi polimorfis didefinisikan pada kelas tipe. Fungsionalitas disediakan melalui batasan konteks “mempunyai”, bukan pada hierarki kelas “merupakan”.
  • Instans kelas tipe merupakan implementasi dari kelas.
  • Kelas tipe @simulacrum.typeclass menghasilkan .ops pada pasangan dan menyediakan sintaks yang mudah pada fungsi di kelas tipe.
  • Derivasi kelas tipe merupakan komposisi yang dijalankan pada saat kompilasi atas instans kelas tipe.

5. Kelas Tipe Scalaz

Pada bab ini, kita akan melihat-lihat tipe kelas yang ada pada scalaz-core. Tentu kita tidak akan menggunakan semuanya pada drone-dynamic-agents. Maka dari itu, kita akan menggunakan contoh sederhana bila dibutuhkan.

Sebenarnya, banyak sekali kritik tentang penamaan pada Scala dan pemrograman fungsional secara umum. Kebanyakan nama yang digunakan, menggunakan konvensi yang dikenalkan oleh bahasa pemrograman Haskell berdasarkan Teori Kategori. Silakan menggunakan tipe alias bila kata kerja yang melandasi fungsionalitas utama lebih mudah diingat saat belajar. (Mis, Mappable untuk yang bisa dipetakan, Pureable untuk yang bisa “diangkat”, dll).

Sebelum kita berbincang mengenai hierarki kelas tipe, kita akan melihat 4 metoda yang paling penting, bila dilihat dari sudut pandang kontrol alur

Kelas Tipe Metoda Dari Diberikan Untuk
Functor map F[A] A => B F[B]
Applicative pure A   F[A]
Monad flatMap F[A] A => F[B] F[B]
Traverse sequence F[G[A]]   G[F[A]]

Sebagaimana yang kita tahu bahwa operasi-operasi yang mengembalikan sebuah F[_] dapat dijalankan secara berurutan pada komprehensi for dengan memanggil .flatMap yang didefinisikan pada Monad[F] terkait. Konteks F[_] bisa dianggap sebagai kontainer untuk efek intensional dengan A sebagai output: flatMap memberikan kita jalan untuk menghasilkan efek F[B] pada saat waktu jalan berdasarkan hasil dari evaluasi efek sebelumnya.

Dan sudah barang tentu tidak semua konstruktor F[_] mempunyai efek. Bahkan, bila konstruktor tersebut mempunyai instans Monad[F], juga belum tentu konstruktor tadi mempunyai efek. Seringkali, konstruktor tersebut hanya merupakan struktur data yang digunakan untuk pengabstraksian. Misalkan, kita bisa menggunakan List, Either, Future, dan lain lain untuk membuat struktur data.

Bila kita hanya perlu mengubah output dari sebuah F[_], maka kita bisa menggunakan map yang diperkenalkan oleh Functor. Pada bab 3, kita menjalankan banyak efek secara paralel dengan membuat sebuah produk dan melakukan pemetaan (“mapping”) kepada produk tersebut. Pada pemrograman fungsional, komputasi yang bisa diparalelkan seringkali dianggap kurang manjur bila dibandingkan dengan komputasi sekuensial.

Di antara Monad dan Functor ada Applicative yang mendefinisikan pure. pure sendiri berfungsi untuk mengumpil sebuah nilai menjadi sebuah efek ataupun membuat sebuah struktur data dari sebuah nilai tunggal.

Untuk .sequence, metoda ini paling manjur bila digunakan untuk menyusun-ulang konstruktor tipe. Bilamana kita mempunyai sebuah F[G[_]] namun kita butuh G[F[_]], (tfw no gf) adalah sebuah tindakan yang bijak bila kita menggunakan .sequence. Sebagai contoh, List[Future[Int]] bisa diubah menjadi Future[List[Int]] dengan memanggil metoda tadi.

5.1 Agenda

Bab ini jauh lebih panjang dan padat informasi bila dibandingkan dengan bab lain. Kami sangat menyarankan pembaca nan budiman untuk membaca bab ini dalam beberapa kesempatan. Selain itu, juga disarankan untuk menganggap bab ini sebagai lumbung pencarian informasi lebih lanjut, tidak untuk mengingat-ingat.

Dan sebuah hal yang tidak mengejutkan bahwa kelas tipe yang memperpanjang Monad tidak dibahas pada bab ini karena kelas tipe tersebut akan dibahas pada bab tersendiri.

Sebagai pengingat, Scalaz menggunakan pembuatan kode, bukan tiruan. Namun, jangan kuatir, kita hanya akan menempelkan potongan kode dengan @typeclass dengan alasan keringkasan. Sintaks yang ekuivalen juga tersedia ketika kita meng-import scalaz._, Scalaz._. Lebih tepatnya, ada pada paket scalaz.syntax pada sumber kode scalaz.

5.2 Yang dapat Dibubuhkan

  @typeclass trait Semigroup[A] {
    @op("|+|") def append(x: A, y: =>A): A
  
    def multiply1(value: F, n: Int): F = ...
  }
  
  @typeclass trait Monoid[A] extends Semigroup[A] {
    def zero: A
  
    def multiply(value: F, n: Int): F =
      if (n <= 0) zero else multiply1(value, n - 1)
  }
  
  @typeclass trait Band[A] extends Semigroup[A]

Sebuah Semigroup bisa didefinisikan sebagai sebuah tipe bila dua buah nilai bisa digabungkan. Operasi penggabungan tersebut harus asosiatif yang berarti urutan dari operasi berlapis tidak boleh berpengaruh.

  (a |+| b) |+| c == a |+| (b |+| c)
  
  (1 |+| 2) |+| 3 == 1 |+| (2 |+| 3)

Sebuah Monoid merupakan sebuah Semigroup dengan elemen “zero” / nol (juga dikenal dengan elemen kosong atau identitas). Penggabungan zero dengan sebuah nilai a harus menghasilkan a.

  a |+| zero == a
  
  a |+| 0 == a

Pembicaraan ini membuat kita teringat tentang kennagan atas Numeric pada bab 4. Semua angka primitif mempunyai implementasi Monoid. Namun, konsep “appendable” / bisa dibubuhkan berguna tidak hanya untuk angka saja.

  scala> "hello" |+| " " |+| "world!"
  res: String = "hello world!"
  
  scala> List(1, 2) |+| List(3, 4)
  res: List[Int] = List(1, 2, 3, 4)

Ada hukum yang membatasi perilaku dari operasi append pada kelas tipe Band, salah satunya adalah penambahan dari dua elemen harus idempoten. Idempoten yang dimaksud disini adalah selalu memberikan nilai yang sama. Contoh yang jamak digunakan misalkan Unit, yang hanya mempunyai satu nilai saja. Set juga bisa digunakan. Walaupun Band tidak mempunyai metoda lain, pengguna dapat memanfaatkan properti ini untuk optimisasi performa.

Sebuah contoh yang cukup realistis untuk Monoid adalah mengenai sebuah sistem trading yang mempunyai basis data templat jual beli yang sangat besar. Untuk mengisi nilai bawaan dari sebuah trade, diperlukan pemilahan dan penggabungan dari banyak templat dengan aturan “aturan terbaru yang dipakai” bila ada dua templat sama sama menyediakan sebuah nilai untuk bidang yang sama. Proses pemilahan sendiri sudah dilakukan oleh sistem lain. Tugas kitalah yang menggabungkan templat templat tersebut.

Kita akan membuat skema templat sederhana untuk menunjukkan prinsip penggunaan monad. Harap diingat bahwa sebuah sistem yang realistis tentu mempunyai tipe data aljabar yang jauh lebih kompleks.

  sealed abstract class Currency
  case object EUR extends Currency
  case object USD extends Currency
  
  final case class TradeTemplate(
    payments: List[java.time.LocalDate],
    ccy: Option[Currency],
    otc: Option[Boolean]
  )

Bila kita menulis sebuah metoda yang menerima templates: List[TradeTemplate], kita hanya perlu memanggil

  val zero = Monoid[TradeTemplate].zero
  templates.foldLeft(zero)(_ |+| _)

dan selesai.

Tetapi, untuk bisa menggunakan zero atau memanggil |+|, kita harus mempunyai instans Monoid[TradeTemplate]. Walaupun kita bisa menurunkan instans ini secara otomatis, seperti yang akan ditunjukkan pada bab selanjutnya, demi contoh yang komprehensif, kita akan membuat instans secara manual pada objek pasangan:

  object TradeTemplate {
    implicit val monoid: Monoid[TradeTemplate] = Monoid.instance(
      (a, b) => TradeTemplate(a.payments |+| b.payments,
                              a.ccy |+| b.ccy,
                              a.otc |+| b.otc),
      TradeTemplate(Nil, None, None)
    )
  }

Yang disayangkan dari contoh di atas adalah Monoid[Option[A]] akan menambah konten dari A. Bisa dilihat dari hasil REPL berikut:

  scala> Option(2) |+| None
  res: Option[Int] = Some(2)
  scala> Option(2) |+| Option(1)
  res: Option[Int] = Some(3)

sedangkan, yang kita inginkan adalah “yang digunakan adalah aturan terakhir”. Kita dapat mengesampingkan nilai bawaan Monoid[Option[A]] dengan mengganti dengan kode berikut:

  implicit def lastWins[A]: Monoid[Option[A]] = Monoid.instance(
    {
      case (None, None)   => None
      case (only, None)   => only
      case (None, only)   => only
      case (_   , winner) => winner
    },
    None
  )

Dan semua terkompil dengan baik.

  scala> import java.time.{LocalDate => LD}
  scala> val templates = List(
           TradeTemplate(Nil,                     None,      None),
           TradeTemplate(Nil,                     Some(EUR), None),
           TradeTemplate(List(LD.of(2017, 8, 5)), Some(USD), None),
           TradeTemplate(List(LD.of(2017, 9, 5)), None,      Some(true)),
           TradeTemplate(Nil,                     None,      Some(false))
         )
  
  scala> templates.foldLeft(zero)(_ |+| _)
  res: TradeTemplate = TradeTemplate(
                         List(2017-08-05,2017-09-05),
                         Some(USD),
                         Some(false))

Yang kita butuhkan hanyalah pengimplementasian sebuah logika bisnis dan Monoid menyelesaikan semuanya.

Harap diperhatikan bahwa daftar payments digabungkan. Kenapa demikian? Karena perilaku bawaan dari Monoid[List] adalah menggabungkan elemen-elemen dan kebetulan perilaku tersebut juga kita harapkan. Bila persyaratan bisnis yang ditemui berbeda, maka kita hanya perlu menyediakan Monoid[List[LocalDate]] yang kita tulis sendiri. Dan jangan lupa bahwa dengan menggunakan polimorfisme saat kompilasi, kita bisa mendapatkan implementasi append yang berbeda sesuai dengan E pada List[E].

5.3 Semacam Objek

Pada bab mengenai Data dan Fungsionalitas, kita secara sekilas menyimpulkan mengenai gagasan JVM atas persamaan menghancurkan banyak hal yang bisa kita masukkan ke dalam sebuah ADT. Permasalahan mendasar mengenai hal ini adalah JVM didesain untuk Java. Dan Java sendiri, equals didefinisikan pada java.lang.Object. Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa metoda tersebut tidak bisa dihapus dan tidak ada jaminan bahwa pasti sudah diimplementasikan.

Untungnya, pada pemprograman fungsional, kita lebih memilih untuk menggunakan kelas tipe untuk memenuhi kebutuhun atas fungsionalitas polimorfis. Ditambah dengan konsep persamaan diperiksa pada saat waktu kompilasi.

  @typeclass trait Equal[F]  {
    @op("===") def equal(a1: F, a2: F): Boolean
    @op("/==") def notEqual(a1: F, a2: F): Boolean = !equal(a1, a2)
  }

Dan faktanya, === adalah lebih aman dibandingkan == yang hanya bisa dikompilasi bila tipe dari kedua belah sisi operator ini mempunyai tipe yang sama. Kita bisa mengatakan bahwa operator ini salah satu jaring pengaman yang bagus.

equal mempunyai persyaratan implementasi yang sama dengan Object.equals

  • komutatif f1 === f2 yang juga sama dengan f2 === f1
  • refleksif f === f
  • tarnsitif f1 === f2 && f2 === f3 yang juga sama dengan f1 === f3

Dengan membuang konsep umum Object.equals, kita tidak akan menyia-nyiakan persamaan saat kita menyusun sebuah ADT. Selain itu, kita tak akan mendapatkan harapan palsu akan persamaan dimana sebenarnya tidak pernah ada.

Melanjutkan tren pengubahan konsep Java, data tidak lagi merupakan java.lang.Comparable namun memiliki Order, berdasarkan:

  @typeclass trait Order[F] extends Equal[F] {
    @op("?|?") def order(x: F, y: F): Ordering
  
    override  def equal(x: F, y: F): Boolean = order(x, y) == Ordering.EQ
    @op("<" ) def lt(x: F, y: F): Boolean = ...
    @op("<=") def lte(x: F, y: F): Boolean = ...
    @op(">" ) def gt(x: F, y: F): Boolean = ...
    @op(">=") def gte(x: F, y: F): Boolean = ...
  
    def max(x: F, y: F): F = ...
    def min(x: F, y: F): F = ...
    def sort(x: F, y: F): (F, F) = ...
  }
  
  sealed abstract class Ordering
  object Ordering {
    case object LT extends Ordering
    case object EQ extends Ordering
    case object GT extends Ordering
  }

Order mengimplementasikan .equal dalam primitif baru .order. Ketika sebuah kelas tipe mengimplementasikan kombinator primitif bapaknya dengan sebuah kombinator turunan, maka hukum substitusi untuk kelas tipe tersebut akan ditambahkan secara tidak langsung. Bila sebuah instans dari Order digunakan untuk mengesampingkan .equal dengan alasan performa, maka instans tersebut harus punya perilaku yang identik dengan implementasi yang asli.

Things that have an order may also be discrete, allowing us to walk successors and predecessors:

Objek-objek yang mempunyai order bisa jadi juga merupakan objek diskrit, hal ini memberikan kita ruang untuk memeriksa objek sebelum dan sesudahnya:

  @typeclass trait Enum[F] extends Order[F] {
    def succ(a: F): F
    def pred(a: F): F
    def min: Option[F]
    def max: Option[F]
  
    @op("-|-") def succn(n: Int, a: F): F = ...
    @op("---") def predn(n: Int, a: F): F = ...
  
    @op("|->" ) def fromToL(from: F, to: F): List[F] = ...
    @op("|-->") def fromStepToL(from: F, step: Int, to: F): List[F] = ...
    @op("|=>" ) def fromTo(from: F, to: F): EphemeralStream[F] = ...
    @op("|==>") def fromStepTo(from: F, step: Int, to: F): EphemeralStream[F] = ...
  }
  scala> 10 |--> (2, 20)
  res: List[Int] = List(10, 12, 14, 16, 18, 20)
  
  scala> 'm' |-> 'u'
  res: List[Char] = List(m, n, o, p, q, r, s, t, u)

Kita akan berdiskusi mengenai EphemeralStream pada bab berikutnya. Untuk saat ini, kita hanya perlu tahu bahwa tipe data ini bisa digunakan untuk menyusun struktur data tak hingga tanpa harus kuatir mengenai masalah memori sebagaimana struktur data Stream dari pustaka standar.

Sama halnya dengan Object.equals, konsep .toString yang ada pada tiap kelas sangat tidak masuk akal di Java. Idealnya, kita harus memastikan bahwa sebuah objek memang bisa diubah menjadi string pada saat waktu kompilasi. Untuk mendapatkan hasil tersebut, kita dapat menggunakan Show:

  trait Show[F] {
    def show(f: F): Cord = ...
    def shows(f: F): String = ...
  }

Kita akan membahas Cord lebih mendetail pada bab selanjutnya mengenai tipe data. Untuk saat ini, kita hanya perlu tahu bahwa Cord merupakan struktur data yang efisien yang dipergunakan untuk menyimpan dan memanipulasi String.

5.4 Yang Dapat Dipetakan

Kita akan fokus pada benda benda yang bisa dipetakan atau dilalui:

5.4.1 Fungtor

  @typeclass trait Functor[F[_]] {
    def map[A, B](fa: F[A])(f: A => B): F[B]
  
    def void[A](fa: F[A]): F[Unit] = map(fa)(_ => ())
    def fproduct[A, B](fa: F[A])(f: A => B): F[(A, B)] = map(fa)(a => (a, f(a)))
  
    def fpair[A](fa: F[A]): F[(A, A)] = map(fa)(a => (a, a))
    def strengthL[A, B](a: A, f: F[B]): F[(A, B)] = map(f)(b => (a, b))
    def strengthR[A, B](f: F[A], b: B): F[(A, B)] = map(f)(a => (a, b))
  
    def lift[A, B](f: A => B): F[A] => F[B] = map(_)(f)
    def mapply[A, B](a: A)(f: F[A => B]): F[B] = map(f)((ff: A => B) => ff(a))
  }

Satu-satunya metoda abstrak adalah map yang harus bisa menggabungkan dua fungsi. Sebagai contoh, memetakan f dan dilanjutkan dengan g sama dengan memetakan dengan hasil komposisi dari f dan g:

  fa.map(f).map(g) == fa.map(f.andThen(g))

map juga harus melakukan no-op bila fungsi yang disediakan berupa fungsi identity (x => x).

  fa.map(identity) == fa
  
  fa.map(x => x) == fa

Functor mendefinisikan beberapa metoda pembantu untuk map yang bisa dioptimalkan dengan instans khusus. Dokumentasi memang sengaja dihilangkan pada definisi diatas agar pembaca budiman memnebak apa yang sebuah metoda lakukan sebelum melihat ke implementasi dari metoda tersebut. Sangat disarankan untuk memperhatikan dengan penanda tipe dengan seksama berikut sebelum melanjutkan seksi ini:

  def void[A](fa: F[A]): F[Unit]
  def fproduct[A, B](fa: F[A])(f: A => B): F[(A, B)]
  
  def fpair[A](fa: F[A]): F[(A, A)]
  def strengthL[A, B](a: A, f: F[B]): F[(A, B)]
  def strengthR[A, B](f: F[A], b: B): F[(A, B)]
  
  // lebih susah
  def lift[A, B](f: A => B): F[A] => F[B]
  def mapply[A, B](a: A)(f: F[A => B]): F[B]
  1. void menerima sebuah instans dari F[A] dan selalu mengembalikan F[Unit]. Metoda ini selalu menghapus semua nilai sembari menjaga struktur.
  2. fproduct menerima input yang sama dengan map namun mengembalikan F[(A, B)]. Sebagai contoh, fungsi ini akan memasangkan konten dengan hasil dari fungsi tersebut. Fungsi ini berguna bila kita ingin tetap menggunakan input yang diterima oleh fungsi ini.
  3. fpair menggandakan semua elemen dari A menjadi tuple F[(A, A)].
  4. strengthL memasangkan konten dari sebuah F[A] dengan konstan B pada bagian kiri.
  5. strengthR memasangkan konten dari sebuah F[A] dengan konstan B pada bagian kanan.
  6. lift menerima sebuah fungsi A => B dan mengembalikan F[A] => F[B]. Dengan kata lain, fungsi ini menerima sebuah fungsi berdasarkan konten dari F[A] dan mengembalikan sebuah fungsi yang beroperasi secara langsung pada F[A].
  7. mapply sendiri merupakan fungsi yang agak janggal. Misalkan kita mempunyai sebuah F[_] pada fungsi A => B dan nilai A. Kita bisa mendapatkan hasil berupa F[B]. Fungsi ini mempunyai signature yang mirip dengan pure, namun mengharuskan pemanggil fungsi ini untuk mempunyai F[A => B].

Secara sekilas, fpair, strengthL, dan strengthR terlihat tidak berguna. Namun, kita bisa menggunakannya saat kita ingin tetap menggunakan informasi yang bisa jadi hilang saat keluar dari cakupan fungsi. Misal, indeks dari sebuah List atau Set saat melakukan traverse.

Functor punya beberapa sintaks khusus, antara lain:

  implicit class FunctorOps[F[_]: Functor, A](self: F[A]) {
    def as[B](b: =>B): F[B] = Functor[F].map(self)(_ => b)
    def >|[B](b: =>B): F[B] = as(b)
  }

.as dan >| digunakan untuk mengganti keluaran fungsi dengan sebuah konstanta.

Pada contoh aplikasi kita, terdapat sebuah tambalan yang tidak kita ungkap sampai sekarang. Tambalan tersebut adalah pendefinisian start dan stop untuk mengembalikan input:

  def start(node: MachineNode): F[MachineNode]
  def stop (node: MachineNode): F[MachineNode]

Pendefinisian diatas memperkenankan kita untuk menulis logika bisnis yang ringkas seperti

  for {
    _      <- m.start(node)
    update = world.copy(pending = Map(node -> world.time))
  } yield update

dan

  for {
    stopped <- nodes.traverse(m.stop)
    updates = stopped.map(_ -> world.time).toList.toMap
    update  = world.copy(pending = world.pending ++ updates)
  } yield update

Namun, tambalan ini melimpahkan kompleksitas ke bagian implementasi secara mubazir. Sungguh, jauh lebih disukai bila kita mendesain aljabar kita untuk mengembalikan F[Unit] dan menggunakan as:

  m.start(node) as world.copy(pending = Map(node -> world.time))

dan

  for {
    stopped <- nodes.traverse(a => m.stop(a) as a)
    updates = stopped.map(_ -> world.time).toList.toMap
    update  = world.copy(pending = world.pending ++ updates)
  } yield update

5.4.2 Foldable

Secara teknis, Foldable merupakan struktur data yang bisa langkahi satu-per-satu untuk menghasilkan sebuah nilai ijmal. Namun, terlalu meremehkan bila kita hanya berhenti sampai disitu. Kenyataannya, Foldable merupakan kelas tipe yang bisa menjawab hampir semua apa yang diharapkan dari sebuah Koleksi APA.

Berhubung kelas tipe ini mempunyai begitu banyak metoda, ada baiknya kita pecah pecah. Dimulai dengan metoda abstrak:

  @typeclass trait Foldable[F[_]] {
    def foldMap[A, B: Monoid](fa: F[A])(f: A => B): B
    def foldRight[A, B](fa: F[A], z: =>B)(f: (A, =>B) => B): B
    def foldLeft[A, B](fa: F[A], z: B)(f: (B, A) => B): B = ...

Secara teori, untuk mendapatkan semua fungsionalitas dari kelas tipe Foldable, sebuah instans hanya perlu mengimplementasikan foldMap dan foldRight. Walaupun pada kenyataannya, banyak sekali metoda lain yang diimplementasikan sesuai dengan struktur data yang dibutuhkan agar waktu jalan lebih optimal.

Di pasaran, santer terdengar istilah keren MapReduce. Pada Scala sendiri, istilah tersebut dikenal dengan .foldMap. .foldMap sendiri berupa fungsi yang hanya membutuhkan fungsi yang memetakan A ke B, sebuah F[A], dan cara untuk menggabungkan semua hasil pemetaan dari A ke B menjadi satu nilai (yang disediakan oleh Monoid dan zero dari B) untuk menghasilkan nilai ijmal B. Selain itu, tidak ada urutan operasi dari fungsi yang memetakan A ke B. Sehingga, memungkinkan untuk dilakukannya komputasi paralel.

Untuk foldRight, metoda ini tidak memaksa parameternya untuk mempunyai instans Monoid walau harus menerima sebuah nilai awal z dan cara penggabungan tiap elemen dari struktur data. Selain itu, urutan pelangkahan dari elemen elemen input adalah dari kiri ke kanan. Hal ini juga berarti bahwa metoda ini tidak bisa dijalankan secara paralel.

foldLeft melangkahi semua elemen dari kiri ke kanan. Untuk mengimplementasikan foldLeft, kita bisa menggunakan foldMap walau kebanyakan instans juga mengimplementasikan sendiri foldLeft khusus untuk instans tersebut. Hal lain yang patut diperhatikan adalah implementasi metoda ini berupa rekursi akhir, foldLeft tidak menggunakan parameter panggilan.

Hukum yang mengatur Foldable hanya ada satu, yaitu foldLeft dan foldRight harus konsisten dengan foldMap untuk operasi monoidal. Misalnya, menambahkan sebuah elemen di bagian awal dari sebuah senarai untuk implmentasi foldLeft dan menambahkan sebuah elemen di bagian akhir dari sebuah senarai untuk foldRight. Di sisi lain, foldLeft dan foldRight tidak harus selalu konsisten satu sama lain. Bahkan, seringkali mereka mempunyai hasil yang berlawanan.

Hal yang paling sederhana untuk dilakukan pada foldMap adalah menggunakan fungsi identity yang menghasilkan fold (ijmal natural dari elemen monoidal) dengan varian kiri/kanan agar dapat memperkenankan pemilihan berdasarkan kriteria performa:

  def fold[A: Monoid](t: F[A]): A = ...
  def sumr[A: Monoid](fa: F[A]): A = ...
  def suml[A: Monoid](fa: F[A]): A = ...

Mengulang apa yang kita pelajari tentang Monoid, kita menulis:

  scala> templates.foldLeft(Monoid[TradeTemplate].zero)(_ |+| _)

Namun, kode di atas bisa ditulis ulang menjadi

  scala> templates.toIList.fold
  res: TradeTemplate = TradeTemplate(
                         List(2017-08-05,2017-09-05),
                         Some(USD),
                         Some(false))

Sayangnya, .fold tidak bisa dipanggil dari List milik pustaka standar. Hal ini dikarenakan List sudah memiliki metoda dengan nama fold yang berbeda dengan metoda fold dari kelas tipe Foldable.

Untuk metoda intercalate, metoda ini menyisipkan sebuah A spesifik diantara elemen sebelum melakukan operasi fold

  def intercalate[A: Monoid](fa: F[A], a: A): A = ...

metoda ini bisa dianggap sebagai metoda mkString dari pustaka standar yang diumumkan:

  scala> List("foo", "bar").intercalate(",")
  res: String = "foo,bar"

foldLeft menyediakan kita cara untuk mendapatkan elemen manapun dengan melangkahi semua elemen satu per satu, termasuk dengan beberapa metoda lainnya:

  def index[A](fa: F[A], i: Int): Option[A] = ...
  def indexOr[A](fa: F[A], default: =>A, i: Int): A = ...
  def length[A](fa: F[A]): Int = ...
  def count[A](fa: F[A]): Int = length(fa)
  def empty[A](fa: F[A]): Boolean = ...
  def element[A: Equal](fa: F[A], a: A): Boolean = ...

Berbeda dengan List(0) yang sangat mungkin melempar eksepsi, Foldable.index lebih memilih untuk mengembalikan sebuah Option[A] atau bisa juga dengan mengembalikan sebuah A bila menggunakan .indexOr (dengan sebuah nilai bawaan A). Sama halnya dengan .contains punya pustaka standar yang menggunakan persamaan standar dari JVM, Scalaz menyediakan .element yang menggunakan Equal yang jauh lebih unggul.

Metoda ini sangat terlihat mirip dengan APA koleksi. Dan yang paling utama, Foldable bisa diubah menjadi List.

  def toList[A](fa: F[A]): List[A] = ...

Selain itu, konversi ke tipe data lain juga ada. Sebagai contoh, .toStream, .toSet, .toVector, .to[T <: TraversableLike], dan lain sebagainya.

Untuk pengecekan predikat, Foldable menyediakan

  def filterLength[A](fa: F[A])(f: A => Boolean): Int = ...
  def all[A](fa: F[A])(p: A => Boolean): Boolean = ...
  def any[A](fa: F[A])(p: A => Boolean): Boolean = ...

Untuk memeriksa jumlah elemen yang bernilai true terhadap sebuah predikat, kita bisa menggunakan filterLength. Sedangkan untuk memeriksa apakah semua elemen bernilai true, all adalah fungsi yang tepat guna. any sendiri hanya memastikan bahwa setidaknya ada satu elemen dari Foldable bernilai true terhadap predikat yang disediakan.

Untuk memecah sebuah F[A] menjadi beberapa bagian, kita bisa menggunakan splitBy

  def splitBy[A, B: Equal](fa: F[A])(f: A => B): IList[(B, Nel[A])] = ...
  def splitByRelation[A](fa: F[A])(r: (A, A) => Boolean): IList[Nel[A]] = ...
  def splitWith[A](fa: F[A])(p: A => Boolean): List[Nel[A]] = ...
  def selectSplit[A](fa: F[A])(p: A => Boolean): List[Nel[A]] = ...
  
  def findLeft[A](fa: F[A])(f: A => Boolean): Option[A] = ...
  def findRight[A](fa: F[A])(f: A => Boolean): Option[A] = ...

sebagai contoh

  scala> IList("foo", "bar", "bar", "faz", "gaz", "baz").splitBy(_.charAt(0))
  res = [(f, [foo]), (b, [bar, bar]), (f, [faz]), (g, [gaz]), (b, [baz])]

patut diperhatikan bahwa ada dua nilai dengan indeks 'b'.

Bilamana sebuah senarai objek A yang tidak memiliki kelas tipe Equal namun kita ingin memecahnya menjadi beberapa bagian, kita bisa menggunakan splitByRelation yang meminta operator pembanding sebagai gantinya.

Bisa juga kita memecah sebuah Foldable menjadi dua bagian, satu bagian memenuhi sebuah predikat, dan sebaliknya, dengan menggunakan splitWith. Sedangkan untuk memilih himpunan yang memenuhi predikat sembari membuang yang lain, kita menggunakan selectSplit.

Untuk findLeft dan findRight sendiri, metoda ini mengambil elemen pertama dari kiri atau kanan yang sesuai dengan predikat.

Dengan menggunakan Equal dan Order, kita juga mendapat metoda lain yang mengembalikan himpunan.

  def distinct[A: Order](fa: F[A]): IList[A] = ...
  def distinctE[A: Equal](fa: F[A]): IList[A] = ...
  def distinctBy[A, B: Equal](fa: F[A])(f: A => B): IList[A] =

distinct, secara pengimplementasian, lebih efisien bila dibandingkan dengan distinctE. Hal ini disebabkan karena distinct menggunakan pengurutan (menggunakan Order) sehingga menggunakan algoritma yang mirip dengan quicksort yang relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan List.distinct dari pustaka standar. Keuntungan lain adalah struktur data semacam set secara otomatis mempunyai distinct.

Untuk mengelompokkan berdasarkan dari hasi sebuah fungsi atas tiap elemen, kita bisa menggunakan distinctBy. Sebagai contoh, kita bisa mengelompokkan nama berdasarkan huruf pertama.

Kita dapat menggunakan Order lebih lanjut untuk mengekstrak elemen dengan nilai terkecil maupun terbesar dari sebuah Foldable. Lebih lanjut lagi, kita juga akan menggunakan pola varian Of dan By untuk memetakan elemen-elemen tadi ke tipe lain ataupun menggunakan tipe lain sebagai pembanding urutan.

  def maximum[A: Order](fa: F[A]): Option[A] = ...
  def maximumOf[A, B: Order](fa: F[A])(f: A => B): Option[B] = ...
  def maximumBy[A, B: Order](fa: F[A])(f: A => B): Option[A] = ...
  
  def minimum[A: Order](fa: F[A]): Option[A] = ...
  def minimumOf[A, B: Order](fa: F[A])(f: A => B): Option[B] = ...
  def minimumBy[A, B: Order](fa: F[A])(f: A => B): Option[A] = ...
  
  def extrema[A: Order](fa: F[A]): Option[(A, A)] = ...
  def extremaOf[A, B: Order](fa: F[A])(f: A => B): Option[(B, B)] = ...
  def extremaBy[A, B: Order](fa: F[A])(f: A => B): Option[(A, A)] =

Sebagai contoh, kita bisa memeriksa String manakah mempunyai nilai paling besar berdasarkan panjang dengan menggunakan varian By. Bisa juga kita mencari nilai paling besar dari elemen-elemen yang ada dengan menggunakan varian Of.

  scala> List("foo", "fazz").maximumBy(_.length)
  res: Option[String] = Some(fazz)
  
  scala> List("foo", "fazz").maximumOf(_.length)
  res: Option[Int] = Some(4)

Dengan ini, fitur utama dari Foldable sudah digambarkan secara sekilas. Dan hikmah yang bisa kita ambil dari sub-bab ini adalah apapun yang bisa kita gunakan pada pustaka collection, kita juga bisa mendapatkannya pada Foldable.

Kita akan menutup sub-bab ini dengan beberapa variasi metoda yang sudah kita lihat sebelumnya. Pertama, berikut adalah metoda yang menerima subah Semigroup, bukan Monoid:

  def fold1Opt[A: Semigroup](fa: F[A]): Option[A] = ...
  def foldMap1Opt[A, B: Semigroup](fa: F[A])(f: A => B): Option[B] = ...
  def sumr1Opt[A: Semigroup](fa: F[A]): Option[A] = ...
  def suml1Opt[A: Semigroup](fa: F[A]): Option[A] = ...
  ...

yang mengembalikan Option dengan pertimbangan struktur data yang kosong. (Harap ingat, Semigroup tidak mempunyai zero)

Kelas tipe Foldable1 berisi jauh lebih banyak varian Semigroup dari metoda Monoid bila dibandingkan dengan yang ditampilkan di sini. Dan hal itu dirasa masuk akal untuk struktur data yang tidak bisa kosong, tanpa harus memaksa elemen elemennya mempunyai kelas Monoid.

Tidak kalah penting, ada beberapa varian yang menerima nilai nilai kembalian monadik. Kita juga telah menggunakan foldLeftM saat kita menulis logika bisnis dari aplikasi kita. Sekarang, kita tahu dari mana asal fungsi tersebut.

  def foldLeftM[G[_]: Monad, A, B](fa: F[A], z: B)(f: (B, A) => G[B]): G[B] = ...
  def foldRightM[G[_]: Monad, A, B](fa: F[A], z: =>B)(f: (A, =>B) => G[B]): G[B] = ...
  def foldMapM[G[_]: Monad, A, B: Monoid](fa: F[A])(f: A => G[B]): G[B] = ...
  def findMapM[M[_]: Monad, A, B](fa: F[A])(f: A => M[Option[B]]): M[Option[B]] = ...
  def allM[G[_]: Monad, A](fa: F[A])(p: A => G[Boolean]): G[Boolean] = ...
  def anyM[G[_]: Monad, A](fa: F[A])(p: A => G[Boolean]): G[Boolean] = ...
  ...

5.4.3 Traverse

Traverse bisa dikatakan sebagai penggabungan antara Functor dan Foldable

  trait Traverse[F[_]] extends Functor[F] with Foldable[F] {
    def traverse[G[_]: Applicative, A, B](fa: F[A])(f: A => G[B]): G[F[B]]
    def sequence[G[_]: Applicative, A](fga: F[G[A]]): G[F[A]] = ...
  
    def reverse[A](fa: F[A]): F[A] = ...
  
    def zipL[A, B](fa: F[A], fb: F[B]): F[(A, Option[B])] = ...
    def zipR[A, B](fa: F[A], fb: F[B]): F[(Option[A], B)] = ...
    def indexed[A](fa: F[A]): F[(Int, A)] = ...
    def zipWithL[A, B, C](fa: F[A], fb: F[B])(f: (A, Option[B]) => C): F[C] = ...
    def zipWithR[A, B, C](fa: F[A], fb: F[B])(f: (Option[A], B) => C): F[C] = ...
  
    def mapAccumL[S, A, B](fa: F[A], z: S)(f: (S, A) => (S, B)): (S, F[B]) = ...
    def mapAccumR[S, A, B](fa: F[A], z: S)(f: (S, A) => (S, B)): (S, F[B]) = ...
  }

Pada awal bab, kita telah menunjukkan mengenai pentingnya traverse dan sequence untuk membolak-balik konstruktor tipe agar sesuai dengan requirement. Sebagai contoh, List[Future[_]] menjadi Future[List[_]].

Tidak seperti Foldable dimana kita tidak dapat serta merta mengasumsikan bahwa reverse adalah sebuah hak asasi, dengan Traverse kita dapat dengan santai membolak-balik sesuatu.

Selain itu, kita juga bisa merekatkan dua buah objek yang mempunyai Traverse menjadi F[(A, B)]. Namun, harap diingat bahwa ada kemungkinan bahwa panjang kedua benda tadi tidak sama, sehingga kita harus menggunakan Option[A] atau Option[B] bilamana panjang salah satu benda lebih pendek bila dibandingkan dengan panjang benda lainnya. Untuk menangani hal tersebut, kita bisa menggunakan zipL maupun zipR untuk menentukan sisi mana yang “dipotong” bila panjang berbeda. zip merupakan fungsi khusus untuk menambahkan sebuah indeks untuk setiap entri yang terindeks.

zipWithL dan zipWithR memberikan kita kesempatan untuk membuat sebuah F[C] dengan menggabungkan kedua sisi dari panggabungan tadi.

mapAccumR dan mapAccumL sebenarnya hanya map yang dikombinasi dengan sebuah akumulator. Bilamana kita terbiasa dengan Java yang membuat kita ingin menggunakan sebuah var dan menggunakan var tersebut dalam sebuah map, maka kita harus menggunakan mapAccumL.

Sebagai contoh, anggap saja kita mempunyai sebuah senarai kata dan kita ingin mengabaikan kata-kata yang sudah ada. Algoritma penyaringan tidak diperkenankan untuk mengolah senarai kata dua kali. Keuntungan yang didapat adalah algoritma ini bisa mencapai urutan tak hingga:

  scala> val freedom =
  """We campaign for these freedoms because everyone deserves them.
     With these freedoms, the users (both individually and collectively)
     control the program and what it does for them."""
     .split("\\s+")
     .toList
  
  scala> def clean(s: String): String = s.toLowerCase.replaceAll("[,.()]+", "")
  
  scala> freedom
         .mapAccumL(Set.empty[String]) { (seen, word) =>
           val cleaned = clean(word)
           (seen + cleaned, if (seen(cleaned)) "_" else word)
         }
         ._2
         .intercalate(" ")
  
  res: String =
  """We campaign for these freedoms because everyone deserves them.
     With _ _ the users (both individually and collectively)
     control _ program _ what it does _ _"""

Pada akhirnya, Traverse1, sebagaimana Foldable1, menyediakan varian metoda metoda untuk struktur data yang tidak bisa kosong. Selain itu, Traverse1 juga menerima Semigroup, bukan Monoid, dan sebuah Apply, bukan Applicative. Harap diingat bahwa Semigroup tidak mempunyai .empty dan Apply tidak harus mempunyai .point.

5.4.4 Align

Untuk bab ini, kita berbicara tentang Align. Align sendiri juga berbicara mengenai penggabungan pelapisan Functor. Ada baiknya sebelum kita menyelami Align, kita memandang sekilas mengenai tipe data \&/ yang akan kita panggil dengan hore!

  sealed abstract class \&/[+A, +B]
  final case class This[A](aa: A) extends (A \&/ Nothing)
  final case class That[B](bb: B) extends (Nothing \&/ B)
  final case class Both[A, B](aa: A, bb: B) extends (A \&/ B)

bisa dibilang, hore! merupakan penyandian data logika inklusif OR. A, B, ataupun keduanya. Jadi, bilamana ada token F[A \&/ B], kita bisa menafsirkannya sebagai “sebuah fungtor yang bisa berisi A ataupun B.”

  @typeclass trait Align[F[_]] extends Functor[F] {
    def alignWith[A, B, C](f: A \&/ B => C): (F[A], F[B]) => F[C]
    def align[A, B](a: F[A], b: F[B]): F[A \&/ B] = ...
  
    def merge[A: Semigroup](a1: F[A], a2: F[A]): F[A] = ...
  
    def pad[A, B]: (F[A], F[B]) => F[(Option[A], Option[B])] = ...
    def padWith[A, B, C](f: (Option[A], Option[B]) => C): (F[A], F[B]) => F[C] = ...

alignWith menerima sebuah fungsi yang menghasilkan C, bisa dari A, B, ataupun keduanya, dan mengembalikan sebuah fungsi yang terangkat dari tuple F[A] dan F[B] menjadi F[C]. Sedangkan bila kita ingin membuat sebuah fungtor hore!, kita bisa menggunakan align yang membuat sebuah \&/ dari dua F[_].

merge memberikan kita jalan untuk menggabungkan dua F[A] bila A mempunyai Semigroup. Sebagai contoh, implementasi dari Semigroup[Map[K, V]] mengikuti implementasi dari Semigroup[V] dan menggabungkan dua entri. Selain mengembalikan nilai penggabungkan, implmentasi ini juga berperilaku sebagaimana sebuah multimap:

  scala> Map("foo" -> List(1)) merge Map("foo" -> List(1), "bar" -> List(2))
  res = Map(foo -> List(1, 1), bar -> List(2))

dan ketika penggabungan terjadi, Map[K, Int] hanya perlu menambahkan isi dari map tersebut:

  scala> Map("foo" -> 1) merge Map("foo" -> 1, "bar" -> 2)
  res = Map(foo -> 2, bar -> 2)

.pad dan .padWith biasa digunakan untuk menggabungkan dua struktur data, yang munggkin saja tidak lengkap pada salah satunya, secara parsial. Sebagai contoh, kita menggunakan fungsi ini saat kita ingin mengagregasi penghitungan suara independen dan tetap menyimpan asal dari suara tersebut.

  scala> Map("foo" -> 1) pad Map("foo" -> 1, "bar" -> 2)
  res = Map(foo -> (Some(1),Some(1)), bar -> (None,Some(2)))
  
  scala> Map("foo" -> 1, "bar" -> 2) pad Map("foo" -> 1)
  res = Map(foo -> (Some(1),Some(1)), bar -> (Some(2),None))

Ada beberapa varian dari align yang memudahkan kita untuk menggunakan struktur dari \&/

  ...
    def alignSwap[A, B](a: F[A], b: F[B]): F[B \&/ A] = ...
    def alignA[A, B](a: F[A], b: F[B]): F[Option[A]] = ...
    def alignB[A, B](a: F[A], b: F[B]): F[Option[B]] = ...
    def alignThis[A, B](a: F[A], b: F[B]): F[Option[A]] = ...
    def alignThat[A, B](a: F[A], b: F[B]): F[Option[B]] = ...
    def alignBoth[A, B](a: F[A], b: F[B]): F[Option[(A, B)]] = ...
  }

yang seharusnya bisa terlihat dari penanda tipe mereka. Contoh:

  scala> List(1,2,3) alignSwap List(4,5)
  res = List(Both(4,1), Both(5,2), That(3))
  
  scala> List(1,2,3) alignA List(4,5)
  res = List(Some(1), Some(2), Some(3))
  
  scala> List(1,2,3) alignB List(4,5)
  res = List(Some(4), Some(5), None)
  
  scala> List(1,2,3) alignThis List(4,5)
  res = List(None, None, Some(3))
  
  scala> List(1,2,3) alignThat List(4,5)
  res = List(None, None, None)
  
  scala> List(1,2,3) alignBoth List(4,5)
  res = List(Some((1,4)), Some((2,5)), None)

Harap dicatat bahwa varian A dan B menggunakan inklusif OR sedangkan varian This dan That menggunakan ekslusif OR yang mengembalikan None bila nilai pada salah satu sisi.

5.5 Variance

Mungkin adalah sebuah keputusan yang tepat bila kita kembali membahas Functor sesaat dan mendiskusikan hierarki yang sebelumnya kita abaikan:

InvariantFunctor, yang juga dikenal sebagai fungtor eksponensial, mempunyai metoda xmap yang menyatakan bahwa bila kita mempunyai fungsi yang memetakan A ke B dan sebuah fungsi yang memetakan B ke A, maka kita dapat mengkonversi F[A] ke F[B].

Functor merupakan kependekan dari yang seharusnya disebut fungtor kovarian. Dikarenakan Functor sudah lebih dulu dikenal, maka penyebutan ini diteruskan. Begitu halnya dengan Contravariant, fungtor ini seharusnya disebut sebagai fungtor kontravarian.

Functor mengimplementasikan xmap dengan map dan mengabaikan fungsi dari B ke A. Sedangkan Contravariant mengimplementasikan xmap dengan contramap dan mengabaikan fungsi dari A ke B:

  @typeclass trait InvariantFunctor[F[_]] {
    def xmap[A, B](fa: F[A], f: A => B, g: B => A): F[B]
    ...
  }
  
  @typeclass trait Functor[F[_]] extends InvariantFunctor[F] {
    def map[A, B](fa: F[A])(f: A => B): F[B]
    def xmap[A, B](fa: F[A], f: A => B, g: B => A): F[B] = map(fa)(f)
    ...
  }
  
  @typeclass trait Contravariant[F[_]] extends InvariantFunctor[F] {
    def contramap[A, B](fa: F[A])(f: B => A): F[B]
    def xmap[A, B](fa: F[A], f: A => B, g: B => A): F[B] = contramap(fa)(g)
    ...
  }

Adalah hal yang penting untuk diperhatikan, walaupun secara teori berkaitan, kata kovarian, kontravarian, dan invarian tidak berhubungan secara langsung dengan varian tipe punya Scala (mis, + dan - yang biasa ditulis pada penanda tipe). Invarian yang dimaksudkan disini adalah bisa dilakukannya pemetaan konten dari struktur F[A] ke F[B]. Menggunakan identity, kita dapat menentukan bahwa A bisa dengan aman di-downcast atau upcast menjadi B dengan melihat varian dari fungtor.

.map bisa dipahami dengan “bila kamu punya sebuah F atas A dan cara untuk mengubah A ke B, maka saya bisa memberi kamu sebuah F atas B.”

Sebaliknya, .contramap dapat dibaca sebagai “bila kamu mempunyai F atas A dan cara untuk mengubah B menjadi A, maka saya dapat memberi kamu sebuah F atas B.”

Anggap contoh berikut: pada aplikasi kita, kita memperkenalkan tipe spesifik domain Alpha, Beta, Gamma, dan lain lain untuk memastikan bahwa kita tidak akan mencampur aduk angka angka pada kalkulasi finansial:

  final case class Alpha(value: Double)

namun, masalah diatas tergantikan dengan masalah baru mengenai tidak adanya kelas tipe untuk tipe baru ini. Bilamana kita menggunakan nilai pada dokumen JSON, kita harus menulis instans dari JsEncoder dan JsDecoder untuk tipe baru tadi.

Untungnya, JsEncoder mempunyai sebuah Contravariant dan JsDecoder mempunyai sebuah Functor sehingga kita dapat menurunkan instans tersebut dengan mengisi kontrak:

  • “bila kamu memberi saya sebuah JsDecoder untuk Double dan cara untuk mengubah Double menjadi Alpha, maka saya akan memberikan sebuah JsDecoder untuk Alpha.”
  • “bila kamu memberi saya sebuah JsEncoder untuk Double dan cara untuk mengubah Alpha menjadi Double, maka saya akan memberikan sebuah JsEncoder untuk Alpha.”
  object Alpha {
    implicit val decoder: JsDecoder[Alpha] = JsEncoder[Double].map(_.value)
    implicit val encoder: JsEncoder[Alpha] = JsEncoder[Double].contramap(_.value)
  }

Metoda pada kelas tipe bisa saja mempunyai tipe parameter dengan posisi kontravarian (parameter metoda) atau posisi kovarian (tipe kembalian). Bila sebuah kelas tipe mempunyai sebuah kombinasi atas posisi kovarian dan kontravarian, bisa jadi kelas tipe tersebut mempunyai fungtor invarian. Sebagai contoh, Semigroup dan Monoid mempunyai InvariantFunctor namun tidak memiliki Functor maupun Contravariant.

5.6 Apply dan Bind

Sub-bab ini bisa dianggap sebagai pemanasan untuk Applicative dan Monad

5.6.1 Apply

Apply memperpanjang Functor dengan menambahkan sebuah metoda dengan nama ap yang mirip dengan map, dalam batasan ap juga menerapkan sebuah fungsi ke nilai. Bedanya, fungsi yang diterima ap masih dalam konteks yang sama dengan nilai yang diterapi.

  @typeclass trait Apply[F[_]] extends Functor[F] {
    @op("<*>") def ap[A, B](fa: =>F[A])(f: =>F[A => B]): F[B]
    ...

Implikasi dari hal ini adalah struktur data sederhana seperti Option[A] juga mempunyai implementasi .ap

  implicit def option[A]: Apply[Option[A]] = new Apply[Option[A]] {
    override def ap[A, B](fa: =>Option[A])(f: =>Option[A => B]) = f match {
      case Some(ff) => fa.map(ff)
      case None    => None
    }
    ...
  }

Untuk mengimplementasikan .ap, pertama-tama kita harus mengekstrak fungsi ff: A => B dari f: Option[A => B], dan dilanjutkan dengan memetakan ff atas fa. Ekstraksi fungsi dari konteks adalah fitur penting dari Apply yang memberikan ruang untuk menggabungkan isi dari konteks yang melingkupi operasi pemanggilan ap.

Kembali ke Apply, kita menemukan plat cetak .applyX yang menyediakan jalan untuk menggabungkan fungsi-fungsi paralel dan pada akhirnya memetakan nilai keluaran mereka:

  @typeclass trait Apply[F[_]] extends Functor[F] {
    ...
    def apply2[A,B,C](fa: =>F[A], fb: =>F[B])(f: (A, B) => C): F[C] = ...
    def apply3[A,B,C,D](fa: =>F[A],fb: =>F[B],fc: =>F[C])(f: (A,B,C) =>D): F[D] = ...
    ...
    def apply12[...]

.apply2 bisa dibaca sebagai: “bila kamu memberi saya sebuah F atas A dan F atas B dan sebuah cara untuk menggabungkan A dan B menjadi C, maka saya akan memberi kamu F atas C.” Ada beberapa penggunaan atas metoda ini. Dan, dua yang paling penting adalah:

  • membuat kelas tipe untuk tipe produk C dari A dan B
  • melakukan efek secara paralel, sebagaimana drone dan aljabar google yang kita buat pada Bab 3, dan menggabungkan hasilnya.

Sudah barang tentu Apply mempunyai beberapa sintaks khusus yang berguna:

  implicit class ApplyOps[F[_]: Apply, A](self: F[A]) {
    def *>[B](fb: F[B]): F[B] = Apply[F].apply2(self,fb)((_,b) => b)
    def <*[B](fb: F[B]): F[A] = Apply[F].apply2(self,fb)((a,_) => a)
    def |@|[B](fb: F[B]): ApplicativeBuilder[F, A, B] = ...
  }
  
  class ApplicativeBuilder[F[_]: Apply, A, B](a: F[A], b: F[B]) {
    def tupled: F[(A, B)] = Apply[F].apply2(a, b)(Tuple2(_))
    def |@|[C](cc: F[C]): ApplicativeBuilder3[C] = ...
  
    sealed abstract class ApplicativeBuilder3[C](c: F[C]) {
      ..ApplicativeBuilder4
        ...
          ..ApplicativeBuilder12
  }

yang sudah kita gunakan pada Bab 3:

  (d.getBacklog |@| d.getAgents |@| m.getManaged |@| m.getAlive |@| m.getTime)

Sintaks <* dan *> (paruh buruh kiri dan kanan) menawarkan cara mudah untuk mengabaikan keluaran dari salah satu dari dua efek paralel .

Walaupun sintaks |@| cukup jelas, ada masalah yang ada pada ApplicativeBuilder. Yaitu, pengalokasian objek dengan instans ApplicativeBuilder baru tiap kali penambahan efek. Bila tugas yang diberikan sangat bergantung pada I/O, maka alokasi memori tidak signifikan. Namun, bila tugas sangat bergantung pada CPU, maka sangat disarankan untuk menggunakan sintaks alternatif pengangkatan dengan arity yang tidak membuat objek penengah.

  def ^[F[_]: Apply,A,B,C](fa: =>F[A],fb: =>F[B])(f: (A,B) =>C): F[C] = ...
  def ^^[F[_]: Apply,A,B,C,D](fa: =>F[A],fb: =>F[B],fc: =>F[C])(f: (A,B,C) =>D): F[D] = ...
  ...
  def ^^^^^^[F[_]: Apply, ...]

digunakan seperti

  ^^^^(d.getBacklog, d.getAgents, m.getManaged, m.getAlive, m.getTime)

atau memanggil applyX secara langsung

  Apply[F].apply5(d.getBacklog, d.getAgents, m.getManaged, m.getAlive, m.getTime)

Walaupun lebih sering digunakan bersama dengan efek, Apply juga bisa digunakan dengan struktur data. Misalkan, kita bisa menulis ulang

  for {
    foo <- data.foo: Option[String]
    bar <- data.bar: Option[Int]
  } yield foo + bar.shows

sebagai

  (data.foo |@| data.bar)(_ + _.shows)

Bila kita hanya ingin menggabungkan keluaran sebagai sebuah tuple, ada metoda yang bisa memenuhi hal tersebut:

  @op("tuple") def tuple2[A,B](fa: =>F[A],fb: =>F[B]): F[(A,B)] = ...
  def tuple3[A,B,C](fa: =>F[A],fb: =>F[B],fc: =>F[C]): F[(A,B,C)] = ...
  ...
  def tuple12[...]
  (data.foo tuple data.bar) : Option[(String, Int)]

Juga ada versi umum dari ap untuk lebih dari dua parameter:

  def ap2[A,B,C](fa: =>F[A],fb: =>F[B])(f: F[(A,B) => C]): F[C] = ...
  def ap3[A,B,C,D](fa: =>F[A],fb: =>F[B],fc: =>F[C])(f: F[(A,B,C) => D]): F[D] = ...
  ...
  def ap12[...]

yang bersamaan dengan metoda .lift yang menerima fungsi normal dan mengangkat mereka pada konteks F[_]

  def lift2[A,B,C](f: (A,B) => C): (F[A],F[B]) => F[C] = ...
  def lift3[A,B,C,D](f: (A,B,C) => D): (F[A],F[B],F[C]) => F[D] = ...
  ...
  def lift12[...]

juga ada pula aplikasi sintaks parsial untuk ap

  def apF[A,B](f: =>F[A => B]): F[A] => F[B] = ...

Dan terakhir, .forever

  def forever[A, B](fa: F[A]): F[B] = ...

yang mengulang operasi dengan efek tanpa henti. Instans dari Apply harus aman secara alokasi stack atau kita bisa mendapatkan galat StackOverflowError.

5.6.2 Bind

Fungsi utama yang dibawa oleh Bind tentu adalah .bind yang sama dan sebangun dengan .flatMap. Dan sebagaimana yang telah kita pelajari pada bab sebelumnya, fungsi ini, .bind, memperkenankan sebuah fungsi untuk menerima nilai input dari keluaran dari fungsi dengan efek, dan pada akhirnya fungsi .bind mengembalikan sebuah nilai dengan efek yang sama dari fungsi pemberi nilai input. Fungsi .bind ini juga bisa menggabungkan dua buah struktur data.

  @typeclass trait Bind[F[_]] extends Apply[F] {
  
    @op(">>=") def bind[A, B](fa: F[A])(f: A => F[B]): F[B]
    def flatMap[A, B](fa: F[A])(f: A => F[B]): F[B] = bind(fa)(f)
  
    override def ap[A, B](fa: =>F[A])(f: =>F[A => B]): F[B] =
      bind(f)(x => map(fa)(x))
    override def apply2[A, B, C](fa: =>F[A], fb: =>F[B])(f: (A, B) => C): F[C] =
      bind(fa)(a => map(fb)(b => f(a, b)))
  
    def join[A](ffa: F[F[A]]): F[A] = bind(ffa)(identity)
  
    def mproduct[A, B](fa: F[A])(f: A => F[B]): F[(A, B)] = ...
    def ifM[B](value: F[Boolean], t: =>F[B], f: =>F[B]): F[B] = ...
  
  }

Pembaca budiman yang biasa menggunakan fungsi .flatten dari pustaka standar mungkin akan merasa familiar dengan fungsi .join. .join menerima sebuah konteks yang berlapis dan meratakan lapisan lapisan tadi menjadi satu.

Untuk kombinator turunan yang ada pada kelas tipe ini, pembaca budiman mendapatkan .ap dan .apply2 yang mempunyai batasan untuk selalu berkesesuaian dengan .bind. Pada nantinya, kita akan menyaksikan bahwa hukum ini berpengaruh besar dalam strategi paralelisasi.

Sebagaimana halnya dengan Functor.fproduct, mproduct juga memasangkan masukan dan keluaran dari fungsi tersebut di dalam F.

Bilamana if merupakan konstruk kondisional, ifM merupakan konstruk kondisional yang menerima struktur data atau operasi dengan efek:

  scala> List(true, false, true).ifM(List(0), List(1, 1))
  res: List[Int] = List(0, 1, 1, 0)

Untuk masalah performa, pembaca budiman tidak perlu kuatir bila menggunakan ifM dan ap karena kedua fungsi ini sudah dioptimalkan untuk menyimpan hasil eksekusi cabang kode di tembolok dan menggunakannya kembali saat kondisi terpenuhi. Sebagai contoh, silakan perhatikan contoh berikut

  scala> List(true, false, true).flatMap { b => if (b) List(0) else List(1, 1) }

yang menciptakan objek List(0) atau List(1, 1) baru tiap kali percabangan dieksekusi.

Untuk pembaca yang menyukai operator sintaks, Bind juga menyediakan sintaks khusus.

  implicit class BindOps[F[_]: Bind, A] (self: F[A]) {
    def >>[B](b: =>F[B]): F[B] = Bind[F].bind(self)(_ => b)
    def >>![B](f: A => F[B]): F[A] = Bind[F].bind(self)(a => f(a).map(_ => a))
  }

Operator >> biasa digunakan bila kita ingin membuang masukan bind. Sebaliknya, >>! digunakan ketika kita ingin menjalankan sebuah efek dan membuang keluarannya.

5.7 Applicative dan Monad

Bila dipandang dari sudut pandang fungsionalitas, Applicative merupakan Apply dengan metoda pure. Kurang lebih hal yang sama dengan Monad, merupakan Applicative yang diperluas dengan menggabungkan Bind.

  @typeclass trait Applicative[F[_]] extends Apply[F] {
    def point[A](a: =>A): F[A]
    def pure[A](a: =>A): F[A] = point(a)
  }
  
  @typeclass trait Monad[F[_]] extends Applicative[F] with Bind[F]

Setelah mempertimbangkan banyak hal, Applicative dan Monad bisa dianggap sebagai puncak atas semua yang telah kita pelajari dari bab ini. Sebagai contoh, .pure, atau .point bagi struktur data, acap kali digunakan untuk menghasilkan efek ataupun struktur data dari nilai.

Untuk membuat instans Applicative, pembaca budiman harus menerapkan sifat-sifat sebagai berikut:

  • Identity: fa <*> pure(identity) === fa, (where fa is an F[A]) i.e. applying pure(identity) does nothing.
  • Homomorphism: pure(a) <*> pure(ab) === pure(ab(a)) (where ab is an A => B), i.e. applying a pure function to a pure value is the same as applying the function to the value and then using pure on the result.
  • Interchange: pure(a) <*> fab === fab <*> pure(f => f(a)), (where fab is an F[A => B]), i.e. pure is a left and right identity
  • Mappy: map(fa)(f) === fa <*> pure(f)
  • Identitas: fa <*> pure(identity) === fa dimana fa merupakan sebuah F[A]. Sebagai contoh, pengaplikasian pure(identity) harus tidak mempunyai efek apapun tanpa mengubah apapun.
  • Homomorfisme: pure(a) <*> pure(ab) === pure(ab(a)) dimana ab merupakan pemeteaan dari A ke B (A => B). Misalkan, penerapan sebuah fungsi pure ke sebuah nilai pure adalah sama dengan penerapan fungsi tersebut ke sebuah nilai yang sama dan dilanjutkan dengan menerapkan fungsi pure pada hasilnya.
  • Komutatif: pure(a) <*> fab == fab <*> pure (f => f(a)) dimana fab merupakan sebuah F[A => B]. Contoh yang paling sederhana dari sifat ini adalah pure yang merupakan sebuah fungsi identitas baik untuk sisi kiri maupun sisi kanan.
  • Mappy: map(fa)(f) === fa <*> pure(f).

Dan sifat tambahan untuk Monad diatas adalah:

  • Identitas Kiri: pure(a).bind(f) === f(a).
  • Identitas Kanan: a.bind(pure(_)) === a.
  • Asosiatif: fa.bind(f).bind(g) === fa.bind(a => f(a).bind(g)) dimana fa merupkana sebuah F[A], f merupakan sebuah A => F[B] dan g merupakan B => F[C].

Sifat asosiatif menentukan bahwa pemanggilan fungsi bind yang disambung harus sesuai dengan fungsi bind lainnya. Walaupun bukan berarti kita bisa dengan seenaknya mengubah urutan pemanggilan fungsi fungsi tersebut karena hal tersebut adalah sifat komutatif. Sebagai contoh, flatMap yang merupakan alias dari bind tidak dapat diubah dari

  for {
    _ <- machine.start(node1)
    _ <- machine.stop(node1)
  } yield true

menjadi

  for {
    _ <- machine.stop(node1)
    _ <- machine.start(node1)
  } yield true

karena start dan stop tidak bersifat komutatif. Tentu karena efek dari kedua fungsi tersebut berbeda (bahkan berkebalikan!).

Berbeda halnya dengan penerapan sifat komutatif untuk pemanggilan beberapa start maupun stop. Sebagai contoh, kita dapat menulis ulang fungsi berikut

  for {
    _ <- machine.start(node1)
    _ <- machine.start(node2)
  } yield true

menjadi

  for {
    _ <- machine.start(node2)
    _ <- machine.start(node1)
  } yield true

yang, bila menggunakan dipandang menggunakan kacamata aljabar kita, setara. Tentu hal ini tidak bisa secara buta diterapkan ke semua aljabar. Lalu, kenapa kita melakukan hal ini? Karena kita mengasumsikan banyak hal dari Antarmuka Pemrograman Aplikasi dari Google Container yang kurang lebih cukup masuk akal dilakukan.

Konsekuensi praktis dari hal ini adalah sebuah Monad harus bersifat komutatif bila moteda applyX dapat dijalankan secara paralel. Dan pada Bab 3, kita mengambil jalan pintas saat kita menjalankan efek efek ini secara paralel

  (d.getBacklog |@| d.getAgents |@| m.getManaged |@| m.getAlive |@| m.getTime)

karena kita tahu bahwa fungsi-fungsi diatas bersifat komutatif bila dijalankan secara bebarengan. Bila nanti sudah waktunya untuk kita menerjemahkan aplikasi kita, kita harus membuktikan bahwa efek-efek yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi diatas harus bersifat komutatif dan bila implementasi bersifat asinkronus, kita bisa saja mengubah operasi menjadi bersifat berurutan, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Mengenai seluk beluk tentang cara yang dianjurkan saat kita berurusan dengan pengurutan efek dan apa saja efek efek yang ada, akan dibahas pada bab khusus mengenai Monad Lanjutan.

5.8 Divide dan Conquer

Sebagaimana yang terlihat pada gambar di atas, Divide berkorelasi dengan Contravariant sebagaimana Apply berkorelasi dengan Functor.

  @typeclass trait Divide[F[_]] extends Contravariant[F] {
    def divide[A, B, C](fa: F[A], fb: F[B])(f: C => (A, B)): F[C] = divide2(fa, fb)(f)
  
    def divide1[A1, Z](a1: F[A1])(f: Z => A1): F[Z] = ...
    def divide2[A, B, C](fa: F[A], fb: F[B])(f: C => (A, B)): F[C] = ...
    ...
    def divide22[...] = ...

divide menyatakan bahwa bila kita bisa memecah sebuah C menjadi sebuah A dan B, dan kita mendapat sebuah F[A] dan F[B], maka kita bisa mendapatkan seubah F[C].

Hal semacam ini sangat memudahkan kita untuk membuat instans kelas tipe kontravarian untuk tipe produk dengan memecah produk-produk menjadi bagian-bagian yang menyusunnya. Sebagai contoh, mari kita membuat sebuah Equal untuk tipe produk baru, Foo, dari instans Divide[Equal] milik Scalaz

  scala> case class Foo(s: String, i: Int)
  scala> implicit val fooEqual: Equal[Foo] =
           Divide[Equal].divide2(Equal[String], Equal[Int]) {
             (foo: Foo) => (foo.s, foo.i)
           }
  scala> Foo("foo", 1) === Foo("bar", 1)
  res: Boolean = false

Sebagaimana dengan Apply, Divide juga mempunyai sintaks untuk tuple. Berikut merupakan contoh memecah belah lalu menguasai dalah menyelesaikan permasalah pada perangkat lunak:

  ...
    def tuple2[A1, A2](a1: F[A1], a2: F[A2]): F[(A1, A2)] = ...
    ...
    def tuple22[...] = ...
  }

Secara umum, bila kelas tipe penyandi mampu menyediakan sebuah instans dari Divide, dan tidak berhenti hanya pada Contravariant, adalah sebuah hal yang tidak mustahil untuk menurunkan instans untuk semua case class. Sama halnya dengan kelas tipe dekoder juga mampu menyediakan instans Apply. Pembahasan mengenai penurunan kelas tipe akan dibahas lebih lanjut pada bab berikutnya.

Seperti yang sudah dibahas pada beberapa paragraf di atas, Divisible ke Contravariant adalah sama halnya dengan Applicative ke Functor. Selain itu, kelas tipe ini menyediakan metoda .conquer yang sama dengan .pure

  @typeclass trait Divisible[F[_]] extends Divide[F] {
    def conquer[A]: F[A]
  }

.conquer memperkenankan kita untuk membuat penerapan sederhana yang mengabaikan parameter tipe. Nilai nilai tersebut biasa disebut sebagai terkuantifikasi secara umum. Sebagai contoh, Divisible[Equal].conquer[INil[String]] akan mengembalikan sebuah implementasi Equal untuk senarai String kosong yang akan selalu true.

5.9 Plus

Plus merupakan Semigroup yang dikhususkan untuk konstruktor tipe. Sedangkan PlusEmpty adalah padanan untuk Monoid. Untuk IsEmpty lebih dikhususkan untuk menentukan apakah sebuah F[A] kosong atau tidak.

  @typeclass trait Plus[F[_]] {
    @op("<+>") def plus[A](a: F[A], b: =>F[A]): F[A]
  }
  @typeclass trait PlusEmpty[F[_]] extends Plus[F] {
    def empty[A]: F[A]
  }
  @typeclass trait IsEmpty[F[_]] extends PlusEmpty[F] {
    def isEmpty[A](fa: F[A]): Boolean
  }

Walaupun secara kasat mata <+> berperilaku seperti |+|

  scala> List(2,3) |+| List(7)
  res = List(2, 3, 7)
  
  scala> List(2,3) <+> List(7)
  res = List(2, 3, 7)

alangkah baiknya untuk menganggap operator ini hanya beroperasi pada F[_] dan tidak melihat isi dari fungtor tersebut. Plus juga mempunyai konvensi untuk selalu menghiraukan galat dan mengambil hasil operasi pertama. Maka dari itu, operator <+> dapat digunakan sebagai mekanisme arus pendek dan penanganan galat melalui gerakan mundur teratur:

  scala> Option(1) |+| Option(2)
  res = Some(3)
  
  scala> Option(1) <+> Option(2)
  res = Some(1)
  
  scala> Option.empty[Int] <+> Option(1)
  res = Some(1)

Sebagai contoh, bila kita mempunyai NonEmptyList[Option[Int]] dan kita ingin menghiraukan nilai None beserta mengambil hasil yang pertama kali munncul, kita akan memanggil <+> dari Foldable1.foldRight1:

  scala> NonEmptyList(None, None, Some(1), Some(2), None)
         .foldRight1(_ <+> _)
  res: Option[Int] = Some(1)

In fact, now that we know about Plus, we realise that we didn’t need to break typeclass coherence (when we defined a locally scoped Monoid[Option[A]]) in the section on Appendable Things. Our objective was to “pick the last winner”, which is the same as “pick the winner” if the arguments are swapped. Note the use of the TIE Interceptor for ccy and otc with arguments swapped.

Bahkan nyatanya, setelah kita tahu mengenai Plus, kita akan menyadari bahwa kita tidak perlu merusak koherensi kelas tipe (saat mendefinisikan sebuah Monoid[Option[A]] dengan cakupan lokal) pada seksi Appendable Things. Tujuan kita adalah “mengambil hasil pertama yang ditemui” yang sama saja dengan “mengambil hasil terakhir” bila argumen dibalik. Mohon diperhatikan, argumen <+> untuk ccy dan otc ditukar termpatnya.

  implicit val monoid: Monoid[TradeTemplate] = Monoid.instance(
    (a, b) => TradeTemplate(a.payments |+| b.payments,
                            b.ccy <+> a.ccy,
                            b.otc <+> a.otc),
    TradeTemplate(Nil, None, None)
  )

Applicative dan Monad juga mempunyai versi khusus dari PlusEmpty

  @typeclass trait ApplicativePlus[F[_]] extends Applicative[F] with PlusEmpty[F]
  
  @typeclass trait MonadPlus[F[_]] extends Monad[F] with ApplicativePlus[F] {
    def unite[T[_]: Foldable, A](ts: F[T[A]]): F[A] = ...
  
    def withFilter[A](fa: F[A])(f: A => Boolean): F[A] = ...
  }

.unite memperkenankan kita untuk menekuk struktur data menggunakan kontainer PlusEmpty[F].monoid paling luar, bukan kontainer bagian dalam. Sebagai contoh, untuk List[Either[String, Int]], Left[String] lah yang akan dikonversi ke .empty, bukan List[A], yang akan dikonversi menjadi .empty. Dan dilanjutkan dengan menggabungkan semuanya. Untuk pemrogram yang santai, metoda ini memberikan kita kenyamanan untuk membuang galat galat yang mungkin terjadi.

  scala> List(Right(1), Left("boo"), Right(2)).unite
  res: List[Int] = List(1, 2)
  
  scala> val boo: Either[String, Int] = Left("boo")
         boo.foldMap(a => a.pure[List])
  res: List[String] = List()
  
  scala> val n: Either[String, Int] = Right(1)
         n.foldMap(a => a.pure[List])
  res: List[Int] = List(1)

withFilter allows us to make use of for comprehension language support as discussed in Chapter 2. It is fair to say that the Scala language has built-in language support for MonadPlus, not just Monad!

withFilter memperkenankan kita untuk menggunakna dukungan komprehensi for yang sudah dibahas pada Bab 2. Hal ini menunjukkan bahwa Scala sudah mendukung MonadPlus dan tidak hanya Monad saja.

Kembali ke Foldable, kita akan menunjukkan beberapa metoda yang tidak kita diskusikan sebelumnya

  @typeclass trait Foldable[F[_]] {
    ...
    def msuml[G[_]: PlusEmpty, A](fa: F[G[A]]): G[A] = ...
    def collapse[X[_]: ApplicativePlus, A](x: F[A]): X[A] = ...
    ...
  }

msuml akan mem-fold menggunakan Monoid dari PlusEmpty[G] dan collapse mem-foldRight dengan menggunakan PlusEmpty dari tipe target:

  scala> IList(Option(1), Option.empty[Int], Option(2)).fold
  res: Option[Int] = Some(3) // menggunakan Monoid[Option[Int]]
  
  scala> IList(Option(1), Option.empty[Int], Option(2)).msuml
  res: Option[Int] = Some(1) // menggunakan PlusEmpty[Option].monoid
  
  scala> IList(1, 2).collapse[Option]
  res: Option[Int] = Some(1)

5.10 Penyendiri

Beberapa kelas tipe pada Scalaz tidak dapat menjadi bagian dari hierarki seperti Monad, Applicative, Functor dkk.

5.10.1 Zippy

  @typeclass trait Zip[F[_]]  {
    def zip[A, B](a: =>F[A], b: =>F[B]): F[(A, B)]
  
    def zipWith[A, B, C](fa: =>F[A], fb: =>F[B])(f: (A, B) => C)
                        (implicit F: Functor[F]): F[C] = ...
  
    def ap(implicit F: Functor[F]): Apply[F] = ...
  
    @op("<*|*>") def apzip[A, B](f: =>F[A] => F[B], a: =>F[A]): F[(A, B)] = ...
  
  }

Metoda inti dari kelas tipe ini adalah zip yang bisa dianggap sebagai Divide.tuple2 yang kurang fleksibel. Dan bila terdapat sebuah Functor[F] maka zipWith bisa berperilaku sebagaimana Apply.apply2. Dan menariknya, sebuah Apply[F] dapat dibuat dengan mamnggil ap dan mengaplikasikannya pada Zip[F] dan Functor[F].

apzip, mirip dengan Functor.fproduct menerima sebuah F[A] dan sebuah fungsi terangkat dari F[A] => F[B] dan menghasilkan sebuah F[(A, B)].

  @typeclass trait Unzip[F[_]]  {
    @op("unfzip") def unzip[A, B](a: F[(A, B)]): (F[A], F[B])
  
    def firsts[A, B](a: F[(A, B)]): F[A] = ...
    def seconds[A, B](a: F[(A, B)]): F[B] = ...
  
    def unzip3[A, B, C](x: F[(A, (B, C))]): (F[A], F[B], F[C]) = ...
    ...
    def unzip7[A ... H](x: F[(A, (B, ... H))]): ...
  }

Metoda utama dari kelas tipe Unzip adalah unzip dengan firsts dan seconds sebagai pemilih elemen pertama ataupun kedua dari pasangan pada F. Dan yang paling penting adalah, unzip merupakan kebalikan dari zip.

Metoda unzip3 sampai unzip7 merupakan pengaplikasian yang diulang dari unzip untuk menghilangkan basa basi. Sebagai contoh, bila kita menerima sebuah tuple berlapis, Unzip[Id] bisa dengan sigap meratakannya:

  scala> Unzip[Id].unzip7((1, (2, (3, (4, (5, (6, 7)))))))
  res = (1,2,3,4,5,6,7)

Pendek kata, Zip dan Unzip merupakan versi yang lebih kaku dari Divide dan Apply. Selain itu, kedua kelas tipe sebelumnya menyediakan fitur fitur berguna tanpa harus menyaratkan penggunaan F.

5.10.2 Optional

Pada dasarnya, Optional adalah bentuk umum dari struktur data yang mungkin mempunyai nilai, seperti Option dan Either.

Bila pembaca budiman ingat mengenai operator disjungsi (\/), operator tersebut merupakan perbaikan atas scala.Either. Selain itu, Scalaz juga memberikan operator lain sebagai peningkatan untuk scala.Option.

  sealed abstract class Maybe[A]
  final case class Empty[A]()    extends Maybe[A]
  final case class Just[A](a: A) extends Maybe[A]
  @typeclass trait Optional[F[_]] {
    def pextract[B, A](fa: F[A]): F[B] \/ A
  
    def getOrElse[A](fa: F[A])(default: =>A): A = ...
    def orElse[A](fa: F[A])(alt: =>F[A]): F[A] = ...
  
    def isDefined[A](fa: F[A]): Boolean = ...
    def nonEmpty[A](fa: F[A]): Boolean = ...
    def isEmpty[A](fa: F[A]): Boolean = ...
  
    def toOption[A](fa: F[A]): Option[A] = ...
    def toMaybe[A](fa: F[A]): Maybe[A] = ...
  }

Sebagaimana cuplikan diatas, tentu pembaca budiman cukup familiar dengan metoda-metoda di atas. Satu metoda yang mungkin agak asing adalah pextract yang menerima sebuah Functor[A] dan mengembalikan salah satu dari F[B] atau nilai a. Sebagai contoh, Optional[Option].pextract akan mengembalikan Option[Nothing] \/ A.

Selain itu, Scalaz juga memberikan operator terner untuk apapun yang mempunyai kelas tipe Optional

  implicit class OptionalOps[F[_]: Optional, A](fa: F[A]) {
    def ?[X](some: =>X): Conditional[X] = new Conditional[X](some)
    final class Conditional[X](some: =>X) {
      def |(none: =>X): X = if (Optional[F].isDefined(fa)) some else none
    }
  }

sebagai contoh

  scala> val knock_knock: Option[String] = ...
         knock_knock ? "who's there?" | "<tumbleweed>"

5.11 Co-

Tipe kelas dengan awalan “ko” pada umumnya, kelas ini merupakan lawan dari kelas tipe yang diawali “ko” tadi. Walaupun, bukan berarti kelas tipe ini selalu berupa invers. Untuk menunjukkan hubungan antara, misal, “sesuatu” dengan “ko-sesuatu”, kita akan mengikutsertakan penanda tipe dari “sesuatu” bilamana memungkinkan.

5.11.1 Cobind

  @typeclass trait Cobind[F[_]] extends Functor[F] {
    def cobind[A, B](fa: F[A])(f: F[A] => B): F[B]
  //def   bind[A, B](fa: F[A])(f: A => F[B]): F[B]
  
    def cojoin[A](fa: F[A]): F[F[A]] = ...
  //def   join[A](ffa: F[F[A]]): F[A] = ...
  }

cobind (juga dikenal sebagai coflatmap) menerima sebuah F[A] => B dan beroperasi atas F[A], bukan A. Walaupun hal ini bukan berarti F[A] harus benar benar merupakan fungtor dengan isi A. Biasanya, F[A] yang dimaksud di sini merupakan sub-struktur yang didefinisikan oleh cojoin (atau coflatten) yang mempunyai fungsi untuk memperluas sebuah data struktur.

Contoh permasalahan yang cocok untuk diselesaikan oleh Cobind sebenarnya cukup sulit untuk ditemui. Walaupun, sebagaimana yang diperlihatkan pada tabel permutasi Functor, adalah sebuah hal yang sulit untuk menyanggah mengenai penting atau tidaknya sebuah metoda bila dibandingka dengan metoda lainnya:

metoda parameter
map A => B
contramap B => A
xmap (A => B, B => A)
ap F[A => B]
bind A => F[B]
cobind F[A] => B

5.11.2 Comonad

  @typeclass trait Comonad[F[_]] extends Cobind[F] {
    def copoint[A](p: F[A]): A
  //def   point[A](a: =>A): F[A]
  }

.copoint (atau .copure) mengelupas sebuah elemen dari konteks yang melingkupinya. Efek biasanya tidak mempunyai instans Comonad karena Comonad akan menghapus transparansi rujukan saat penginterpretasian sebuah IO[A] menjadi A. Namun, untuk struktur data koleksi, penggunaan .copoint merupakan salah satu cara untuk mengakses semua elemen beserta elemen yang berdekatan dengannya.

Misalkan, sebuah daerah sekeliling (disingkat Hood dari neighbourhood) yang terdiri atas sebuah senarai elemen bagian kiri (lefts), elemen yang dilihat (focus), dan sebuah senarai elemen pada bagian kanan (rights).

  final case class Hood[A](lefts: IList[A], focus: A, rights: IList[A])

Struktur lefts dan rights harus dibuat dengan yang dimulai dari focus lalu semakin menjauh bila ditambahkan, sehingga kita bisa mendapatkan kembali IList awal dengan metoda .toIList.

  object Hood {
    implicit class Ops[A](hood: Hood[A]) {
      def toIList: IList[A] = hood.lefts.reverse ::: hood.focus :: hood.rights

Kita dapat menulis metoda-metoda untuk memindah fokus ke kiri (previous) ataupun ke kanan (next)

  ...
      def previous: Maybe[Hood[A]] = hood.lefts match {
        case INil() => Empty()
        case ICons(head, tail) =>
          Just(Hood(tail, head, hood.focus :: hood.rights))
      }
      def next: Maybe[Hood[A]] = hood.rights match {
        case INil() => Empty()
        case ICons(head, tail) =>
          Just(Hood(hood.focus :: hood.lefts, head, tail))
      }

Dengan mengaplikasikan more atas sebuah fungsi opsional secara berulang kepada sebuah Hood, kita dapat menghitung semua positions yang bisa digunakan pada Hood yang bersangkutan

  ...
      def more(f: Hood[A] => Maybe[Hood[A]]): IList[Hood[A]] =
        f(hood) match {
          case Empty() => INil()
          case Just(r) => ICons(r, r.more(f))
        }
      def positions: Hood[Hood[A]] = {
        val left  = hood.more(_.previous)
        val right = hood.more(_.next)
        Hood(left, hood, right)
      }
    }

Sekarang, kita dapat mengimplementasikan Comonad[Hood]

  ...
    implicit val comonad: Comonad[Hood] = new Comonad[Hood] {
      def map[A, B](fa: Hood[A])(f: A => B): Hood[B] =
        Hood(fa.lefts.map(f), f(fa.focus), fa.rights.map(f))
      def cobind[A, B](fa: Hood[A])(f: Hood[A] => B): Hood[B] =
        fa.positions.map(f)
      def copoint[A](fa: Hood[A]): A = fa.focus
    }
  }

cojoin memberikan kita sebuah Hood[Hood[IList]] yang berisi semua Hood ynag mungkin pada IList awal kita

  scala> val middle = Hood(IList(4, 3, 2, 1), 5, IList(6, 7, 8, 9))
  scala> middle.cojoin
  res = Hood(
          [Hood([3,2,1],4,[5,6,7,8,9]),
           Hood([2,1],3,[4,5,6,7,8,9]),
           Hood([1],2,[3,4,5,6,7,8,9]),
           Hood([],1,[2,3,4,5,6,7,8,9])],
          Hood([4,3,2,1],5,[6,7,8,9]),
          [Hood([5,4,3,2,1],6,[7,8,9]),
           Hood([6,5,4,3,2,1],7,[8,9]),
           Hood([7,6,5,4,3,2,1],8,[9]),
           Hood([8,7,6,5,4,3,2,1],9,[])])

Dan memang, cojoin sebenarnya adalah positions! Tentu, kita dapat meng-override-nya dengan implementasi yang lebih lugas dan performan.

  override def cojoin[A](fa: Hood[A]): Hood[Hood[A]] = fa.positions

Comonad menggeneralisasi konsep Hood untuk semua struktur data. Hood merupakan sebuah contoh dari zipper (tidak ada hubungannya dengan Zip). Scalaz sendiri juga mempunyai sebuah tipe data Zipper yang berhubungan dengan aliran (mis, struktur 1 dimensi tak hingga), yang akan kita bahan pada bab selanjutnya.

Salah satu penggunaan dari sebuah zipper adalah automata seluler yang menghitung nilai tiap sel generasi selanjutnya dengan melakukan penghitungan terhadap sel-sel di sekeliling sel tadi.

5.11.3 Cozip

  @typeclass trait Cozip[F[_]] {
    def cozip[A, B](x: F[A \/ B]): F[A] \/ F[B]
  //def   zip[A, B](a: =>F[A], b: =>F[B]): F[(A, B)]
  //def unzip[A, B](a: F[(A, B)]): (F[A], F[B])
  
    def cozip3[A, B, C](x: F[A \/ (B \/ C)]): F[A] \/ (F[B] \/ F[C]) = ...
    ...
    def cozip7[A ... H](x: F[(A \/ (... H))]): F[A] \/ (... F[H]) = ...
  }

Walaupun dinamai sebagai cozip, kelas tipe ini mungkin lebih cocok bila dibicarakan sebagai simetri dari unzip. Bilamana unzip memisah F[_] dari tuple (produk) menjadi tuple F[_], cozip memisah F[_] dari disjungsi (ko-produk) menjadi disjungsi F[_].

5.12 Bi-

Seringkali kita menemui keadaan dimana kita mempunyai sebuah benda yang mempunyai dua tipe, dan kita ingin memetakan keduanya ke kategori lain. Sebagai contoh, mungkin kita ingin melacak galat pada bagian kiri sebuah Either dan ingin melakukan sesuatu pada pesan galat tersebut.

Kelas tipe Functor / Foldable / Traverse mempunyai sepupu yang janggal yang memperkenankan kita untuk memetakan dari satu kategori ke kategori lainnya secarabolak balik.

  @typeclass trait Bifunctor[F[_, _]] {
    def bimap[A, B, C, D](fab: F[A, B])(f: A => C, g: B => D): F[C, D]
  
    @op("<-:") def leftMap[A, B, C](fab: F[A, B])(f: A => C): F[C, B] = ...
    @op(":->") def rightMap[A, B, D](fab: F[A, B])(g: B => D): F[A, D] = ...
    @op("<:>") def umap[A, B](faa: F[A, A])(f: A => B): F[B, B] = ...
  }
  
  @typeclass trait Bifoldable[F[_, _]] {
    def bifoldMap[A, B, M: Monoid](fa: F[A, B])(f: A => M)(g: B => M): M
  
    def bifoldRight[A,B,C](fa: F[A, B], z: =>C)(f: (A, =>C) => C)(g: (B, =>C) => C): C
    def bifoldLeft[A,B,C](fa: F[A, B], z: C)(f: (C, A) => C)(g: (C, B) => C): C = ...
  
    def bifoldMap1[A, B, M: Semigroup](fa: F[A,B])(f: A => M)(g: B => M): Option[M] = ...
  }
  
  @typeclass trait Bitraverse[F[_, _]] extends Bifunctor[F] with Bifoldable[F] {
    def bitraverse[G[_]: Applicative, A, B, C, D](fab: F[A, B])
                                                 (f: A => G[C])
                                                 (g: B => G[D]): G[F[C, D]]
  
    def bisequence[G[_]: Applicative, A, B](x: F[G[A], G[B]]): G[F[A, B]] = ...
  }

Walaupun penanda tipe dari metoda-metoda di atas bisa dikatakan sangat lantung, mereka tidak lain dan tidak bukan hanyalah metoda inti dari Functor, Foldable, dan Bitraverse yang menerima dua fungsi, bukan satu. Selain itu, metoda-metoda tadi juga memaksa kedua fungsi untuk mengembalikan tipe yang sama dengan pertimbangan keluaran mereka dapat digabungkan menggunakan Monoid ataupun Semigroup.

  scala> val a: Either[String, Int] = Left("fail")
         val b: Either[String, Int] = Right(13)
  
  scala> b.bimap(_.toUpperCase, _ * 2)
  res: Either[String, Int] = Right(26)
  
  scala> a.bimap(_.toUpperCase, _ * 2)
  res: Either[String, Int] = Left(FAIL)
  
  scala> b :-> (_ * 2)
  res: Either[String,Int] = Right(26)
  
  scala> a :-> (_ * 2)
  res: Either[String, Int] = Left(fail)
  
  scala> { s: String => s.length } <-: a
  res: Either[Int, Int] = Left(4)
  
  scala> a.bifoldMap(_.length)(identity)
  res: Int = 4
  
  scala> b.bitraverse(s => Future(s.length), i => Future(i))
  res: Future[Either[Int, Int]] = Future(<not completed>)

Sebagai tamabahan, kita dapat meninjau kembali MonadPlus (yang merupakan Monad dengan tambahan filterWith dan unite) dan mempertimbangkan apakah kelas tipe ini bisa memisah konten Bifoldable dari sebuah Monad

  @typeclass trait MonadPlus[F[_]] {
    ...
    def separate[G[_, _]: Bifoldable, A, B](value: F[G[A, B]]): (F[A], F[B]) = ...
    ...
  }

Hal ini sangat berguna bila kita mempunyai sebuah koleksi dari bi-things dan kita ingin me-reorganisasi menjadi sebuah koleksi atas A dan koleksi atas B

  scala> val list: List[Either[Int, String]] =
           List(Right("hello"), Left(1), Left(2), Right("world"))
  
  scala> list.separate
  res: (List[Int], List[String]) = (List(1, 2), List(hello, world))

5.13 Kesimpulan

Sesungguhnya, materi pada bab ini cukup banyak dan kita sudah mengeksplorasi pustaka standar untuk fungsionalitas polimorfis. Namun, bila kita harus membandingkan satu dengan lainnya, pustaka standar Koleksi milik Scala memiliki trait yang jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kelas tipe yang dimiliki oleh Scalaz.

Adalah hal yang jamak ditemui bila sebuah aplikasi pemrograman fungsional hanya menyentuh sebagian kecil dari hierarki kelas tipe. Hal itu juga dengan mempertimbangkan bahwa kebanyakan fungsionalitas berasal dari aljabar spesifik domain dan kelas tipe. Bahkan bila kelas tipe yang spesifik pada domain hanya merupakan salinan khusus dari kelas tipe Scalaz, kita bisa melakukan refaktor di lain waktu.

Sebagai tambahan, kita juga sudah mengikutsertakan contekan untuk kelas tipe dan metoda utamanya pada Lampiran. Contekan ini mendapatkan inspirasi dari Contekan Scalaz yang ditulis oleh Adam Rosien.

Lebih lanjut, Valentin Kasas menjelaskan mengenai Penggabungan N thing:

6. Tipe Data Scalaz

Siapa yang tidak suka dengan struktur data keren? Tentu tidak ada, karena semua struktur data keren!

Pada bab ini, kita akan mengeksplorasi tipe data seperti koleksi yang ada pada Scalaz dan juga tipe data yang memperkaya Scala dengan semantik multi guna dan keamanan tipe data.

Alasan utama kita memberi perhatian lebih terhadap banyaknya jenis koleksi yang kita miliki adalah performa. Sebuah vektor dan senarai mampu melakukan hal yang sama, namun karakteristik performa mereka berbeda: sebuah vektor mempunyai beban pencarian konstan sendangkan senarai harus melangkahi elemen satu per satu.

Semua koleksi yang ditunjukkan di sini bersifat persisten: blia kita menambah ataupun menghapus sebuah elemen, kita masih bisa menggunakan koleksi sebelumnya. Pembagian struktural merupakan bagian penting bila kita berbicara mengenai performa dari struktur data persisten. Bila kita tidak memperhatikan pembagian struktural, koleksi akan dibuat ulang setiap kali operasi atas koleksi tersebut dilakukan.

Tidak seperti koleksi pada pustaka standar Java dan Scala, Scalaz tidak mempunyai hierarki tipe data: koleksi-koleksi ini lebih sederhana dan mudah dipahami. Fungsionalitas polimorfis tersedia dengan mengoptimisasi instans dari kelas tipe yang telah kita pelajari pada bab sebelumnya. Penggunaan instans kelas tipe sangat mempermudah kita dalam menukar implementasi dengan alasan performa ataupun dengan membuat implementasi kita sendiri.

6.1 Varian Tipe

Banyak dari tipe data Scalaz mempunyai parameter tipe yang bersifat invarian. Sebagai contoh, IList[A] bukan merupakan sub-tipe dari IList[B] walau A <: B.

6.1.1 Kovarian

Salah satu permasalahan dari parameter tipe kovarian, seperti class List[+A], adalah List[A] juga merupakan sub-tipe dari List[Any]. Hal semacam ini sangat mempermudah hilangnya informasi tipe.

  scala> List("hello") ++ List(' ') ++ List("world!")
  res: List[Any] = List(hello,  , world!)

Harap perhatikan bahwa senarai kedua merupakan List[Char] dan kompilator menyimpulkan, walaupun ngaco, bahwa Batas Atas Terendah (BAT) sebagai Any. Bila dibandingkan dengan IList, yang mengharuskan .widen[Any] secara eksplisit untuk memberikan celah untuk kecerobohan semacam ini:

  scala> IList("hello") ++ IList(' ') ++ IList("world!")
  <console>:35: error: type mismatch;
   found   : Char(' ')
   required: String
  
  scala> IList("hello").widen[Any]
           ++ IList(' ').widen[Any]
           ++ IList("world!").widen[Any]
  res: IList[Any] = [hello, ,world!]

Hal yang sama juga terjadi ketika kompilator menyimpulkan bahwa sebuah tipe with Product with Serializable (yang berupa Product dan Serializable), hal semacam ini merupakan indikator yang kuat bahwa pelebaran tanpa sengaja telah terjadi dikarenakan kovarian.

Sayangnya, kita harus berhati-hati saat menyusun tipe data invarian dikarenakan kalkulasi BAT dilakukan pada parameter:

  scala> IList("hello", ' ', "world")
  res: IList[Any] = [hello, ,world]

Masalah yang mirip dengan hal ini juga terjadi pada tipe Nothing milik Scala, yang merupakan sub-tipe dari semua tipe, termasuk ADT sealed, kelas final, primitif, dan null.

Dikarenakan tidak ada nilai dari tipe Nothing: fungsi yang menerima Nothing sebagai salah satu parameter tidak dapat dijalankan dan fungsi yang mengembalikan Nothing tidak akan mengembalikan kembaliannya. Nothing pada awalnya diperkenalkan sebagai sebuah mekanisme untuk memperkenankan kovarian pada parameter tipe. Walaupun, sebagai konsekuensinya yang tak disengaja, kita juga bisa menghasilkan kode yang tak bisa dijalankan. Di sisi lain Scalaz berpendapat bahwa kita tidak butuh parameter tipe kovarian. Hal ini berarti bahwa kita membatasi diri kita untuk hanya menulis kode yang bisa dijalankan saja.

6.1.2 Kontrarivarian

Agak berbeda dengan kovarian, parameter tipe kontravarian, seperti trait Thing[-A], bisa menimbulkan masalah tak terduga sebagaimana yang ditunjukkan pada kutu di kompilator. Paul Phillips (bekas anggota tim scalac) juga telah mendemonstrasikan apa yang dia sebut sebagai kontrari-varian.

  scala> :paste
         trait Thing[-A]
         def f(x: Thing[ Seq[Int]]): Byte   = 1
         def f(x: Thing[List[Int]]): Short  = 2
  
  scala> f(new Thing[ Seq[Int]] { })
         f(new Thing[List[Int]] { })
  
  res = 1
  res = 2

Sebagaimana yang telah pembaca yang budiman terka, kompilator berhasil menentukan argumen paling spesifik untuk setiap pemanggilan f. Namun, resolusi implisit dari kompilator memberikan hasil yang tak terduga:

  scala> :paste
         implicit val t1: Thing[ Seq[Int]] =
           new Thing[ Seq[Int]] { override def toString = "1" }
         implicit val t2: Thing[List[Int]] =
           new Thing[List[Int]] { override def toString = "2" }
  
  scala> implicitly[Thing[ Seq[Int]]]
         implicitly[Thing[List[Int]]]
  
  res = 1
  res = 1

Resolusi implisit membalik definisi kompilator atas “argumen paling spesifik” untuk tipe kontravarian sehingga argumen tersebut menjadi percuma bila digunakan dengan kelas tipe maupun semua yang menggunakan fungsionalitas polimorfis. Perilaku semacam ini sudah dibenahi pada Dotty.

6.1.3 Batasan dari Pembuatan Subtipe

Sebagaimana yang telah pembaca yang budiman ketahui, scala.Option mempunyai metoda .flatten yang akan mengubah Option[Option[B]] menjadi Option[B]. Namun, sistem tipe Scala akan menggagalkan usaha kita untuk menuliskan penanda tipe untuk metoda tersebut. Mohon perhatikan pada contoh berikut yang terlihat benar anmun mempunyai sebuah kutu yang hampir tak kasat mata:

  sealed abstract class Option[+A] {
    def flatten[B, A <: Option[B]]: Option[B] = ...
  }

A yang diperkenalkan pada .flatten membayangi A yang diperkenalkan pada kelas. Hal seperti ini sama saja dengan menuliskan

  sealed abstract class Option[+A] {
    def flatten[B, C <: Option[B]]: Option[B] = ...
  }

yang berbeda dengan batasan yang kita inginkan.

Untuk menyiasati batasan ini, Scala mendefinisikan kelas infiks <:< dan =:= beserta bukti implisit yang selalu meninggalkan sebuah saksi

  sealed abstract class <:<[-From, +To] extends (From => To)
  implicit def conforms[A]: A <:< A = new <:<[A, A] { def apply(x: A): A = x }
  
  sealed abstract class =:=[ From,  To] extends (From => To)
  implicit def tpEquals[A]: A =:= A = new =:=[A, A] { def apply(x: A): A = x }

=:= bisa digunakan untuk memaksa kedua parameter tipe benar benar sama. Sedangkan <:< digunakan untuk mendeskripsikan hubungan sub-tipe. Kedua kelas tersebut memperkenankan kita untuk mengimplementasikan .flatten sebagai

  sealed abstract class Option[+A] {
    def flatten[B](implicit ev: A <:< Option[B]): Option[B] = this match {
      case None        => None
      case Some(value) => ev(value)
    }
  }
  final case class Some[+A](value: A) extends Option[A]
  case object None                    extends Option[Nothing]

Scalaz memperbaiki kedua kelas tadi dengan menggunakan Liskov (dialiaskan sebagai <~<) dan Leibniz (===).

  sealed abstract class Liskov[-A, +B] {
    def apply(a: A): B = ...
    def subst[F[-_]](p: F[B]): F[A]
  
    def andThen[C](that: Liskov[B, C]): Liskov[A, C] = ...
    def onF[X](fa: X => A): X => B = ...
    ...
  }
  object Liskov {
    type <~<[-A, +B] = Liskov[A, B]
    type >~>[+B, -A] = Liskov[A, B]
  
    implicit def refl[A]: (A <~< A) = ...
    implicit def isa[A, B >: A]: A <~< B = ...
  
    implicit def witness[A, B](lt: A <~< B): A => B = ...
    ...
  }
  
  // penanda tipe sudah disederhanakan
  sealed abstract class Leibniz[A, B] {
    def apply(a: A): B = ...
    def subst[F[_]](p: F[A]): F[B]
  
    def flip: Leibniz[B, A] = ...
    def andThen[C](that: Leibniz[B, C]): Leibniz[A, C] = ...
    def onF[X](fa: X => A): X => B = ...
    ...
  }
  object Leibniz {
    type ===[A, B] = Leibniz[A, B]
  
    implicit def refl[A]: Leibniz[A, A] = ...
  
    implicit def subst[A, B](a: A)(implicit f: A === B): B = ...
    implicit def witness[A, B](f: A === B): A => B = ...
    ...
  }

Selain metoda-metoda umum yang tentu berguna dan konversi implisit, bukti dari kelas <~< dan === lebih memegang prinsip bila dibandingkan dengan kelas <:< dan =:= milik pustaka standar.

6.2 Evaluasi

Pada bahasa pemrograman Java, evaluasi program dijalankan secara tegas: semua parameter dari sebuah metoda harus dievaluasi menjadi sebuah nilai sebelum metoda tersebut dipanggil. Scala, di sisi lain, memperkenalkan istilah parameter by-name pada metoda dengan sintaks a: => A. Parameter ini dibungkus sebagai fungsi tanpa argumen yang dipanggil tiap kali a dirujuk. Seperti yang telah kita lihat pada bab-bab sebelumnya, kelas tipe cenderung menggunakan parameter by-name.

Scala juga mempunyai strategi evaluasi nilai berdasarkan pemanggilan by-need, menggunakan kata kunci lazy: komputasi dilakukan paling banyak satu kali ketika nilai parameter akan digunakan. Sayangnya, scala tidak mendukung evaluasi komputasi dengan pemanggilan by-need pada parameter metoda.

Scalaz memformalisasi tiga strategi evaluasi yang menggunakan TDA

  sealed abstract class Name[A] {
    def value: A
  }
  object Name {
    def apply[A](a: =>A) = new Name[A] { def value = a }
    ...
  }
  
  sealed abstract class Need[A] extends Name[A]
  object Need {
    def apply[A](a: =>A): Need[A] = new Need[A] {
      private lazy val value0: A = a
      def value = value0
    }
    ...
  }
  
  final case class Value[A](value: A) extends Need[A]

Bentuk evaluasi paling lemah adalah Name yang tidak memberikan jaminan komputasi. Selanjutnya adalah Need, yang menjamin evaluasi paling banyak satu kali. Dan evaluasi Value yang merupakan nilai hasil dari komputasi yang terjadi sebelum pemanggilan terjadi. Evaluasi Value menjamin satu kali evaluasi.

Bila kita berbengah diri, bisa saja kita munder ke kelas tipe dan membuat metoda mereka untuk secara spesifik menerima parameter Name, Need, atau Value. Namun, kita memilih untuk mengasumsikan bahwa parameter normal akan selalu dibungkus dalam sebuah Value dan parameter by-name dapat dibungkus dengan Name.

Ketika kita menulis program murni, kita bebas untuk mengganti Name dengan Need atau Value, begitu juga sebaliknya, tanpa mengubah kebenaran program. Yang menjadi esensi dari transparansi rujukan adalah keluwesan untuk mengganti sebuah komputasi dengan nilai komputasi tersebut atau mengganti nilai sebuah komputasi dengan komputasi itu sendiri.

Pada pemrograman fungsional, kita hampir selalu menggunakan Value atau Need (dikenal dengan tegas dan lundung) dikarenakan hampir tidak ada untungnya menggunakan Name secara eksplisit. Hal ini dikarenakan tidak dukungan pada tingkat bahasa untuk parameter metoda yang dipanggil secara lundung. Metoda secara umum meminta parameter by-name lalu mengubahnya menjadi Need secara internal agar mendapatkan tambahan performa.

Name menyediakan instans dari kelas tipe berikut:

  • Monad
  • Comonad
  • Traverse1
  • Align
  • Zip / Unzip / Cozip

6.3 Memoisasi

Scalaz mampu melakukan memoisasi fungsi yang belum pasti akan selalu dievaluasi dikarenakan bermacamnya implementasi. Secara formal, memoisasi diwakilkan dengan Memo:

  sealed abstract class Memo[K, V] {
    def apply(z: K => V): K => V
  }
  object Memo {
    def memo[K, V](f: (K => V) => K => V): Memo[K, V]
  
    def nilMemo[K, V]: Memo[K, V] = memo[K, V](identity)
  
    def arrayMemo[V >: Null : ClassTag](n: Int): Memo[Int, V] = ...
    def doubleArrayMemo(n: Int, sentinel: Double = 0.0): Memo[Int, Double] = ...
  
    def immutableHashMapMemo[K, V]: Memo[K, V] = ...
    def immutableTreeMapMemo[K: scala.Ordering, V]: Memo[K, V] = ...
  }

memo memperkenankan kita untuk membuat implementasi khusus atas kelas tipe Memo. Sedangkan untuk nilMemo, metoda ini tidak melakukan memoisasi. Dengan kata lain, nilMemo mengevaluasi fungsi secara normal. Untuk implementasi metoda lainnya, mereka hanya mencegat pemanggilan fungsi dan nilai yang tersimpan di tembolok dengan menggunakan implementasi dari pustaka koleksi standar.

Untuk menggunakan Memo, kita hanya perlu membungkus sebuah fungsi dengan implmentasi Memo dan dilanjutkan dengan memanggil fungsi ter-memoisasi tadi:

  scala> def foo(n: Int): String = {
           println("running")
           if (n > 10) "wibble" else "wobble"
         }
  
  scala> val mem = Memo.arrayMemo[String](100)
         val mfoo = mem(foo)
  
  scala> mfoo(1)
  running // dievaluasi
  res: String = wobble
  
  scala> mfoo(1)
  res: String = wobble // dimemoisasi

Bila sebuah fungsi menerima lebih dari sebuah parametr, kita harus mengubah parameter-parameter tadi menjadi sebuah tuple menggunakan metoda tupled sehingga fungsi tadi berubah menjadi fungsi ter-memoisasi yang menerima sebuah tuple.

  scala> def bar(n: Int, m: Int): String = "hello"
         val mem = Memo.immutableHashMapMemo[(Int, Int), String]
         val mbar = mem((bar _).tupled)
  
  scala> mbar((1, 2))
  res: String = "hello"

Memo pada dasarnya dianggap sebagai konstruk khusus dan penegakan aturan mengenai kemurnian sedikit lebih longgar dengan alasan memudahkan implmentasi. Agar tetap murni, yang perlu kita lakukan hanyalah memastikan implementasi Memo yang kita buat untuk selalu secara melakukan transparansi saat merujuk pada saat evaluasi K => V. Kita bisa juga menggunakan data yang bisa bermutasi dan melakukan I/O pada implementasi Memo, misal dengan LRU atau tembolok terdistribusi tannpa harus mendeklarasikan efek pada penanda tipe. Bahasa pemrograman fungsional lainnya punya mekanisme memoisasi terotomatis yang diatur oleh lingkungan waktu jalan mereka. Memo di sisi lain, merupakan satu-satunya cara kita untuk menambal JVM agar mempunyai dukungan yang mirip.

6.4 Pelabelan

Pada bagian dimana kita memperkenalkan kelas tipe Monoid , kita membuat sebuah instans Monoid untuk TradeTemplate (yang disimbolkan dengan Monoid[TradeTemplate]). Namun, kita juga menemukan bahwa perilaku Scalaz tidak sesuai dengan ekspektasi kita terhadap Monoid[Option[A]]. Perbedaan perilaku semacam ini bukan sebuah keluputan dari Scalaz: Seringkali kita akan mendapatkan tipe data yang bisa menerapkan kelas tipe mendasar dengan banyak cara, namun tidak berperilaku sesuai dengan yang kita inginkan.

Contoh sederhana atas permasalahan seperti ini adalah Monoid[Boolean] (konjungsi && dan disjungsi ||) dan Monoid[Int] (perkalian dan penjumlahan).

Untuk menerapkan Monoid[TradeTemplate], kita terpaksa harus merusak harmonisasi kelas tipe, atau tinggal menggunakan kelas tipe lain.

Untuk menyelesaikan masalah yang muncul pada penerapan beberapa kelas tipe pada satu kelas, scalaz.Tag bisa digunakan tanpa merusak koherensi dari kelas tipe yang sudah ada.

Pendefinisian metoda Tag memang agak rancu. Namun, sintaks yang digunakan sangat jelas. Beginilah cara kita untuk mengelabuhi kompilator agar kita bisa mendefinisikan tipe infiks A && T yang menghapus penanda tipe menjadi A pada saat waktu jalan:

  type @@[A, T] = Tag.k.@@[A, T]
  
  object Tag {
    @inline val k: TagKind = IdTagKind
    @inline def apply[A, T](a: A): A @@ T = k(a)
    ...
  
    final class TagOf[T] private[Tag]() { ... }
    def of[T]: TagOf[T] = new TagOf[T]
  }
  sealed abstract class TagKind {
    type @@[A, T]
    def apply[A, T](a: A): A @@ T
    ...
  }
  private[scalaz] object IdTagKind extends TagKind {
    type @@[A, T] = A
    @inline override def apply[A, T](a: A): A = a
    ...
  }

Beberapa label yang bermanfaat yang disediakan pada objek Tags

  object Tags {
    sealed trait First
    val First = Tag.of[First]
  
    sealed trait Last
    val Last = Tag.of[Last]
  
    sealed trait Multiplication
    val Multiplication = Tag.of[Multiplication]
  
    sealed trait Disjunction
    val Disjunction = Tag.of[Disjunction]
  
    sealed trait Conjunction
    val Conjunction = Tag.of[Conjunction]
  
    ...
  }

First / Last digunakan untuk memilih instans Monoid dengan mengambil oeran bukan-nol pertama / terakhir yang ditemui. Multiplication, tentu, digunakan untuk perkalian numerik, bukan penambahan. Disjunction / Conjunction digunakan untuk memilih && atau ||.

Pada TradeTemplate, jauh lebih disukai untuk menggunakan Option[Currency] @@ Tags.Last bila dibandingkan hanya menggunakan Option[Currency] saja. Karena hal semacam ini sangat jamak dijumpai, maka kita bisa menggunakan alias bawaan, LastOption

  type LastOption[A] = Option[A] @@ Tags.Last

yang memperkenankan kita untuk menulis Monoid[TradeTemplate] menjadi lebih jelas

  final case class TradeTemplate(
    payments: List[java.time.LocalDate],
    ccy: LastOption[Currency],
    otc: LastOption[Boolean]
  )
  object TradeTemplate {
    implicit val monoid: Monoid[TradeTemplate] = Monoid.instance(
      (a, b) =>
        TradeTemplate(a.payments |+| b.payments,
                      a.ccy |+| b.ccy,
                      a.otc |+| b.otc),
        TradeTemplate(Nil, Tag(None), Tag(None))
    )
  }

Sedangkan bila kita harus membuat sebuah nilai mentah untuk tipe LastOption, kita bisa menggunakan Tag pada sebuah Option. Kita akan menyebut hal ini sebagai Tag(None).

Pada bab mengenai derivasi kelas tipe, kita akan melangkah lebih lanjut dengan melakukan derivasi otomatis atas monoid.

Tentu sangat menggiurkan untuk menggunakan Tag agar tipe data pada validasi borang (mis, String @@ PersonName), namun hal ini harus dihindari karena tidak ada pemeriksaan konten pada saat waktu jalan. Tag seharusnya hanya boleh digunakan untuk pemilihan kelas tipe saja. Pembaca budiman dianjurkan untuk menggunakan pustaka Refined yang diperkenalkan pada bab 4 untuk membatasi nilai.

6.5 Transformasi Natural

Pada Scala, penulisan sebuah fungsi yang memetakan sebuah tipe ke tipe lainnya biasa dituliskan sebagai A => B. Penulisan tersebut sendiri merupakan pemanis sintaksis untuk Function[A, B]. Sedangkan untuk memetakan konstruktor tipe F[_] ke G[_]. Scalaz menyediakan pemanis sintaks yeang mirip dengan A => B yaitu F ~> G.

F ~> G disebut sebagai transformasi natural dan secara umum terkuantifikasi karena sintaks ini tidak menghiraukan isi dari F_].

  type ~>[-F[_], +G[_]] = NaturalTransformation[F, G]
  trait NaturalTransformation[-F[_], +G[_]] {
    def apply[A](fa: F[A]): G[A]
  
    def compose[E[_]](f: E ~> F): E ~> G = ...
    def andThen[H[_]](f: G ~> H): F ~> H = ...
  }

Sebagai contoh transformasi natural, mari kita lihat sebuah fungsi yang mengubah IList menjadi List

  scala> val convert = new (IList ~> List) {
           def apply[A](fa: IList[A]): List[A] = fa.toList
         }
  
  scala> convert(IList(1, 2, 3))
  res: List[Int] = List(1, 2, 3)

atau yang lebih ringkas, dengan menggunakan pemanis kind-projector:

  scala> val convert = λ[IList ~> List](_.toList)
  
  scala> val convert = Lambda[IList ~> List](_.toList)

Namun pada tahap pengembangan sehari-hari, sangat mungkin kita menggunakan transformasi natural untuk memetakan dari aljabar satu ke aljabar lainnya. Sebagai contoh, pada drone-dynamic-agents, kita mungkin lebih memilih untuk mengimplementasikannya dengan menggunakan aljabar yang sudah ada, BigMachines. Setelah mengetahui adanya transformasi ini, kita mungkin akan memilih untuk melakukan transformasi dengan menggunakan Machine ~> BigMachines daripada secara manual menulis ulang logika bisnis dan test kita menggunankan BigMachine. Kita akan kembali membahas gagasan ini pada bab mengenai Monad Lanjutan.

6.6 Isomorphism

Seringkali kita mendapati dua tipe yang benar-benar sama dan mengakibatkan masalah kompatibilitas yang dikarenakan kompilator tidak mengetauhi asumsi- asumsi yang kita ketahui. Hal ini biasanya terjadi bila kita menggunakan kode dari pihak ketiga yang sama dengan kode kita yang sudah ada.

Masalah seperti ini bisa diselesaikan dengan Isomorphism. Sebuah isomorfisme mendefinisikan secara formal hubungan setara antara dua tipe. Isomorphism mempunyai tiga varian berdasarkan perbedaan bentuk dari tipe:

  object Isomorphism {
    trait Iso[Arr[_, _], A, B] {
      def to: Arr[A, B]
      def from: Arr[B, A]
    }
    type IsoSet[A, B] = Iso[Function1, A, B]
    type <=>[A, B] = IsoSet[A, B]
    object IsoSet {
      def apply[A, B](to: A => B, from: B => A): A <=> B = ...
    }
  
    trait Iso2[Arr[_[_], _[_]], F[_], G[_]] {
      def to: Arr[F, G]
      def from: Arr[G, F]
    }
    type IsoFunctor[F[_], G[_]] = Iso2[NaturalTransformation, F, G]
    type <~>[F[_], G[_]] = IsoFunctor[F, G]
    object IsoFunctor {
      def apply[F[_], G[_]](to: F ~> G, from: G ~> F): F <~> G = ...
    }
  
    trait Iso3[Arr[_[_, _], _[_, _]], F[_, _], G[_, _]] {
      def to: Arr[F, G]
      def from: Arr[G, F]
    }
    type IsoBifunctor[F[_, _], G[_, _]] = Iso3[~~>, F, G]
    type <~~>[F[_, _], G[_, _]] = IsoBifunctor[F, G]
  
    ...
  }

Tipe alias IsoSet, IsoFunctor, dan IsoBifunctor mencakup hal-hal umum: fungsi reguler, transformasi atural, dan transformasi binatural. Fungsi fungsi pembantu mempermudah kita dalam membuat instans dari fungsi fungsi atau transformasi natural yang telah ada sebelumnya. Walaupun kadangkala, akan lebih mudah dalam pendefinisian isomorfisme dengan menggunakan abstrak Template. Sebagai contoh:

  val listIListIso: List <~> IList =
    new IsoFunctorTemplate[List, IList] {
      def to[A](fa: List[A]) = fromList(fa)
      def from[A](fa: IList[A]) = fa.toList
    }

Bila kita memperkenalkan sebuah isomorfisme, kita juga akan membuat banyak instans kelas tipe standar. Sebagai contoh:

  trait IsomorphismSemigroup[F, G] extends Semigroup[F] {
    implicit def G: Semigroup[G]
    def iso: F <=> G
    def append(f1: F, f2: =>F): F = iso.from(G.append(iso.to(f1), iso.to(f2)))
  }

memperkenankan kita untuk menderivasi sebuah Semigroup[F] untuk tipe F bila kita mempunyai sebuah F <=> G dan Semigroup[G]. Hampir semua kelas tipe pada hierarki menyediakan varian isomorfik. Bila kita berada pada situasi salin-tempel saat menulis implementasi kelas tipe, mungkin ada baiknya mempertimbangkan Isomorphism sebagai solusi yng lebih baik.

6.7 Kontainer

6.7.1 Maybe

Sebagaimana yang telah kita saksikan, Scalaz menyediakan peningkatan atas scala.Option dengan konstruk Maybe. Maybe dianggap sebagai peningkatan dikarenakann konstruk ini merupakan sebuah invarian dan tidak mempunyai metoda rawan seperti Option.get, yang bisa melempar pengecualian.

Secara umum, konstruk ini digunakan untuk merepresentasikan keadaan dimana sebuah objek bisa ada maupun tidak, tnapa memberikan konteks kenapa bisa begitu.

  sealed abstract class Maybe[A] { ... }
  object Maybe {
    final case class Empty[A]()    extends Maybe[A]
    final case class Just[A](a: A) extends Maybe[A]
  
    def empty[A]: Maybe[A] = Empty()
    def just[A](a: A): Maybe[A] = Just(a)
  
    def fromOption[A](oa: Option[A]): Maybe[A] = ...
    def fromNullable[A](a: A): Maybe[A] = if (null == a) empty else just(a)
    ...
  }

Metoda pasangan .empty dan just lebih disukai saat membuat instans Empty dan Just mentah karena kedua metoda tersebut mengembalikan sebuha Maybe dan membantu mempermudah pendugaan tipe. Pola ini seringkali digunakan karena mengembalikan a sum type. Sum type sendiri merupakan keadaan dimana kita mempunyai beberapa implementasi sebuah sealed trait namun tidak menggunakan sub-tipe khusus pada sebuah penanda tipe.

Kita juga bisa tinggal memanggil .just pada semua nilai dan mendapatkan sebuah Maybe. Hal ini dikarenakan kelas pembantu implicit class

  implicit class MaybeOps[A](self: A) {
    def just: Maybe[A] = Maybe.just(self)
  }

Maybe mempunyai instans kelas tipe untuk

  • Align
  • Traverse
  • MonadPlus / IsEmpty
  • Cobind
  • Cozip / Zip / Unzip
  • Optional

dan mendelegasi instans yang bergantung pada A

  • Monoid / Band
  • Equal / Order / Show

Sebagai tambahan untuk kelas tipe di atas, Maybe juga mempunyai beberapa fungsionalitas yang tidak didukung oleh kelas tipe polimorfis.

  sealed abstract class Maybe[A] {
    def cata[B](f: A => B, b: =>B): B = this match {
      case Just(a) => f(a)
      case Empty() => b
    }
  
    def |(a: =>A): A = cata(identity, a)
    def toLeft[B](b: =>B): A \/ B = cata(\/.left, \/-(b))
    def toRight[B](b: =>B): B \/ A = cata(\/.right, -\/(b))
    def <\/[B](b: =>B): A \/ B = toLeft(b)
    def \/>[B](b: =>B): B \/ A = toRight(b)
  
    def orZero(implicit A: Monoid[A]): A = getOrElse(A.zero)
    def orEmpty[F[_]: Applicative: PlusEmpty]: F[A] =
      cata(Applicative[F].point(_), PlusEmpty[F].empty)
    ...
  }

.cata merupakan bentuk singkat dari .map(f).getOrElse(b) dan bahkan mempunyai bentuk yang lebih sederhana dalam bentuk | bila map berupa sebuah identity (mis, hanya .getOrElse).

.toLeft dan toRight, dan alias simbolis mereka, membuat sebuah disjungsi (yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya) dengan menerima sebuah penadah untuk kasus Empty.

.orZero menerima sebuah Monoid untuk mendefinisikan nilai bawaan.

orEmpty menggunakan ApplicativePlus untuk membuat sebuah elemen atau kontainer kosong, tanpa melupakan bahwa kita sudah mempunyai dukungan untuk pustaka koleksi standar dari metoda .to dari instans Foldable.

  scala> 1.just.orZero
  res: Int = 1
  
  scala> Maybe.empty[Int].orZero
  res: Int = 0
  
  scala> Maybe.empty[Int].orEmpty[IList]
  res: IList[Int] = []
  
  scala> 1.just.orEmpty[IList]
  res: IList[Int] = [1]
  
  scala> 1.just.to[List] // dari Foldable
  res: List[Int] = List(1)

6.7.2 Either

Untuk perbaikan yang diberikan oleh Scalaz terhadap scala.Either, walaupun hanya dalam bentuk simbol operator, adalah hal yang jamak untuk menyebut operator tersebut sebagai antara (either)atau Disjunction.

  sealed abstract class \/[+A, +B] { ... }
  final case class -\/[+A](a: A) extends (A \/ Nothing)
  final case class \/-[+B](b: B) extends (Nothing \/ B)
  
  type Disjunction[+A, +B] = \/[A, B]
  
  object \/ {
    def left [A, B]: A => A \/ B = -\/(_)
    def right[A, B]: B => A \/ B = \/-(_)
  
    def fromEither[A, B](e: Either[A, B]): A \/ B = ...
    ...
  }

dengan sintaks

  implicit class EitherOps[A](val self: A) {
    final def left [B]: (A \/ B) = -\/(self)
    final def right[B]: (B \/ A) = \/-(self)
  }

Harap diperhatikan, metoda ekstensi di atas menerima tipe untuk sisi yang berseberangan. Jadi, bila kita ingin membuat sebuah String \/ Int dan kita mempunyai sebuah Int, kita harus menyerahkan String saat memanggil .right

  scala> 1.right[String]
  res: String \/ Int = \/-(1)
  
  scala> "hello".left[Int]
  res: String \/ Int = -\/(hello)

Sifat simbolis dari \/-lah yang mempermudah pembacaan kontainer ini pada penanda tipe. Harap diperhatikan bahwa tipe simbolis pada Scala selalu diasosiasikan dari kiri. Ditambah lagi bila kita ingin menggunakan \/ berlapis, kita harus menggunakan tanda kurung. Sebagai contoh, (A \/ (B \/ (C \/ D))).

\/ mempunyai kecenderungan untuk memilih bagian kanan (mis, flatMap juga berlaku pada \/-) untuk instans kelas tipe:

  • Monad / MonadError
  • Traverse / Bitraverse
  • Plus
  • Optional
  • Cozip

dan bergantung pada konten

  • Equal / Order
  • Semigroup / Monoid / Band

Sebagai tambahan, ada beberapa metoda khususs

  sealed abstract class \/[+A, +B] { self =>
    def fold[X](l: A => X, r: B => X): X = self match {
      case -\/(a) => l(a)
      case \/-(b) => r(b)
    }
  
    def swap: (B \/ A) = self match {
      case -\/(a) => \/-(a)
      case \/-(b) => -\/(b)
    }
  
    def |[BB >: B](x: =>BB): BB = getOrElse(x) // Optional[_]
    def |||[C, BB >: B](x: =>C \/ BB): C \/ BB = orElse(x) // Optional[_]
  
    def +++[AA >: A: Semigroup, BB >: B: Semigroup](x: =>AA \/ BB): AA \/ BB = ...
  
    def toEither: Either[A, B] = ...
  
    final class SwitchingDisjunction[X](right: =>X) {
      def <<?:(left: =>X): X = ...
    }
    def :?>>[X](right: =>X) = new SwitchingDisjunction[X](right)
    ...
  }

.fold mirip dengan Maybe.cata dan mengharuskan kedua sisi dipetakan ke tipe yang sama.

.swap menukar sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.

| yang merupakan alias dari getOrElse terlihat mirip dengan Maybe. Kita juga bisa menggunakan ||| sebagai alias untuk orElse.

+++ merupakan penggabungan disjungsi dengan kecenderungan untuk memilih bagian kiri:

  • right(v1) +++ right(v2) menghasilkan right(v1 |+| v2)
  • right(v1) +++ left (v2) menghasilkan left (v2)
  • left (v1) +++ right(v2) menghasilkan left (v1)
  • left (v1) +++ left (v2) menghasilkan left (v1 |+| v2)

.toEither disediakan untuk kompatibilitas terbalik dengan pustaka standar Scala.

Untuk kombinasi dari :?>> dan <<?: memperkenankan kita untuk menghiraukan isi dari sebuah \/, namun berdasarkan tipe dari isinya.

  scala> 1 <<?: foo :?>> 2
  res: Int = 2 // foo adalah \/-
  
  scala> 1 <<?: foo.swap :?>> 2
  res: Int = 1

6.7.3 Validation

Secara sekilas, Validation yang mempunyai alias dengan \?/, terlihat seperti salinan dari Disjunction`:

  sealed abstract class Validation[+E, +A] { ... }
  final case class Success[A](a: A) extends Validation[Nothing, A]
  final case class Failure[E](e: E) extends Validation[E, Nothing]
  
  type ValidationNel[E, +X] = Validation[NonEmptyList[E], X]
  
  object Validation {
    type \?/[+E, +A] = Validation[E, A]
  
    def success[E, A]: A => Validation[E, A] = Success(_)
    def failure[E, A]: E => Validation[E, A] = Failure(_)
    def failureNel[E, A](e: E): ValidationNel[E, A] = Failure(NonEmptyList(e))
  
    def lift[E, A](a: A)(f: A => Boolean, fail: E): Validation[E, A] = ...
    def liftNel[E, A](a: A)(f: A => Boolean, fail: E): ValidationNel[E, A] = ...
    def fromEither[E, A](e: Either[E, A]): Validation[E, A] = ...
    ...
  }

Dengan sintaks

  implicit class ValidationOps[A](self: A) {
    def success[X]: Validation[X, A] = Validation.success[X, A](self)
    def successNel[X]: ValidationNel[X, A] = success
    def failure[X]: Validation[A, X] = Validation.failure[A, X](self)
    def failureNel[X]: ValidationNel[A, X] = Validation.failureNel[A, X](self)
  }

Namun, struktur data tersebut tidak mewakili cerita yang melatar- belakanginya. Validation memang dimaksudkan untuk tidak memiliki instans dari Monad dan membatasi dirinya berdasarkan versi yang diharapkan dari:

  • Applicative
  • Traverse / Bitraverse
  • Cozip
  • Plus
  • Optional

dan berdasarkan konten

  • Equal / Order
  • Show
  • Semigroup / Monoid

Keuntungan utama atas pembatasann yang hanya sampai pada Applicative adalah pada saat kita membutuhkan semua galat dilaporkan, Validation akan menerima semua galat tersebut. Berbeda dengan Disjunction yang berhenti dieksekusi pada saat galat pertama terjadi. Untuk mengakomodasi akumulusai galat, bentuk paling umum yang ditemui dari Validation adalah ValidationNel yang mempunyai NonEmptyList[E] pada posisi galat.

Misalkan saat pembaca yang budiman sedang melakukan validasi terhadap data yang diberikan oleh pengguna menggunakan Disjunction dan flatMap:

  scala> :paste
         final case class Credentials(user: Username, name: Fullname)
         final case class Username(value: String) extends AnyVal
         final case class Fullname(value: String) extends AnyVal
  
         def username(in: String): String \/ Username =
           if (in.isEmpty) "empty username".left
           else if (in.contains(" ")) "username contains spaces".left
           else Username(in).right
  
         def realname(in: String): String \/ Fullname =
           if (in.isEmpty) "empty real name".left
           else Fullname(in).right
  
  scala> for {
           u <- username("sam halliday")
           r <- realname("")
         } yield Credentials(u, r)
  res = -\/(username contains spaces)

Bila kita menggunakan |@|

  scala> (username("sam halliday") |@| realname("")) (Credentials.apply)
  res = -\/(username contains spaces)

Kita akan tetap mendapat galat pertama saja. Hal ini disebabkan oleh kelas tipe dari Disjunction yang juga mempunyai instans Monad. Metoda .applyX harus konsisten dengan .flatMap dan tidak mengasumsikan bahwa semua operasi bisa dijalankan secara bebas. Bandingkan dengan:

  scala> :paste
         def username(in: String): ValidationNel[String, Username] =
           if (in.isEmpty) "empty username".failureNel
           else if (in.contains(" ")) "username contains spaces".failureNel
           else Username(in).success
  
         def realname(in: String): ValidationNel[String, Fullname] =
           if (in.isEmpty) "empty real name".failureNel
           else Fullname(in).success
  
  scala> (username("sam halliday") |@| realname("")) (Credentials.apply)
  res = Failure(NonEmpty[username contains spaces,empty real name])

Sekarang, kita bakal mendapat semua galat yang terjadi.

Validation punya beberapa metoda yang mirip dengan yang dipunyai oleh Disjunction seperti, .fold, .swap, +++, dan beberapa tambahan:

  sealed abstract class Validation[+E, +A] {
    def append[F >: E: Semigroup, B >: A: Semigroup](x: F \?/ B]): F \?/ B = ...
  
    def disjunction: (E \/ A) = ...
    ...
  }

.append (dengan alias +|+) mempunyai penanda tipe yang sama dengan +++ namun lebih memilih hasil yang success

  • failure(v1) +|+ failure(v2) menghasilkan failure(v1 |+| v2)
  • failure(v1) +|+ success(v2) menghasilkan success(v2)
  • success(v1) +|+ failure(v2) menghasilkan success(v1)
  • success(v1) +|+ success(v2) menghasilkan success(v1 |+| v2)

.disjunction mengubah sebuah Validated[A, B] menjadi A \/ B. Disjunction mencerminkan .validation dan .validationNel dan mengubahnya menjadi Validation. Sehingga hal ini mempermudah konversi dari akumulasi galat berurutan dan paralel.

\/ dan Validation merupakan solusi dari pemrograman fungsional yang setara dengan pemeriksaan pengecualian untuk validasi input. Selain itu, performa yang ditawarkan lebih tinggi dikarenakan Validation tidak menggunakan stacktrace dan tanpa memaksa metoda pemanggil untuk berurusan dengan galat. Hal semacam ini menghasilkan sistem yang lebih kokoh.

6.7.4 These

Seperti yang telah kita temui pada bab sebelumnya mengenai Align, These berbicara mengenai penyandian data dengan logika inklusif atau yang disebut juga OR.

  sealed abstract class \&/[+A, +B] { ... }
  object \&/ {
    type These[A, B] = A \&/ B
  
    final case class This[A](aa: A) extends (A \&/ Nothing)
    final case class That[B](bb: B) extends (Nothing \&/ B)
    final case class Both[A, B](aa: A, bb: B) extends (A \&/ B)
  
    def apply[A, B](a: A, b: B): These[A, B] = Both(a, b)
  }

dengan sintaks konstruktor

  implicit class TheseOps[A](self: A) {
    final def wrapThis[B]: A \&/ B = \&/.This(self)
    final def wrapThat[B]: B \&/ A = \&/.That(self)
  }
  implicit class ThesePairOps[A, B](self: (A, B)) {
    final def both: A \&/ B = \&/.Both(self._1, self._2)
  }

These mempunyai instans kelas tipe untuk

  • Monad
  • Bitraverse
  • Traverse
  • Cobind

dan bergantung dengan konten

  • Semigroup / Monoid / Band
  • Equal / Order
  • Show

These (\&/) mempunyai banyak metoda yang setara dengan metoda dari Disjunction (\/) dan Validation (\?/)

  sealed abstract class \&/[+A, +B] {
    def fold[X](s: A => X, t: B => X, q: (A, B) => X): X = ...
    def swap: (B \&/ A) = ...
  
    def append[X >: A: Semigroup, Y >: B: Semigroup](o: =>(X \&/ Y)): X \&/ Y = ...
  
    def &&&[X >: A: Semigroup, C](t: X \&/ C): X \&/ (B, C) = ...
    ...
  }

.append mempunyai 9 cara penyusunan yang mungkin dibuat dan data tidak pernah dibuang dikarenakan This dan That selalu bisa dikonversi menjadi Both.

.flatMap merupakan metoda yang cenderung memilih parameter sebelah kanan. .flatMap menerima sebuah Semigroup pada konten bagian kiri (This) untuk digabungkan, bukan meng-arus-pendekkannya. &&& dapat digunakan untuk menggabungkan dua These dan membuat sebuah tuple di bagian kanan dan memmbuang data yang bersangkutan bila data tersebut tidak ada pada kedua sisi These.

Walaupun merupakan hal yang menggiurkan untuk menggunakan \&/ pada tipe kembalian, penggunaan berlebihan merupakan salah satu anti-pattern. Alasan utama untuk menggunakan \&/ adalah untuk menggabungkan atau memecah aliran data yang bisa jadi tak hingga pada memori yang hingga. Fungsi pembantu ada pada objek pendamping bila dibutuhkan bila berurusan dengan EphemeralStream atau apapun dengan sebuah MonadPlus.

  type EStream[A] = EphemeralStream[A]
  
  object \&/ {
    def concatThisStream[A, B](x: EStream[A \&/ B]): EStream[A] = ...
    def concatThis[F[_]: MonadPlus, A, B](x: F[A \&/ B]): F[A] = ...
  
    def concatThatStream[A, B](x: EStream[A \&/ B]): EStream[B] = ...
    def concatThat[F[_]: MonadPlus, A, B](x: F[A \&/ B]): F[B] = ...
  
    def unalignStream[A, B](x: EStream[A \&/ B]): (EStream[A], EStream[B]) = ...
    def unalign[F[_]: MonadPlus, A, B](x: F[A \&/ B]): (F[A], F[B]) = ...
  
    def merge[A: Semigroup](t: A \&/ A): A = ...
    ...
  }

6.7.5 Higher Kinded Either

Tipe data Coproduct (berbeda dengan konsep umum ko-produk pada sebuah ADT) membungkus Disjunction untuk konstruktor tipe:

  final case class Coproduct[F[_], G[_], A](run: F[A] \/ G[A]) { ... }
  object Coproduct {
    def leftc[F[_], G[_], A](x: F[A]): Coproduct[F, G, A] = Coproduct(-\/(x))
    def rightc[F[_], G[_], A](x: G[A]): Coproduct[F, G, A] = Coproduct(\/-(x))
    ...
  }

Instans kelas tipe diserahkan ke fungtor F[_] dan G[_].

Penggunaan Coproduct yang paling jamak dijumpai adalah saat kita ingin membuat sebuah ko-produk anonimus untuk sebuah GADT.

6.7.6 Jangan Terburu-Buru

Tipe data tuple bawaan dari pustaka standar Scala dan tipe data sederhana seperti Maybe dan Disjunction merupakan tipe dengan nilai yang selalu dievaluasi secara tegas.

Untuk memudahkan pemakaian, alternatif by-name untuk Name juga disediakan beserta beberapa instans kelas tipe:

  sealed abstract class LazyTuple2[A, B] {
    def _1: A
    def _2: B
  }
  ...
  sealed abstract class LazyTuple4[A, B, C, D] {
    def _1: A
    def _2: B
    def _3: C
    def _4: D
  }
  
  sealed abstract class LazyOption[+A] { ... }
  private final case class LazySome[A](a: () => A) extends LazyOption[A]
  private case object LazyNone extends LazyOption[Nothing]
  
  sealed abstract class LazyEither[+A, +B] { ... }
  private case class LazyLeft[A, B](a: () => A) extends LazyEither[A, B]
  private case class LazyRight[A, B](b: () => B) extends LazyEither[A, B]

Pembaca yang teliti akan memperhatikan bahwa Lazy* merupakan salah kaprah dan tipe data ini seharusnya ByNameTupleX, ByNameOption, and ByNameEither.

6.7.7 Const

Const, untuk konstan, merupakan pelapis untuk nilai dari tipe A, beserta sebuah tipe parameter cadangan B.

  final case class Const[A, B](getConst: A)

Const menyediakan sebuah instans dari Applicative[Const[A, ?]] bila Monoid[A] tersedia:

  implicit def applicative[A: Monoid]: Applicative[Const[A, ?]] =
    new Applicative[Const[A, ?]] {
      def point[B](b: =>B): Const[A, B] =
        Const(Monoid[A].zero)
      def ap[B, C](fa: =>Const[A, B])(fbc: =>Const[A, B => C]): Const[A, C] =
        Const(fbc.getConst |+| fa.getConst)
    }

Yang menjadi esensi dari Applicative ini adalah Applicative tersebut menghiraukan parameter B dan melanjutkan eksekusi dengan lancar dan hanya mengkombinasikan nilai konstan yang ditemu.

Kembali ke contoh aplikasi drone-dynamic-agents, kita harus me-refaktor berkas logic.scala terlebih dahulu agar menggunakan Applicative. Sebelumnya, kita menggunakan Monad karena kita tidak tahu ada alternatif yang lebih sesuai untuk konteks permasalahan ini.

  final class DynAgentsModule[F[_]: Applicative](D: Drone[F], M: Machines[F])
    extends DynAgents[F] {
    ...
    def act(world: WorldView): F[WorldView] = world match {
      case NeedsAgent(node) =>
        M.start(node) >| world.copy(pending = Map(node -> world.time))
  
      case Stale(nodes) =>
        nodes.traverse { node =>
          M.stop(node) >| node
        }.map { stopped =>
          val updates = stopped.strengthR(world.time).toList.toMap
          world.copy(pending = world.pending ++ updates)
        }
  
      case _ => world.pure[F]
    }
    ...
  }

Karena logika bisnis kita hanya membutuhkan sebuah Applicative, kita bisa menulis tiruan implementasi F[a] dengan Const[String, a]. Pada setiap kasus, kita mengembalikan nama dari fungsi yang dipanggil.

  object ConstImpl {
    type F[a] = Const[String, a]
  
    private val D = new Drone[F] {
      def getBacklog: F[Int] = Const("backlog")
      def getAgents: F[Int]  = Const("agents")
    }
  
    private val M = new Machines[F] {
      def getAlive: F[Map[MachineNode, Epoch]]     = Const("alive")
      def getManaged: F[NonEmptyList[MachineNode]] = Const("managed")
      def getTime: F[Epoch]                        = Const("time")
      def start(node: MachineNode): F[Unit]        = Const("start")
      def stop(node: MachineNode): F[Unit]         = Const("stop")
    }
  
    val program = new DynAgentsModule[F](D, M)
  }

Dengan interpretasi program kita semacam ini, kita dapat memastikan pada metoda-metoda yang ada bahwa ada

  it should "call the expected methods" in {
    import ConstImpl._
  
    val alive    = Map(node1 -> time1, node2 -> time1)
    val world    = WorldView(1, 1, managed, alive, Map.empty, time4)
  
    program.act(world).getConst shouldBe "stopstop"
  }

Bisa juga kita menghitung jumlah pemanggilan metoda secara keseluruhan dengan menggunakan Const[Int, ?] atau IMap[String, Int].

Dengan tes semacam ini, kita sudah jauh melampau tes tiruan tradisional dengan menggunakan test Const yang memeriksa apa yang dites tanpa harus menyediakan implementasi. Hal semacam ini berguna bila spesifikasi kita mengharuskan untuk menerima input untuk panggilan-panggilan tertentu. Terlebih lagi, kita mencapai hasil ini dengan keamanan waktu kompilasi.

Melanjutkan penggunaan pola pikir semacam ini sedikit lebih jauh, misal kita ingin memonitor node yang kita hentikan pada act. Kita bisa membuat implementasi Drone dan Machines dengan Const dan memanggilnya dari metoda act

  final class Monitored[U[_]: Functor](program: DynAgents[U]) {
    type F[a] = Const[Set[MachineNode], a]
    private val D = new Drone[F] {
      def getBacklog: F[Int] = Const(Set.empty)
      def getAgents: F[Int]  = Const(Set.empty)
    }
    private val M = new Machines[F] {
      def getAlive: F[Map[MachineNode, Epoch]]     = Const(Set.empty)
      def getManaged: F[NonEmptyList[MachineNode]] = Const(Set.empty)
      def getTime: F[Epoch]                        = Const(Set.empty)
      def start(node: MachineNode): F[Unit]        = Const(Set.empty)
      def stop(node: MachineNode): F[Unit]         = Const(Set(node))
    }
    val monitor = new DynAgentsModule[F](D, M)
  
    def act(world: WorldView): U[(WorldView, Set[MachineNode])] = {
      val stopped = monitor.act(world).getConst
      program.act(world).strengthR(stopped)
    }
  }

Kita bisa melakukan hal semacam ini karena monitor merupakan metoda murni yang berjalan tanpa menghasilkan efek samping.

Potongan kode ini menjalankan program dengan ConstImpl yang dilanjutkan dengan mengekstrak semua pemanggilan ke Machines.stop dan pada akhirnya mengembalikan bersama WorldView. Kita bisa mengetesnya dengan:

  it should "monitor stopped nodes" in {
    val underlying = new Mutable(needsAgents).program
  
    val alive = Map(node1 -> time1, node2 -> time1)
    val world = WorldView(1, 1, managed, alive, Map.empty, time4)
    val expected = world.copy(pending = Map(node1 -> time4, node2 -> time4))
  
    val monitored = new Monitored(underlying)
    monitored.act(world) shouldBe (expected -> Set(node1, node2))
  }

Kita sudah menggunakan Const untuk melakukan apa yang terlihat seperti Pemrograman Berorientasi Aspek, yang dulu pernah populer di Java. Kita membangun logika bisnis kita untuk mendukung pemantauan tanpa harus mengaburkan logika bisnis.

Dan menariknya, kita dapat menjalankan ConstImpl pada lingkungan produksi untuk mengumpulkan apa yang ingin kita stop dan menyediakan implementasi teroptimis dari act yang bisa menggunakan kelompok panggilan implementasi khusus.

Namun, pahlawan tanpa tanda jasa dari cerita ini adalah Applicative. Const memperkenankan kita untuk menunjukkan apa yang bisa kita lakukan. Bila kita harus mengubah program kita untuk meminta sebuah Monad, kita tidak dapat lagi menggunakan Const dan harus menulis ulang tiruan secara menyeluruh untuk dapat memastikan apa yang dipanggil pada input tertentu. Rule of Least Power memaksa kita untuk memilih menggunakan Applicative dibandingkan Monad bila memungkinkan.

6.8 Koleksi

Berbeda halnya dengan APA Koleksi dari pustaka standar, pendekatan Scalaz atas perilaku koleksi dideskripsikan dengan hierarki kelas tipe, misalkan Foldable, Traverse, Monoid. Yang tersisa untuk dipelajari adalah implementasi strukutur data yang mempunyai karakteristik performa yang cukup berbeda dan metoda relung.

Bagian ini langsung berbicara mengenai detail implementais untuk tiap tipe data. Tidak perlu mengingat semua yang ditunjukkan disini: tujuan utamanya adalah memahami konsep umum atas cara kerja tiap struktur data.

Karena semua tipe data koleksi menyediakan instans kelas tipe yang kurang lebih sama, kita akan melewatkan senarai instans tersebut, yang biasanya terdiri atas variasi dari:

  • Monoid
  • Traverse / Foldable
  • MonadPlus / IsEmpty
  • Cobind / Comonad
  • Zip / Unzip
  • Align
  • Equal / Order
  • Show

Struktur data yang sudah terbukti tidak kosong akan menyediakan

  • Traverse1 / Foldable1

Dan menyediakan Semigroup, bukan Monooid, dan Plus, bukan IsEmpty.

6.8.1 Senarai

Kita sudah menggunakan IList[A] dan NonEmptyList[A] berulang kali sehingga akan terasa familiar. Kedua struktur data tersebut mengkodifikasikan struktur data klasik senarai berantai:

  sealed abstract class IList[A] {
    def ::(a: A): IList[A] = ...
    def :::(as: IList[A]): IList[A] = ...
    def toList: List[A] = ...
    def toNel: Option[NonEmptyList[A]] = ...
    ...
  }
  final case class INil[A]() extends IList[A]
  final case class ICons[A](head: A, tail: IList[A]) extends IList[A]
  
  final case class NonEmptyList[A](head: A, tail: IList[A]) {
    def <::(b: A): NonEmptyList[A] = nel(b, head :: tail)
    def <:::(bs: IList[A]): NonEmptyList[A] = ...
    ...
  }

Keuntungan utama dari IList atas List milik pustaka standar adalah tidak adanya metoda yang tidak aman seperti .head yang melempar eksepsi pada sebuah senarai kosong.

Sebagai tambahan, IList jauh lebih sederhana, tanpa hierarki dan mempunyai jejak bytecode yang jauh lebih kecil. Terlebih lagi, List pustaka standar mempunayi implementasi yang mengerikan dengan menggunakan var untuk mengakali masalah performa pada desain koleksi pustaka standar:

  package scala.collection.immutable
  
  sealed abstract class List[+A]
    extends AbstractSeq[A]
    with LinearSeq[A]
    with GenericTraversableTemplate[A, List]
    with LinearSeqOptimized[A, List[A]] { ... }
  case object Nil extends List[Nothing] { ... }
  final case class ::[B](
    override val head: B,
    private[scala] var tl: List[B]
  ) extends List[B] { ... }

Pembuatan List membutuhkan sinkronisasi Thread yang hati hati dan pelan untuk memastikan keamanan. IList tidak membutuhkan tambalan semacam itu sehingga mempunyai performa yang lebih bagus bila dibandingkan List.

6.8.2 EphemeralStream

Struktur data Stream dari pustaka standar merupakan bentuk lundung dari List, namun implementasinya dipenuhi dengan kebocoran memori dan metoda tak aman. Untuk menghilangkan masalah semacam ini, EphemerealStream tidak menyimpan rujukan pada nilai yang telah dikomputasi. Selain itu, sama halnya dengan apa yang dilakukan pada IList, EphemerealStream juga menghilangkan penggunaan metoda-metoda tidak aman.

  sealed abstract class EphemeralStream[A] {
    def headOption: Option[A]
    def tailOption: Option[EphemeralStream[A]]
    ...
  }
  // implementasi privat
  object EphemeralStream extends EphemeralStreamInstances {
    type EStream[A] = EphemeralStream[A]
  
    def emptyEphemeralStream[A]: EStream[A] = ...
    def cons[A](a: =>A, as: =>EStream[A]): EStream[A] = ...
    def unfold[A, B](start: =>B)(f: B => Option[(A, B)]): EStream[A] = ...
    def iterate[A](start: A)(f: A => A): EStream[A] = ...
  
    implicit class ConsWrap[A](e: =>EStream[A]) {
      def ##::(h: A): EStream[A] = cons(h, e)
    }
    object ##:: {
      def unapply[A](xs: EStream[A]): Option[(A, EStream[A])] =
        if (xs.isEmpty) None
        else Some((xs.head(), xs.tail()))
    }
    ...
  }

.cons, .unfold, dan .iterate digunakan untuk membuat stream. Sedangkan untuk ##::, operator ini digunakan untuk menambah elemen baru pada bagian awal dari Estream. Untuk .unfold, seringkali digunakan untuk membuat stream hingga (walaupun bisa saja merupakan stream tak hingga) dengan mengaplikasikan fungsi f secara berulang untuk mendapatkan nilai selanjutnya dan input untuk fungsi f itu sendiri. .iterate membuat sebuah stream tak hingga dengan mengulang fungsi f pada elemen sebelumnya.

Estream bisa saja muncul pada pattern match dengan simobl ##:: dengan mencocokkan sintaks untuk .cons.

Walau Estream menjawab masalah memori, struktur data ini bisa saja tetap terkena masalah memori bila ada nilai yang masih dirujuk terletak pada bagian ujung awal dari sebuah stream tak hingga. Masalah semacam ini, sebagaimana halnya dengan kebutuhan untuk membangun stream dengan efek, merupakan alasan dibuatnya fs2.

6.8.3 CorecursiveList

Korekursi adalah saat kita memulai sesuatu dari sebuah kondisi awal dan membuat langkah-langkah selanjutnya secara deterministik yang sama halnya dengan EphemerealStream.unfold yang baru saja kita pelajari.

  def unfold[A, B](b: =>B)(f: B => Option[(A, B)]): EStream[A] = ...

Sangat berbeda dengan rekursi, yang memecah data menjadi kondisi dasar lalu berakhir.

CorecursiveList merupakan penyandian data dari EphemerealStream.unfold yang memberikan alternatif untuk EStream yang berpeluang untuk memberikan performa yang lebih bagus dalam beberapa situasi tertentu:

  sealed abstract class CorecursiveList[A] {
    type S
    def init: S
    def step: S => Maybe[(S, A)]
  }
  
  object CorecursiveList {
    private final case class CorecursiveListImpl[S0, A](
      init: S0,
      step: S0 => Maybe[(S0, A)]
    ) extends CorecursiveList[A] { type S = S0 }
  
    def apply[S, A](init: S)(step: S => Maybe[(S, A)]): CorecursiveList[A] =
      CorecursiveListImpl(init, step)
  
    ...
  }

Korekursi berguna saat mengimplementasikan Comonad.cojoin, seperti contoh pada Hood. CorecursiveList merupakan contoh untuk mengkodifikasi persamaan non-linear berulang seperti yang digunakan pada pemodelan biologi populasi, sistem kontrol, ekonomi makro, dan investasi perbankan.

6.8.4 ImmutableArray

Sebuah pembungkus sederhana untuk struktur data Array dengan spesialisasi primitif:

  sealed abstract class ImmutableArray[+A] {
    def ++[B >: A: ClassTag](o: ImmutableArray[B]): ImmutableArray[B]
    ...
  }
  object ImmutableArray {
    final class StringArray(s: String) extends ImmutableArray[Char] { ... }
    sealed class ImmutableArray1[+A](as: Array[A]) extends ImmutableArray[A] { ... }
    final class ofRef[A <: AnyRef](as: Array[A]) extends ImmutableArray1[A](as)
    ...
    final class ofLong(as: Array[Long]) extends ImmutableArray1[Long](as)
  
    def fromArray[A](x: Array[A]): ImmutableArray[A] = ...
    def fromString(str: String): ImmutableArray[Char] = ...
    ...
  }

Bila kita berbicara mengenai performa pembacaan dan ukuran heap, tidak ada yang mengalahkan Array. Namun, pembagian struktural sama sekali tidak ada saat pembuatan array baru. Tiadanya penggunaan struktur memori yang sama seperti ini merupakan salah satu alasan untuk menggunakan deret (array) untuk data yang tidak diharapkan untuk berubah.

6.8.5 Dequeue

Dequeue, diucapkan seperti “dek” kapal, merupakan senarai berantai yang memperkenankan penambahan dan pengambilan item dari depan maupun dari belakang dengan waktu konstan. Penghapusan elemen dari ujung-ujungnya juga menggunakan waktu konstan.

  sealed abstract class Dequeue[A] {
    def frontMaybe: Maybe[A]
    def backMaybe: Maybe[A]
  
    def ++(o: Dequeue[A]): Dequeue[A] = ...
    def +:(a: A): Dequeue[A] = cons(a)
    def :+(a: A): Dequeue[A] = snoc(a)
    def cons(a: A): Dequeue[A] = ...
    def snoc(a: A): Dequeue[A] = ...
    def uncons: Maybe[(A, Dequeue[A])] = ...
    def unsnoc: Maybe[(A, Dequeue[A])] = ...
    ...
  }
  private final case class SingletonDequeue[A](single: A) extends Dequeue[A] { ... }
  private final case class FullDequeue[A](
    front: NonEmptyList[A],
    fsize: Int,
    back: NonEmptyList[A],
    backSize: Int) extends Dequeue[A] { ... }
  private final case object EmptyDequeue extends Dequeue[Nothing] { ... }
  
  object Dequeue {
    def empty[A]: Dequeue[A] = EmptyDequeue()
    def apply[A](as: A*): Dequeue[A] = ...
    def fromFoldable[F[_]: Foldable, A](fa: F[A]): Dequeue[A] = ...
    ...
  }

Cara kerja dari Dequeue adalah dengan menggunakan dua daftar, satu di depan dan lainnya di belakang. Anggap sebuah instans yang berisi simbol a0, a1, a2, a3, a4, a5, a6

  FullDequeue(
    NonEmptyList('a0, IList('a1, 'a2, 'a3)), 4,
    NonEmptyList('a6, IList('a5, 'a4)), 3)

yang dapat digambarkan sebagai

Harap perhatikan bahwa senarai pada back disusun secara terbalik.

Untuk membaca snoc (elemen paling akhir) hanya merupakan pencarian sederhana pada back.head. Sedangkan untuk penambahan sebuah elemen pada akhir Dequeue dilakukan dengan menambahkan sebuah elemen pada bagian awal dari back dan membuat ulang kulit FullDequeue (yang akan menambah ukuran backSize). Hampir semua struktur data awal akan digunakan ulang bila terjadi perubahan. Sebagai perbandingan, penambahan sebuah elemen pada ujung belakan IList akan menciptakan seluruh struktur yang baru.

frontSize dan backSize digunakan untuk menyeimbangkan ulang front dan back sehingga ukuran keduanya kurang lebih sama. Penyeimbangan ulang juga berarti bahwa beberapa operasi akan lebih lamban bila dibandingkan dengan operasi lainnya (mis, saat pembangunan ulang struktur secara menyeluruh). Namun, hal ini hanya kadang terjadi. Untuk penyederhanaan, kita bisa mengambil rerata dari waktu penggunaan dan menganggapnya konstan.

6.8.6 DList

Senarai berantai mempunyai karakteristik performa yang kurang baik bila senarai berukuran besar digabungkan. Sebagai gambaran, silakan diperhatikan operasi yang berjalan saat mengevaluasi potongan kode berikut:

  ((as ::: bs) ::: (cs ::: ds)) ::: (es ::: (fs ::: gs))

Operasi tersebut membuat enam senarai sementara, melangkahi, dan membangun ulang tiap senarai sebanyak tiga kali (kecuali gs yang dibagi pada semua tahap).

DList (difference list) merupakan solusi yang lebih efisien untuk skenario semacam ini. Kita tidak melakukan evaluasi pada tiap tahap, namun kita merepresentasikannya sebagai sebuah fungsi IList[A] => IList[A]

  final case class DList[A](f: IList[A] => IList[A]) {
    def toIList: IList[A] = f(IList.empty)
    def ++(as: DList[A]): DList[A] = DList(xs => f(as.f(xs)))
    ...
  }
  object DList {
    def fromIList[A](as: IList[A]): DList[A] = DList(xs => as ::: xs)
  }

Kalkulasi yang ekuivalen adalah (simbol dibuat dengan menggunakan DList.fromIList)

  (((a ++ b) ++ (c ++ d)) ++ (e ++ (f ++ g))).toIList

yang membagi tugas menjadi penambahan dengan sifat asosiatif-kanan

  (as ::: (bs ::: (cs ::: (ds ::: (es ::: (fs ::: gs))))))

menggunakan konstruktor pada IList.

Sebagaimana biasanya, selalu ada harga yang harus dibayar. Terdapat alokasi memori tambahan yang dapat memperlambat kode yang berasal dari penambahan yang bersifat asosiatif-kanan. Operasi yang mendapatkan percepatan paling besar adalah ketika operasi pada IList bersifat asosiatif kiri, mis,

  ((((((as ::: bs) ::: cs) ::: ds) ::: es) ::: fs) ::: gs)

Bila DList bernama ListBuilderFactory, sangat memungkinkan bahwa struktur data ini akan ada pada pustaka standar. Namun karena reputasi yang buruk, hal ini tidak terjadi.

6.8.7 ISet

Struktur pohon dikenal sangat cocok untuk menyimpan data yang terurut dengan tiap simpul berisi elemen bernilai yang lebih kecil dari pada satu cabang dan lebih besar bila dibandingkan pada cabang lainnya. Namun implementasi naif atas struktur data pohon dapat menyebabkan tidak seimbangnya pohon tersebut pada saat penyisipan elemen. Juga memungkinkan untuk memiliki pohon yang seimbang namun sangat tidak efisien dilakukan karena tiap kali penyisipan elemen dilakukan, pohon tersebut akan dibangun ulang.

ISet merupakan implementasi dari pohon dengan keseimbangan berbatas yang berarti pohon ini diperkirakan seimbang, dengan menggunakan ukuran (size) dari tiap cabang untuk menyeimbangka sebuah simpul.

  sealed abstract class ISet[A] {
    val size: Int = this match {
      case Tip()        => 0
      case Bin(_, l, r) => 1 + l.size + r.size
    }
    ...
  }
  object ISet {
    private final case class Tip[A]() extends ISet[A]
    private final case class Bin[A](a: A, l: ISet[A], r: ISet[A]) extends ISet[A]
  
    def empty[A]: ISet[A] = Tip()
    def singleton[A](x: A): ISet[A] = Bin(x, Tip(), Tip())
    def fromFoldable[F[_]: Foldable, A: Order](xs: F[A]): ISet[A] =
      xs.foldLeft(empty[A])((a, b) => a insert b)
    ...
  }

ISet mengharap A untuk mempunyai kelas tipe Order. Instans Order[A] harus tetap sama disela tiap pemanggilan. Bila tidak, asumsi internal akan invalid dan menyebabkan korupsi data: mis, kita mengasumsikan koherensi kelas tipe dimana Order[A] unik untuk tiap A.

Sayangnya, ADT ISet melarang adanya pohon invalid. Kita akan berusaha untuk menulis ADT yang mendeskripsikan secara lengkap mengenai apa yang valid dan tidak dengan menggunakan pembatasan tipe. Namun, kadang kala ada beberapa situasi yang menyebabkan hal ini hanya dapat dicapai saat mendapat bisikan dari leluhur. Tip / Bin dibuat private untuk mencegah pengguna tanpa sadar membuat pohon yang invalid. .insert merupakan satu-satunya cara untuk membuat ISet. Sehingga, .insert merupakan pendefinisian dari sebuah pohon yang valid.

  sealed abstract class ISet[A] {
    ...
    def contains(x: A)(implicit o: Order[A]): Boolean = ...
    def union(other: ISet[A])(implicit o: Order[A]): ISet[A] = ...
    def delete(x: A)(implicit o: Order[A]): ISet[A] = ...
  
    def insert(x: A)(implicit o: Order[A]): ISet[A] = this match {
      case Tip() => ISet.singleton(x)
      case self @ Bin(y, l, r) => o.order(x, y) match {
        case LT => balanceL(y, l.insert(x), r)
        case GT => balanceR(y, l, r.insert(x))
        case EQ => self
      }
    }
    ...
  }

Metoda internal .balanceL dan .balanceR merupakan pencerminan satu sama lain. Sehingga, kita hanya perlu mempelajari .balanceL yang akan dipanggil ketika nilai yang kita sisipkan kurang dari nilai yang ada pada simpul saat ini. Metoda ini juga dipanggil oleh metoda .delete.

  def balanceL[A](y: A, left: ISet[A], right: ISet[A]): ISet[A] = (left, right) match {
  ...

Menyeimbangkan sebuah pohon mengharuskan kita untuk mengklasifikasi skenario yang mungkin terjadi. Kita akan melihat satu persatu dan memvisualisasi (y, left, right) yang ada pada bagian kira laman dan struktur yang sudah diseimbangkan pada bagian kanan. Hal ini juga dikenal sebagai pohon yang dirotasi.

  • lingkaran yang terisi melambangkan sebuah Tip
  • tiga kolom melambangkan nilai left | value | right dari Bin
  • wajik melambangkan ISet

Skenario pertama merupakan contoh sepele, dimana kedua sisi merupakan Tip. Nyatanya, kita tidak akan pernah menemui hal semacam ini dari pemanggilan .insert. Namun, kita akan menemukannya dengan pemanggilan .delete

  case (Tip(), Tip()) => singleton(y)

Pada contoh kedua, left merupakan sebuah Bin yang hanya berisi sebuah Tip. Kita tidak perlu menyeimbangkan apaun, cukup membuat kesimpulan sederhana:

  case (Bin(lx, Tip(), Tip()), Tip()) => Bin(y, left, Tip())

Contoh ketiga-lah yang menarik: left berupa sebuah Bin yang merisi Bin pada right

  case (Bin(lx, Tip(), Bin(lrx, _, _)), Tip()) =>
    Bin(lrx, singleton(lx), singleton(y))

Apa yang terjadi pada kedua wajik yang ada pada di bawah lrx? Apakah kita akan kehilangan informasi? Tentu tidak, kita tidak kehilangan informasi karena kita dapat menalar (menggunakan penyeimbangan ukuran) bahwa kedua wajik tersebut menjadi Tip. Tidak ada aturan khusus untuk skenario berikut (atau pada .balanceR) yang dapat membuat sebuah pohon dimana sebuah wajik-lah yang menjadi Bin.

Contoh keempat merupakan kebalikan dari contoh ketiga.

  case (Bin(lx, ll, Tip()), Tip()) => Bin(lx, ll, singleton(y))

Untuk contoh ke lima, kita mempunyai pohon yang lengkap pada kedua sisi dari left dan kita harus menggunakan ukuran relatifnya untuk menentukan bagaimana kita harus menyeimbangkan.

  case (Bin(lx, ll, lr), Tip()) if (2*ll.size > lr.size) =>
    Bin(lx, ll, Bin(y, lr, Tip()))
  case (Bin(lx, ll, Bin(lrx, lrl, lrr)), Tip()) =>
    Bin(lrx, Bin(lx, ll, lrl), Bin(y, lrr, Tip()))

Pada cabang pertama, 2ll.size > lr.size

dan untuk cabang kedua 2ll.size <= lr.size

Pada skenario ke enam, kita akan mendapatkan sebuah pohon pada right. Saat left kosong, kita menarik sebuah sambungan sederhana. Skenario ini tidak pernah muncul dari .insert karena left tidak boleh kosong:

  case (Tip(), r) => Bin(y, Tip(), r)

Skenario akhir adalah kondisi dimana kita tidak mempunyai pohon yang tidak kosong pada kedua sisinya. Bila left tidak lebih dari tiga kali ukuran dari right kita hanya tinggal membuat sebuah Bin

  case _ if l.size <= 3 * r.size => Bin(y, l, r)

Namun, bila left berukuran tiga kali ataupun lebih bila dibandingkan right, kita harus menyeimbangkan pohon tersebut dahulu berdasarkan ukuran dari ll dan lr seperti pada skenario ke lima.

  case (Bin(lx, ll, lr), r) if (2*ll.size > lr.size) =>
    Bin(lx, ll, Bin(y, lr, r))
  case (Bin(lx, ll, Bin(lrx, lrl, lrr)), r) =>
    Bin(lrx, Bin(lx, ll, lrl), Bin(y, lrr, r))

Skenario ini menutup pembelajaran kita atas metoda .insert dan bagaimana ISet dibangun. Seharusnya bukan hal yang mengejutkan bila Foldable diimplementasikan dalam bentuk pencarian pertama mendalam pada left dan right. Metoda semacam .minimum dan .maximum akan optimum diimplementasikan karena struktur data sudah tersandikan berurutan.

Hal yang patut diperhatikan adalah beberapa metoda pada kelas tipe tidak dapat diterapkan secara efisien. Misal, penanda untuk Foldable.element

  @typeclass trait Foldable[F[_]] {
    ...
    def element[A: Equal](fa: F[A], a: A): Boolean
    ...
  }

Penerapan yang paling jelas untuk .element adalah dengan menunda pencarian biner ISet.contains. Walaupun demikian, hal ini tidak mungkin dilakukan karena .element menyediakan Equal, sedangkan .contains meminta Order.

Karena beberapa hal, ISet tidak dapat menyediakan Functor. Di lapangan, ternyata hal ini menjadi batasan yang masuk akal: melakukan pemetaan .map juga berarti membangun ulang struktur secara keseluruhan. Tentu hal yang masuk akal untuk mengkonversi tipe data lain, seperti IList, dilanjutkan dengan melakukan pemetaan .map, dan diakhiri dengan konversi ulang. Sebuah konsekuensi yang muncul adalah kita tidak mungkin mempunyai Traverse[ISet] maupun Applicative[ISet].

6.8.8 IMap

  sealed abstract class ==>>[A, B] {
    val size: Int = this match {
      case Tip()           => 0
      case Bin(_, _, l, r) => 1 + l.size + r.size
    }
  }
  object ==>> {
    type IMap[A, B] = A ==>> B
  
    private final case class Tip[A, B]() extends (A ==>> B)
    private final case class Bin[A, B](
      key: A,
      value: B,
      left: A ==>> B,
      right: A ==>> B
    ) extends ==>>[A, B]
  
    def apply[A: Order, B](x: (A, B)*): A ==>> B = ...
  
    def empty[A, B]: A ==>> B = Tip[A, B]()
    def singleton[A, B](k: A, x: B): A ==>> B = Bin(k, x, Tip(), Tip())
    def fromFoldable[F[_]: Foldable, A: Order, B](fa: F[(A, B)]): A ==>> B = ...
    ...
  }

Terlihat familiar, bukan? Dan memang demikian adanya. IMap yang mempunyai alias ==>>, merupakan pohon dengan ukuran yang diseimbangkan dan ditambah dengan sebuah bidang tambahan value: B pada tiap cabang biner. Tambahan ini memperkenankan pohon data ini untuk menyimpan pasangan kunci/nilai. Batasan untuk kunci/nilai pada pohon ini hanyalah tipe kunci A harus mempunyai instans Order. Selain itu, ada beberapa metoda tersedia yang dapat digunakan untuk memutakhirkan isi dari pohon ini.

  sealed abstract class ==>>[A, B] {
    ...
    def adjust(k: A, f: B => B)(implicit o: Order[A]): A ==>> B = ...
    def adjustWithKey(k: A, f: (A, B) => B)(implicit o: Order[A]): A ==>> B = ...
    ...
  }

6.8.9 StrictTree dan Tree

StrictTree dan Tree merupakan penerapan dari pohon beringin. Pohon beringin sendiri merupakan struktur pohon dengan jumlah cabang yang tak dibatasi pada tiap simpulnya. Kedua struktur data ini, dibangun dengan menggunakan pustaka koleksi dari pustaka standar dikarenakan alasan peninggalan masa lalu:

  case class StrictTree[A](
    rootLabel: A,
    subForest: Vector[StrictTree[A]]
  )

Tree merupakan versi by-need dari StrictTree dengan konstruktor

  class Tree[A](
    rootc: Need[A],
    forestc: Need[Stream[Tree[A]]]
  ) {
    def rootLabel = rootc.value
    def subForest = forestc.value
  }
  object Tree {
    object Node {
      def apply[A](root: =>A, forest: =>Stream[Tree[A]]): Tree[A] = ...
    }
    object Leaf {
      def apply[A](root: =>A): Tree[A] = ...
    }
  }

Secara umum, pengguna pohon beringin diharapkan untuk menyeimbangkan pohon ini secara manual. Dengan demikian, struktur ini cocok untuk digunakan pada domain tertentu untuk menyandikan hierarki pada struktur data. Sebagai contoh, pada kecerdasan buatan, sebuah pohon beringin dapat digunakan pada algoritma pengelompokan untuk mengelompokkan data menjadi sebuah hierarki atas hal hal yang semakin mirip. Struktur ini juga bisa digunakan untuk merepresentasikan dokumen XML.

Saat bekerja dengan struktur data hierarkis, adalah cukup bijak untuk mempertimbangkan untuk menggunakan struktur data ini, bukan membuat struktur data sendiri.

6.8.10 FingerTree

Finger Tree (selanjutnya disebut pohon palem) merupakan deretan yang digeneralisasikan dengan beban pencarian konstan yang teramortisasi dan penggabungan logaritmik. A merupakan tipe data dan untuk saat ini hiraukan V:

  sealed abstract class FingerTree[V, A] {
    def +:(a: A): FingerTree[V, A] = ...
    def :+(a: =>A): FingerTree[V, A] = ...
    def <++>(right: =>FingerTree[V, A]): FingerTree[V, A] = ...
    ...
  }
  object FingerTree {
    private class Empty[V, A]() extends FingerTree[V, A]
    private class Single[V, A](v: V, a: =>A) extends FingerTree[V, A]
    private class Deep[V, A](
      v: V,
      left: Finger[V, A],
      spine: =>FingerTree[V, Node[V, A]],
      right: Finger[V, A]
    ) extends FingerTree[V, A]
  
    sealed abstract class Finger[V, A]
    final case class One[V, A](v: V, a1: A) extends Finger[V, A]
    final case class Two[V, A](v: V, a1: A, a2: A) extends Finger[V, A]
    final case class Three[V, A](v: V, a1: A, a2: A, a3: A) extends Finger[V, A]
    final case class Four[V, A](v: V, a1: A, a2: A, a3: A, a4: A) extends Finger[V, A]
  
    sealed abstract class Node[V, A]
    private class Node2[V, A](v: V, a1: =>A, a2: =>A) extends Node[V, A]
    private class Node3[V, A](v: V, a1: =>A, a2: =>A, a3: =>A) extends Node[V, A]
    ...
  }

FingerTree digambarkan sebagai titk, Finger sebagai persegi, dan Node sebagai persegi dalam persegi:

Penambahanan elemen pada bagian depan sebuah FingerTree dengan +: efisien karena Deep hanya menambah elemen baru pada bagian kiri (left) dari palem. Bila palem berupa sebuah Four, kita akan membangun ulang batang (spine) untuk mengambil 3 elemen sebagai sebuah Node3. Sama halnya dengan penambahan sebuah elemen pada bagian belakang menggunakan :+, namun dibalik.

Penambahan menggunakan |+| dan <++> lebih efisien bila dibandingkan dengan menambahkan sebuah elemen satu persatu karena dua pohon Deep mampu memelihara cabang bagian luar, membangun batang (spine) berdasarkan 16 kombinasi yang mungkin dari dua nilai Finger pada bagian tengah.

Di atas, kita melewatkan V. Yang tidak diperlihatkan pada deskripsi ADT merupakan sebuah implicit measurer: Reducer[A, V] pada tiap elemen dari ADT.

Reducer merupakan sebuah ekstensi dari Monoid yang memperkenankan agar sebuah elemen dapat ditambahkan ke sebuah M

  class Reducer[C, M: Monoid] {
    def unit(c: C): M
  
    def snoc(m: M, c: C): M = append(m, unit(c))
    def cons(c: C, m: M): M = append(unit(c), m)
  }

Sebagai contoh, Reducer[A, IList[A]] menyediakan implementasi .cons yang efisien

  implicit def reducer[A]: Reducer[A, IList[A]] = new Reducer[A, IList[A]] {
    override def unit(a: A): IList[A] = IList.single(a)
    override def cons(a: A, as: IList[A]): IList[A] = a :: as
  }
6.8.10.1 IndSeq

Bila kita menggunakan Int sebagai V, kita bisa mendapatkan barisan terindeks dimana yang menjadi ukuran adalah jumlah satuan V. Hal ini memperkenankan kita untuk melakukan pencarian berdasarkan indeks dengan membandingkan indeks yang diinginkan dengan ukuran dari tiap cabang pada struktur:

  final class IndSeq[A](val self: FingerTree[Int, A])
  object IndSeq {
    private implicit def sizer[A]: Reducer[A, Int] = _ => 1
    def apply[A](as: A*): IndSeq[A] = ...
  }

Penggunaan lain dari FingerTree adalah barisan terurut, dimana yang menjadi ukuran merupakan nilai terbesar dari setiap cabang:

6.8.10.2 OrdSeq
  final class OrdSeq[A: Order](val self: FingerTree[LastOption[A], A]) {
    def partition(a: A): (OrdSeq[A], OrdSeq[A]) = ...
    def insert(a: A): OrdSeq[A] = ...
    def ++(xs: OrdSeq[A]): OrdSeq[A] = ...
  }
  object OrdSeq {
    private implicit def keyer[A]: Reducer[A, LastOption[A]] = a => Tag(Some(a))
    def apply[A: Order](as: A*): OrdSeq[A] = ...
  }

OrdSeq tidak mempunyai instans kelas tipe dikarenakan struktur data ini hanya berguna untuk pembangunan deret terurut secara bertahap dengan duplikat. Kita dapat mengakses FingerTree yang melandasi struktur data ini bila dibutuhkan.

6.8.10.3 Cord

Penggunaan FingerTree yang paling jamak adalah wadah sementara untuk representasi String pada Show. Pembuatan sebuah String bisa saja ribuan kali lebih cepat bila dibandingkan dengan implementasi case class berlapis dari .toString yang membangun sebuah Sring untuk tiap lapisan pada ADT.

  final case class Cord(self: FingerTree[Int, String]) {
    override def toString: String = {
      val sb = new java.lang.StringBuilder(self.measure)
      self.foreach(sb.append) // efek samping dengan cakupan lokal
      sb.toString
    }
    ...
  }

Sebagai contoh, instans Cord[String] mengembalikan sebuah Three dengan string pada bagian tengah dan tanda petik pada kedua sisi

  implicit val show: Show[String] = s => Cord(FingerTree.Three("\"", s, "\""))

Sehingga, sebuah String memberikan hasil sebagaimana yang tertulis pada kode sumber

  scala> val s = "foo"
         s.toString
  res: String = foo
  
  scala> s.show
  res: Cord = "foo"

6.8.11 Antrian Prioritas Heap

Antrian prioritas merupakan struktur data yang memperkenankan untuk penyisipan yang relatif singkat pada elemen terurut yang memperbolehkan adanya duplikasi elemen dan memiliki waktu akses yang cepat pada nilai minimum atau prioritas tertinggi. Struktur ini tidak wajibkan untuk menyimpan elemen non-minimal secara berurutan. Implementasi naif dari antrian prioritas dapat berupa

  final case class Vip[A] private (val peek: Maybe[A], xs: IList[A]) {
    def push(a: A)(implicit O: Order[A]): Vip[A] = peek match {
      case Maybe.Just(min) if a < min => Vip(a.just, min :: xs)
      case _                          => Vip(peek, a :: xs)
    }
  
    def pop(implicit O: Order[A]): Maybe[(A, Vip[A])] = peek strengthR reorder
    private def reorder(implicit O: Order[A]): Vip[A] = xs.sorted match {
      case INil()           => Vip(Maybe.empty, IList.empty)
      case ICons(min, rest) => Vip(min.just, rest)
    }
  }
  object Vip {
    def fromList[A: Order](xs: IList[A]): Vip[A] = Vip(Maybe.empty, xs).reorder
  }

push bisa sangat cepat (O(1)) walau reorder (dan pop) sangat bergantung pada IList.sorted yang bernilai O(n log n).

Scalaz menyandikan antrian prioritas dengan struktur pohon dimana setiap simpul mempunyai nilai kurang dari anaknya. Heap mempunyai waktu operasi insert, union, size, uncons, dan minimumO`:

  sealed abstract class Heap[A] {
    def insert(a: A)(implicit O: Order[A]): Heap[A] = ...
    def +(a: A)(implicit O: Order[A]): Heap[A] = insert(a)
  
    def union(as: Heap[A])(implicit O: Order[A]): Heap[A] = ...
  
    def uncons(implicit O: Order[A]): Option[(A, Heap[A])] = minimumO strengthR deleteMin
    def minimumO: Option[A] = ...
    def deleteMin(implicit O: Order[A]): Heap[A] = ...
  
    ...
  }
  object Heap {
    def fromData[F[_]: Foldable, A: Order](as: F[A]): Heap[A] = ...
  
    private final case class Ranked[A](rank: Int, value: A)
  
    private final case class Empty[A]() extends Heap[A]
    private final case class NonEmpty[A](
      size: Int,
      tree: Tree[Ranked[A]]
    ) extends Heap[A]
  
    ...
  }

Heap diimplementasi dengan Pohon Palem berdasarkan nilai Ranked dimana ranking merupakan kedalaman dari cabang pohon. Hal ini memperkenankan kita untuk menyeimbangkan kedalaman dari struktur pohon tersebut. Kita juga mempertahankan secara manual agar nilai minimum selalu pada bagian paling atas. Keuntungan dari penyandian nilai minimum pada struktur data adalah minimumO adalah biaya pencarian gratis:

  def minimumO: Option[A] = this match {
    case Empty()                        => None
    case NonEmpty(_, Tree.Node(min, _)) => Some(min.value)
  }

Ketika menyisipkan sebuah catatan, kita membandingkan nilai minimum saat ini dan menggantinya dengan catatan baru bila ternyata lebih rendah:

  def insert(a: A)(implicit O: Order[A]): Heap[A] = this match {
    case Empty() =>
      NonEmpty(1, Tree.Leaf(Ranked(0, a)))
    case NonEmpty(size, tree @ Tree.Node(min, _)) if a <= min.value =>
      NonEmpty(size + 1, Tree.Node(Ranked(0, a), Stream(tree)))
  ...

Penyisipan nilai nilai non-minimal menghasilkan struktur tak-urut pada cabang minimum. Saat kita menemukan dua atau lebih sub-pohon dengan ranking yang sama, kita akan menempatkan nilai minimum pada bagian depan:

  ...
    case NonEmpty(size, Tree.Node(min,
           (t1 @ Tree.Node(Ranked(r1, x1), xs1)) #::
           (t2 @ Tree.Node(Ranked(r2, x2), xs2)) #:: ts)) if r1 == r2 =>
      lazy val t0 = Tree.Leaf(Ranked(0, a))
      val sub =
        if (x1 <= a && x1 <= x2)
          Tree.Node(Ranked(r1 + 1, x1), t0 #:: t2 #:: xs1)
        else if (x2 <= a && x2 <= x1)
          Tree.Node(Ranked(r2 + 1, x2), t0 #:: t1 #:: xs2)
        else
          Tree.Node(Ranked(r1 + 1, a), t1 #:: t2 #:: Stream())
  
      NonEmpty(size + 1, Tree.Node(Ranked(0, min.value), sub #:: ts))
  
    case NonEmpty(size,  Tree.Node(min, rest)) =>
      val t0 = Tree.Leaf(Ranked(0, a))
      NonEmpty(size + 1, Tree.Node(Ranked(0, min.value), t0 #:: rest))
  }

Dengan menghindari pengurutan secara menyeluruh terhadap pohon, insert menjadi sangat cepat (dengan kompleksitas O(1)), dimana yang melakukan operasi ini tidak terbebani oleh operasi ini. Namun, saat melakukan uncons dengan deleteMin, kita akan mendapati bahwa operasi ini mempunyai kompleksitas O(log n) yang disebabkan oleh pencarian nilai minimum dan menghapusnya dari pohon dengan membangun ulang. Secara umum, hal ini lebih cepat bila dibandingkan dengan implementasi naif.

Operasi union juga dapat menghambat pengurutan sehingga operasi ini mempunyai kompleksitas O(1).

Bila Order[Foo] tidak dapat dengat tepat menentukan prioritas yang kita inginkan atas Heap[Foo], kita dapat menggunakan Tag dan menyediakan instans Order[Foo @@ Custom] khusus untuk Head[Foo @@ Custom].

6.8.12 Diev (Interval Diskrit)

Kita dapat dengan mudah menyandikan nilai integer antara 6, 9, 2, 13, 8, 14, 10, 7, 5 sebagai interval inklusif [2, 2], [5, 10], [13, 14]. Diev merupakan metoda penyadian efisien atas interval untuk elemen A yangc mempunyai instans kelas tipe Enum[A] yang akan semuakin efisien bila isi dari struktur data ini semakin padat.

  sealed abstract class Diev[A] {
    def +(interval: (A, A)): Diev[A]
    def +(value: A): Diev[A]
    def ++(other: Diev[A]): Diev[A]
  
    def -(interval: (A, A)): Diev[A]
    def -(value: A): Diev[A]
    def --(other: Diev[A]): Diev[A]
  
    def intervals: Vector[(A, A)]
    def contains(value: A): Boolean
    def contains(interval: (A, A)): Boolean
    ...
  }
  object Diev {
    private final case class DieVector[A: Enum](
      intervals: Vector[(A, A)]
    ) extends Diev[A]
  
    def empty[A: Enum]: Diev[A] = ...
    def fromValuesSeq[A: Enum](values: Seq[A]): Diev[A] = ...
    def fromIntervalsSeq[A: Enum](intervals: Seq[(A, A)]): Diev[A] = ...
  }

Saat memutakirkan Diev, interval yang berdekatan akan digabungkan (dan diurutkan) sehingga sebuah set nilai akan mempunyai sebuah representasi yang unik.

  scala> Diev.fromValuesSeq(List(6, 9, 2, 13, 8, 14, 10, 7, 5))
  res: Diev[Int] = ((2,2)(5,10)(13,14))
  
  scala> Diev.fromValuesSeq(List(6, 9, 2, 13, 8, 14, 10, 7, 5).reverse)
  res: Diev[Int] = ((2,2)(5,10)(13,14))

Salah satu contoh penggunaan untuk Diev adalah penyimpanan periode waktu. Sebagai contoh konkret, pada TradeTemplate kita pada bab sebelumnya.

  final case class TradeTemplate(
    payments: List[java.time.LocalDate],
    ccy: Option[Currency],
    otc: Option[Boolean]
  )

kita akan menemui bahwa payments sangat padat, kita mungkin berharap untuk menggantinya dengan representasi Diev dengan alasan performa tanpa mengubah logika bisnis dikarenakan kita menggunakan Monoid, bukan List. Walaupun hal itu berarti kita harus menyediakan instance Enum[LocalDate].

6.8.13 OneAnd

Seperti yang sudah dipelajari, Foldable merupakan pustaka setara untuk pustaka koleksi dan Foldable1 untuk koleksi non-kosong. Sementara ini, kita baru melihat NonEmptyList untuk menyediakan instans Foldable1. Struktur data sederhana OneAnd melapisi semua koleksi lain menkadi Foldable1:

  final case class OneAnd[F[_], A](head: A, tail: F[A])

NonEmptyList bisa merupakan alias untuk OneAnd[IList]. Sama halnya dengan alias dari struktur data ini, kita bisa membuat Stream, DList, dan Tree. Namun, penggunaan ini dapat menghapus penyusunan dan keunikan dari struktur yang melandasinya: sebuah OneAnd[ISet, A] adalah struktur non-kosong dari ISet. Namun, elemen pertama dari struktur ini pasti tidak kosong dan bisa jadi juga merupakan elemen dari ISet sehingga struktur ini tidak menjadi unik lagi.

6.9 Kesimpulan

Pada bab ini, kita sudah mempelajari secara sekilas tentang tipe data yang ditawarkan oleh Scalaz.

Pembaca yang budiman tidak harus menghafal struktur data yang ada pada bab ini, dan cukup menganggap bab ini sebagai pengantar.

Pada jagad pemrograman fungsional, struktur data fungsional merupakan area riset yang aktif. Publikasi akademis juga sering muncul dengan pendekatan baru atas permasalahan yang sudah lama dikenal. Menerapkan sebuah struktur data fungsional dari literatur semacam itu merupakan kontrubusi yang sangat diterima untuk ekosistem Scalaz.

7. Monad Lanjutan

Untuk menjadi pemrogram dengan aliran fungsional, pembaca budiman harus menguasai beberapa hal, seperti Monad Lanjutan.

Namun, karena kita merupakan pengembang yang mendambakan hal yang sederhana, juga tidak melupakan bahwa apa yang kita sebut sebagai “lanjutan” juga tetap sederhana. Sebagai konteks: scala.concurrent.Future lebih rumit dan penuh dengan nuansa bila dibandingkan dengan semua Monad yang ada pada bab ini.

Pada bab ini, kita akan mempelajari beberapa penerapan paling penting atas Monad.

7.1 Masa Depan yang Kabur

Masalah paling besar dengan Future adalah struktur ini segera menjadwalkan tugas pada saat konstruktsi. Sebagaimana yang telah kita bicarakan pada perkenalan, Future menggabungkan antara definisi program dengan menerjemahkannya.

Dan bila dilihat dari sudut pandang performa, Future tidak begitu menarik: setiap kali .flatMap dipanggil, sebuah closure diserahkan kepada sebuah Executor sehingga menyebabkan penjadwalan dan pertukaran konteks yang tak perlu. Bukan hal yang jarang terjadi bila kita melihat 50% penggunaan CPU saat berurusan dengan penjadwalan utas, bukan saat melakukan komputasi program. Bahkan, bukan hal yang tidak mungkin untuk mendapatkan hasil komputasi paralel yang lebih lambat saat menggunakan Future.

Bila evaluasi tegas dan penyerahan eksekutor digunakan secara bersamaan, pengguna tidak akan tahu kapan tugas akan dimulai, selesai, atau sub-tugas yang dibuat untuk menghitung hasil akhir. Seharusnya, bukan hal yang mengejutkan bila solusi untuk melakukan pengawasan atas framework yang dibuat berdasarkan Future memang pantas disebut sebagai tukang tipe.

Terlebih lagi, Future.flatMap mengharuskan sebuah ExecutionContext berada pada cakupan implisit: pengguna dipaksa untuk memikirkan logika bisnis dan semantik dari eksekusi pada saat yang bersamaan.

7.2 Efek dan Efek Samping

Bila kita tidak boleh memanggil metoda dengan efek samping pada logika bisnis kita, atau pada Future (atau pada Id, Either, ataupun Const, dll), kapan kita bisa? Tentu jawabannya ada pada Monad yang menunda eksekusi sampai pada waktunya Monad ini diinterpretasi pada titik awal aplikasi. Mulai dari sini, kita akan merujuk I/O dan mutasi sebagai efek pada dunia luar yang ditangkap oleh sistem tipe, bukan sistem dengan efek samping tersembunyi.

Implementasi paling sederhana dari sebuah Monad adalah IO, yang memformalkan apa yang telah kita tulis pada bagian perkenalan sebagai:

  final class IO[A](val interpret: () => A)
  object IO {
    def apply[A](a: =>A): IO[A] = new IO(() => a)
  
    implicit val monad: Monad[IO] = new Monad[IO] {
      def point[A](a: =>A): IO[A] = IO(a)
      def bind[A, B](fa: IO[A])(f: A => IO[B]): IO[B] = IO(f(fa.interpret()).interpret())
    }
  }

Metoda .interpret hanya dipanggil sekali pada titik awal sebuah aplikasi:

  def main(args: Array[String]): Unit = program.interpret()

Namun, ada dua masalah utama pada IO sederhana semacam ini:

  1. dapat menyebabkan stack overflow
  2. tidak mendukung komputasi paralel.

Kedua masalah ini akan diselesaikan pada bab ini. Namun, serumit apapun implmentasi internal dari sebuah Monad, prinsip yang dijabarkan disini tidak berubah: kita memodularisasi pendefinisian dari sebuah program dan eksekusinya sehingga kita dapat menangkap efek yang muncul pada penanda tipe, dan pada akhirnya memperkenankan kita untuk menalar hasil modularisasi program tersebut dan menghasilkan penggunaan ulang kode yang lebih banyak.

7.3 Keamanan Stack

Pada JVM, setiap pemanggilan metoda menambah sebuah catatan pada stack panggilan pada Thread, mirip dengan penambahan sebuah elemen pada bagian depan List. Ketika sebuah metoda selesai dipanggil, metoda pada bagian head akan dibuang. Jumlah maksimal dari stack panggilan ini ditentukan oleh panji -Xss ketika memulai java. Pemanggilan metoda tail recursive dideteksi oleh komplire Scala dan catatan panggilan tidak akan ditambahkan. Bila kita mencapai batas, misal dengan pemanggilan rantai metoda yang sangat banyak, kita akan mendapatkan sebuah StackOverflowError.

Sayangnya, tiap panggilan berlapis pada .flatMap milik IO, sebuah metoda akan ditambahkan ke stack. Cara paling mudah untuk menebak apakah metoda ini akan dijalankan selamanya atau hanya beberapa saat saja, kita bisa menggunakan .forever dari Apply (atasan Monad):

  scala> val hello = IO { println("hello") }
  scala> Apply[IO].forever(hello).interpret()
  
  hello
  hello
  hello
  ...
  hello
  java.lang.StackOverflowError
      at java.io.FileOutputStream.write(FileOutputStream.java:326)
      at ...
      at monadio.IO$$anon$1.$anonfun$bind$1(monadio.scala:18)
      at monadio.IO$$anon$1.$anonfun$bind$1(monadio.scala:18)
      at ...

Scalaz mempunyai sebuah kelas tipe yang dapat diimplementasikan oleh struktur data yang memiliki instans Monad bila struktur data tersebut aman dari segi penggunaan stack: BindRec yang mumbutuhkan ruang stack konstan untuk bind rekursif:

  @typeclass trait BindRec[F[_]] extends Bind[F] {
    def tailrecM[A, B](f: A => F[A \/ B])(a: A): F[B]
  
    override def forever[A, B](fa: F[A]): F[B] = ...
  }

Kita tidak perlu menggunakan BindRec untk semua program. Namun, kelas tipe ini penting untuk implementasi umum dari Monad.

Cara yang digunakan untuk mendapatkan keamanan stack adalah dengan mengkonversi pemanggilan metoda menjadi rujukan ke sebuah ADT, atau yang dikenal dengan monad Free:

  sealed abstract class Free[S[_], A]
  object Free {
    private final case class Return[S[_], A](a: A)     extends Free[S, A]
    private final case class Suspend[S[_], A](a: S[A]) extends Free[S, A]
    private final case class Gosub[S[_], A0, B](
      a: Free[S, A0],
      f: A0 => Free[S, B]
    ) extends Free[S, B] { type A = A0 }
    ...
  }

TDA Free merupakan representasi tipe data natural untuk antarmuka Monad:

  1. Return merepresentasikan .point
  2. Gosub merepresentasikan .bind / .flatMap

Ketika sebuah TDA mencerminkan argumen yang berhubungan dengan fungsi yang berhubungan, pencerminan ini disebut dengan penyandian Church (dari nama Alonzo Church).

Free mendapat nama seperti itu karena dapat didapatkan secara cuma-cuma (sebagaimana dengan “Free Beer”) untuk setiap S[_]. Sebagai contoh, kita dapat menganggap S sebagai alkabar dari Drone atau Machines pada bab 3 dan membuat representasi struktur data dari program kita. Kita akan kembali mempelajari mengapa hal ini berguna pada akhir bab ini.

7.3.1 Trampoline

Untuk sementara ini, Free lebih umum daripada yang kita butuhkan. Dengan mengatur aljabar S[_] menjadi () => ?, atau komputasi yang ditangguhkan, kita mendapatkan struktur Trampoline dan pada akhirnya dapat menerapkan Monad dengan aman

  object Free {
    type Trampoline[A] = Free[() => ?, A]
    implicit val trampoline: Monad[Trampoline] with BindRec[Trampoline] =
      new Monad[Trampoline] with BindRec[Trampoline] {
        def point[A](a: =>A): Trampoline[A] = Return(a)
        def bind[A, B](fa: Trampoline[A])(f: A => Trampoline[B]): Trampoline[B] =
          Gosub(fa, f)
  
        def tailrecM[A, B](f: A => Trampoline[A \/ B])(a: A): Trampoline[B] =
          bind(f(a)) {
            case -\/(a) => tailrecM(f)(a)
            case \/-(b) => point(b)
          }
      }
    ...
  }

Implementasi BindRec, .tailrecM, menjalankan .bind sampai kita mendapat sebuah B. Walau secara teknis hal ini bukan merupakan implmentasi @tailrec, implementasi ini menggunakan ruang stack secara konstan karena tiap panggilan mengembalikan sebuah objek heap dengan rekursi yang dijeda.

Fungsi pembantu yang disediakan untuk membuat sebuah Trampoline secara sigap adalah dengan .done atau bisa juga dibuat dengan sebuah jeda menggunakan metoda .delay. Kita juga bisa membuat sebuah Trampoline dengan menggunakan Trampoline *by-name dengan metoda .suspend`:

  object Trampoline {
    def done[A](a: A): Trampoline[A]                  = Return(a)
    def delay[A](a: =>A): Trampoline[A]               = suspend(done(a))
    def suspend[A](a: =>Trampoline[A]): Trampoline[A] = unit >> a
  
    private val unit: Trampoline[Unit] = Suspend(() => done(()))
  }

Saat kita melihat Trampoline[A] pada basis kode, kita bisa menggantinya pada visualisasi mental kita dengan sebuah A. Hal ini disebabkan oleh penambahan keamanan stack demi kemurnian komputasi. Kita mendapatkan A dengan menginterpretasikan Free dengan metoda .run yang telah disediakan.

7.3.2 Contoh: DList dengan Keamanan Stack

Pada bab sebelumnya, kita mendeskripsikan tipe data DList dengan

  final case class DList[A](f: IList[A] => IList[A]) {
    def toIList: IList[A] = f(IList.empty)
    def ++(as: DList[A]): DList[A] = DList(xs => f(as.f(xs)))
    ...
  }

Namun, implementasi yang sesungguhnya adalah seperti berikut:

  final case class DList[A](f: IList[A] => Trampoline[IList[A]]) {
    def toIList: IList[A] = f(IList.empty).run
    def ++(as: =>DList[A]): DList[A] = DList(xs => suspend(as.f(xs) >>= f))
    ...
  }

Kita tidak menggunakan panggilan berlapis pada f, namun kita menggunakan Trampoline yang dibekukan. Interpretasi .run hanya dilakukan bila memang benar dibutuhkan, seperti pada toIList. Perubahan yang dilakukan sebenarnya sedikit, namun kita berhasil mencapai keamanan stack atas DList yang dapat melakukan penggabungan list dalam jumlah besar tanpa harus memenuhi stack.

7.3.3 IO dengan Keamanan Stack

Hal yang sama dapat dilakukan untuk mengamankan IO dengan menggunakan Trampoline:

  final class IO[A](val tramp: Trampoline[A]) {
    def unsafePerformIO(): A = tramp.run
  }
  object IO {
    def apply[A](a: =>A): IO[A] = new IO(Trampoline.delay(a))
  
    implicit val Monad: Monad[IO] with BindRec[IO] =
      new Monad[IO] with BindRec[IO] {
        def point[A](a: =>A): IO[A] = IO(a)
        def bind[A, B](fa: IO[A])(f: A => IO[B]): IO[B] =
          new IO(fa.tramp >>= (a => f(a).tramp))
        def tailrecM[A, B](f: A => IO[A \/ B])(a: A): IO[B] = ...
      }
  }

Penerjemah di atas, .unsafePerformIO(), memang sengaja dinamai seperti itu untuk menakut-nakuti pengguna agar tidak menggunakannya selain di titik awal aplikasi.

Sekarang, kita tidak akan mendapat galat mengenai stack overflow:

  scala> val hello = IO { println("hello") }
  scala> Apply[IO].forever(hello).unsafePerformIO()
  
  hello
  hello
  hello
  ...
  hello

Penggunaan Trampoline biasanya menimbulkan penurunan performa bila dibandingkan dengan rujukan biasa. Hal ini dikarenakan Free disini adalah dibuat tanpa biaya, bukan digunakan tanpa biaya.

7.4 Pustaka Transformator Monad

Transformator monad merupakan struktur data yang membungkus nilai yang mendasari dan menyediakan efek monadik.

Sebagai contoh, pada bab 2 kita menggunakan OptionT agar kita dapat menggunakan F[Option[A]] pada komprehensi for sebagaimana kita menggunakan F[A]. Hal semacam ini menambahkan efek dari nilai opsional pada program kita. Atau bisa juga kita menggunakan MonadPlus untuk mendapatkan efek yang sama.

Subset tipe data ini dan perpanjangan dari Monad biasa disebut sebagai Pustaka Transformator Monad atau Monad Transformer Library (MTL) yang dirangkum di bawah. Pada bagian ini, kita akan membahas tiap transformator, apa guna mereka, dan bagaimana cara mereka bekerja.

Efek Pendasaran Transformator Kelas Tipe
pilihan F[Maybe[A]] MaybeT MonadPlus
galat F[E \/ A] EitherT MonadError
nilai waktu jalan A => F[B] ReaderT MonadReader
jurnal / tugas ganda F[(W, A)] WriterT MonadTell
perubahan kondisi S => F[(S, A)] StateT MonadState
jalan terus saja F[E \&/ A] TheseT  
kontrol alur (A => F[B]) => F[B] ContT  

7.4.1 MonadTrans

Tiap transformator mempunyai bentuk umum T[F[_], A], dan menyediakan setidaknya satu instans Monad dan Hoist sehingga disebut MonadTrans:

  @typeclass trait MonadTrans[T[_[_], _]] {
    def liftM[F[_]: Monad, A](a: F[A]): T[F, A]
  }
  
  @typeclass trait Hoist[F[_[_], _]] extends MonadTrans[F] {
    def hoist[M[_]: Monad, N[_]](f: M ~> N): F[M, ?] ~> F[N, ?]
  }

.liftM memperkenankan kita untuk membuat sebuah transformator monad bila kita mempunyai sebuah F[A]. Sebagai contoh, kita dapat membuat sebuah OptionT[IO, String] dengan memanggil .liftM[OptionT] pada sebuah `IO[String].

Mirip dengan .liftM, .hoist digunakan untuk transformasi natural.

Secara umum, ada tiga cara untuk membuat sebuah transformator monad:

  • dengan menggunakan konstruktor transformator
  • dari sebuah nilai A dengan menggunakan .pure dari sintaks Monad
  • dari sebuah F[A] dengan menggunakan .liftM dari sintaks MonadTrans`

Dikarenakan cara kerja dari penebak tipe pada Scala, sering kali parameter tipe yang kompleks harus tersurat. Untuk menyiasati hal ini, transformator biasanya menyediakan alat bantu konstruktor pada pasangan, sehingga dapat dengan mudah digunakan.

7.4.2 MaybeT

OptionT, MaybeT, dan LazyOptionT mempunyai implementasi yang mirip. Mereka sama sama menyediakan opsionalitas melalui Option, Maybe, dan LazyOption. Kita akan fokus pada MaybeT untuk menghindari pengulangan pembahasan.

  final case class MaybeT[F[_], A](run: F[Maybe[A]])
  object MaybeT {
    def just[F[_]: Applicative, A](v: =>A): MaybeT[F, A] =
      MaybeT(Maybe.just(v).pure[F])
    def empty[F[_]: Applicative, A]: MaybeT[F, A] =
      MaybeT(Maybe.empty.pure[F])
    ...
  }

menyediakan sebuah instans untuk MonadPlus

  implicit def monad[F[_]: Monad] = new MonadPlus[MaybeT[F, ?]] {
    def point[A](a: =>A): MaybeT[F, A] = MaybeT.just(a)
    def bind[A, B](fa: MaybeT[F, A])(f: A => MaybeT[F, B]): MaybeT[F, B] =
      MaybeT(fa.run >>= (_.cata(f(_).run, Maybe.empty.pure[F])))
  
    def empty[A]: MaybeT[F, A] = MaybeT.empty
    def plus[A](a: MaybeT[F, A], b: =>MaybeT[F, A]): MaybeT[F, A] = a orElse b
  }

Monad ini memang terlihat agak janggal. Namun, monad ini hanya mendelegasi semuanya ke Monad[F] dan pada akhirnya membungkus ulang dengan sebuah MaybeT. Hal ini yang disebut dengan pertukangan.

Dengan monad ini, kita dapat menulis logika yang menangani opsionalitas pada konteks F[], tidak dengan membawa-bawa Option maupun Maybe.

Sebagai contoh, misalkan kita menggunakan sebuah situs media sosial untuk menghitung jumlah bintang yang dimiliki oleh seorang pengguna. Situs tersebut memberikan sebuah String yang mungkin bisa berisi informasi tentang pengguna dan bisa juga tidak. Selain itu, kita memilki aljabar berikut:

  trait Twitter[F[_]] {
    def getUser(name: String): F[Maybe[User]]
    def getStars(user: User): F[Int]
  }
  def T[F[_]](implicit t: Twitter[F]): Twitter[F] = t

Kita harus memanggil getUser dan dilanjutkan dengan getStars. Bila kita menggunakan Monad sebagai konteks dari pemanggilan ini, kita akan kesulitan menulis fungsi untuk ini karena kita harus menangani kondisi Empty:

  def stars[F[_]: Monad: Twitter](name: String): F[Maybe[Int]] = for {
    maybeUser  <- T.getUser(name)
    maybeStars <- maybeUser.traverse(T.getStars)
  } yield maybeStars

Namun, bila kita mempunyai sebuah MonadPlus sebagai konteks, kita dapat memasukkan Maybe ke dalam F[] dengan .orEmpty dan mengabaikan apa yang terjadi selanjutnya:

  def stars[F[_]: MonadPlus: Twitter](name: String): F[Int] = for {
    user  <- T.getUser(name) >>= (_.orEmpty[F])
    stars <- T.getStars(user)
  } yield stars

Namun, dengan menambahkan persyaratan MonadPlus, akan muncul permasalah bila konteks hilir tidak mempunyai instans monad tersebut. Solusi yang bisa digunakan adalah antara mengganti konteks menjadi MaybeT[F, ?] (mengangkat Monad[F] menjadi MonadPlus), atau secara tersurat menggunakan MaybeT pada tipe kembalian, walaupun harus menulis kode sedikit lebih banyak:

  def stars[F[_]: Monad: Twitter](name: String): MaybeT[F, Int] = for {
    user  <- MaybeT(T.getUser(name))
    stars <- T.getStars(user).liftM[MaybeT]
  } yield stars

Keputusan untuk menggunakan Monad atau mengembalikan sebuah transformator pada akhirnya merupakan hal yang harus diputuskan oleh tim pembaca yang budiman berdasarkan pada interpreter yang digunakan pada program pembaca budiman.

7.4.3 EitherT

Nilai opsional merupakan sebuah kasus khusus dimana sebuah nilai bisa saja berupa sebuah galat, namun kita tidak tahu apapun mengenai galat tersebut. EitherT (dan varian lundungnya, LazyEitherT) memperkenankan kita untuk menggunakan tipe apapun yang kita inginkan sebagai nilai galat beserta menyediakan informasi kontekstual mengenai apa yang salah.

EitherT merupakan pembungkus atas sebuah F[A \/ B]

  final case class EitherT[F[_], A, B](run: F[A \/ B])
  object EitherT {
    def either[F[_]: Applicative, A, B](d: A \/ B): EitherT[F, A, B] = ...
    def leftT[F[_]: Functor, A, B](fa: F[A]): EitherT[F, A, B] = ...
    def rightT[F[_]: Functor, A, B](fb: F[B]): EitherT[F, A, B] = ...
    def pureLeft[F[_]: Applicative, A, B](a: A): EitherT[F, A, B] = ...
    def pure[F[_]: Applicative, A, B](b: B): EitherT[F, A, B] = ...
    ...
  }

Monad pada konteks berikut adalah sebuah MonadError

  @typeclass trait MonadError[F[_], E] extends Monad[F] {
    def raiseError[A](e: E): F[A]
    def handleError[A](fa: F[A])(f: E => F[A]): F[A]
  }

.raiseError dan .handleError cukup jelas: keduanya ekuivalen dengan metoda throw dan catch sebuah galat.

MonadError mempunyai beberapa sintaks tambahan untuk menangani masalah-masalah umum:

  implicit final class MonadErrorOps[F[_], E, A](self: F[A])(implicit val F: MonadError[F, E]) {
    def attempt: F[E \/ A] = ...
    def recover(f: E => A): F[A] = ...
    def emap[B](f: A => E \/ B): F[B] = ...
  }

.attempt mengubah galat menjadi nilai, yang berguna untuk menampakkan galat pada subsistem sebagai nilai utama.

.recover digunakan untuk mengubah sebuah galat menjadi nilai untuk semua kasus yang mungkin terjadi. Sebaliknya, .handleError menerima sebuah F[A] dan pada akhirnya memperkenankan pemulihan sebagian.

.emap, yang merupakan pemetaan atas either, mengaplikasikan transformasi yang bisa saja gagal.

MonadError untuk EitherT adalah:

  implicit def monad[F[_]: Monad, E] = new MonadError[EitherT[F, E, ?], E] {
    def monad[F[_]: Monad, E] = new MonadError[EitherT[F, E, ?], E] {
    def bind[A, B](fa: EitherT[F, E, A])
                  (f: A => EitherT[F, E, B]): EitherT[F, E, B] =
      EitherT(fa.run >>= (_.fold(_.left[B].pure[F], b => f(b).run)))
    def point[A](a: =>A): EitherT[F, E, A] = EitherT.pure(a)
  
    def raiseError[A](e: E): EitherT[F, E, A] = EitherT.pureLeft(e)
    def handleError[A](fa: EitherT[F, E, A])
                      (f: E => EitherT[F, E, A]): EitherT[F, E, A] =
      EitherT(fa.run >>= {
        case -\/(e) => f(e).run
        case right => right.pure[F]
      })
  }

Seharusnya bukan hal yang mengejutkan bila kita dapat menulis ulang contoh dari MonadPlus dengan menggunakan MonadError dan menyisipkan pesan galat yang informatif:

  def stars[F[_]: Twitter](name: String)
                          (implicit F: MonadError[F, String]): F[Int] = for {
    user  <- T.getUser(name) >>= (_.orError(s"user '$name' not found")(F))
    stars <- T.getStars(user)
  } yield stars

dimana .orError merupakan metoda bantuan pada Maybe

  sealed abstract class Maybe[A] {
    ...
    def orError[F[_], E](e: E)(implicit F: MonadError[F, E]): F[A] =
      cata(F.point(_), F.raiseError(e))
  }

Versi yang menggunakan EitherT terlihat sebagai berikut

  def stars[F[_]: Monad: Twitter](name: String): EitherT[F, String, Int] = for {
    user <- EitherT(T.getUser(name).map(_ \/> s"user '$name' not found"))
    stars <- EitherT.rightT(T.getStars(user))
  } yield stars

Instans paling sederhana dari MonadError adalah \/ yang sangat cocok untuk testing logika bisnis yang membutuhkan sebuah MonadError. Sebagai contoh,

  final class MockTwitter extends Twitter[String \/ ?] {
    def getUser(name: String): String \/ Maybe[User] =
      if (name.contains(" ")) Maybe.empty.right
      else if (name === "wobble") "connection error".left
      else User(name).just.right
  
    def getStars(user: User): String \/ Int =
      if (user.name.startsWith("w")) 10.right
      else "stars have been replaced by hearts".left
  }

Tes unit kita untuk .stars mungkin mencakup hal berikut:

  scala> stars("wibble")
  \/-(10)
  
  scala> stars("wobble")
  -\/(connection error)
  
  scala> stars("i'm a fish")
  -\/(user 'i'm a fish' not found)
  
  scala> stars("fommil")
  -\/(stars have been replaced by hearts)

Sebagaimana yang telah kita saksikan beberapa kali, kita dapat fokus pada testing untuk logika bisnis seutuhnya.

Dan pada akhirnya, kita kembali ke aljabar JsonClient pada bab 4.3

  trait JsonClient[F[_]] {
    def get[A: JsDecoder](
      uri: String Refined Url,
      headers: IList[(String, String)]
    ): F[A]
    ...
  }

harap diingat bahwa kita hanya menulis jalur lancar pada API. Bila interpreter kita untuk aljabar ini hanya bekerja pada F yang memiliki MonadError, kita dapat mendefinisikan jenis galat sebagai permasalahan yang berhubungan. Dan memang pada kenyataannya, kita dapat mempunyai dua lapis galat bila kita mendefinisikan interpreter untuk sebuah EitherT[IO, JsonClient.Error, ?]

  object JsonClient {
    sealed abstract class Error
    final case class ServerError(status: Int)       extends Error
    final case class DecodingError(message: String) extends Error
  }

Yang mencakup masalah I/O, status peladen, dan masalah masalah pada pemodelan dari muatan JSON dari peladen.

7.4.3.1 Memilih Tipe Galat

Komunitas Scalaz masih belum dapat menyimpulkan mengenai strategi terbaik untuk tipe galat E di MonadError.

Salah satu mahzab berpendapat bahwa kita harus memilih yang umum, seperti String. Mahzab lain berpendapat bahwa sebuah aplikasi harus mempunyai ADT untuk galat yang memperkenankan penanganan galat yang disesuaikan. Kaum air di daun talas sendiri lebih memilih untuk menggunakan Throwable demi kompatibilitas penuh atas JVM.

Ada dua masalah yang muncul bila kita menggunakan ADT galat pada tingkat aplikasi:

  • sangat canggung bila kita membuat sebuah galat baru. Satu berkas menjadi lumbung galat utama, mengagregasi galat dari semua subsismet.
  • tidak peduli betapa granular galat yang ada, resolusi yang dipakai cenderung sama: catat galat tersebut lalu coba lagi atau berhenti. Kita tidak perlu ADT untuk hal semacam ini.

Sebuah ADT galat menjadi berguna bila tiap catatan menerima penanganan pemulihan yang berbeda.

Sebuah kompromi antara galat ADT dan String adalah format pertengahan. JSON merupakan pilihan yang bagus karena format ini dipahami oleh kebanyakan framework pengawasan dan pencatatan log.

Masalah yang muncul bila kita tidak memiliki stacktrace adalah sulitnya mencari kode yang menjadi sumber galat. Dengan sourcecode oleh Li Haoyi, kita dapat mengikutsertakan informasi kontekstual sebagai metadata pada galat kita:

  final case class Meta(fqn: String, file: String, line: Int)
  object Meta {
    implicit def gen(implicit fqn: sourcecode.FullName,
                              file: sourcecode.File,
                              line: sourcecode.Line): Meta =
      new Meta(fqn.value, file.value, line.value)
  }
  
  final case class Err(msg: String)(implicit val meta: Meta)

Walau Err dapat dirujuk secara transparan, konstruksi implisit dari sebuah Meta secara sekilas tidak terlihat bisa dirujuk secara transparan bila dibaca seperti biasa: dua panggilan ke Meta.gen (dipanggil secara implisit saat membuat sebuah Err) akan menghasilkan nilai yang berbeda karena lokasi dari kode sumber berhubungan dengan nilai yang dikembalikan:

  scala> println(Err("hello world").meta)
  Meta(com.acme,<console>,10)
  
  scala> println(Err("hello world").meta)
  Meta(com.acme,<console>,11)

Untuk memahami hal ini, kita harus mengapresiais bahwa metoda sourcecode.* merupakan makro yang menggenerasi kode sumber untuk kita. Bila kita harus menulis kode di atas secara eksplisit, apa yang terjadi akan menjadi jelas:

  scala> println(Err("hello world")(Meta("com.acme", "<console>", 10)).meta)
  Meta(com.acme,<console>,10)
  
  scala> println(Err("hello world")(Meta("com.acme", "<console>", 11)).meta)
  Meta(com.acme,<console>,11)

Betul, kita sudah bersekutu dengan iblis makro, namun kita dapat menulis Meta secara manual.

7.4.4 ReaderT

Monad pembaca membungkus A => F[B] sehingga memperkenankan program F[B] untuk bergantung kepada nilai waktu-jalan A. Bagi pembaca yang sudah akrab dengan penyuntikan dependensi (dependency injection), monad pembaca ekuivalen dengan anotasi @Inject milik Spring maupun Guice. Namun, tanpa disertai dengan refleksi maupun XML.

ReaderT hanya merupakan alias untuk tipe data yang lebih umum yang dinamai berdasarkan matematikawan Heinrich Kleisli.

  type ReaderT[F[_], A, B] = Kleisli[F, A, B]
  
  final case class Kleisli[F[_], A, B](run: A => F[B]) {
    def dimap[C, D](f: C => A, g: B => D)(implicit F: Functor[F]): Kleisli[F, C, D] =
      Kleisli(c => run(f(c)).map(g))
  
    def >=>[C](k: Kleisli[F, B, C])(implicit F: Bind[F]): Kleisli[F, A, C] = ...
    def >==>[C](k: B => F[C])(implicit F: Bind[F]): Kleisli[F, A, C] = this >=> Kleisli(k)
    ...
  }
  object Kleisli {
    implicit def kleisliFn[F[_], A, B](k: Kleisli[F, A, B]): A => F[B] = k.run
    ...
  }

Konversi implicit pada objek pendamping memperkenankan kita untuk menggunakan sebuah Kleisli pada bagian yang seharusnya menjadi tempat untuk sebuah fungsi. Hal ini memperkenankan kita untuk menggunakan struktur data ini sebagai parameter pada .bind atau >>= dari sebuah monad.

Penggunaan paling jamak untuk ReaderT adalah sebagai penyedia informasi lingkungan jalan untuk sebuah progarm. Pada drone-dynamic-agents, kita membutuhkan akses untuk OAuth 2.0 Refresh Token milik pengguna agar dapat menghubungi Google. Tentu hal yang paling mudah dilakukan adalah memuat informasi tersebut dari diska dan membuat tiap metoda menerima sebuah parameter RefreshToken. Bahkan, hal semacam ini merupakan persyaratan umum yang diajukan oleh Martin Odersky pada proposal implicit function.

Sebuah solusi yang lebih jitu untuk program kita adalah dengan membuat sebuah aljabar yang menyediakan konfigurasi saat dibutuhkan. Misalnya,

  trait ConfigReader[F[_]] {
    def token: F[RefreshToken]
  }

Kita sudah membuat ulang MonadReader, kelas tipe yang berhubungan dekat dengan ReaderT, dimana .ask sama dengan .token pada potongan diatas, dan S sebagai RefreshToken:

  @typeclass trait MonadReader[F[_], S] extends Monad[F] {
    def ask: F[S]
  
    def local[A](f: S => S)(fa: F[A]): F[A]
  }

dengan implmentasi

  implicit def monad[F[_]: Monad, R] = new MonadReader[Kleisli[F, R, ?], R] {
    def point[A](a: =>A): Kleisli[F, R, A] = Kleisli(_ => F.point(a))
    def bind[A, B](fa: Kleisli[F, R, A])(f: A => Kleisli[F, R, B]) =
      Kleisli(a => Monad[F].bind(fa.run(a))(f))
  
    def ask: Kleisli[F, R, R] = Kleisli(_.pure[F])
    def local[A](f: R => R)(fa: Kleisli[F, R, A]): Kleisli[F, R, A] =
      Kleisli(f andThen fa.run)
  }

Hukum dari MonadReader adalah S tidak boleh berubah diantara tiap pemanggilan. Sebagai contoh, ask >> ask === ask. Untuk penggunaan MonadReader pada program kita, kita hanya perlu membaca konfigurasi kita satu kali saja. Bila kita ingin memuat ulang konfigurasi tiap kali kita membutuhkannya, misalkan agar kita dapat mengubah token tanpa harus menjalankan ulang aplikasi, kita dapat memperkenalkan ConfigReader yang tidak mempunyai hukum semacam ini.

Pada implementasi OAuth 2.0 kita, kita dapat memindah Monad ke metoda:

  def bearer(refresh: RefreshToken)(implicit F: Monad[F]): F[BearerToken] =
    for { ...

lalu dilanjutkan dengan melakukan refaktorisasi parameter refresh agar menjadi bagian dari Monad

  def bearer(implicit F: MonadReader[F, RefreshToken]): F[BearerToken] =
    for {
      refresh <- F.ask

Tiap parameter dapat dipindahkan ke MonadReader. Yang paling penting untuk pemanggil adalah saat pemanggil hanya perlu untuk menelisik infromsai ini dari hierarki pemanggilan paling atas. Dengan ReaderT, kita tidak perlu menggunakan blok parameter implicit sehingga mengurang beban mental saat menggunakan Scala.

Metoda lain pada MonadReader adalah .local

  def local[A](f: S => S)(fa: F[A]): F[A]

Kita dapat mengubah S dan menjalankan sebuah program fa delam konteks lokal tersebut dan mengembalikan S asli. Contoh penggunaan .local adalah saat membuat “stack trace” yang sesuai untuk domain kita, pencatatan log berlapis! Sebagaimana pada struktur data Meta pada bab sebelumnya, kita mendefinisikan sebuah fungsi pada titik pemeriksaan:

  def traced[A](fa: F[A])(implicit F: MonadReader[F, IList[Meta]]): F[A] =
    F.local(Meta.gen :: _)(fa)

dan kita dapat menggunakannya untuk membungkus fungsi yang beroperasi pada konteks ini.

  def foo: F[Foo] = traced(getBar) >>= barToFoo

akan lolos secara otomatis untuk semua yang tidak ditentukan sebelumnya. Sebuah tambahan kompilasi atau sebuah makro dapat melakukan hal yang sebaliknya, memaksa untuk memilih semuanya.

Bila kita mengakses .ask, kita dapat melihat jejak langkah bagaimana kita dipanggil, tanpa harus dikaburkan oleh detail implementasi bytecode. Hal ini merupakan contoh dari stack trace yang dirujuk secara transparan.

Pengembang yang memilih untuk bermain aman mungkin berharap untuk memecah IList[Meta] pada ukuran tertentu untuk menghindari sesuatu yang mirip dengan stack overflow. Dan memang pada kenyataannya, struktu data yang cocok adalah Dequeue.

.local juga dapat digunakan untuk mencatat informasi kontekstual yang relevan secara langsung pada tugas saat itu, seperti jumlah spasi yang harus digunakan untuk melekuk sebuah baris saat mencetak format berkas yang dapat dibaca manusia dengan mudah. Misal, menambah dua spasi ketika kita memasuki sebuah struktur berlapis.

Dan paling penting, bila kita tidak dapat meminta sebuah MonadReader karena aplikasi kita tidak menyediakannya, kita dapat mengembalikan sebuah ReaderT

  def bearer(implicit F: Monad[F]): ReaderT[F, RefreshToken, BearerToken] =
    ReaderT( token => for {
    ...

Bila sebuah pemanggil menerima ReaderT dan mereka mempunyai parameter token, mereka dapat memanggil access.run(token) dan mendapatkan sebuah F[BearerToken].

Terus terang, karena kita tidak mempunyai banyak pemanggil, kita hanya perlu mengubah sebuah parameter fungsi. MonadReader paling berguna saat:

  1. kita ingin melakukan refaktor kode suatu saat untuk memuat ulang konfigurasi
  2. nilai tidak dibutuhkan oleh pemanggil perantara
  3. atau kita ingin menentukan cakupan beberapa variabel secara lokal

Dotty boleh saja tetap menggunakan fungsi implisit, karena kita mempunyai ReaderT dan MonadReader.

7.4.5 WriterT

Yang menjadi kebalikan dari pembacaan adalah penulisan nilai. Transformator monad WriterT biasanya digunakan untuk menulis ke sebuah jurnal.

  final case class WriterT[F[_], W, A](run: F[(W, A)])
  object WriterT {
    def put[F[_]: Functor, W, A](value: F[A])(w: W): WriterT[F, W, A] = ...
    def putWith[F[_]: Functor, W, A](value: F[A])(w: A => W): WriterT[F, W, A] = ...
    ...
  }

Tipe yang dibungkus adalah F[(W, A)] dengan jurnal yang terakumulasi pada W.

Tidak hanya satu monad yang berhubungan dengan WriterT, namun ada 2. MonadTell dan MonadListen

  @typeclass trait MonadTell[F[_], W] extends Monad[F] {
    def writer[A](w: W, v: A): F[A]
    def tell(w: W): F[Unit] = ...
  
    def :++>[A](fa: F[A])(w: =>W): F[A] = ...
    def :++>>[A](fa: F[A])(f: A => W): F[A] = ...
  }
  
  @typeclass trait MonadListen[F[_], W] extends MonadTell[F, W] {
    def listen[A](fa: F[A]): F[(A, W)]
  
    def written[A](fa: F[A]): F[W] = ...
  }

MonadTell digunakan untuk menulis pada jurnal sedangkan MonadListen digunakan untuk memperoleh nilai yang sudah ditulis. Implementasi dari WriterT adalah sebagai berikut

  implicit def monad[F[_]: Monad, W: Monoid] = new MonadListen[WriterT[F, W, ?], W] {
    def point[A](a: =>A) = WriterT((Monoid[W].zero, a).point)
    def bind[A, B](fa: WriterT[F, W, A])(f: A => WriterT[F, W, B]) = WriterT(
      fa.run >>= { case (wa, a) => f(a).run.map { case (wb, b) => (wa |+| wb, b) } })
  
    def writer[A](w: W, v: A) = WriterT((w -> v).point)
    def listen[A](fa: WriterT[F, W, A]) = WriterT(
      fa.run.map { case (w, a) => (w, (a, w)) })
  }

Contoh paling jelas adalah dengan menggunakan MonadTell untuk pencatatan log ataupun pelaporan audit. Dengan menggunakan ulang Meta dari pelaporan galat, kita dapat membayangkan untuk membuat struktur log sebagai berikut

  sealed trait Log
  final case class Debug(msg: String)(implicit m: Meta)   extends Log
  final case class Info(msg: String)(implicit m: Meta)    extends Log
  final case class Warning(msg: String)(implicit m: Meta) extends Log

dan menggunakan Dequeue[Log] sebagai tipe jurnal kita. Kita dapat mengganti metoda authenticate OAuth2 kita menjadi

  def debug(msg: String)(implicit m: Meta): Dequeue[Log] = Dequeue(Debug(msg))
  
  def authenticate: F[CodeToken] =
    for {
      callback <- user.start :++> debug("started the webserver")
      params   = AuthRequest(callback, config.scope, config.clientId)
      url      = config.auth.withQuery(params.toUrlQuery)
      _        <- user.open(url) :++> debug(s"user visiting $url")
      code     <- user.stop :++> debug("stopped the webserver")
    } yield code

Kita juga bisa menggabungkannya dengan bekas jejak dari ReaderT untuk mendapatkan log terstruktur.

Pemanggil dapat mengembalikan log dengan menggunakan .written dan bebas melakukan apapun dengannya.

Namun, ada sebuah argumen kuat yang menyatakan bahwa pencatatan log berhak mendapatkan aljabarnya sendiri. Pembagian tingkat log seringkali dibutuhkan dengan alasan performa. Dan sering kali, penulisan log dilakukan pada tingkat aplikasi, bukan pada komponen.

W pada WriterT mempunyai sebuah Monoid yang memperkenankan kita untuk mencatat semua jenis kalkulasi monoidik sebagai nilai sekunder bersamaan dengan program utama kita. Sebagai contoh, menghitung berapa kali kita melakukan sesuatu, membangun sebuah penjelasan dari sebuah kalkulasi, ataupun membangun sebuah TradeTemplate untuk trade baru saat kita menakar harganya.

Spesialisasi yang populer dari WriterT adalah saat monad yang digunakan adalah Id, yang juga berarti bahwa nilai run yang melandasinya hanyalah merupakan sebuah tuple sederhana (W, A).

  type Writer[W, A] = WriterT[Id, W, A]
  object WriterT {
    def writer[W, A](v: (W, A)): Writer[W, A] = WriterT[Id, W, A](v)
    def tell[W](w: W): Writer[W, Unit] = WriterT((w, ()))
    ...
  }
  final implicit class WriterOps[A](self: A) {
    def set[W](w: W): Writer[W, A] = WriterT(w -> self)
    def tell: Writer[A, Unit] = WriterT.tell(self)
  }

yang memperkenankan kita agar nilai apapun dapat membawa kalkulasi monoidal kedua tanpa harus membutuhkan konteks F[_].

Singkat kata, WriterT / MonadTell merupakan cara untuk melakukan tugas-ganda pada pemrograman fungsional.

7.4.6 StateT

StateT memperkenankan kita untuk melakukan .put, .get, dan .modify pada sebuah nilai yang sedang ditangani pada konteks monadik. Monad ini merupakan pengganti var pada pemrograman fungsional.

Bila kita harus menulis sebuah metoda tak murni yang mempunyai akses ke beberapa kondisi yang tidak tetap dan disimpan pada sebuah var, metoda ini mungkin mempunyai penanda () => F[A] dan mengembalikan nilai yang berbeda pada tiap kali pemanggilan dan pada akhirnya mengaburkan perujukan. Dengan pemrograman fungsional murni, fungsi tersebut menerima sebuah keadaan (state) sebagai masukan dan mengembalikan keadaan yang termutakhirkan sebagai keluaran. Ini-lah yang menjadi pendasaran mengapa tipe dasar dari StateT adalah S => F[(S, A)].

Monad yang terasosiasi dengan StateT adalah MonadState

  @typeclass trait MonadState[F[_], S] extends Monad[F] {
    def put(s: S): F[Unit]
    def get: F[S]
  
    def modify(f: S => S): F[Unit] = get >>= (s => put(f(s)))
    ...
  }

StateT diimplementasikan sedikit berbeda dengan transformator monad yang sudah kita pelajari sampai saat ini. StateT bukan berupa case class, namun merupakan sebuah ADT yang berisi dua anggota:

  sealed abstract class StateT[F[_], S, A]
  object StateT {
    def apply[F[_], S, A](f: S => F[(S, A)]): StateT[F, S, A] = Point(f)
  
    private final case class Point[F[_], S, A](
      run: S => F[(S, A)]
    ) extends StateT[F, S, A]
    private final case class FlatMap[F[_], S, A, B](
      a: StateT[F, S, A],
      f: (S, A) => StateT[F, S, B]
    ) extends StateT[F, S, B]
    ...
  }

yang merupakan bentuk khusus dari Trampoline dan memberikan kita keamanan stack bila kita ingin mengembalikan struktur data standar dengan .run:

  sealed abstract class StateT[F[_], S, A] {
    def run(initial: S)(implicit F: Monad[F]): F[(S, A)] = this match {
      case Point(f) => f(initial)
      case FlatMap(Point(f), g) =>
        f(initial) >>= { case (s, x) => g(s, x).run(s) }
      case FlatMap(FlatMap(f, g), h) =>
        FlatMap(f, (s, x) => FlatMap(g(s, x), h)).run(initial)
    }
    ...
  }

StateT dapat dengan mudah mengimplementasikan MonadState dengan ADT-nya:

  implicit def monad[F[_]: Applicative, S] = new MonadState[StateT[F, S, ?], S] {
    def point[A](a: =>A) = Point(s => (s, a).point[F])
    def bind[A, B](fa: StateT[F, S, A])(f: A => StateT[F, S, B]) =
      FlatMap(fa, (_, a: A) => f(a))
  
    def get       = Point(s => (s, s).point[F])
    def put(s: S) = Point(_ => (s, ()).point[F])
  }

With .pure mirrored on the companion as .stateT:

  object StateT {
    def stateT[F[_]: Applicative, S, A](a: A): StateT[F, S, A] = ...
    ...
  }

dan MonadTrans.liftM menyediakan konstruktor F[A] => StateT[F, S, A].

Varian umum dari StateT adalah saat F = Id yang memberikan tipe dasar sebagai S => (S, A). Scalaz menyediakan sebuah alias tipe dan fungsi pembantu untuk berinteraksi dengan transformator monad State secara langsung, dan mencerminkan MonadState:

  type State[a] = StateT[Id, a]
  object State {
    def apply[S, A](f: S => (S, A)): State[S, A] = StateT[Id, S, A](f)
    def state[S, A](a: A): State[S, A] = State((_, a))
  
    def get[S]: State[S, S] = State(s => (s, s))
    def put[S](s: S): State[S, Unit] = State(_ => (s, ()))
    def modify[S](f: S => S): State[S, Unit] = ...
    ...
  }

Sebagai contoh, kita dapat kembali ke tes logika bisnis dari drone-dynamic-agents. Harap diingat kembali pada bab 3 kita telah membuat Mutable sebagai penerjemah tes untuk aplikasi kita dan menyimpan perhitungan started dan stoped pada sebuah var.

  class Mutable(state: WorldView) {
    var started, stopped: Int = 0
  
    implicit val drone: Drone[Id] = new Drone[Id] { ... }
    implicit val machines: Machines[Id] = new Machines[Id] { ... }
    val program = new DynAgentsModule[Id]
  }

Sekarang kita tahu bahwa kita dapat membuat simulator tes yang jauh lebih baik dengan menggunakan State. Kita akan menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan akurasi dari simulasi tersebut. Mohon diingat bahwa objek domain utama kita merupakan pandangan aplikasi kita terhadap dunia luar:

  final case class WorldView(
    backlog: Int,
    agents: Int,
    managed: NonEmptyList[MachineNode],
    alive: Map[MachineNode, Epoch],
    pending: Map[MachineNode, Epoch],
    time: Epoch
  )

Karena kita menulis simulasi dari dunia luar untuk tes kita, kita dapat menulis sebuah tipe data yang membawa nilai-nilai kebenaran untuk aplikasi kita

  final case class World(
    backlog: Int,
    agents: Int,
    managed: NonEmptyList[MachineNode],
    alive: Map[MachineNode, Epoch],
    started: Set[MachineNode],
    stopped: Set[MachineNode],
    time: Epoch
  )

Pembeda utama adalah simpul started dan stopped dapat dipisahkan. Penerjemah kita dapat diimplementasikan menggunakan State[World, a] dan kita dapat menulis tes kita untuk memeriksa bagaimanakah bentuk dari World dan WorldView setelah logika bisnis berjalan.

Penerjemah, yang meniru penghubungan layanan eksternal Drone dan Google, dapat diimplementasikan seperti berikut:

  import State.{ get, modify }
  object StateImpl {
    type F[a] = State[World, a]
  
    private val D = new Drone[F] {
      def getBacklog: F[Int] = get.map(_.backlog)
      def getAgents: F[Int]  = get.map(_.agents)
    }
  
    private val M = new Machines[F] {
      def getAlive: F[Map[MachineNode, Epoch]]   = get.map(_.alive)
      def getManaged: F[NonEmptyList[MachineNode]] = get.map(_.managed)
      def getTime: F[Epoch]                      = get.map(_.time)
  
      def start(node: MachineNode): F[Unit] =
        modify(w => w.copy(started = w.started + node))
      def stop(node: MachineNode): F[Unit] =
        modify(w => w.copy(stopped = w.stopped + node))
    }
  
    val program = new DynAgentsModule[F](D, M)
  }

dan kita dapat menulis ulang tes kita agar mengikuti konvensi dimana:

  • world1 merupakan keadaan dunia luar sebelum program berjalan
  • view1 merupakan apa yang aplikasi kita ketahui tentang dunia luar
  • world2 merupakan keadaan dunia luar setelah program berjalan
  • view2 merupakan apa yang aplikasi kita ketahui tentang dunia luar setelah program berjalan

Sebagai contoh,

  it should "request agents when needed" in {
    val world1          = World(5, 0, managed, Map(), Set(), Set(), time1)
    val view1           = WorldView(5, 0, managed, Map(), Map(), time1)
  
    val (world2, view2) = StateImpl.program.act(view1).run(world1)
  
    view2.shouldBe(view1.copy(pending = Map(node1 -> time1)))
    world2.stopped.shouldBe(world1.stopped)
    world2.started.shouldBe(Set(node1))
  }

Mungkin akan dimaafkan bila kita melihat kembali ikalan logika bisnis kita

  state = initial()
  while True:
    state = update(state)
    state = act(state)

dan menggunakan StateT untuk mengatur state. Namun, logika bisnis DynAgents kita hanya membutuhkan Applicative dan kita akan melanggar Rule of Least Power yang meminta kuasa lebih dari MonadState. Jadi, cukup masuk akal bila kita menangani keadaan secara manual dengan melemparnya secara langsung ke update dan act, dan membiarkan siapapun yang ingin memanggil kita dengan menggunakan StateT, bila itu yang mereka inginkan.

7.4.7 IndexedStateT

Kode yang telah kita pelajari selama ini masih belum menunjukkan bagaimana Scalaz mengimplementasikan StateT. Dan pada kenyataannya, StateT hanya berupa alias tipe untuk IndexedStateT

  type StateT[F[_], S, A] = IndexedStateT[F, S, S, A]

Implementasi dari IndexedStateT kurang lebih sama dengan dengan apa yang telah kita pelajari sampai pada bab ini, dengan beberapa tambahan parameter tipe yang memperbolehkan agar masukan S1 dan keluaran S2 berbeda:

  sealed abstract class IndexedStateT[F[_], -S1, S2, A] {
    def run(initial: S1)(implicit F: Bind[F]): F[(S2, A)] = ...
    ...
  }
  object IndexedStateT {
    def apply[F[_], S1, S2, A](
      f: S1 => F[(S2, A)]
    ): IndexedStateT[F, S1, S2, A] = Wrap(f)
  
    private final case class Wrap[F[_], S1, S2, A](
      run: S1 => F[(S2, A)]
    ) extends IndexedStateT[F, S1, S2, A]
    private final case class FlatMap[F[_], S1, S2, S3, A, B](
      a: IndexedStateT[F, S1, S2, A],
      f: (S2, A) => IndexedStateT[F, S2, S3, B]
    ) extends IndexedStateT[F, S1, S3, B]
    ...
  }

IndexedStateT tidak mempunyai instans MonadState bila S1 != S2, walaupun mempunyai Monad.

Contoh berikut diadaptasi dari presentasi Index Your State oleh Vincent Marquez. Bayangkan sebuah skenario dimana kita harus mendesain antarmuka aljabaris untuk sebuah pencarian String berdasarkan sebuah Int. Antarmuka ini bisa saja mempunyai implementasi yang berhubungan dengan implementasi lainnya dan urutan panggilan sangat penting. Percobaan pertama kita mungkin akan terlihat seperti berikut:

  trait Cache[F[_]] {
    def read(k: Int): F[Maybe[String]]
  
    def lock: F[Unit]
    def update(k: Int, v: String): F[Unit]
    def commit: F[Unit]
  }

dengan galat waktu-jalan bila .update atau .commit dipanggil tanpa sebuah .lock. Desain yang lebih kompleks mungkin menggunakan beberapa trait dan DSL khusus yang tidak ada yan mengingat tentangnya.

Atau, kita bisa menggunakan IndexedStateT yang memaksa pemanggil memang pada tempat yang tepat. Pertama, kita mendefinisikan keadaan yang mungkin sebagai sebuah ADT

  sealed abstract class Status
  final case class Ready()                          extends Status
  final case class Locked(on: ISet[Int])            extends Status
  final case class Updated(values: Int ==>> String) extends Status

dan memeriksa kembali aljabar kita

  trait Cache[M[_]] {
    type F[in, out, a] = IndexedStateT[M, in, out, a]
  
    def read(k: Int): F[Ready, Ready, Maybe[String]]
    def readLocked(k: Int): F[Locked, Locked, Maybe[String]]
    def readUncommitted(k: Int): F[Updated, Updated, Maybe[String]]
  
    def lock: F[Ready, Locked, Unit]
    def update(k: Int, v: String): F[Locked, Updated, Unit]
    def commit: F[Updated, Ready, Unit]
  }

yang akan memberikan galat waktu-kompilasi bila kita mencoba untuk melakukan .update tanpa .lock

  for {
        a1 <- C.read(13)
        _  <- C.update(13, "wibble")
        _  <- C.commit
      } yield a1
  
  [error]  found   : IndexedStateT[M,Locked,Ready,Maybe[String]]
  [error]  required: IndexedStateT[M,Ready,?,?]
  [error]       _  <- C.update(13, "wibble")
  [error]          ^

namun memperkenankan kita untuk membuat fungsi yang dapat dikomposisi dengan mengikutsertakannya secara tersurat:

  def wibbleise[M[_]: Monad](C: Cache[M]): F[Ready, Ready, String] =
    for {
      _  <- C.lock
      a1 <- C.readLocked(13)
      a2 = a1.cata(_ + "'", "wibble")
      _  <- C.update(13, a2)
      _  <- C.commit
    } yield a2

7.4.8 IndexedReaderWriterStateT

Bagi pembaca yang menginginkan untuk menggabungkan ReaderT, WriterT, dan IndexedStateT dapat menggunakan IndexedReaderWriterStateT yang mempunyai penanda tipe (R, S1) => F[(W, A, S2)] dengan R yang memiliki semantik Reader, W memiliki semantik penulisan monoidik, dan S untuk pembaruan keadaan terindeks.

  sealed abstract class IndexedReaderWriterStateT[F[_], -R, W, -S1, S2, A] {
    def run(r: R, s: S1)(implicit F: Monad[F]): F[(W, A, S2)] = ...
    ...
  }
  object IndexedReaderWriterStateT {
    def apply[F[_], R, W, S1, S2, A](f: (R, S1) => F[(W, A, S2)]) = ...
  }
  
  type ReaderWriterStateT[F[_], -R, W, S, A] = IndexedReaderWriterStateT[F, R, W, S, S, A]
  object ReaderWriterStateT {
    def apply[F[_], R, W, S, A](f: (R, S) => F[(W, A, S)]) = ...
  }

Singkatan disediakan karena bila tidak, tidak ada yang mau menulis kata sepanjang itu:

  type IRWST[F[_], -R, W, -S1, S2, A] = IndexedReaderWriterStateT[F, R, W, S1, S2, A]
  val IRWST = IndexedReaderWriterStateT
  type RWST[F[_], -R, W, S, A] = ReaderWriterStateT[F, R, W, S, A]
  val RWST = ReaderWriterStateT

IRWST merupakan implementasi yang lebih efisien bila dibandingkan dengan membuat transformator stack dari ReaderT[WriterT[IndexedStateT[F, ...], ...], ...] secara manual.

7.4.9 TheseT

TheseT memperkenankan agar galat dapat diakumulasi bila ada beberapa komputasi berhasil diselesaikan atau untuk membatalkan komputasi secara keseluruhan.

The underlying data type is F[A \&/ B] with A being the error type, requiring a Semigroup to enable the accumulation of errors.

  final case class TheseT[F[_], A, B](run: F[A \&/ B])
  object TheseT {
    def `this`[F[_]: Functor, A, B](a: F[A]): TheseT[F, A, B] = ...
    def that[F[_]: Functor, A, B](b: F[B]): TheseT[F, A, B] = ...
    def both[F[_]: Functor, A, B](ab: F[(A, B)]): TheseT[F, A, B] = ...
  
    implicit def monad[F[_]: Monad, A: Semigroup] = new Monad[TheseT[F, A, ?]] {
      def bind[B, C](fa: TheseT[F, A, B])(f: B => TheseT[F, A, C]) =
        TheseT(fa.run >>= {
          case This(a) => a.wrapThis[C].point[F]
          case That(b) => f(b).run
          case Both(a, b) =>
            f(b).run.map {
              case This(a_)     => (a |+| a_).wrapThis[C]
              case That(c_)     => Both(a, c_)
              case Both(a_, c_) => Both(a |+| a_, c_)
            }
        })
  
      def point[B](b: =>B) = TheseT(b.wrapThat.point[F])
    }
  }

Tidak ada monad khusus yang diasosiasikan dengan TheseT karena TheseT hanya merupakan Monad biasa. Bila kita ingin membatalkan sebuah kalkulasi, kita dapat mengembalikan nilai This. Namun, bila kita ingin mengakumulasi galat, kita harus mengembalikan sebuah Both yang juga berisi bagian komputasi yang berhasil diselesaikan.

TheseT juga bisa dilihat dari sudut pandang lain: A tidak harus berupa sebuah galat. Hal yang sama dengan Writer, A bisa saja berupa hasil kalkulasi kedua yang kita proses bersama dengan kalkulasi utama B. TheseT memperkenankan pemutusan dini bila sesuatu yang tak biasa terjadi pada A dan mengaharuskannya. Sebagaimana ketika Charlie Bucket menemukan tiket emas (A), dia membuang batang coklatnya (B).

7.4.10 ContT

Continuation Passing Style merupakan gaya pemrograman dimana fungsi tidak pernah mengembalikan nilai, namun melanjutkan komputasi selanjutnya. CPS populer pada Javascript dan Lisp karena gaya ini memperkenankan operasi I/O asinkronus melalui panggilan balik saat data tersedia. Penulisan ulang untuk pola semacam ini pada Scala dengan gaya tidak murni kurang lebih seperti ini:

  def foo[I, A](input: I)(next: A => Unit): Unit = next(doSomeStuff(input))

Kita dapat membuatnya menjadi murni dengan memperkenalkan konteks F[_]

  def foo[F[_], I, A](input: I)(next: A => F[Unit]): F[Unit]

dan melakukan refaktor agar mengembalikan sebuah fungsi yang menerima masukan yang disediakan

  def foo[F[_], I, A](input: I): (A => F[Unit]) => F[Unit]

ContT sebenarnya hanya berupa kontainer untuk penanda ini, dengan sebuah instans Monad

  final case class ContT[F[_], B, A](_run: (A => F[B]) => F[B]) {
    def run(f: A => F[B]): F[B] = _run(f)
  }
  object IndexedContT {
    implicit def monad[F[_], B] = new Monad[ContT[F, B, ?]] {
      def point[A](a: =>A) = ContT(_(a))
      def bind[A, C](fa: ContT[F, B, A])(f: A => ContT[F, B, C]) =
        ContT(c_fb => fa.run(a => f(a).run(c_fb)))
    }
  }

dan sintaks pembantu untuk membuat sebuah ContT dari sebuah nilai monadik:

  implicit class ContTOps[F[_]: Monad, A](self: F[A]) {
    def cps[B]: ContT[F, B, A] = ContT(a_fb => self >>= a_fb)
  }

Namun, penggunaan panggilan ulang sederhana untuk continuation tidak memberikan apapun untuk pemrograman fungsional murni karena kita sudah mengetahui bagaimana mengurutkan komputasi asinkoronus yang memungkinkan untuk didistribusi dengan menggunakan Monad beserta bind atau panah Kleisli. Agar kita dapat melihat mengapa continuation berguna, kita harus memperhitungkan contoh yang lebih kompleks pada batasan desain yang lebih kaku.

7.4.10.1 Kontrol Alur

Misalkan, bila kita telah memodularkan aplikasi kita menjadi beberapa komponen yang dapat melakukan operasi I/O, dan tiap komponen dimiliki oleh tim pengembang lain:

  final case class A0()
  final case class A1()
  final case class A2()
  final case class A3()
  final case class A4()
  
  def bar0(a4: A4): IO[A0] = ...
  def bar2(a1: A1): IO[A2] = ...
  def bar3(a2: A2): IO[A3] = ...
  def bar4(a3: A3): IO[A4] = ...

Tujuan kita adalah menghasilkan sebuah A0 bila kita memiliki sebuah A1. Bila Javascript dan Lisp akan memilih untuk menggunakan kontinyuasi untuk menyelesaikan masalah ini (karena operasi I/O dapat mencegah operasi lainnya dijalankan), kita cukup merangkai fungsi-fungsi di atas

  def simple(a: A1): IO[A0] = bar2(a) >>= bar3 >>= bar4 >>= bar0

Kita dapat mengangkat .simple menjadi bentuk kontinyuasi dengan menggunakan sintaks pembantu, .cps, dan sedikit plat cetak untuk tiap langkah:

  def foo1(a: A1): ContT[IO, A0, A2] = bar2(a).cps
  def foo2(a: A2): ContT[IO, A0, A3] = bar3(a).cps
  def foo3(a: A3): ContT[IO, A0, A4] = bar4(a).cps
  
  def flow(a: A1): IO[A0]  = (foo1(a) >>= foo2 >>= foo3).run(bar0)

Jadi, apa yang kita dapatkan dari perubahan diatas? Pertama, alur eksekusi aplikasi ini berjalan dari kiri ke kanan

Bila kita merupakan penulis untuk foo2 dan ingin melakukan pemrosesan lebih lanjut terhadap a0 yang kita terima dari bagian kanan, misal kita ingin memecah menjadi foo2a dan foo2b

Juga jangan lupa untuk menambah batasan bahwa kita tidak dapat mengubah definisi dari flow atau bar0. Bisa jadi karena keduanya bukan kode kita maupun sudah ditentukan oleh framework yang kita gunakan.

Kita juga tidak bisa memproses keluaran dari a0 dengan mengubah metoda barX lainnya. Namun, dengan ContT kita dapat mengubah foo2agar memproses hasil dari kontinyuasi selanjutnya (next):

Yang bisa kita definisikan sebagai

  def foo2(a: A2): ContT[IO, A0, A3] = ContT { next =>
    for {
      a3  <- bar3(a)
      a0  <- next(a3)
    } yield process(a0)
  }

Kita tidak hanya bisa untuk menggunakan .map pada nilai kembalian, namun juga bisa melakukan menempelkan .bind pada kontrol alur lain. Sehingga mengubah alur linier menjadi sebuah graf.

  def elsewhere: ContT[IO, A0, A4] = ???
  def foo2(a: A2): ContT[IO, A0, A3] = ContT { next =>
    for {
      a3  <- bar3(a)
      a0  <- next(a3)
      a0_ <- if (check(a0)) a0.pure[IO]
             else elsewhere.run(bar0)
    } yield a0_
  }

Atau kita tetap menggunakan alur eksekusi yang lama dan mengulangi semua eksekusi hilir

  def foo2(a: A2): ContT[IO, A0, A3] = ContT { next =>
    for {
      a3  <- bar3(a)
      a0  <- next(a3)
      a0_ <- if (check(a0)) a0.pure[IO]
             else next(a3)
    } yield a0_
  }

Potongan diatas hanya melakukan perulangan sekali saja, tidak tak hingga. Sebagai contoh, kita mungkin meminta operasi hilir untuk mengkonfirmasi ulang sebuah operasi yang mungkin berbahya.

Pada akhirnya, kita dapat melakukan operasi yang khusus untuk konteks dari ContT, dalam kasus ini IO, yang memperkenankan kita untuk menangani galat dan membersihkan sumber daya komputasi:

  def foo2(a: A2): ContT[IO, A0, A3] = bar3(a).ensuring(cleanup).cps
7.4.10.2 Saat Nemu Benang Kusut

Bukanlah sebuah kebetulan bila diagram-diagram diatas terlihat seperti benang kusut. Hal semacam ini memang terjadi bila kita main-main dengan kontrol alur. Semua mekanisme yang telah kita diskusikan pada bagian ini memang mudah diterapkan bila kita dapat menyunting definisi dari flow, sehingga kita tidak perlu menggunakan ContT.

Namun, bila kita merancang sebuah framework, kita harus mempertimbangkan penyingkapan sistem plugin karena panggilan balik ContT memperkenankan pengguna untuk lebih leluasa mengkontrol alur program mereka. Dan memang kenyataanya, kadang kala pengguna memang ingin main benang kusut.

Sebagai contoh, bila kompilator Scala ditulis menggunakan CPS, kompilator tersebut akan memperkenankan pendekatan yang jelas dalam komunikasi antar fase kompilasi. Sebuah plugin kompilator akan mampu melakukan beberapa hal berdasarkan hasil penebakan dari tipe sebuah ekspresi yang dikomputasi pada tahap selanjutnya di proses kompilasi. Hal yang sama, kontinyuasi bisa jadi API yang baik untuk penyunting teks ataupun alat bangun yang luwes.

Kekurangan ContT adalah tidak terjaminnya keamanan stack. Hal ini menyebabkan ContT tidak dapat digunakan untuk program yang berjalan selamanya.

7.4.10.3 Keren, Tong. Jangan Pegang ContT.

Varian yang lebih kompleks dari ContT adalah IndexedContT yang membungkus (A => F[B]) => F[C]. Parameter tipe baru C memperkenankan untuk tipe pengembalian dari komputasi berbeda pada tiap komponennya. Namun, bila B tidak setara dengan C maka Monad tidak ada.

Tanpa melewatkan kesempatan untuk menggeneralisasi sebanyak mungkin, IndexedContT sebenarnya diimplmentasikan dalam struktur yang bahkan lebih general. Harap diperhatikan bahwa ada huruf s sebagai penanda jamak sebelum huruf T

  final case class IndexedContsT[W[_], F[_], C, B, A](_run: W[A => F[B]] => F[C])
  
  type IndexedContT[f[_], c, b, a] = IndexedContsT[Id, f, c, b, a]
  type ContT[f[_], b, a]           = IndexedContsT[Id, f, b, b, a]
  type ContsT[w[_], f[_], b, a]    = IndexedContsT[w, f, b, b, a]
  type Cont[b, a]                  = IndexedContsT[Id, Id, b, b, a]

dimana W[_] mempunyai sebuah Comonad dan ContT diimplementasikan sebagai sebuah alias tipe. Objek pendamping tersedia untuk alias tipe ini sebagai konstruktor pembantu.

Memang, lima parameter tipe agak berlebihan dalam penggeneralisasian. Namun, penggeneralisasian yang berlebihan konsisten dengan kontinyuasi.

7.4.11 Susunan Transformer dan Implisit Ambigu

Sub-sub-bab ini menututup perbincangan kita mengenai transformator monad pada Scalaz.

Saat beberapa transformator digabungkan, kita memanggil hasil penggabungan ini sebagai susunan transformator. Walaupun lantung, sangat memungkinkan untuk mengetahui fiturnya dengan membaca transformator yang ada. Sebagai contoh, bila kita membangun sebuah konteks F[_] yang merupakan set dari transformator yang digabungkan, seperti

  type Ctx[A] = StateT[EitherT[IO, E, ?], S, A]

kita tahu bahwa kita menambah penanganan galat dengan tipe galat E (ada monad MonadError[Ctx, E] dan kita mengatur keadaan A (ada MonadState[Ctx, S]).

Namun, ada beberapa kekurangan dari sisi praktik bila menggunakan transformator monad dan kelas tipe Monad pasangannya:

  1. Beberapa parameter Monad implisit mengakibatkan kompilator tidak dapat menentukan sintaks yang tepat untuk konteks tersebut.
  2. Secara umum, monad tidak dapat digabungkan. Hal ini berarti bahwa urutan pelapisan transformator sangat penting.
  3. Semua interpreter harus diangkat ke konteks umum. Sebagai contoh, mungkin saja kita mempunyai sebuah implementasi dari aljabar yang menggunakan IO dan kita harus membungkusnya dengan StateT dan EitherT, walau kedua transformator tersebut tidak digunakan di dalam interpreter.
  4. Akan ada beban performa yang harus dibayar untuk tiap lapis. Dan beberapa transformator monad meminta biaya lebih bila dibandingkan monad lain terutama StateT. Bahkan, EitherT dapat menyebabkan masalah alokasi memori untuk aplikasi dengan keluaran tinggi.

Maka dari itu, kita harus membahas penyiasatannya

7.4.11.1 Tanpa Sintaks

Misal kita punya sebuah aljabar

  trait Lookup[F[_]] {
    def look: F[Int]
  }

dan beberapa tipe data

  final case class Problem(bad: Int)
  final case class Table(last: Int)

yang akan kita gunakan pada logika bisnis kita

  def foo[F[_]](L: Lookup[F])(
    implicit
      E: MonadError[F, Problem],
      S: MonadState[F, Table]
  ): F[Int] = for {
    old <- S.get
    i   <- L.look
    _   <- if (i === old.last) E.raiseError(Problem(i))
           else ().pure[F]
  } yield i

Masalah pertama yang kita temui adalah potongan kode ini gagal dikompilasi

  [error] value flatMap is not a member of type parameter F[Table]
  [error]     old <- S.get
  [error]              ^

Ada beberapa solusi untuk masalah ini. Yang paling jelas adalah membuat semua parameter menjadi eksplisit

  def foo1[F[_]: Monad](
    L: Lookup[F],
    E: MonadError[F, Problem],
    S: MonadState[F, Table]
  ): F[Int] = ...

dan mengharuskan hanya Monad yang bisa dilewatkan secara implisit melalui batasan konteks. Namun, hal ini berarti kita harus menyambungkan MonadError dan MonadState secara manual ketika memanggil foo1 dan saat memanggil metoda lain yang meminta sebuah implicit

Solusi kedua adalah menghilangkan parameter implicit dan menggunakan pembayangan nama agar semua parameter menjadi eksplisit dengan satu pengecualian. Hal ini memperkenankan operasi hulu untuk menggunakan resolusi implisit saat memanggil aljabar ini walaupun kita harus tetap mengumpankan parameter secara eksplisit bila aljabar ini dipanggil.

  @inline final def shadow[A, B, C](a: A, b: B)(f: (A, B) => C): C = f(a, b)
  
  def foo2a[F[_]: Monad](L: Lookup[F])(
    implicit
    E: MonadError[F, Problem],
    S: MonadState[F, Table]
  ): F[Int] = shadow(E, S) { (E, S) => ...

bila kita dapat melakukan pembayangan hanya satu monad saja, atau dengan kata lain menyerahkan sintaks pada monad lain, dan baru menghapus pembayangan tersebut saat aljabar ini dipanggil oleh metoda lain

  @inline final def shadow[A, B](a: A)(f: A => B): B = f(a)
  ...
  
  def foo2b[F[_]](L: Lookup[F])(
    implicit
    E: MonadError[F, Problem],
    S: MonadState[F, Table]
  ): F[Int] = shadow(E) { E => ...

Pilihan ketiga, walaupun lebih berat di awal, adalah dengan membuat kelas tipe Monad khusus yang membawa rujukan implicit ke dua kelas Monad yang kita pilih

  trait MonadErrorState[F[_], E, S] {
    implicit def E: MonadError[F, E]
    implicit def S: MonadState[F, S]
  }

dan sebuah derivasi dari kelas tipe berdasarkan sebuah MonadError dan MonadState

  object MonadErrorState {
    implicit def create[F[_], E, S](
      implicit
        E0: MonadError[F, E],
        S0: MonadState[F, S]
    ) = new MonadErrorState[F, E, S] {
      def E: MonadError[F, E] = E0
      def S: MonadState[F, S] = S0
    }
  }

Sekarang, bila kita ingin mengakses S atau E, kita bisa mendapatkannya dengan F.S maupun F.E

  def foo3a[F[_]: Monad](L: Lookup[F])(
    implicit F: MonadErrorState[F, Problem, Table]
  ): F[Int] =
    for {
      old <- F.S.get
      i   <- L.look
      _ <- if (i === old.last) F.E.raiseError(Problem(i))
      else ().pure[F]
    } yield i

Sebagaimana halnya dengan solusi kedua, kita bisa memilih salah satu dari instans Monad dan menjadikannya sebagai konteks implicit dalam blok, kita dapat melakukannya mengimpornya

  def foo3b[F[_]](L: Lookup[F])(
    implicit F: MonadErrorState[F, Problem, Table]
  ): F[Int] = {
    import F.E
    ...
  }
7.4.11.2 Menyusun Transformator

EitherT[StateT[...], ...] memiliki sebuah instans MonadError namun tidak mempunyai MonadState. Sedangkan StateT[EitherT[...], ..] mampu menyediakan keduanya.

Untuk menyiasati hal tersebut, kita dapat mempelajari derivasi implisit pada objek pendamping dari transformator tersebut dan memastikan bahwa transformator paling luar menyediakan semua yang kita butuhkan.

Patokan yang dipakai adalah semakin kompleks sebuah transformator, semakin luar tempat transformator tersebut berada pada susunan. Bab ini akan menyajikan transformator yang semakin tinggi tingkat kompleksitasnya.

7.4.11.3 Mengangkat Penerjemah

Melanjutkan contoh yang sama, misalkan aljabar Lookup kita memiliki interpreter IO

  object LookupRandom extends Lookup[IO] {
    def look: IO[Int] = IO { util.Random.nextInt }
  }

namun kita menginginkan agar konteks kita seperti

  type Ctx[A] = StateT[EitherT[IO, Problem, ?], Table, A]

agar dapat memberi kita sebuah MonadError dan MonadState. Hal ini berarti kita harus membungkus LookupRandom agar dapat beroperasi pada Ctx.

Pertama, kita akan menggunakan sintaks .liftM pada Monad yang memberikan MonadTrans sehingga dapat mengangkat F[A] menjadi G[F, A]

  final class MonadOps[F[_]: Monad, A](fa: F[A]) {
    def liftM[G[_[_], _]: MonadTrans]: G[F, A] = ...
    ...
  }

Yang penting untuk diperhatikan adalah parameter tipe untuk .liftM mempunyai dua celah tipe dengan bentuk _[_] dan _. Bila kita membuat alias tipe dengan bentuk seperti

  type Ctx0[F[_], A] = StateT[EitherT[F, Problem, ?], Table, A]
  type Ctx1[F[_], A] = EitherT[F, Problem, A]
  type Ctx2[F[_], A] = StateT[F, Table, A]

Kita dapat mengabstraksi MonadTrans agar mengangkat Lookup[F] menjadi Lookup[G[F, ?]] dimana G merupakan Transformator Monad:

  def liftM[F[_]: Monad, G[_[_], _]: MonadTrans](f: Lookup[F]) =
    new Lookup[G[F, ?]] {
      def look: G[F, Int] = f.look.liftM[G]
    }

Memperkenankan kita untuk membungkus EitherT satu kali, dan kemudian membungkus StateT

  val wrap1 = Lookup.liftM[IO, Ctx1](LookupRandom)
  val wrap2: Lookup[Ctx] = Lookup.liftM[EitherT[IO, Problem, ?], Ctx2](wrap1)

Cara lain untuk mencapai ini dalam satu langkah adalah dengan menggunakan MoonadIO yang mampu mengangkat sebuah IO menjadi sebuah susunan transformator:

  @typeclass trait MonadIO[F[_]] extends Monad[F] {
    def liftIO[A](ioa: IO[A]): F[A]
  }

dengan instans MonadIO untuk semua kombinasi umum dari transformator.

Plat cetak berlebih untuk mengangkat sebuah interpreter IO menjadi semua monad apapun yang mempunyai instans MonadIO hanya dua baris kode untuk definisi interpreter, ditambah satu baris untuk tiap elemen dari aljabar, dan satu baris terakhir untuk memanggilnya.

  def liftIO[F[_]: MonadIO](io: Lookup[IO]) = new Lookup[F] {
    def look: F[Int] = io.look.liftIO[F]
  }
  
  val L: Lookup[Ctx] = Lookup.liftIO(LookupRandom)
7.4.11.4 Performa

Masalah paling besar pada Transformator Monad adalah tambahan beban sehingga performa menurun. Walaupun EitherT memiliki tambahan beban yang kecil, tiap kali pemanggilan .flatMap akan membuat banyak objek. Dampak dari hal seperti ini akan terlihat pada aplikasi yang mempunyai keluaran besar dimana tiap alokasi objek turut andil dalam gambaran besar. Transformator lain, seperti StateT, akan menambah trampolin yang juga tak kecil bebannya. Terlebih lagi untuk transformator ContT yang menahan semua rantai panggilan pada memori.

Bila performa menjadi masalah, maka solusi satu-satunya adalah dengan tidak menggunakan Transformator Monad. Atau setidaknya struktur data transformator. Keuntungan paling besar dari kelas tipe Monad, seperti MonadState adalah kita dapat membuat konteks F[_] yang teroptimasi untuk aplikasi kita yang menyediakan kelas tipe secara alami. Kita akan mempelajari bagaimana cara untuk membuat sebuah konteks F[_] yang optimal pada dua bab selanjutnya pada saat kita membahas mengenai dua struktur data yang sudah kita lihat sebelumnya: Free dan IO.

7.5 Makan Gratis

Industri perangkat lunak sangat menginginkan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang memberikan jaminan keamanan sedangkan pengembang trading menginginkan efisiensi dan keandalan dengan performa waktu-jalan yang tinggi.

Kompiler tepat waktu (KTM) pada JVM bekerja dengan sangat baik sampai pada tahap fungsi-fungsi sederhana dapat mempunyai performa yang setara dengan ekuivalen yang ditulis pada bahasa pemrograman C maupun C++, bila mengabaikan beban pada pengumpulan sampah. Namun, KTM hanya bekerja pada optimisasi tingkat rendah seperti: prediksi cabang operasi, inline fungsi, membuka ikalan, dan sejenisnya.

KTM tidak melakukan optimasi pada logika bisnis kita, sebagai contoh, pengelompokan panggilan jaringan atau paralelisasi tugas tugas independen. Pengembang bertanggung jawab untuk menulis logika bisnis dan optimasi pada saat yang bersamaan sehingga menyebabkan penurunan keterbacaan dan mempersulit pemeliharaan. Akan sangat bagus bila optimasi menjadi perhatian tangensial.

Bila kita memiliki struktur data yang mendeskripsikan logika bisnis kita pada konsep tingkat tinggi, bukan instruksi mesin, kita dapat melakukan optimasi tingkat tinggi. Struktur data semacam ini biasanya disebut struktur data Free dan dapat dibuat tanpa membayar apapun untuk anggota dari antarmuka aljabarik dari program kita. Sebagai contoh, sebuah Free Applicative dapat dibuat sehingga kita dapat mengelompokkan atau penghapusan duplikasi atas I/O jaringan intensif.

Pada bagian ini, kita akan mempelajari cara untuk membuat struktur data free (gratis) dan cara penggunaannya.

7.5.1 Free (Monad)

Pada dasarnya, sebuah monad mendeskripsikan program berurutan dimana setiap tahap bergantung pada tahap sebelumnya. Maka dari itu, kita tidak bisa serta-merta mengubah sesuatu yang hanya tahu apa yang telah dijalankan dan apa yang akan dijalankan.

Sebagai pengingat, Free merupakan representasi struktur data dari sebuah Monad dan didefinisikan dengan tiga anggota

  sealed abstract class Free[S[_], A] {
    def mapSuspension[T[_]](f: S ~> T): Free[T, A] = ...
    def foldMap[M[_]: Monad](f: S ~> M): M[A] = ...
    ...
  }
  object Free {
    implicit def monad[S[_], A]: Monad[Free[S, A]] = ...
  
    private final case class Suspend[S[_], A](a: S[A]) extends Free[S, A]
    private final case class Return[S[_], A](a: A)     extends Free[S, A]
    private final case class Gosub[S[_], A0, B](
      a: Free[S, A0],
      f: A0 => Free[S, B]
    ) extends Free[S, B] { type A = A0 }
  
    def liftF[S[_], A](value: S[A]): Free[S, A] = Suspend(value)
    ...
  }
  • Suspend merepresentasikan sebuah program yang belum diinterpretasi
  • Return sama dengan .pure
  • Gosub sama dengan .bind

Sebuah Free[S, A] dapat digenerasi secara cuma-cuma untuk semua aljabar S. Agar lebih jelas, anggap aljabar Machines pada aplikasi kita

  trait Machines[F[_]] {
    def getTime: F[Epoch]
    def getManaged: F[NonEmptyList[MachineNode]]
    def getAlive: F[Map[MachineNode, Epoch]]
    def start(node: MachineNode): F[Unit]
    def stop(node: MachineNode): F[Unit]
  }

Kita mendefinisikan Free yang dibuat secara cuma cuma untuk Machine dengan membuat GADT dengan tipe data untuk tiap elemen dari aljabar. Tiap tipe data mempunyai parameter masukan yang sama dengan elemen yang sesuai dan diparemeterisasi atas nilai kembalian dengan nama yang sama:

  object Machines {
    sealed abstract class Ast[A]
    final case class GetTime()                extends Ast[Epoch]
    final case class GetManaged()             extends Ast[NonEmptyList[MachineNode]]
    final case class GetAlive()               extends Ast[Map[MachineNode, Epoch]]
    final case class Start(node: MachineNode) extends Ast[Unit]
    final case class Stop(node: MachineNode)  extends Ast[Unit]
    ...

GADT yang mendefinisikan Pohon Sintaks Abstrak (PSA) karena tiap anggota merepresentasikan sebuah komputasi pada sebuah program.

Lalu kita akan mendefinisikan .liftF, sebuah implementasi dari Machines dengan Free[AST, ?] sebagai konteksnya. Setiap metoda cukup mendelegasi ke Free.liftT untuk membuat sebuah Suspend

  ...
    def liftF = new Machines[Free[Ast, ?]] {
      def getTime = Free.liftF(GetTime())
      def getManaged = Free.liftF(GetManaged())
      def getAlive = Free.liftF(GetAlive())
      def start(node: MachineNode) = Free.liftF(Start(node))
      def stop(node: MachineNode) = Free.liftF(Stop(node))
    }
  }

Saat kita membangun program kita yang terparametrisasi atas sebuah Free, kita menjalankannya dengan menyediakan sebuah interpreter (transformasi natural Ast ~> M) ke metoda .foldMap. Sebagai contoh, bila kita dapat menyediakan sebuah interpreter yang memetakan ke IO, kita dapat membangun sebuah program IO[Unit] dengan menggunakan PSA free.

  def program[F[_]: Monad](M: Machines[F]): F[Unit] = ...
  
  val interpreter: Machines.Ast ~> IO = ...
  
  val app: IO[Unit] = program[Free[Machines.Ast, ?]](Machines.liftF)
                        .foldMap(interpreter)

Agar lebih lengkap, sebuah interpreter yang mendelegasikan kepada sebuah implementasi langsung biasanya mudah dalam penulisan. Hal ini mungkin berguna bila bagian aplikasi yang lain menggunakan Free sebagai konteks dan kita juga sudah mempunyai implementasi IO yang ingin kita gunakan:

  def interpreter[F[_]](f: Machines[F]): Ast ~> F = λ[Ast ~> F] {
    case GetTime()    => f.getTime
    case GetManaged() => f.getManaged
    case GetAlive()   => f.getAlive
    case Start(node)  => f.start(node)
    case Stop(node)   => f.stop(node)
  }

Namun, logika bisnis kita butuh lebih dari Machines, kita juga butuh akses ke aljabar Drone seperti ini

  trait Drone[F[_]] {
    def getBacklog: F[Int]
    def getAgents: F[Int]
  }
  object Drone {
    sealed abstract class Ast[A]
    ...
    def liftF = ...
    def interpreter = ...
  }

Yang kita inginkan adalah PSA kita menjadi sebuah kombinasi dari PSA Machines dan Drone. Kita telah mempelajari Coproduct pada bab 6 yang merupakan sebuah disjungsi jenis tinggi:

  final case class Coproduct[F[_], G[_], A](run: F[A] \/ G[A])

Kita dapat menggunakan konteks Free[Coproduct[Machines.Ast, Drone.Ast, ?], ?].

Kita juga bisa saja membuat ko-produk secara manual, namun kita akan mempunyai plat cetak yang terlalu banyak. Selain itu, kita harus melakukannya berulang kali bila kita ingin menambah aljabar ketiga.

Kelas tipe scalaz.Inject membantu:

  type :<:[F[_], G[_]] = Inject[F, G]
  sealed abstract class Inject[F[_], G[_]] {
    def inj[A](fa: F[A]): G[A]
    def prj[A](ga: G[A]): Option[F[A]]
  }
  object Inject {
    implicit def left[F[_], G[_]]: F :<: Coproduct[F, G, ?]] = ...
    ...
  }

Derivasi implicit menghasilkan instans Inject saat kita membutuhkannya. Hal ini memperkenankan kita untuk menulis ulang liftF agar dapat beroperasi pada semua kombinasi dari PSA:

  def liftF[F[_]](implicit I: Ast :<: F) = new Machines[Free[F, ?]] {
    def getTime                  = Free.liftF(I.inj(GetTime()))
    def getManaged               = Free.liftF(I.inj(GetManaged()))
    def getAlive                 = Free.liftF(I.inj(GetAlive()))
    def start(node: MachineNode) = Free.liftF(I.inj(Start(node)))
    def stop(node: MachineNode)  = Free.liftF(I.inj(Stop(node)))
  }

Sungguh apik bila F :<: G dibaca sebagaimana bila Ast sebagai salah satu anggota dari set instruksi lengkap dari F.

Dan menggabungkan semuanya, misalkan kita mempunyai sebuah program yang kita tulis untuk mengabstraksi Monad

  def program[F[_]: Monad](M: Machines[F], D: Drone[F]): F[Unit] = ...

dan kita mempunyai implementasi dari Machines dan Drone yang sudah ada, kita dapat membuat interpreter dari implementasi tersebut:

  val MachinesIO: Machines[IO] = ...
  val DroneIO: Drone[IO]       = ...
  
  val M: Machines.Ast ~> IO = Machines.interpreter(MachinesIO)
  val D: Drone.Ast ~> IO    = Drone.interpreter(DroneIO)

dan menggabungkannya menjadi sebuah set instruksi dengan menggunakan metoda bantuan dari pasangan NaturalTransformation

  object NaturalTransformation {
    def or[F[_], G[_], H[_]](fg: F ~> G, hg: H ~> G): Coproduct[F, H, ?] ~> G = ...
    ...
  }
  
  type Ast[a] = Coproduct[Machines.Ast, Drone.Ast, a]
  
  val interpreter: Ast ~> IO = NaturalTransformation.or(M, D)

Lalu menggunakannya untuk menghasilkan IO

  val app: IO[Unit] = program[Free[Ast, ?]](Machines.liftF, Drone.liftF)
                        .foldMap(interpreter)

Nah, kita jadi berputar-putar! Kita bisa saja menggunakan IO sebagai konteks program kita dan menghindari Free. Lalu, kenapa kita harus seperti ini? Berikut merupakan beberapa contoh dimana Free bisa jadi berguna.

7.5.1.1 Testing: Tiruan dan Potongan

Mungkin terlihat tidak masuk akal bila kita mengusulkan untuk menggunakan Free agar kita dapat mengurangi plat cetak namun, di sisi lain, kita telah menulis kode yang sangat banyak yang berkaitan dengan Free sendiri. Akan tetapi, ada titik kritis dimana Ast melunasi semua biaya yang telah kita tulis saat kita mempunyai banyak tes yang membutuhkan banyak potongan implementasi kode.

Bila .Ast dan .liftF didefinisikan untuk sebuah aljabar, kita dapat membuat interpreter parsial

  val M: Machines.Ast ~> Id = stub[Map[MachineNode, Epoch]] {
    case Machines.GetAlive() => Map.empty
  }
  val D: Drone.Ast ~> Id = stub[Int] {
    case Drone.GetBacklog() => 1
  }

yang dapat digunakan untuk mengetes program kita

  program[Free[Ast, ?]](Machines.liftF, Drone.liftF)
    .foldMap(or(M, D))
    .shouldBe(1)

Dengan menggunakan fungsi parsial, dan bukan fungsi total, kita memaparkan diri kita pada galat waktu-jalan. Banyak tim yang dengan ringan hati menerima risiko ini pada tes unit mereka karena tes akan gagal bila pemrogram melakukan kesalahan.

Walaupun kita juga bisa mencapai hal yang sama dengan menulis implementasi dari aljabar kita yang mengimplementasikan setiap metoda dengan ??? dan mengesampingkan apa yang kita butuhkan sesuai dengan per kasus.

7.5.1.2 Monitoring

Sudah pada umumnya ketika aplikasi peladen diawasi dengan agen waktu-jalan yang memanipulasi bytecode untuk menyisipkan profiler dan mengekstrak informasi penggunaan dan performa.

Bila konteks dari aplikasi kita adalah Free, kita tidak perlu menggunakan manipulasi bytecode. Kita dapat mengimplementasikan monitor dengan efek samping sebagai sebuah interpreter yang bisa kita atur sepenuhnya.

Sebagai contoh, misal penggunaan “agen” Ast ~> Ast

  val Monitor = λ[Demo.Ast ~> Demo.Ast](
    _.run match {
      case \/-(m @ Drone.GetBacklog()) =>
        JmxAbstractFactoryBeanSingletonProviderUtilImpl.count("backlog")
        Coproduct.rightc(m)
      case other =>
        Coproduct(other)
    }
  )

yang mencatat metoda penyelawatan: kita bisa menggunakan rutin dari vendor khusus pada kode yang nyata digunakan di produksi atau kita bisa melihat pesan khusus yang kita inginkan dan mencatatnya sebagai alat bantu debug.

Kita dapat menempelkan Monitor ke aplikasi Free kita yang sudah ada di tahap produksi dengan

  .mapSuspension(Monitor).foldMap(interpreter)

or combine the natural transformations and run with a single

atau menggabungkannya dengan transformasi natural dan menjalankannya dengan sebaris

  .foldMap(Monitor.andThen(interpreter))
7.5.1.3 Tambal Ban

Sebagai tenaga ahli, kita terbiasa dengan permintaan penyiasatan aneh yang akan ditambahkan pada logika utama dari aplikasi. Mungkin juga kita ingin mengkodifikasi kasus di luar parameter normal sebagai sebuah pengecualian dan menanganinya sesuai dengan logika inti kita.

Sebagai contoh, misalkan kita mendapat memo dari bagian keuangan yang berisi

*PENTING: Bob menggunakan simpul #c0ffee untuk menjalankan laporan keuangan akhir tahun. JANGAN MATIKEUN MESINNYA BEGO!!SEBELAS111

Sangat tidak mungkin untuk mendiskusikan mengapa Bob tidak boleh menggunakan mesin kita untuk keperluan akuntansinya yang sangat penting. Jadi, kita harus membedah logika bisnis kita dan menelurkan sebuah rilis ke tahap produksi secepat mungkin.

Tambalan kita dapat dipetakan menjadi sebuah struktur Free yang memperkenankan kita untuk mengembalikan sebuah hasil yang sudah jadi (Free.pure), bukan instruksi terjadwal. Kita mengkhususkan instruksi tersebut pada sebuah transformasi natural dengan nilai kembalian:

  val monkey = λ[Machines.Ast ~> Free[Machines.Ast, ?]] {
    case Machines.Stop(MachineNode("#c0ffee")) => Free.pure(())
    case other                                 => Free.liftF(other)
  }

pastikan sepasti-pastinya bahwa kode di atas memang benar berjalan sesuai keinginan, lalu gunakan di lingkungan produksi, atur alarm agar minggu depan untuk mengingatkan agar kita hapus kode ini, dan hapus akses Bob ke server kita.

Tes unit kita dapat menggunakan State sebagai konteks target, sehingga kita dapat melacak semua simpul yang kita hentikan:

  type S = Set[MachineNode]
  val M: Machines.Ast ~> State[S, ?] = Mocker.stub[Unit] {
    case Machines.Stop(node) => State.modify[S](_ + node)
  }
  
  Machines
    .liftF[Machines.Ast]
    .stop(MachineNode("#c0ffee"))
    .foldMap(monkey)
    .foldMap(M)
    .exec(Set.empty)
    .shouldBe(Set.empty)

juga dengan tes untuk simpul “normal” yang tidak kita hentikan.

Keuntungan menggunakan Free untuk menghindari penghentian simpul #c0ffee adalah kita dapat memastikan bahwa semua penggunaan tercatat, bukan harus mencari logika bisnis dan mencari penggunaan .stop satu per satu. Bila konteks aplikasi kita hanya berupa IO kita dapat mengimplementasikan logika ini pada implementasi Machines,IO]. Namun, keuntungan menggunakan Free adalah kita tidak harus menyentuk kode yang sudah ada, namun kita hanya perlu mengisolasi dan mengetes perilaku (sementara) ini tanpa harus terikat pada implementasi IO.

7.5.2 FreeAp (Applicative)

Walaupun bab ini berjudul *Monad Lanjutan, poin utama adalah: kita tidak boleh menggunakan monad kecuali bila kita memang benar benar harus. Pada bagian ini, kita akan tahu mengapa FreeAp (aplikatif free) lebih disukai dibandingkan monad Free.

FreeAp didefinisikan sebagai representasi struktur data dari metoda ap dan pure dari kelas tipe Applicative:

  sealed abstract class FreeAp[S[_], A] {
    def hoist[G[_]](f: S ~> G): FreeAp[G,A] = ...
    def foldMap[G[_]: Applicative](f: S ~> G): G[A] = ...
    def monadic: Free[S, A] = ...
    def analyze[M:Monoid](f: F ~> λ[α => M]): M = ...
    ...
  }
  object FreeAp {
    implicit def applicative[S[_], A]: Applicative[FreeAp[S, A]] = ...
  
    private final case class Pure[S[_], A](a: A) extends FreeAp[S, A]
    private final case class Ap[S[_], A, B](
      value: () => S[B],
      function: () => FreeAp[S, B => A]
    ) extends FreeAp[S, A]
  
    def pure[S[_], A](a: A): FreeAp[S, A] = Pure(a)
    def lift[S[_], A](x: =>S[A]): FreeAp[S, A] = ...
    ...
  }

Metoda .hoist dan .foldMap seperti analog mereka dari Free, .mapSuspension dan .foldMap.

Agar lebih mudah, kita dapat membuat Free[S, A] dari FreeAp[S, A] yang sudah kita punyai dengan menggunakan metoda .monadic. Pembuatan ini sangat berguna terutama saat kita mengoptimasi subsistem Applicative yang belum digunakan sebagai bagian dari program Free yang lebih besar.

Sebagaimana Free, kita harus membuat FreeAp untuk PSA kita. Hal ini juga berarti kita harus membuat plat cetak lagi…

  def liftA[F[_]](implicit I: Ast :<: F) = new Machines[FreeAp[F, ?]] {
    def getTime = FreeAp.lift(I.inj(GetTime()))
    ...
  }
7.5.2.1 Pengelompokan Panggilan Jaringan

Kita akan membuka bab ini dengan klaim luar biasa mengenai performa. Saatnya membuktikannya.

Versi manusiawi dari angka latensi dari Peter Norvig yang ditulis oleh Philip Stark akan menjadi motivasi mengapa kita harus fokus untuk mengurangi panggilan melalui jaringan untuk mengoptimasi sebuah aplikasi:

Komputer Skala Waktu Manusia Analogi Manusia
Perujukan tembolok L1 0.5 detik Satu detak jantung
Salah prediksi cabang 5 detik Satu kali menguap
Perujukan tembolok L2 7 detik Satu kali menguap panjang
Buka / tutup mutex 25 detik Buat satu cangkir teh
Perujukan memori utama 100 detik Gosok gigi
Kompresi 1Kb dengan Zippy 50 menit Satu putaran CI kompilator scala
Kirim 2Kb melalu jaringan 1Gbps 5.5 jam Kereta London ke Edinburg
Baca acak SSD 1.7 hari Akhir pekan
Baca 1MB berurutan dari memori 2.9 hari Akhir pekan panjang
Mengelilingi pusat data yang sama 5.8 hari Liburan panjang AS
Baca 1MB berurutan dari SSD 11.6 hari Liburan pendek UE
Pencarian di diska 16.5 minggu Satu semester kampus
Baca 1MB berurutan dari diska 7.8 bulan Cuti melahirkan di Norwegia
Kirim paket CA->Belanda->CA 4.8 tahun Satu periode pemerintahan

Walaupun Free dan FreeAp memberikan beban memori tambahan, ekuivalen dari 100 detik untuk manusia, tiap kali kita memanggil dua panggilan berurutan di sebuah kelompok panggilan, kita bisa menghemat 5 tahun.

Saat kita berada pada konteks Applicative, kita dapat mengoptimasi aplikasi kita dengan aman, tanpa harus menggagalkan ekspektasi apapun dari program asli. Terlebih lagi, bisa menghindari pengaburan logika bisnis.

Untungnya, logika bisnis utamakita hanya meminta sebuah Applicative. Harap diingat

  final class DynAgentsModule[F[_]: Applicative](D: Drone[F], M: Machines[F])
      extends DynAgents[F] {
    def act(world: WorldView): F[WorldView] = ...
    ...
  }

Kita akan mengawali dengan membuat plat cetak lift untuk aljabar Batch baru

  trait Batch[F[_]] {
    def start(nodes: NonEmptyList[MachineNode]): F[Unit]
  }
  object Batch {
    sealed abstract class Ast[A]
    final case class Start(nodes: NonEmptyList[MachineNode]) extends Ast[Unit]
  
    def liftA[F[_]](implicit I: Ast :<: F) = new Batch[FreeAp[F, ?]] {
      def start(nodes: NonEmptyList[MachineNode]) = FreeAp.lift(I.inj(Start(nodes)))
    }
  }

dan kita akan membuat sebuah instans DynAgentsModule dengan FreeAp sebagai konteks

  type Orig[a] = Coproduct[Machines.Ast, Drone.Ast, a]
  
  val world: WorldView = ...
  val program = new DynAgentsModule(Drone.liftA[Orig], Machines.liftA[Orig])
  val freeap  = program.act(world)

Pada bab 6, kita telah mempelajari tipe data Const yang memperkenankan kita untuk menganalisis sebuah program. Tidak mengherankan bahwa FreeAp.analyze diimplementasikan menggunakan Const:

  sealed abstract class FreeAp[S[_], A] {
    ...
    def analyze[M: Monoid](f: S ~> λ[α => M]): M =
      foldMap(λ[S ~> Const[M, ?]](x => Const(f(x)))).getConst
  }

Kita menyediakan sebuah transformasi natural untuk mencatat semua pemulaian simpul dan meng-.analyze-is program kita untuk mendapatkan semua simpul yang harus dijalankan:

  val gather = λ[Orig ~> λ[α => IList[MachineNode]]] {
    case Coproduct(-\/(Machines.Start(node))) => IList.single(node)
    case _                                    => IList.empty
  }
  val gathered: IList[MachineNode] = freeap.analyze(gather)

Langkah selanjutnya adalah memperluas set instruksi dari Orig menjadi Extended yang juga mengikutsertakan Batch.Ast dan menulis sebuah program FreeAp yang memulai semua simpul yang sudah dikumpulkan menggunakan metoda gathered dalam satu panggilan jaringan

  type Extended[a] = Coproduct[Batch.Ast, Orig, a]
  def batch(nodes: IList[MachineNode]): FreeAp[Extended, Unit] =
    nodes.toNel match {
      case None        => FreeAp.pure(())
      case Some(nodes) => FreeAp.lift(Coproduct.leftc(Batch.Start(nodes)))
    }

Kita juga harus menghapus semua panggilan ke Machise.Start yang dapat kita lakukan dengan transformasi natural

  val nostart = λ[Orig ~> FreeAp[Extended, ?]] {
    case Coproduct(-\/(Machines.Start(_))) => FreeAp.pure(())
    case other                             => FreeAp.lift(Coproduct.rightc(other))
  }

Saat ini, kita mempunyai dua program dan harus menggabungkan keduanya. Harap diingat bahwa sintaks *> dari Apply

  val patched = batch(gathered) *> freeap.foldMap(nostart)

Dan menggabungkannya dalam sebuah metoda:

  def optimise[A](orig: FreeAp[Orig, A]): FreeAp[Extended, A] =
    (batch(orig.analyze(gather)) *> orig.foldMap(nostart))

Demikian! Kita meng-.optimise tiap kali kita memanggil act pada ikalan utama kita yang hanya berupa pekerjaan pertukangan.

7.5.3 Coyoneda (Functor)

Dinamai menggunakan nama dari matematikawan Nobuo Yoneda, kita dapat membuat sebuah struktur data Functor untuk semua aljabar S[_]

  sealed abstract class Coyoneda[S[_], A] {
    def run(implicit S: Functor[S]): S[A] = ...
    def trans[G[_]](f: F ~> G): Coyoneda[G, A] = ...
    ...
  }
  object Coyoneda {
    implicit def functor[S[_], A]: Functor[Coyoneda[S, A]] = ...
  
    private final case class Map[F[_], A, B](fa: F[A], f: A => B) extends Coyoneda[F, A]
    def apply[S[_], A, B](sa: S[A])(f: A => B) = Map[S, A, B](sa, f)
    def lift[S[_], A](sa: S[A]) = Map[S, A, A](sa, identity)
    ...
  }

dan juga ada versi kontravariannya

  sealed abstract class ContravariantCoyoneda[S[_], A] {
    def run(implicit S: Contravariant[S]): S[A] = ...
    def trans[G[_]](f: F ~> G): ContravariantCoyoneda[G, A] = ...
    ...
  }
  object ContravariantCoyoneda {
    implicit def contravariant[S[_], A]: Contravariant[ContravariantCoyoneda[S, A]] = ...
  
    private final case class Contramap[F[_], A, B](fa: F[A], f: B => A)
      extends ContravariantCoyoneda[F, A]
    def apply[S[_], A, B](sa: S[A])(f: B => A) = Contramap[S, A, B](sa, f)
    def lift[S[_], A](sa: S[A]) = Contramap[S, A, A](sa, identity)
    ...
  }

API dari koyo cenderung lebih sederhana dari Free dan FreeAp, dan memperkenankan sebuah transformasi natural dengan .trans dan .run (yang menerima sebuah Functor atau Contravariant) untuk lepas dari struktur free.

Koyo dan kokoyo berguna bila kita ingin menggunakan .map atau .contramap kepada sebuah tipe dan kita tahu bahwa kita bisa mengkonversi menjadi sebuah tipe data yang mempunyai instans Functor, namun kita tidak mau benar-benar melakukannya terlalu dini. Sebagai contoh, kita membuat sebuah Coyoneda[ISet, ?] (harap diingat bahwa ISet tidak mempunyai instans Functor) untuk menggunakan metoda lain yang membutuhkan sebuah Functor, lalu mengkonversinya menjadi sebuah List di lain waktu.

  def liftCoyo[F[_]](implicit I: Ast :<: F) = new Machines[Coyoneda[F, ?]] {
    def getTime = Coyoneda.lift(I.inj(GetTime()))
    ...
  }
  def liftCocoyo[F[_]](implicit I: Ast :<: F) = new Machines[ContravariantCoyoneda[F, ?]] {
    def getTime = ContravariantCoyoneda.lift(I.inj(GetTime()))
    ...
  }

Sebuah optimasi yang kita dapatkan dengan menggunakan Coyoneda adalah map fusion (dan contramap fusion), yang memperkenankan kita untuk menulis ulang

  xs.map(a).map(b).map(c)

menjadi

  xs.map(x => c(b(a(x))))

sehingga menghindari representasi sementara. Sebagai contoh, bila xs merupakan sebuah List dengan seribu elemen, kita dapat menghemat dua ribu alokasi objek karena kita hanya memetakan struktur data satu kali.

Namun, bisa dibilang jauh lebih mudah bila kita membuat perubahan semacam ini pada fungsi awal secara manual atau menunggu proyek scalaz-plugin dirilis dan secara otomatis melakukan optimasi semacam ini.

7.5.4 Efek Elastis

Program sebenarnya hanya data saja: struktur bebas membantu memperjelas hal ini dan memberikan kita kemampuan untuk mengatur ulang dan mengoptimasi data tersebut.

Free lebih istimewa daripada yang terlihat: struktur ini dapat mengurutkan aljabar dan kelas tipe secara arbiter.

Sebagai contoh, sebuah struktur free untuk MonadState tersedia. Ast dan .liftF lebih rumit daripada biasanya karena kita harus memperhitungkan parameter tipe S pada MonadState dan pewarisan dari Monad:

  object MonadState {
    sealed abstract class Ast[S, A]
    final case class Get[S]()     extends Ast[S, S]
    final case class Put[S](s: S) extends Ast[S, Unit]
  
    def liftF[F[_], S](implicit I: Ast[S, ?] :<: F) =
      new MonadState[Free[F, ?], S] with BindRec[Free[F, ?]] {
        def get       = Free.liftF(I.inj(Get[S]()))
        def put(s: S) = Free.liftF(I.inj(Put[S](s)))
  
        val delegate         = Free.freeMonad[F]
        def point[A](a: =>A) = delegate.point(a)
        ...
      }
    ...
  }

Hal ini merupakan kesempatan yang bisa digunakan untuk mengoptimasi interpreter. Sebagai contoh, kita dapat menyimpan S pada bidang atomik, bukan pada trampolin StateT berlapis.

Kita dapat membuat sebuah Ast dan .liftF untuk hampir semua aljabar ataupun kelas tipe. Satu-satunya batasan adalah F[_] tidak muncul sebagai parameter untuk instruksi apapun, misal, harus dimungkinkan agar aljabar mempunyai instans Functor. Sayangnya, hal ini menghapus kemungkinan MonadError dan Monoid.

Sebagaimana dengan PSA dari sebuah program free berkembang, performa mengalami penurunan karena interpreter harus menyocokkan kepada set instruksi dengan biaya O(n). Alternatif dari scalaz.Coproduct adalah penyandian iotaz yang menggunakan struktur data teroptimasi agar dapat bekerja pada O(1) dengan pelepasan dinamis yang menggunakan integer untuk tiap koproduk yang ditetapkan pada saat kompilasi.

Untuk alasan sejarah, sebuah PSA free untuk sebuah aljabar atau kelas tipe disebut Penyandian Awal. Dan, implementasi langsung (misal, dengan IO) disebut Akhirnya Kosong. Walau kita telah menjelajahi ide ide menarik dengan Free, secara umum diterima bahwa tanpa-label lebih unggul. Namun, untuk menggunakan gaya akhirnya kosong (tanpa label), kita membutuhkan tipe efek dengan performa tinggi yang menyediakan semua kelas tipe monad yang kita bahas pada bab ini. Kita juga harus mampu menjalankan kode Applicative kita secara paralel. Persyaratan semacam ini akan kita bahas selanjutnya

7.6 Parallel

Ada dua operasi dengan efek yang hampir selalu kita jalankan secara paralel:

  1. .map atas sebuah koleksi dengan efek, mengembalikan sebuah efek. Hal ini dapat dicapai dengan .traverse yang mendelegasikannya ke .apply2 milik sistem efek tadi.
  2. menjalankan beberapa efek dengan jumlah tetap dengan operator jerit |@|, dan menggabungkan input efek-efek tadi, dan pada akhirnya mendelegasikan ke .apply2.

Namun, praktik di lapangan, kedua operasi tersebut tidak dijalankan secara paralel secara default. Alasannya adalah, bila F[_] diimplementasikan dengan sebuah Monad, maka hukum kombinator turunan untuk .apply2` harus dipenuhi, yang berisi

  @typeclass trait Bind[F[_]] extends Apply[F] {
    ...
    override def apply2[A, B, C](fa: =>F[A], fb: =>F[B])(f: (A, B) => C): F[C] =
      bind(fa)(a => map(fb)(b => f(a, b)))
    ...
  }

Dengan kata lain, Monad dilarang menjalankan efek secara paralel.

Namun, bila kita mempunyai sebuah F[_] yang tidak bersifat monadik, maka konteks ini bisa saja mengimplementasikan .apply2 secara paralel. Kita bisa menggunakan @@ mekanisme untuk membuat sebuah instans dari Applicative untuk F[_] @@ Paralel, yang mempermudah menentukan instans ke alias tipe Applicative.Par

  object Applicative {
    type Par[F[_]] = Applicative[λ[α => F[α] @@ Tags.Parallel]]
    ...
  }

Program monadik dapat meminta Par implisit sebagai tambahan pada Monad mereka

  def foo[F[_]: Monad: Applicative.Par]: F[Unit] = ...

Sintaks Traverse dari Scalaz mendukung paralelisme:

  implicit class TraverseSyntax[F[_], A](self: F[A]) {
    ...
    def parTraverse[G[_], B](f: A => G[B])(
      implicit F: Traverse[F], G: Applicative.Par[G]
    ): G[F[B]] = Tag.unwrap(F.traverse(self)(a => Tag(f(a))))
  }

Bila Applicative.Par[IO] ada pada cakupan secara implisit, kita dapat memilih pelangkahan secara berurutan maupun paralel:

  val input: IList[String] = ...
  def network(in: String): IO[Int] = ...
  
  input.traverse(network): IO[IList[Int]] // satu per satu
  input.parTraverse(network): IO[IList[Int]] // semua paralel

Tidak berbeda jauh, kita dapat memanggil .parApply atau .parTupled setelah menggunakan operator jerit

  val fa: IO[String] = ...
  val fb: IO[String] = ...
  val fc: IO[String] = ...
  
  (fa |@| fb).parTupled: IO[(String, String)]
  
  (fa |@| fb |@| fc).parApply { case (a, b, c) => a + b + c }: IO[String]

Harap diperhatikan bahwa saat kita mempunyai program Applicative, seperti

  def foo[F[_]: Applicative]: F[Unit] = ...

kita dapat menggunakan F[A] @@ Parallel sebagai konteks dari program kita dan kita mendapatkan paralelisme sebagai perilaku bawaan untuk .traverse dan |@|. Konversi antara operasi mentah dan @@ Paralel dari F[_] harus ditangani secara manual pada kode bantuan yang bisa melelahkan. Sehingga, akan lebih mudah bila langsung meminta bentuk Applicative

  def foo[F[_]: Applicative: Applicative.Par]: F[Unit] = ...

7.6.1 Melanggar Hukum

Kita dapat mengambil pendekatan yang lebih berani terhadap paralelisme: dengan tidak menaati hukum yang menyatakan bahwa .apply2 harus berurutan untuk Monad. Pendekatan ini sangat kontroversial, namun bekerja dengan sangat baik untuk kebanyakan aplikasi di dunia nyata. Pertama, kita harus mengaudit basis kode kita (termasuk ketergantungan pihak ketiga) untuk memastikan bahwa tidak ada yang menggunakan hukum dari .apply2.

Kita bungkus IO

  final class MyIO[A](val io: IO[A]) extends AnyVal

dan sediakan implementasi buatan kita sendiri untuk Monad yang menjalakan .apply secara paralel dengan mendelegasikan ke sebuah instans @@ Parallel

  object MyIO {
    implicit val monad: Monad[MyIO] = new Monad[MyIO] {
      override def apply2[A, B, C](fa: MyIO[A], fb: MyIO[B])(f: (A, B) => C): MyIO[C] =
        Applicative[IO.Par].apply2(fa.io, fb.io)(f)
      ...
    }
  }

Sekarang kita bisa menggunakan MyIO sebagai konteks aplikasi kita sebagai pengganti IO dan mendapatkan implementasi paralelisme secara default.

Agar lebih lengkap: sebuah implementsai naif dan tidak efisien dari Applicative.Par untuk IO sederhana kita dapat menggunakan Future:

  object IO {
    ...
    type Par[a] = IO[a] @@ Parallel
    implicit val ParApplicative = new Applicative[Par] {
      override def apply2[A, B, C](fa: =>Par[A], fb: =>Par[B])(f: (A, B) => C): Par[C] =
        Tag(
          IO {
            val forked = Future { Tag.unwrap(fa).interpret() }
            val b      = Tag.unwrap(fb).interpret()
            val a      = Await.result(forked, Duration.Inf)
            f(a, b)
          }
        )
  }

dan karena sebuah kutu pada kompilator Scala yang memperlakukan semua instans @@ sebagai objek yatim, kita harus secara tersurat mengimpor yang tersirat:

  import IO.ParApplicative

Pada bagian akhir bab ini, kita akan melihat bagaimana IO Scalaz diimplementasikan sebenar-benarnya.

7.7 IO

IO Scalaz merupakan konstruk pemrograman asinkronus yang paling cepat pada ekosistem Scala: hampir 50 kali lebih cepat bila dibandingkan dengan Future. IO merupakan struktur data free yang khusus digunakan sebagai monad efek umum.

  sealed abstract class IO[E, A] { ... }
  object IO {
    private final class FlatMap         ... extends IO[E, A]
    private final class Point           ... extends IO[E, A]
    private final class Strict          ... extends IO[E, A]
    private final class SyncEffect      ... extends IO[E, A]
    private final class Fail            ... extends IO[E, A]
    private final class AsyncEffect     ... extends IO[E, A]
    ...
  }

IO mempunyai dua parameter tipe: IO memiliki Bifunctor yang memperkenankan tipe galat agar menjadi ADT spesifik aplikasi. Namun, karena kita berada pada JVM, dan harus berinteraksi dengan pusaka warisan, sebuah tipe bantuan disediakan agar dapat menggunakan tipe galat dari pengecualian:

  type Task[A] = IO[Throwable, A]

7.7.1 Pembuatan

Ada berapa cara untuk membuat IO yang meliputi varian blok kode lugas, lundung, aman, dan tidak aman:

  object IO {
    // evaluasi tegas dari nilai yang sudah ada
    def now[E, A](a: A): IO[E, A] = ...
    // evaluasi lundung dari kalkulasi murni
    def point[E, A](a: =>A): IO[E, A] = ...
    // evaluasi lundung dengan efek samping, namun Total, blok kode
    def sync[E, A](effect: =>A): IO[E, A] = ...
    // evaluasi lundung dengan efek samping yang bisa saja gagal
    def syncThrowable[A](effect: =>A): IO[Throwable, A] = ...
  
    // membuat galat IO
    def fail[E, A](error: E): IO[E, A] = ...
    // tidur secara asinkron untuk periode waktu tertent
    def sleep[E](duration: Duration): IO[E, Unit] = ...
    ...
  }

dengan konstruktor pembantu Task:

  object Task {
    def apply[A](effect: =>A): Task[A] = IO.syncThrowable(effect)
    def now[A](effect: A): Task[A] = IO.now(effect)
    def fail[A](error: Throwable): Task[A] = IO.fail(error)
    def fromFuture[E, A](io: Task[Future[A]])(ec: ExecutionContext): Task[A] = ...
  }

Konstruktor yang paling jamak ditemui saat berurusan dengan kode warisan, sampai saat ini, adalah Task.apply dan Task.fromFuture:

  val fa: Task[Future[String]] = Task { ... impure code here ... }
  
  Task.fromFuture(fa)(ExecutionContext.global): Task[String]

Kita tidak dapat mengumpankan Future mentah dengan leluasa karena struktur data ini dievaluasi secara tegas. Sehingga, kita harus selalu dibuat dalam blok yang aman.

Harap diperhatikan bahwa ExecutionContext tidak implicit. Dan juga harap diingat bahwa kita mencadangkan kata kunci implicit untuk penurunan kelas tipe untuk menyederhanakan bahasa: ExecutionContext merupakan konfigurasi yang harus disediakan secara tersurat.

7.7.2 Menjalankan

Interpreter IO disebut sebagai RTS, dari runtime system (sistem waktu-jalan). Imlementasi interpreter ini diluar cakupan buku ini, kita akan fokus pada fitur yang disediakan oleh IO.

IO hanya merupakan struktur data dan diinterpretasikan pada akhir waktu dengan mengeksten SafeApp dan menerapkan .run

  trait SafeApp extends RTS {
  
    sealed trait ExitStatus
    object ExitStatus {
      case class ExitNow(code: Int)                         extends ExitStatus
      case class ExitWhenDone(code: Int, timeout: Duration) extends ExitStatus
      case object DoNotExit                                 extends ExitStatus
    }
  
    def run(args: List[String]): IO[Void, ExitStatus]
  
    final def main(args0: Array[String]): Unit = ... calls run ...
  }

Bila kita mengintegrasikan dengan sebuah sistem warisan dan tidak berkuasa atas titik awal aplikasi kita, kita dapat mengeksten RTS dan mendapatkan akses pada metoda tak-aman untuk mengevaluasi IO pada titik awal agar dapat mengacu ke kode kita yang berprinsip pada pemrograman fungsional.

7.7.3 Fitur

IO menyediakan instans kelas tipe untuk Bifunctor, MonadError[E, ?], BindRec, Plus, MonadPlus (bila E membentuk sebuah Monoid), dan Applicative[IO.Par[E, ?]].

Sebagai tambahan atas fungsionalitas dari kelas tipe, ada beberapa implementasi metoda-metoda spesifik:

  sealed abstract class IO[E, A] {
    // mencoba ulang sebuah aksi N kali sampai berhasil
    def retryN(n: Int): IO[E, A] = ...
    // ... dengan jeda bertumbuh
    def retryBackoff(n: Int, factor: Double, duration: Duration): IO[E, A] = ...
  
    // mengulangi sebuah aksi dengan jeda antar penyelawatan sampai gagal
    def repeat[B](interval: Duration): IO[E, B] = ...
  
    // batalkan aksi bila tidak selesai dalam kerangka waktu
    def timeout(duration: Duration): IO[E, Maybe[A]] = ...
  
    // jalankan `release` saat sukses maupun gagal
    // catat bahwa IO[Void, Unit] tidak dapat gagal
    def bracket[B](release: A => IO[Void, Unit])(use: A => IO[E, B]): IO[E, B] = ...
    // sintaks alternatif untuk braket
    def ensuring(finalizer: IO[Void, Unit]): IO[E, A] =
    // abaikan galat dan sukses. misal, abaikan hasil dari aksi pembersihan
    def ignore: IO[Void, Unit] = ...
  
    // runs two effects in parallel
    def par[B](that: IO[E, B]): IO[E, (A, B)] = ...
    ...

Adalah hal yang memungkinkan bila sebuah IO berada pada kondisi terminated yang merepresentasikan tugas yang dimaksudkan untuk dibuang (bukan galat maupun sukses). Perkakas yang berhubungan dengan terminasi adalah:

  ...
    // bunuh aksi apapun yang sedang berjalan dengan throwable yang diberikan
    // braket dihormati
    def terminate[E, A](t: Throwable): IO[E, A] = ...
  
    // jalankan dua efek secara paralel, kembalikan yang menang dan bunuh pecundang
    def race(that: IO[E, A]): IO[E, A] = ...
  
    // abaikan terminasi
    def uninterruptibly: IO[E, A] = ...
  ...

7.7.4 Fiber

Sebuah IO bisa saja membuat fiber, abstraksi ringan atas Thread JVM. Kita dapat melakukan .fork kepada sebuah IO dan melakukan pengawasan (.supervise) terhadap semua fiber yang belum lengkap untuk memastikan bahwa fiber tersebut akan di-terminasi saat tindakan atas IO selesai

  ...
    def fork[E2]: IO[E2, Fiber[E, A]] = ...
    def supervised(error: Throwable): IO[E, A] = ...
  ...

Saat kita mempunyai sebuah Fiber, kita dapat menggabungkannya kembali ke IO dengan .join, atau juga menghentikan dengan menggunakan interrupt.

  trait Fiber[E, A] {
    def join: IO[E, A]
    def interrupt[E2](t: Throwable): IO[E2, Unit]
  }

Kita dapat menggunakan fiber untuk mencapai bentuk kontrol konkuren optimistis. Anggap sebuah situasi dimana kita mempunyai data yang harus kita analis namun kita juga harus memvalidasinya. Kita dapat secara optimistis memulai analisis dan membatalkan tugas bila gagal divalidasi. Dan semua ini dilakukan secara paralel.

  final class BadData(data: Data) extends Throwable with NoStackTrace
  
  for {
    fiber1   <- analysis(data).fork
    fiber2   <- validate(data).fork
    valid    <- fiber2.join
    _        <- if (!valid) fiber1.interrupt(BadData(data))
                else IO.unit
    result   <- fiber1.join
  } yield result

Contoh penggunaan fiber lain adalah saat kita harus melakukan aksi tembak dan lupakan. Sebagai conoth, pencatatan log prioritas rendah melalui jaringan.

7.7.5 Promise

Sebuah promise merepresentasikan variable asinkronus yang dapat diatur tepat satu kali (dengan complete atau error). Pendengar yang bisa mendapatkan nilai variabel dengan get tidak dibatasi.

  final class Promise[E, A] private (ref: AtomicReference[State[E, A]]) {
    def complete[E2](a: A): IO[E2, Boolean] = ...
    def error[E2](e: E): IO[E2, Boolean] = ...
    def get: IO[E, A] = ...
  
    // interupsi semua pendengar
    def interrupt[E2](t: Throwable): IO[E2, Boolean] = ...
  }
  object Promise {
    def make[E, A]: IO[E, Promise[E, A]] = ...
  }

Secara umum, kita jaran menggunakan Promise pada kode aplikasi. Promise merupakan blok bangun untuk framework konkurensi tingkat tinggi.

7.7.6 IORef

IORef merupakan ekuivalen dari IO untuk variabel atomik tidak tetap.

Kita dapat membaca variabel tersebut dan memiliki beberapa car untuk menulis atau memutakhirkannya.

  final class IORef[A] private (ref: AtomicReference[A]) {
    def read[E]: IO[E, A] = ...
  
    // tulis dengan garansi konsistensi sesegera mungkin
    def write[E](a: A): IO[E, Unit] = ...
    // tulis dengan garansi konsistensi yang bisa saja terjadi
    def writeLater[E](a: A): IO[E, Unit] = ...
    // kembalikan true bila penulisan sukses, gagal bila tidak
    def tryWrite[E](a: A): IO[E, Boolean] = ...
  
    // primitif atom untuk pemutakhiran nilai
    def compareAndSet[E](prev: A, next: A): IO[E, Boolean] = ...
    def modify[E](f: A => A): IO[E, A] = ...
    def modifyFold[E, B](f: A => (B, A)): IO[E, B] = ...
  }
  object IORef {
    def apply[E, A](a: A): IO[E, IORef[A]] = ...
  }

IORef merupakan blok bangun lain yang dapat digunakan untuk menyediakan MonadState dengan performa tinggi. Sebagai contoh, buat sebuah newtype terspesialisasi untuk Task

  final class StateTask[A](val io: Task[A]) extends AnyVal
  object StateTask {
    def create[S](initial: S): Task[MonadState[StateTask, S]] =
      for {
        ref <- IORef(initial)
      } yield
        new MonadState[StateTask, S] {
          override def get       = new StateTask(ref.read)
          override def put(s: S) = new StateTask(ref.write(s))
          ...
        }
  }

Kita dapat menggunakan implementasi teroptimasi StateMonad ini pada sebuah SafeApp dimana .program kita bergantung pada kelas tipe Pustaka Transformator Monad:

  object FastState extends SafeApp {
    def program[F[_]](implicit F: MonadState[F, Int]): F[ExitStatus] = ...
  
    def run(@unused args: List[String]): IO[Void, ExitStatus] =
      for {
        stateMonad <- StateTask.create(10)
        output     <- program(stateMonad).io
      } yield output
  }

Sebuah aplikasi yang realistis akan menerima beberapa aljabar dan kelas tipe sebagai masukan.

7.7.6.1 MonadIO

MonadIO yang kita pelajari sebelumnya telah disederhanakan untuk menyembunyikan parameter E. Kelas tipe yang sebenarnya adalah

  trait MonadIO[M[_], E] {
    def liftIO[A](io: IO[E, A])(implicit M: Monad[M]): M[A]
  }

dengan perubahan kecil di plat cetak pada pendamping aljabar kita, untuk mengikutsertakan tambahan E:

  trait Lookup[F[_]] {
    def look: F[Int]
  }
  object Lookup {
    def liftIO[F[_]: Monad, E](io: Lookup[IO[E, ?]])(implicit M: MonadIO[F, E]) =
      new Lookup[F] {
        def look: F[Int] = M.liftIO(io.look)
      }
    ...
  }

7.8 Kesimpulan

  1. Future cacat, jangan digunakan.
  2. Mengatur keamanan susunan memori dengan Trampoline.
  3. Pustaka Transformator Monad (PTM) mengabstraksi efek-efek umum dengan kelas tipe.
  4. Transformator monad menyediakan implementasi default dari PTM.
  5. Struktur data Free memperkenankan kita untuk menganalisis, mengoptimasi, dan mengetes program kita.
  6. IO memberi kita jalan untuk mengimplementasi aljabar sebagai efek dari dunia luar.
  7. IO dapat menjalankan efek secara paralel dan merupakan tulang punggung dari aplikasi dengan performa tinggi.

8. Derivasi Kelas Tipe

Kelas tipe menyediakan fungsionalitas polimorfis untuk aplikasi kita. Namun, untuk menggunakan sebuah kelas tipe, kita butuh instans kelas tipe tersebut untuk objek domain bisnis kita.

Pembuatan instans kelas tipe dari instans yang sudah ada dikenal dengan derivasi kelas tipe dan menjadi topik pada bab ini.

Ada empat pendekatan atas derivasi kelas tipe:

  1. Instans manual untuk tiap objek domain. Pendekatan ini tidak mungkin dilakukan pada aplikasi nyata karena akan menghasilkan ratusan baris plat cetak untuk tiap baris case class. Namun, pendekatan ini berguna untuk tujuan pembelajaran dan optimasi performa.
  2. Abstrak atas kelas tipe dari kelas tipe Scalaz yang sudah ada. Merupakan pendekatan yang digunakan oloh scalaz-deriving, menyediakan tes terotomatisasi dan derivasi atas produk dan ko-produk.
  3. Makro. Namun, penulisan makro untuk tiap kelas tipe harus dilakukan oleh pengembang yang sangat berpengalaman. Untungnya, pustaka Magnolia yang ditulis oleh Jon Pretty, mengabstraksi makro dengan APA yang sederhana dan memusatkan interaksi kompleks kepada kompilator.
  4. Menulis program generik dengan menggunakan pustaka Shapeless. Mekanisme implicit merupakan sub-bahasa pada bahasa Scala dan dapat digunakan untuk menulis program pada tingkat tipe.

Pada bab ini, kita akan mempelajari kelas tipe yang semakin rumit dan derivasinya. Kita akan memulai dengan scalaz-deriving sebagai mekanisme paling sesuai dengan prinsip, mengulangi beberapa pelajaran pada bab 5 mengenai Kelas Tipe Scalaz, dan Magnolia (paling mudah digunakan), dan diakhiri dengan Shapeless (paling leluasa) untuk kelas tipe dengan logika derivasi kompleks.

8.1 Contoh Berfungsi

Bab ini akan menunjukkan bagaimana cara mendefinisikan derivasi dari lima kelas tipe spesifik. Tiap contoh menunjukkan fitur yang dapat digeneralisasi:

  @typeclass trait Equal[A]  {
    // parameter tipe ada pada posisi kontravarian
    @op("===") def equal(a1: A, a2: A): Boolean
  }
  
  // untuk meminta nilai default saat melakukan testing
  @typeclass trait Default[A] {
    // parameter tipe ada pada posisi kontravarian
    def default: String \/ A
  }
  
  @typeclass trait Semigroup[A] {
    // parameter tipe ada pada posisi kovarian dan kontravarian
    @op("|+|") def append(x: A, y: =>A): A
  }
  
  @typeclass trait JsEncoder[T] {
    // parameter tipe ada pada posisi kontravarian dan butuh akses ke nama bidang
    def toJson(t: T): JsValue
  }
  
  @typeclass trait JsDecoder[T] {
    // parameter tipe ada pada posisi kovarian dan butuh akses ke nama bidang
    def fromJson(j: JsValue): String \/ T
  }

8.2 scalaz-deriving

Pustaka scalaz-deriving merupakan perpanjangan dari Scalaz dan dapat ditambahkan ke build.sbt proyek dengan

  val derivingVersion = "1.0.0"
  libraryDependencies += "org.scalaz" %% "scalaz-deriving" % derivingVersion

menyediakan kelas tipe baru, yang ditunjukkan dibawah, yang berhubungan dengan kelas tipe Scalaz

Sebelum kita memulai, berikut merupakan rekap ulang dari kelas tipe utama Scalaz:

  @typeclass trait InvariantFunctor[F[_]] {
    def xmap[A, B](fa: F[A], f: A => B, g: B => A): F[B]
  }
  
  @typeclass trait Contravariant[F[_]] extends InvariantFunctor[F] {
    def contramap[A, B](fa: F[A])(f: B => A): F[B]
    def xmap[A, B](fa: F[A], f: A => B, g: B => A): F[B] = contramap(fa)(g)
  }
  
  @typeclass trait Divisible[F[_]] extends Contravariant[F] {
    def conquer[A]: F[A]
    def divide2[A, B, C](fa: F[A], fb: F[B])(f: C => (A, B)): F[C]
    ...
    def divide22[...] = ...
  }
  
  @typeclass trait Functor[F[_]] extends InvariantFunctor[F] {
    def map[A, B](fa: F[A])(f: A => B): F[B]
    def xmap[A, B](fa: F[A], f: A => B, g: B => A): F[B] = map(fa)(f)
  }
  
  @typeclass trait Applicative[F[_]] extends Functor[F] {
    def point[A](a: =>A): F[A]
    def apply2[A,B,C](fa: =>F[A], fb: =>F[B])(f: (A, B) => C): F[C] = ...
    ...
    def apply12[...]
  }
  
  @typeclass trait Monad[F[_]] extends Functor[F] {
    @op(">>=") def bind[A, B](fa: F[A])(f: A => F[B]): F[B]
  }
  @typeclass trait MonadError[F[_], E] extends Monad[F] {
    def raiseError[A](e: E): F[A]
    def emap[A, B](fa: F[A])(f: A => S \/ B): F[B] = ...
    ...
  }

8.2.1 Jangan Mengulang-Ulang

Cara paling sederhana untuk menderivasi sebuah kelas tipe adalah menggunakan ulang derivasi yang sudah ada.

Kelas tipe Equal mempunyai instans Contravariant[Equal] yang menyediakan .contramap:

  object Equal {
    implicit val contravariant = new Contravariant[Equal] {
      def contramap[A, B](fa: Equal[A])(f: B => A): Equal[B] =
        (b1, b2) => fa.equal(f(b1), f(b2))
    }
    ...
  }

Sebagai pengguna dari Equal, kita dapat menggunakan .contramap untuk tipe data parameter tunggal kita. Harap diingat bahwa instans kelas tipe masuk pada pendamping tipe data agar masuk pada cakupan implisit mereka:

  final case class Foo(s: String)
  object Foo {
    implicit val equal: Equal[Foo] = Equal[String].contramap(_.s)
  }
  
  scala> Foo("hello") === Foo("world")
  false

Namun, tidak semua kelas tipe mempunyai instans Contravariant. Terlebih lagi, kelas tipe dengan parameter tipe pada posisi kovarian mungkin malah memiliki instans Functor:

  object Default {
    def instance[A](d: =>String \/ A) = new Default[A] { def default = d }
    implicit val string: Default[String] = instance("".right)
  
    implicit val functor: Functor[Default] = new Functor[Default] {
      def map[A, B](fa: Default[A])(f: A => B): Default[B] = instance(fa.default.map(f))
    }
    ...
  }

Kita dapat menderivasi sebuah Default[Foo]

  object Foo {
    implicit val default: Default[Foo] = Default[String].map(Foo(_))
    ...
  }

Bila sebuah kelas tipe mempunyai parameter pada posisi kovarian dan kontravarian, seperti halnya Semigroup, kelas tipe ini mungkin menyediakan sebuah instans IntravariantFunctor

  object Semigroup {
    implicit val invariant = new InvariantFunctor[Semigroup] {
      def xmap[A, B](ma: Semigroup[A], f: A => B, g: B => A) = new Semigroup[B] {
        def append(x: B, y: =>B): B = f(ma.append(g(x), g(y)))
      }
    }
    ...
  }

dan kita akan memanggil .xmap

  object Foo {
    implicit val semigroup: Semigroup[Foo] = Semigroup[String].xmap(Foo(_), _.s)
    ...
  }

Secara umum, jauh lebih mudah untuk menggunakan .xmap bila dibandingkan dengan menggunakan .map atau .contramap:

  final case class Foo(s: String)
  object Foo {
    implicit val equal: Equal[Foo]         = Equal[String].xmap(Foo(_), _.s)
    implicit val default: Default[Foo]     = Default[String].xmap(Foo(_), _.s)
    implicit val semigroup: Semigroup[Foo] = Semigroup[String].xmap(Foo(_), _.s)
  }

8.2.2 MonadError

Biasanya, sesuatu yang menulis dari sebuah nilai polimorfis mempunyai sebuah Contravariant. Dan, sesuatu yang membaca ke sebuah nilai polimorfis mempunyai sebuah Functor. Namun, sangat wajar bila pembacaan dapat gagal. Sebagai contoh, bila kita mempunyai sebuah String default, bukan berarti kita tinggal menurunkan String Refined NonEmpty darinya

  import eu.timepit.refined.refineV
  import eu.timepit.refined.api._
  import eu.timepit.refined.collection._
  
  implicit val nes: Default[String Refined NonEmpty] =
    Default[String].map(refineV[NonEmpty](_))

yang gagal dikompilasi dengan galat

  [error] default.scala:41:32: polymorphic expression cannot be instantiated to expected type;
  [error]  found   : Either[String, String Refined NonEmpty]
  [error]  required: String Refined NonEmpty
  [error]     Default[String].map(refineV[NonEmpty](_))
  [error]                                          ^

Mohon diingat bahwa pada bab 4.1, refineV mengembalikan sebuah Either, sesuai dengan apa yang telah kompilator peringatkan.

Sebaga penulis dari kelas tipe Default, kita dapat berbuat lebih daripada Functor dan menyediakan sebuah MonadError[Default, String]:

  implicit val monad = new MonadError[Default, String] {
    def point[A](a: =>A): Default[A] =
      instance(a.right)
    def bind[A, B](fa: Default[A])(f: A => Default[B]): Default[B] =
      instance((fa >>= f).default)
    def handleError[A](fa: Default[A])(f: String => Default[A]): Default[A] =
      instance(fa.default.handleError(e => f(e).default))
    def raiseError[A](e: String): Default[A] =
      instance(e.left)
  }

Setelah mendapatkan akses ke sintaks .emap dan dapat menderivasi tipe refined

  implicit val nes: Default[String Refined NonEmpty] =
    Default[String].emap(refineV[NonEmpty](_).disjunction)

Nyatanya, kita dapat menyediakan aturan derivasi untuk semua tipe terrefinasi

  implicit def refined[A: Default, P](
    implicit V: Validate[A, P]
  ): Default[A Refined P] = Default[A].emap(refineV[P](_).disjunction)

dimana Validate berasal dari pustaka refined dan dibutuhkan oleh refineV.

Kita juga dapat menggunakan .emap untuk menderivasi sebuah pembaca sandi Int dari sebuah Long dengan perlindungan atas metoda non-total .toInt dari pustaka standar.

  implicit val long: Default[Long] = instance(0L.right)
  implicit val int: Default[Int] = Default[Long].emap {
    case n if (Int.MinValue <= n && n <= Int.MaxValue) => n.toInt.right
    case big => s"$big does not fit into 32 bits".left
  }

Sebagai penulis dari kelas tipe Default, kita mungkin ingin mempertimbangkan ulang desain APA kita sehingga tidak akan gagal, misalkan dengan menggunakan penanda tipe berikut

  @typeclass trait Default[A] {
    def default: A
  }

Kita tidak akan dapat mendefinisikan sebuah MonadError, sehingga kita terpaksa untuk menyediakan instans yang selalu sukses. Hal ini akan menghasilkan plat cetak yang lebih banyak sebagai ganti atas keamanan tipe. Namun, kita akan tetap menggunakan String \/ A sebagai nilai kembalian karena ini merupakan contoh yang lebih umum.

8.2.3 .fromIso

Semua kelas tipe di Scalaz mempunyai sebuah metoda pada objek pendampingnya dengan sebuah penanda yang mirip sebagai berikut:

  object Equal {
    def fromIso[F, G: Equal](D: F <=> G): Equal[F] = ...
    ...
  }
  
  object Monad {
    def fromIso[F[_], G[_]: Monad](D: F <~> G): Monad[F] = ...
    ...
  }

Potongan diatas berarti bila kita mempunyai sebuah tipe F dan sebuah cara untuk mengkonversinya menjadi sebuah G yang mempunyai sebuah instans, kita dapat memanggil Equal.fromIso untuk mendapatkan instans dari F.

Sebagai contoh, sebagai pengguna kelas tipe, bila kita mempunyai tipe data Bar, kita dapat mendefinisikan sebuah isomorfisme ke (String, Int)

  import Isomorphism._
  
  final case class Bar(s: String, i: Int)
  object Bar {
    val iso: Bar <=> (String, Int) = IsoSet(b => (b.s, b.i), t => Bar(t._1, t._2))
  }

dan menderivasi Equal[Bar] karena sudah ada Equal untuk semua tuple:

  object Bar {
    ...
    implicit val equal: Equal[Bar] = Equal.fromIso(iso)
  }

Mekanisme .fromIso juga dapat membantu kita sebagai penulis kelas tipe. Sebagai contoh, Default yang mempunyai penanda tipe utama dengan bentuk Unit => F[A]. Metoda default kita sebenarnya isomorfik terhadap Kleisli[F, Unit, A], atau transformator monad ReaderT.

Karena Kleisli sudah menyediakan sebuah MonadError (bila F sudah mempunyainya), kita dapat menderivasi MonadError[Default, String] dengan membuat sebuah isomorfisme antara Default dan Kleisli:

  private type Sig[a] = Unit => String \/ a
  private val iso = Kleisli.iso(
    λ[Sig ~> Default](s => instance(s(()))),
    λ[Default ~> Sig](d => _ => d.default)
  )
  implicit val monad: MonadError[Default, String] = MonadError.fromIso(iso)

memberikan kita .map, .xmap, dan .emap yang sudah kita gunakan selama ini.

8.2.4 Divisible dan Applicative

Untuk menderivasi Equal pada kelas dengan dua parameter kita, kita akan menggunakan ulang instans yang disediakan oleh Scalaz untuk tuple. Namun, dari mana instans tuple itu berasal?

Kelas tipe yang lebih spesifik untuk Contravariant adalah Divisible. Equal mempunyai sebuah instans:

  implicit val divisible = new Divisible[Equal] {
    ...
    def divide[A1, A2, Z](a1: =>Equal[A1], a2: =>Equal[A2])(
      f: Z => (A1, A2)
    ): Equal[Z] = { (z1, z2) =>
      val (s1, s2) = f(z1)
      val (t1, t2) = f(z2)
      a1.equal(s1, t1) && a2.equal(s2, t2)
    }
    def conquer[A]: Equal[A] = (_, _) => true
  }

Dan dari divide2, Divisible mampu membangun derivasi sampai ke divide22. Kita dapat memanggil metoda ini langsung ke tipe data kita:

  final case class Bar(s: String, i: Int)
  object Bar {
    implicit val equal: Equal[Bar] =
      Divisible[Equal].divide2(Equal[String], Equal[Int])(b => (b.s, b.i))
  }

Ekuivalen untuk parameter tipe ini pada posisi kovarian adalah Applicative:

  object Bar {
    ...
    implicit val default: Default[Bar] =
      Applicative[Default].apply2(Default[String], Default[Int])(Bar(_, _))
  }

Namun, kita harus berhati hati agar kita tidak melanggar hukum kelas tipe saat kita mengimplementasikan Divisible atau Applicative. Terlebih lagi, sangat mudah untuk melanggar hukum komposisi yang menyatakan bahwwa kedua alur-kode ini harus menghasilkan keluaran yang sama

  • divide2(divide2(a1, a2)(dupe), a3)(dupe)
  • divide2(a1, divide2(a2, a3)(dupe))(dupe)
  • untuk semua dupe: A => (A, A)

dengan hukum yang sama untuk Applicative.

Misalk, JsEncoder dan instans Divisible yang diajukan

  new Divisible[JsEncoder] {
    ...
    def divide[A, B, C](fa: JsEncoder[A], fb: JsEncoder[B])(
      f: C => (A, B)
    ): JsEncoder[C] = { c =>
      val (a, b) = f(c)
      JsArray(IList(fa.toJson(a), fb.toJson(b)))
    }
  
    def conquer[A]: JsEncoder[A] = _ => JsNull
  }

Pada satu sisi dari hukum komposisi, untuk sebuah input String, kita akan mendapatkan

  JsArray([JsArray([JsString(hello),JsString(hello)]),JsString(hello)])

dan pada sisi lain

  JsArray([JsString(hello),JsArray([JsString(hello),JsString(hello)])])

yang berbeda. Kita dapat bereksperimen dengan implementasi divide, namun tidak akan pernah memenuhi hukum komposisi untuk semua input.

Hal ini mengakibatkan kita tidak dapat menyediakan sebuah Divisible[JsEncoder] karena akan melanggar hukum matematika dan membatalkan semua asumsi yang digunakan oleh pengguna Divisible`.

Untuk membantu mengetes hukum, kelas tipe Scalaz berisi versi terkodifikasi dari hukum hukum atas kelas tipe itu sendiri. Kita dapat menulis tes terotomatis, memastikan bahwa hukum tersebut terlanggar, dan mengingatkan kita bahwa:

  val D: Divisible[JsEncoder] = ...
  val S: JsEncoder[String] = JsEncoder[String]
  val E: Equal[JsEncoder[String]] = (p1, p2) => p1.toJson("hello") === p2.toJson("hello")
  assert(!D.divideLaw.composition(S, S, S)(E))

Di sisi lain, sebuah tes JsDecoder memenuhi huku komposisi Applicative

  final case class Comp(a: String, b: Int)
  object Comp {
    implicit val equal: Equal[Comp] = ...
    implicit val decoder: JsDecoder[Comp] = ...
  }
  
  def composeTest(j: JsValue) = {
    val A: Applicative[JsDecoder] = Applicative[JsDecoder]
    val fa: JsDecoder[Comp] = JsDecoder[Comp]
    val fab: JsDecoder[Comp => (String, Int)] = A.point(c => (c.a, c.b))
    val fbc: JsDecoder[((String, Int)) => (Int, String)] = A.point(_.swap)
    val E: Equal[JsDecoder[(Int, String)]] = (p1, p2) => p1.fromJson(j) === p2.fromJson(j)
    assert(A.applyLaw.composition(fbc, fab, fa)(E))
  }

untuk beberapa data tes

  composeTest(JsObject(IList("a" -> JsString("hello"), "b" -> JsInteger(1))))
  composeTest(JsNull)
  composeTest(JsObject(IList("a" -> JsString("hello"))))
  composeTest(JsObject(IList("b" -> JsInteger(1))))

Sekarang, kita cukup yakin bathwa MonadError yang telah kita derivasi memenuhi hukum hukum yang berlaku.

Namun, bukan berarti bila kita lulus tes untuk set data kecil, hukum tidak terpenuhi. Kita harus menalar implementasi sampai tuntas agar kita yakin bahwa implementasi ini seharusnya sudah memenuhi hukum yang berlaku, dan mencoba permasalahan di luar batas normal yang bisa saja gagal.

Salah satu cara untuk menghasilkan data tes yang bervariasi adalah dengan menggunakan pustaka scalacheck yang menyediakan kelas tipe Arbitrary yang dapat terintegrasi ke kebanyakan kerangka testing untuk mengulang sebuah test dengan data yang dihasilkan secara acak.

Pustaka jsonformat menyediakan sebuah Arbitrary[JsValue] (dan semua orang harus menyediakan Arbitrary pada DTA mereka!) memperkenankan kita untuk menggunakan fitur forall dari Scalatest:

  forAll(SizeRange(10))((j: JsValue) => composeTest(j))

Tes ini memberikan kita lebih percaya pada kelas tipe kita memenuhi hukum komposisi Applicative. Dengan memeriksa seuma hukum pada Divisible dan MonadError kita juga mendapat banyak tes secara cuma-cuma.

8.2.5 Decidable dan Alt

Bila Divisible dan Applicative memberikan kita derivasi kelas tipe untuk produk (dibangun dari tuple) Decidable dan Alt memberikan kita ko-prooduk yang dibangun dari disjungsi berlapis:

  @typeclass trait Alt[F[_]] extends Applicative[F] with InvariantAlt[F] {
    def alt[A](a1: =>F[A], a2: =>F[A]): F[A]
  
    def altly1[Z, A1](a1: =>F[A1])(f: A1 => Z): F[Z] = ...
    def altly2[Z, A1, A2](a1: =>F[A1], a2: =>F[A2])(f: A1 \/ A2 => Z): F[Z] = ...
    def altly3 ...
    def altly4 ...
    ...
  }
  
  @typeclass trait Decidable[F[_]] extends Divisible[F] with InvariantAlt[F] {
    def choose1[Z, A1](a1: =>F[A1])(f: Z => A1): F[Z] = ...
    def choose2[Z, A1, A2](a1: =>F[A1], a2: =>F[A2])(f: Z => A1 \/ A2): F[Z] = ...
    def choose3 ...
    def choose4 ...
    ...
  }

Empat kelas tipe utama mempunyai penanda simetris:

Typeclass method given signature returns
Applicative apply2 F[A1], F[A2] (A1, A2) => Z F[Z]
Alt altly2 F[A1], F[A2] (A1 \/ A2) => Z F[Z]
Divisible divide2 F[A1], F[A2] Z => (A1, A2) F[Z]
Decidable choose2 F[A1], F[A2] Z => (A1 \/ A2) F[Z]

mendukung kovarian produk, kovarian koproduk, kontravarian produk, dan kontravarian koproduk.

Kita dapat menulis sebuah instans Decidable[Equal] yang memperkenankan kita untuk menderivasi Equal untuk semua TDA!

  implicit val decidable = new Decidable[Equal] {
    ...
    def choose2[Z, A1, A2](a1: =>Equal[A1], a2: =>Equal[A2])(
      f: Z => A1 \/ A2
    ): Equal[Z] = { (z1, z2) =>
      (f(z1), f(z2)) match {
        case (-\/(s), -\/(t)) => a1.equal(s, t)
        case (\/-(s), \/-(t)) => a2.equal(s, t)
        case _ => false
      }
    }
  }

Untuk TDA

  sealed abstract class Darth { def widen: Darth = this }
  final case class Vader(s: String, i: Int)  extends Darth
  final case class JarJar(i: Int, s: String) extends Darth

dimana produk (Vader dan JarJar) mempunyai instans Equal

  object Vader {
    private val g: Vader => (String, Int) = d => (d.s, d.i)
    implicit val equal: Equal[Vader] = Divisible[Equal].divide2(Equal[String], Equal[Int])(g)
  }
  object JarJar {
    private val g: JarJar => (Int, String) = d => (d.i, d.s)
    implicit val equal: Equal[JarJar] = Divisible[Equal].divide2(Equal[Int], Equal[String])(g)
  }

kita dapat menderivasi persamaan untuk semua TDA

  object Darth {
    private def g(t: Darth): Vader \/ JarJar = t match {
      case p @ Vader(_, _)  => -\/(p)
      case p @ JarJar(_, _) => \/-(p)
    }
    implicit val equal: Equal[Darth] = Decidable[Equal].choose2(Equal[Vader], Equal[JarJar])(g)
  }
  
  scala> Vader("hello", 1).widen === JarJar(1, "hello).widen
  false

Kelas tipe yang mempunyai Applicative berhak memiliki sebuah instans dari Alt. Bila kita ingin menggunakan trik Kleisli.iso, kita dapat mengeksten IsomorphismMonadError dan mencampurnya pada Alt dan meningkatkan MonadError[Default, String] agar memililki Alt[Default]:

  private type K[a] = Kleisli[String \/ ?, Unit, a]
  implicit val monad = new IsomorphismMonadError[Default, K, String] with Alt[Default] {
    override val G = MonadError[K, String]
    override val iso = ...
  
    def alt[A](a1: =>Default[A], a2: =>Default[A]): Default[A] = instance(a1.default)
  }

Memperkenankan kita untuk menderivasi Default[Darth]

  object Darth {
    ...
    private def f(e: Vader \/ JarJar): Darth = e.merge
    implicit val default: Default[Darth] =
      Alt[Default].altly2(Default[Vader], Default[JarJar])(f)
  }
  object Vader {
    ...
    private val f: (String, Int) => Vader = Vader(_, _)
    implicit val default: Default[Vader] =
      Alt[Default].apply2(Default[String], Default[Int])(f)
  }
  object JarJar {
    ...
    private val f: (Int, String) => JarJar = JarJar(_, _)
    implicit val default: Default[JarJar] =
      Alt[Default].apply2(Default[Int], Default[String])(f)
  }
  
  scala> Default[Darth].default
  \/-(Vader())

Kembali ke kelas tipe scalaz-deriving, orangtua invarian dari Alt dan Decidable adalah:

  @typeclass trait InvariantApplicative[F[_]] extends InvariantFunctor[F] {
    def xproduct0[Z](f: =>Z): F[Z]
    def xproduct1[Z, A1](a1: =>F[A1])(f: A1 => Z, g: Z => A1): F[Z] = ...
    def xproduct2 ...
    def xproduct3 ...
    def xproduct4 ...
  }
  
  @typeclass trait InvariantAlt[F[_]] extends InvariantApplicative[F] {
    def xcoproduct1[Z, A1](a1: =>F[A1])(f: A1 => Z, g: Z => A1): F[Z] = ...
    def xcoproduct2 ...
    def xcoproduct3 ...
    def xcoproduct4 ...
  }

mendukung kelas tipe dengan InvarianFunctor seperti Monad dan Semigroup

8.2.6 Arity Arbiter dan @deriving

Ada dua masalah dengan InvariantApplicative dan InvariantAlt:

  1. keduanya hanya mendukung produk dari 4 bidang dan koproduk dari 4 catatan.
  2. ada banyak plat cetak pada tipe data pendamping.

Pada bagian ini, kita akan menyelesaikan kedua permasalahan tersebut dengan kelas tipe tambahan yang diperkenalkan oleh scalaz-deriving

Empat tipe kelas utama kita, Applicative, Divisible, Alt, dan Decidable, diperluas menjadi arity arbiter menggunakan pustaka iotaz, maka dari itu mendapatkan akhiran z.

Pustaka iotaz mempunyai tiga tipe utama:

  • TList which describes arbitrary length chains of types
  • Prod[A <: TList] for products
  • Cop[A <: TList] for coproducts
  • TList yang mendeskripsikan panjang rantai tipe arbiter
  • Prod[A <: TList] untuk produk
  • Cop[A <: TList] untuk koproduk

Sebagai contoh, sebuah representasi TList dari Darth pada bagian sebelumnya adalah

  import iotaz._, TList._
  
  type DarthT  = Vader  :: JarJar :: TNil
  type VaderT  = String :: Int    :: TNil
  type JarJarT = Int    :: String :: TNil

yang dapat diinstansiasi:

  val vader: Prod[VaderT]    = Prod("hello", 1)
  val jarjar: Prod[JarJarT]  = Prod(1, "hello")
  
  val VaderI = Cop.Inject[Vader, Cop[DarthT]]
  val darth: Cop[DarthT] = VaderI.inj(Vader("hello", 1))

Agar dapat menggunakan APA scalaz-deriving, kita membutuhkan Isomorphism antara TDA kita dengan representasi generik iotaz. Akan sangat banyak plat cetak yang terjadi:

  object Darth {
    private type Repr   = Vader :: JarJar :: TNil
    private val VaderI  = Cop.Inject[Vader, Cop[Repr]]
    private val JarJarI = Cop.Inject[JarJar, Cop[Repr]]
    private val iso     = IsoSet(
      {
        case d: Vader  => VaderI.inj(d)
        case d: JarJar => JarJarI.inj(d)
      }, {
        case VaderI(d)  => d
        case JarJarI(d) => d
      }
    )
    ...
  }
  
  object Vader {
    private type Repr = String :: Int :: TNil
    private val iso   = IsoSet(
      d => Prod(d.s, d.i),
      p => Vader(p.head, p.tail.head)
    )
    ...
  }
  
  object JarJar {
    private type Repr = Int :: String :: TNil
    private val iso   = IsoSet(
      d => Prod(d.i, d.s),
      p => JarJar(p.head, p.tail.head)
    )
    ...
  }

Setelah menulis plat cetak diatas, kita dapat memanggil APA Deriving untuk Equal. Hal ini mungkin terjadi karena scalaz-deriving menyediakan instans teroptimasi untuk Deriving[Equal]

  object Darth {
    ...
    implicit val equal: Equal[Darth] = Deriving[Equal].xcoproductz(
      Prod(Need(Equal[Vader]), Need(Equal[JarJar])))(iso.to, iso.from)
  }
  object Vader {
    ...
    implicit val equal: Equal[Vader] = Deriving[Equal].xproductz(
      Prod(Need(Equal[String]), Need(Equal[Int])))(iso.to, iso.from)
  }
  object JarJar {
    ...
    implicit val equal: Equal[JarJar] = Deriving[Equal].xproductz(
      Prod(Need(Equal[Int]), Need(Equal[String])))(iso.to, iso.from)
  }

Agar kelas tipe Default dapat diperlakukan sama, kita harus menyediakan sebuah instans Deriving[Default]. Untuk hal ini, kita tinggal melapisi Alt dengan objek pembantu:

  object Default {
    ...
    implicit val deriving: Deriving[Default] = ExtendedInvariantAlt(monad)
  }
  object Darth {
    ...
    implicit val default: Default[Darth] = Deriving[Default].xcoproductz(
      Prod(Need(Default[Vader]), Need(Default[JarJar])))(iso.to, iso.from)
  }
  object Vader {
    ...
    implicit val default: Default[Vader] = Deriving[Default].xproductz(
      Prod(Need(Default[String]), Need(Default[Int])))(iso.to, iso.from)
  }
  object JarJar {
    ...
    implicit val default: Default[JarJar] = Deriving[Default].xproductz(
      Prod(Need(Default[Int]), Need(Default[String])))(iso.to, iso.from)
  }

Kita telah menyelesaikan masalah arity arbiter, namun kita juga menambah plat cetak jauh lebih banyak.

Dan yang paling menjengkelkan, anotasi @deriving yang disediakan oleh deriving-plugin, membuat semua plat cetak ini secara manual dan hanya perlu diterapkan pada bagian atas sebuah TDA:

  @deriving(Equal, Default)
  sealed abstract class Darth { def widen: Darth = this }
  final case class Vader(s: String, i: Int)  extends Darth
  final case class JarJar(i: Int, s: String) extends Darth

Yang juga diikut-sertakan pada scalaz-deriving adalah instans dari Order, Semigroup, dan Monoid. Instans dari Show dan Arbitrary tersedia dengan memasang scalaz-deriving-magnolia dan scalaz-deriving-scalacheck.

8.2.7 Contoh

Kita akan menutup pembelajaran kita mengenai scalaz-deriving dengan implementasi dari contoh kelas tipe yang bekerja seutuhnya. Sebelum kita melakukannya, kita harus tahu tentang tipe data baru: /~\ yang juga dikenal dengan uler kasur, yang berisi dua jenis struktur lebih tinggi yang berbagi tipe parameter yang sama:

  sealed abstract class /~\[A[_], B[_]] {
    type T
    def a: A[T]
    def b: B[T]
  }
  object /~\ {
    type APair[A[_], B[_]]  = A /~\ B
    def unapply[A[_], B[_]](p: A /~\ B): Some[(A[p.T], B[p.T])] = ...
    def apply[A[_], B[_], Z](az: =>A[Z], bz: =>B[Z]): A /~\ B = ...
  }

Biasanya, kita menggunakan uler-kasur pada konteks Id /~\ TC dimana TC merupakan kelas tipe, yang berarti kita mempunyai sebuah nilai dan sebuah instans dari sebuah kelas tipe untuk nilai tersebut tanpa harus tahu apapun mengenai nilai tadi.

Sebagai tambahan, semua metoda pada APA Deriving mempunyai bukti tersirat dengan bentuk A PairedWith FA, memperkenankan pustaka iotaz agar dapat melaksanakan metoda .zip, .traverse, dan operasi lainnya pada Prod dan Cop. Kita dapat mengabaikan parameter ini karena kita tidak menggunakannya secara langsung.

8.2.7.1 Equal

Sebagaimana dengan Default, kita dapat mendefinisikan Decidable biasa yang memiliki arity tetap dan melapisinya dengan ExtendedInvariantAlt (pendekatan paling sederhana), namun kita memilih untuk mengimplementasikan Decidablez secara langsung dengan alasa performa yang lebih baik. Kita juga menambah dua optimasi tambahan:

  1. melakukan persamaan instans .eq sebelum menerapkan Equal.equal, memperkenankan persamaan antar nilai-nilai identik.
  2. Foldable.all memperkenankan untuk kelar awal saat hasil salah satu perbandingan bernilai false. Misalkan, bila bidang pertama tidak cocok satu sama lain, maka kita perlu memeriksa persamaan pada bidang-bidang lainnya.
  new Decidablez[Equal] {
    @inline private final def quick(a: Any, b: Any): Boolean =
      a.asInstanceOf[AnyRef].eq(b.asInstanceOf[AnyRef])
  
    def dividez[Z, A <: TList, FA <: TList](tcs: Prod[FA])(g: Z => Prod[A])(
      implicit ev: A PairedWith FA
    ): Equal[Z] = (z1, z2) => (g(z1), g(z2)).zip(tcs).all {
      case (a1, a2) /~\ fa => quick(a1, a2) || fa.value.equal(a1, a2)
    }
  
    def choosez[Z, A <: TList, FA <: TList](tcs: Prod[FA])(g: Z => Cop[A])(
      implicit ev: A PairedWith FA
    ): Equal[Z] = (z1, z2) => (g(z1), g(z2)).zip(tcs) match {
      case -\/(_)               => false
      case \/-((a1, a2) /~\ fa) => quick(a1, a2) || fa.value.equal(a1, a2)
    }
  }
8.2.7.2 Default

Sayangnya, APA iotaz untuk .traverse (dan analognya, .coptraverse) meminta kita untuk mendefinisikan transformasi natural, yang mempunyai sintaks kikuk, bahkan dengan tambahan kompilator kind-projector.

  private type K[a] = Kleisli[String \/ ?, Unit, a]
  new IsomorphismMonadError[Default, K, String] with Altz[Default] {
    type Sig[a] = Unit => String \/ a
    override val G = MonadError[K, String]
    override val iso = Kleisli.iso(
      λ[Sig ~> Default](s => instance(s(()))),
      λ[Default ~> Sig](d => _ => d.default)
    )
  
    val extract = λ[NameF ~> (String \/ ?)](a => a.value.default)
    def applyz[Z, A <: TList, FA <: TList](tcs: Prod[FA])(f: Prod[A] => Z)(
      implicit ev: A PairedWith FA
    ): Default[Z] = instance(tcs.traverse(extract).map(f))
  
    val always = λ[NameF ~> Maybe](a => a.value.default.toMaybe)
    def altlyz[Z, A <: TList, FA <: TList](tcs: Prod[FA])(f: Cop[A] => Z)(
      implicit ev: A PairedWith FA
    ): Default[Z] = instance {
      tcs.coptraverse[A, NameF, Id](always).map(f).headMaybe \/> "not found"
    }
  }
8.2.7.3 Semigroup

Pendefinisian Semigroup untuk koproduk umum tidak mungkin didefinisikan, namun masih memungkinkan bila mendefinisikannya untuk produk umum. Kita dapat menggunakan arity arbiter InvariantApplicative:

  new InvariantApplicativez[Semigroup] {
    type L[a] = ((a, a), NameF[a])
    val appender = λ[L ~> Id] { case ((a1, a2), fa) => fa.value.append(a1, a2) }
  
    def xproductz[Z, A <: TList, FA <: TList](tcs: Prod[FA])
                                             (f: Prod[A] => Z, g: Z => Prod[A])
                                             (implicit ev: A PairedWith FA) =
      new Semigroup[Z] {
        def append(z1: Z, z2: =>Z): Z = f(tcs.ziptraverse2(g(z1), g(z2), appender))
      }
  }
8.2.7.4 JsEncoder and JsDecoder

scalaz-deriving tidak menyediakan akses ke nama bidang. Jadi tidak memungkinkan untuk menulis penyandi dan pembaca sandi JSON.

8.3 Magnolia

Pustaka makro Magnolia menyediakan APA yang rapi untuk menulis derivasi kelas tipe. Pemasangan Magnolia dapat dilakukan dengan menambah potongan berikut pada build.sbt

  libraryDependencies += "com.propensive" %% "magnolia" % "0.10.1"

Seorang penulis kelas tipe mengimplementasikan anggota-anggota berikut:

  import magnolia._
  
  object MyDerivation {
    type Typeclass[A]
  
    def combine[A](ctx: CaseClass[Typeclass, A]): Typeclass[A]
    def dispatch[A](ctx: SealedTrait[Typeclass, A]): Typeclass[A]
  
    def gen[A]: Typeclass[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }

Sedangkan APA Magnolia:

  class CaseClass[TC[_], A] {
    def typeName: TypeName
    def construct[B](f: Param[TC, A] => B): A
    def constructMonadic[F[_]: Monadic, B](f: Param[TC, A] => F[B]): F[A]
    def parameters: Seq[Param[TC, A]]
    def annotations: Seq[Any]
  }
  
  class SealedTrait[TC[_], A] {
    def typeName: TypeName
    def subtypes: Seq[Subtype[TC, A]]
    def dispatch[B](value: A)(handle: Subtype[TC, A] => B): B
    def annotations: Seq[Any]
  }

dengan pembantu

  final case class TypeName(short: String, full: String)
  
  class Param[TC[_], A] {
    type PType
    def label: String
    def index: Int
    def typeclass: TC[PType]
    def dereference(param: A): PType
    def default: Option[PType]
    def annotations: Seq[Any]
  }
  
  class Subtype[TC[_], A] {
    type SType <: A
    def typeName: TypeName
    def index: Int
    def typeclass: TC[SType]
    def cast(a: A): SType
    def annotations: Seq[Any]
  }

Kelas tipe Monadic, yang digunakan pada constructMonadic, dibuat secara otomatis bila tipe data kita mempunyai metoda .map dan .flatMap saat kita mengimpor mercator._.

Sebenarnya, tidak masuk akal bila kita menggunakan Magnolia untuk kelas tipe yang dapat diabstraksi dengan Divisible, Decidable, Applicative, atau Alt karena abstraksi tersebut menyediakan struktur dan tes tambahan secara otomatis. Namun, Magnolia menawarkan fitur yang tidak dapat diberikan oleh scalaz-deriving: akses ke nama bidang, nama tipe, anotasi, dan nilai default.

8.3.1 Contoh: JSON

Kita mempunyai beberapa pilihan desain mengenai serialisasi JSON yang harus dipilih:

  1. Haruskah kita mengikut-sertakan bidang dengan nilai null?
  2. Haruskah pembacaan sandi memperlakukan nilai yang hilang dan null secara berbeda?
  3. Bagaimana kita menyandikan nama dari sebuah koproduk?
  4. Bagaimana kita memperlakukan koproduk yang bukan berupa JsObject?

Kita akan memilih beberapa pengaturan default

  • tidak mengikut sertakan bidang bila nilai bidang tersebut berupa JsNull.
  • menangani bidang yang hilang sama dengan nilai null.
  • menggunakan bidang khusus "type" untuk membedakan koproduk yang menggunakan nama tipe.
  • menempatkan nilai primitif pada bidang khusus "xvalue".

dan memperkenankan pengguna untuk menambahkan anotasi ke bidang koproduk dan produk agar dapat mengubah format sesuai keinginan mereka:

  sealed class json extends Annotation
  object json {
    final case class nulls()          extends json
    final case class field(f: String) extends json
    final case class hint(f: String)  extends json
  }

Sebagai contoh

  @json.field("TYPE")
  sealed abstract class Cost
  final case class Time(s: String) extends Cost
  final case class Money(@json.field("integer") i: Int) extends Cost

Dimulai dengan JsDecoder yang hanya menangani pengaturan default kita:

  object JsMagnoliaEncoder {
    type Typeclass[A] = JsEncoder[A]
  
    def combine[A](ctx: CaseClass[JsEncoder, A]): JsEncoder[A] = { a =>
      val empty = IList.empty[(String, JsValue)]
      val fields = ctx.parameters.foldRight(right) { (p, acc) =>
        p.typeclass.toJson(p.dereference(a)) match {
          case JsNull => acc
          case value  => (p.label -> value) :: acc
        }
      }
      JsObject(fields)
    }
  
    def dispatch[A](ctx: SealedTrait[JsEncoder, A]): JsEncoder[A] = a =>
      ctx.dispatch(a) { sub =>
        val hint = "type" -> JsString(sub.typeName.short)
        sub.typeclass.toJson(sub.cast(a)) match {
          case JsObject(fields) => JsObject(hint :: fields)
          case other            => JsObject(IList(hint, "xvalue" -> other))
        }
      }
  
    def gen[A]: JsEncoder[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }

Kita dapat melihat bagaimana APA Magnolia mempermudah pengaksesan nama bidang dan kelas tipe untuk tiap parameter.

Sekarang, kita akan menambah anotasi untuk menangani prarasa pengguna. Untuk menghindari mengingat-ingat anotasi pada tiap penyandian, kita akan menyimpannya pada tembolok dalam bentuk larik. Walaupun akses bidang pada sebuah larik tidak total, sebagai gantinya, kita mendapat jaminan bahwa indeks akan selalu selaras. Yang menjadi korban pada tarik-ulur antara spesialisasi dan generalisasi semacam ini adalah performa.

  object JsMagnoliaEncoder {
    type Typeclass[A] = JsEncoder[A]
  
    def combine[A](ctx: CaseClass[JsEncoder, A]): JsEncoder[A] =
      new JsEncoder[A] {
        private val anns = ctx.parameters.map { p =>
          val nulls = p.annotations.collectFirst {
            case json.nulls() => true
          }.getOrElse(false)
          val field = p.annotations.collectFirst {
            case json.field(name) => name
          }.getOrElse(p.label)
          (nulls, field)
        }.toArray
  
        def toJson(a: A): JsValue = {
          val empty = IList.empty[(String, JsValue)]
          val fields = ctx.parameters.foldRight(empty) { (p, acc) =>
            val (nulls, field) = anns(p.index)
            p.typeclass.toJson(p.dereference(a)) match {
              case JsNull if !nulls => acc
              case value            => (field -> value) :: acc
            }
          }
          JsObject(fields)
        }
      }
  
    def dispatch[A](ctx: SealedTrait[JsEncoder, A]): JsEncoder[A] =
      new JsEncoder[A] {
        private val field = ctx.annotations.collectFirst {
          case json.field(name) => name
        }.getOrElse("type")
        private val anns = ctx.subtypes.map { s =>
          val hint = s.annotations.collectFirst {
            case json.hint(name) => field -> JsString(name)
          }.getOrElse(field -> JsString(s.typeName.short))
          val xvalue = s.annotations.collectFirst {
            case json.field(name) => name
          }.getOrElse("xvalue")
          (hint, xvalue)
        }.toArray
  
        def toJson(a: A): JsValue = ctx.dispatch(a) { sub =>
          val (hint, xvalue) = anns(sub.index)
          sub.typeclass.toJson(sub.cast(a)) match {
            case JsObject(fields) => JsObject(hint :: fields)
            case other            => JsObject(hint :: (xvalue -> other) :: IList.empty)
          }
        }
      }
  
    def gen[A]: JsEncoder[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }

Untuk pembaca sandi, kita menggunakan .constructMonadic yang mempunyai penanda tipe mirip dengan .traverse

  object JsMagnoliaDecoder {
    type Typeclass[A] = JsDecoder[A]
  
    def combine[A](ctx: CaseClass[JsDecoder, A]): JsDecoder[A] = {
      case obj @ JsObject(_) =>
        ctx.constructMonadic(
          p => p.typeclass.fromJson(obj.get(p.label).getOrElse(JsNull))
        )
      case other => fail("JsObject", other)
    }
  
    def dispatch[A](ctx: SealedTrait[JsDecoder, A]): JsDecoder[A] = {
      case obj @ JsObject(_) =>
        obj.get("type") match {
          case \/-(JsString(hint)) =>
            ctx.subtypes.find(_.typeName.short == hint) match {
              case None => fail(s"a valid '$hint'", obj)
              case Some(sub) =>
                val value = obj.get("xvalue").getOrElse(obj)
                sub.typeclass.fromJson(value)
            }
          case _ => fail("JsObject with type", obj)
        }
      case other => fail("JsObject", other)
    }
  
    def gen[A]: JsDecoder[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }

Hal yang sama, penambahan dukungan untuk prarasa pengguna dan nilai bidang default, dan juga bebarapa optimasi:

  object JsMagnoliaDecoder {
    type Typeclass[A] = JsDecoder[A]
  
    def combine[A](ctx: CaseClass[JsDecoder, A]): JsDecoder[A] =
      new JsDecoder[A] {
        private val nulls = ctx.parameters.map { p =>
          p.annotations.collectFirst {
            case json.nulls() => true
          }.getOrElse(false)
        }.toArray
  
        private val fieldnames = ctx.parameters.map { p =>
          p.annotations.collectFirst {
            case json.field(name) => name
          }.getOrElse(p.label)
        }.toArray
  
        def fromJson(j: JsValue): String \/ A = j match {
          case obj @ JsObject(_) =>
            import mercator._
            val lookup = obj.fields.toMap
            ctx.constructMonadic { p =>
              val field = fieldnames(p.index)
              lookup
                .get(field)
                .into {
                  case Maybe.Just(value) => p.typeclass.fromJson(value)
                  case _ =>
                    p.default match {
                      case Some(default) => \/-(default)
                      case None if nulls(p.index) =>
                        s"missing field '$field'".left
                      case None => p.typeclass.fromJson(JsNull)
                    }
                }
            }
          case other => fail("JsObject", other)
        }
      }
  
    def dispatch[A](ctx: SealedTrait[JsDecoder, A]): JsDecoder[A] =
      new JsDecoder[A] {
        private val subtype = ctx.subtypes.map { s =>
          s.annotations.collectFirst {
            case json.hint(name) => name
          }.getOrElse(s.typeName.short) -> s
        }.toMap
        private val typehint = ctx.annotations.collectFirst {
          case json.field(name) => name
        }.getOrElse("type")
        private val xvalues = ctx.subtypes.map { sub =>
          sub.annotations.collectFirst {
            case json.field(name) => name
          }.getOrElse("xvalue")
        }.toArray
  
        def fromJson(j: JsValue): String \/ A = j match {
          case obj @ JsObject(_) =>
            obj.get(typehint) match {
              case \/-(JsString(h)) =>
                subtype.get(h) match {
                  case None => fail(s"a valid '$h'", obj)
                  case Some(sub) =>
                    val xvalue = xvalues(sub.index)
                    val value  = obj.get(xvalue).getOrElse(obj)
                    sub.typeclass.fromJson(value)
                }
              case _ => fail(s"JsObject with '$typehint' field", obj)
            }
          case other => fail("JsObject", other)
        }
      }
  
    def gen[A]: JsDecoder[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }

Kita memanggil metoda JsMagnoliaEncoder.gen atau JsMagnoliaDecoder.gen dari objek pendamping tipe data kita. Sebagai contoh, APA Google Maps

  final case class Value(text: String, value: Int)
  final case class Elements(distance: Value, duration: Value, status: String)
  final case class Rows(elements: List[Elements])
  final case class DistanceMatrix(
    destination_addresses: List[String],
    origin_addresses: List[String],
    rows: List[Rows],
    status: String
  )
  
  object Value {
    implicit val encoder: JsEncoder[Value] = JsMagnoliaEncoder.gen
    implicit val decoder: JsDecoder[Value] = JsMagnoliaDecoder.gen
  }
  object Elements {
    implicit val encoder: JsEncoder[Elements] = JsMagnoliaEncoder.gen
    implicit val decoder: JsDecoder[Elements] = JsMagnoliaDecoder.gen
  }
  object Rows {
    implicit val encoder: JsEncoder[Rows] = JsMagnoliaEncoder.gen
    implicit val decoder: JsDecoder[Rows] = JsMagnoliaDecoder.gen
  }
  object DistanceMatrix {
    implicit val encoder: JsEncoder[DistanceMatrix] = JsMagnoliaEncoder.gen
    implicit val decoder: JsDecoder[DistanceMatrix] = JsMagnoliaDecoder.gen
  }

Untungnya, anotasi @deriving mendukung Magnolia. Bila penulis kelas tipe menyediakan berkas deriving.conf bersamaan dengan berkas jar mereka yang berisi teks berikut

  jsonformat.JsEncoder=jsonformat.JsMagnoliaEncoder.gen
  jsonformat.JsDecoder=jsonformat.JsMagnoliaDecoder.gen

deriving-macro akan memanggil metoda yang disediakan oleh pengguna:

  @deriving(JsEncoder, JsDecoder)
  final case class Value(text: String, value: Int)
  @deriving(JsEncoder, JsDecoder)
  final case class Elements(distance: Value, duration: Value, status: String)
  @deriving(JsEncoder, JsDecoder)
  final case class Rows(elements: List[Elements])
  @deriving(JsEncoder, JsDecoder)
  final case class DistanceMatrix(
    destination_addresses: List[String],
    origin_addresses: List[String],
    rows: List[Rows],
    status: String
  )

8.3.2 Derivasi Otomatis

Penghasilan instans implicit pada objek pendamping tipe data, secara historis, dikenal sebagai derivasi semi-otomatis. Berbeda dengan derivasi otomatis dimana .gen dibuat implisit

  object JsMagnoliaEncoder {
    ...
    implicit def gen[A]: JsEncoder[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }
  object JsMagnoliaDecoder {
    ...
    implicit def gen[A]: JsDecoder[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }

Penggguna dapat mengimpor metoda ini ke cakupan kode mereka dan mendapatkan derivasi otomatis pada saat penggunaan

  scala> final case class Value(text: String, value: Int)
  scala> import JsMagnoliaEncoder.gen
  scala> Value("hello", 1).toJson
  res = JsObject([("text","hello"),("value",1)])

Mungkin terlihat menggiurkan, karena pengguna tidak perlu repot menulis kode, namun ada dua kerugian penting:

  1. makro diselawat pada setiap penggunaan, misal tiap kali kita memanggil .toJson. Hal semacam ini memperlambat kompilasi dan juga menghasilkan objek lebih banyak pada saat waktu-jalan, yang secara tidak langsung berdampak pada performa waktu-jalan.
  2. kemungkinan derivasi tak terduga.

Kerugian pertama cukup jelas, namun derivasi yang tak terduga akan terejawantah sebagai kutu yang hampir tidak kasat mata. Anggap contoh berikut

  @deriving(JsEncoder)
  final case class Foo(s: Option[String])

bila kita lupa menyediakan derivasi implisit untuk Option. Mungkin kita berharap Foo(Some("hello")) akan menjadi

  {
    "s":"hello"
  }

Namun yang muncul adalah

  {
    "s": {
      "type":"Some",
      "get":"hello"
    }
  }

karena Magnolia menderivasikan penyandi Option untuk kita.

Hal semacam ini sangat membingungkan. Kita lebih memilih agar kompilator memberi-tahu kita bila kita lupa sesuatu. Maka dari itu, penderivasian otomatis tidak direkomendasikan.

8.4 Shapeless

Pustaka Shapeles dikenal sebagai pustaka paling rumit pada ekosistem Scala. Alasannya, pustaka ini menggunakan fitur bahasa implicit dengan sangat mendalam dengan membuat semacam bahasa pemrograman generik pada tingkat tipe.

Hal semacam ini tidak sepenuhnya asing: pada Scalaz, kita membatasi penggunaan fitur bahasa implicit hanya pada kelas tipe. Namun, kadang kita meminta kompilator menyediakan kita bukti yang behubungan dengan tipe. Sebagai contoh, hubungan Liskov atau Leibniz (<~< dan ===) dan saat melakukan Inject ke sebuah aljabar scalaz.Coproduct dengan sebuah aljabar free.

Untuk memasang Shapeless, tambahkan potongan kode berikut ke build.sbt

  libraryDependencies += "com.chuusai" %% "shapeless" % "2.3.3"

Inti dari Shapeless adalah tipedata HList dan Coproduct`

  package shapeless
  
  sealed trait HList
  final case class ::[+H, +T <: HList](head: H, tail: T) extends HList
  sealed trait NNil extends HList
  case object HNil extends HNil {
    def ::[H](h: H): H :: HNil = ::(h, this)
  }
  
  sealed trait Coproduct
  sealed trait :+:[+H, +T <: Coproduct] extends Coproduct
  final case class Inl[+H, +T <: Coproduct](head: H) extends :+:[H, T]
  final case class Inr[+H, +T <: Coproduct](tail: T) extends :+:[H, T]
  sealed trait CNil extends Coproduct // tanpa implementasi

yang merupakan representasi generik dari produk dan koproduk, sedangkan sealed trait HNil digunakan sebagai pembantu agar kita tidak perlu menulis HNil.type

Shapeless juga mempunyai salinan tipe data IsoSet yang disebut sebagai Generic yang memperkenankan kita untuk berpindah antara sebuah TDA dan representasi generiknya:

  trait Generic[T] {
    type Repr
    def to(t: T): Repr
    def from(r: Repr): T
  }
  object Generic {
    type Aux[T, R] = Generic[T] { type Repr = R }
    def apply[T](implicit G: Generic[T]): Aux[T, G.Repr] = G
    implicit def materialize[T, R]: Aux[T, R] = macro ...
  }

Banyak dari tipe Shapeless mempunyai tipe anggot (Repr) dan alias tipe .Aux (bantuan, auxiliary) pada objek pendamping yang membuat tipe kedua muncul terlihat. Hal ini memperkenankan kita untuk meminta Generic[Foo] untuk tipe Foo tanpa harus menyediakan representasi generiknya karena sudah dibuat oleh sebuah makro.

  scala> import shapeless._
  scala> final case class Foo(a: String, b: Long)
         Generic[Foo].to(Foo("hello", 13L))
  res: String :: Long :: HNil = hello :: 13 :: HNil
  
  scala> Generic[Foo].from("hello" :: 13L :: HNil)
  res: Foo = Foo(hello,13)
  
  scala> sealed abstract class Bar
         case object Irish extends Bar
         case object English extends Bar
  
  scala> Generic[Bar].to(Irish)
  res: English.type :+: Irish.type :+: CNil.type = Inl(Irish)
  
  scala> Generic[Bar].from(Inl(Irish))
  res: Bar = Irish

Ada juga komplementer LabelledGeneric yang mengikutsertakan nama bidang

  scala> import shapeless._, labelled._
  scala> final case class Foo(a: String, b: Long)
  
  scala> LabelledGeneric[Foo].to(Foo("hello", 13L))
  res: String with KeyTag[Symbol with Tagged[String("a")], String] ::
       Long   with KeyTag[Symbol with Tagged[String("b")],   Long] ::
       HNil =
       hello :: 13 :: HNil
  
  scala> sealed abstract class Bar
         case object Irish extends Bar
         case object English extends Bar
  
  scala> LabelledGeneric[Bar].to(Irish)
  res: Irish.type   with KeyTag[Symbol with Tagged[String("Irish")],     Irish.type] :+:
       English.type with KeyTag[Symbol with Tagged[String("English")], English.type] :+:
       CNil.type =
       Inl(Irish)

Harap diperhatikan bahwa nilai dari sebuah representasi LabelledGeneric sama dengan representasi Generic. Nama bidang hanya ada pada tipe dan dihapus pada waktu-jalan.

Kita tidak perlu untuk menulis KeyTag secara manual karena kita dapat menggunakan tipe alias:

  type FieldType[K, +V] = V with KeyTag[K, V]

Bila kita ingin mengakses nama bidang dari sebuah FieldType[K, A], kita dapat meminta bukti implisit Witness.Aux[K] yang memperkenankan kita untuk mengakses nilai dari K pada waktu-jalan.

Secara sekilas, ini semua yang harus kita tahu mengenai Shapeless agar dapat menderivasi sebuah kelas tipe. Namun, karena semua hal semakin rumit, misalkan jawaban kapan kawin, punya anak, dan pensiun, kita akan melanjutkan pembahasan dengan contoh yang juga semakin kompleks.

8.4.1 Contoh: Equal

Pola yang umum digunakan adalah mengeksten kelas tipe yang ingin kita derivasi dan menempatkan kode Shapeless pada objek pendampingnya. Pola ini memberikan kita cakupan implisit yang dapat dicari oleh kompilator tanpa harus melakukan impor yang rumit.

  trait DerivedEqual[A] extends Equal[A]
  object DerivedEqual {
    ...
  }

Titik mulai dari derivasi Shapeless adalah metoda gen yang meminta dua parameter tipe: A sebagai yang kita derivasikan dan R sebagai representasi generiknya. Lalu kita akan meminta Generic.Aux[A, R], menghubungkan A ke R, dan sebuah instans dari kelas tipe Derived untuk R. Kita memulai dengan penanda dan implementasi sederhana berikut:

  import shapeless._
  
  object DerivedEqual {
    def gen[A, R: DerivedEqual](implicit G: Generic.Aux[A, R]): Equal[A] =
      (a1, a2) => Equal[R].equal(G.to(a1), G.to(a2))
  }

Kita telah mereduksi permasalahan atas penyediaan sebuah Equal[R] implisit untuk R yang merupakan representasi generik dari A. Pertam, perhatikan produk yang berupa R <: HList. Penanda inilah yang kita inginkan untuk diimplementasikan:

  implicit def hcons[H: Equal, T <: HList: DerivedEqual]: DerivedEqual[H :: T]

karena bila kita dapat mengimplementasikannya untuk head dan tail, komplire akan dapat mengulang metoda ini sampai pada akhir daftar. Hal ini membawa kita pada keharusan untuk menyediakan sebuah instans untuk HNil kosong

  implicit def hnil: DerivedEqual[HNil]

Kita akan mengimplementasikan metoda berikut

  implicit def hcons[H: Equal, T <: HList: DerivedEqual]: DerivedEqual[H :: T] =
    (h1, h2) => Equal[H].equal(h1.head, h2.head) && Equal[T].equal(h1.tail, h2.tail)
  
  implicit val hnil: DerivedEqual[HNil] = (_, _) => true

dan untuk kooproduk, kita ingin mengimplementasikan penanda berikut

  implicit def ccons[H: Equal, T <: Coproduct: DerivedEqual]: DerivedEqual[H :+: T]
  implicit def cnil: DerivedEqual[CNil]

.cnil tidak akan pernah dipanggil untuk kelas tipe dengan parameter tipe yang hanya ada pada posisi kontravarian, seperti Equal, namun koompiler tidak tahu mengenai hal tersebut. Jadi, kita akan menyediakan potongan kode berikut:

  implicit val cnil: DerivedEqual[CNil] = (_, _) => sys.error("impossible")

Untuk koproduk, kita hanya bisa membandingkan dua hal bila mereka selaras. Atau keduanya Inl atau Inr

  implicit def ccons[H: Equal, T <: Coproduct: DerivedEqual]: DerivedEqual[H :+: T] = {
    case (Inl(c1), Inl(c2)) => Equal[H].equal(c1, c2)
    case (Inr(c1), Inr(c2)) => Equal[T].equal(c1, c2)
    case _                  => false
  }

Hal yang patut dicatat adalah metoda kita selaras dengan konsep conquer (hnil), divide2 (hlist), dan alt2 (coproduct). Namun, kita tidak mendapat keuntungan apapun seperti pengimplementasian Decidable. Hal ini berarti kita harus memulai dari awal bila kita menulis tes untuk kode ini.

Mari kita tes kode berikut dengan TDA sederhana

  sealed abstract class Foo
  final case class Bar(s: String)          extends Foo
  final case class Faz(b: Boolean, i: Int) extends Foo
  final case object Baz                    extends Foo

Kita harus menyediakan instans pada objek pendamping:

  object Foo {
    implicit val equal: Equal[Foo] = DerivedEqual.gen
  }
  object Bar {
    implicit val equal: Equal[Bar] = DerivedEqual.gen
  }
  object Faz {
    implicit val equal: Equal[Faz] = DerivedEqual.gen
  }
  final case object Baz extends Foo {
    implicit val equal: Equal[Baz.type] = DerivedEqual.gen
  }

Namun, kode tersebut tidak dapat dikompilasi

  [error] shapeless.scala:41:38: ambiguous implicit values:
  [error]  both value hnil in object DerivedEqual of type => DerivedEqual[HNil]
  [error]  and value cnil in object DerivedEqual of type => DerivedEqual[CNil]
  [error]  match expected type DerivedEqual[R]
  [error]     : Equal[Baz.type] = DerivedEqual.gen
  [error]                                      ^

Nah, galat kompilasi Shapeless terlihat seperti ini.

Masalah ini, yang sama sekali tidak jelas terlihat dari pesan galat, terjadi karena kompilator tidak dapat menentukan R dan mengira R sebagai tipe lainnya. Kita harus menyediakan parameter tipe eksplisit saat memanggil gen, mis.

  implicit val equal: Equal[Baz.type] = DerivedEqual.gen[Baz.type, HNil]

atau kita dapat menggunakan makro Generic agar kompilator dapat menebak representasi generiknya

  final case object Baz extends Foo {
    implicit val generic                = Generic[Baz.type]
    implicit val equal: Equal[Baz.type] = DerivedEqual.gen[Baz.type, generic.Repr]
  }
  ...

Penanda tipe-lah yang menyelesaikan masalah tersebut

  def gen[A, R: DerivedEqual](implicit G: Generic.Aux[A, R]): Equal[A]

yang dijabarkan menjadi

  def gen[A, R](implicit R: DerivedEqual[R], G: Generic.Aux[A, R]): Equal[A]

Kompiler Scala menyelesaikan batasan tipe dari kiri ke kanan. Jadi kompilator akan mencari banyak solusi untuk DerivedEqual[R] sebelum membatasinya menjadi Generic.Aux[A, R]. Cara lain untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan tidak menggunakan batasan konteks.

Berbekal pengetahuan ini, kita tidak perlu lagi implicit val generic atau tipe parameter eksplisit pada panggilan .gen. Kita dapat menggunakan @deriving dan menambahkan sebuah catatan pada deriving.conf (dengan asumsi kita ingin menimpa implementasi scalaz-deriving)

  scalaz.Equal=fommil.DerivedEqual.gen

dan menulis

  @deriving(Equal) sealed abstract class Foo
  @deriving(Equal) final case class Bar(s: String)          extends Foo
  @deriving(Equal) final case class Faz(b: Boolean, i: Int) extends Foo
  @deriving(Equal) final case object Baz

Namun, mengganti versi scalaz-deriving juga berarti waktu kompilasi akan semakin panjang. Hal ini disebabkan karena kompilator menyelesaikan pencarian implisit N untuk tiap produk bidang N atau koproduk dari produk N. Hal semacam ini tidak terjadi pada scalaz-deriving dan Magnolia.

Harap dicatat saat menggunakan scalaz-deriving atau Magnolia, kita dapat menuliskan @deriving pada bagian atas anggota dari sebuah TDA. Shapeless meminta perlakuan yang berbeda dengan mengharuskan kita untuk menambahkannya pada semua bagian.

Namun, implementasi ini masih memiliki kutu: kegagalan pada tipe rekursif saat waktu jalan, mis.

  @deriving(Equal) sealed trait ATree
  @deriving(Equal) final case class Leaf(value: String)               extends ATree
  @deriving(Equal) final case class Branch(left: ATree, right: ATree) extends ATree
  scala> val leaf1: Leaf    = Leaf("hello")
         val leaf2: Leaf    = Leaf("goodbye")
         val branch: Branch = Branch(leaf1, leaf2)
         val tree1: ATree   = Branch(leaf1, branch)
         val tree2: ATree   = Branch(leaf2, branch)
  
  scala> assert(tree1 /== tree2)
  [error] java.lang.NullPointerException
  [error] at DerivedEqual$.shapes$DerivedEqual$$$anonfun$hcons$1(shapeless.scala:16)
          ...

Alasan hal ini terjadi adalah Equal[Tree] bergantung pada Equal[Branch] yang bergantung pada Equal[Tree]. Dan terjadilah rekursi. Maka dari itu, implementasi ini harus dipanggil secara lantung.

scalaz-deriving dan Magnolia secara otomatis melakukan evaluasi lantung dan lagi-lagi Shapeless mengambil penekatan yang berbeda karena menyerahkan sepenuhnya ke penulis kelas tipe.

Tipe makro Cached, Strict, dan Lazy mengubah perilaku inferensi kompilator dan memperkenankan kita untuk mendapatkan kelantungan yang kita butuhkan. Pola yang harus diikut adalah dengan menggunakan Cached[Strict[_]] pada titik masuk dan Lazy[_] pada instans H.

Akah jauh lebih baik untuk tidak lagi menggunakan batasan konteks dan tipe SAM pada titik ini:

  sealed trait DerivedEqual[A] extends Equal[A]
  object DerivedEqual {
    def gen[A, R](
      implicit G: Generic.Aux[A, R],
      R: Cached[Strict[DerivedEqual[R]]]
    ): Equal[A] = new Equal[A] {
      def equal(a1: A, a2: A) =
        quick(a1, a2) || R.value.value.equal(G.to(a1), G.to(a2))
    }
  
    implicit def hcons[H, T <: HList](
      implicit H: Lazy[Equal[H]],
      T: DerivedEqual[T]
    ): DerivedEqual[H :: T] = new DerivedEqual[H :: T] {
      def equal(ht1: H :: T, ht2: H :: T) =
        (quick(ht1.head, ht2.head) || H.value.equal(ht1.head, ht2.head)) &&
          T.equal(ht1.tail, ht2.tail)
    }
  
    implicit val hnil: DerivedEqual[HNil] = new DerivedEqual[HNil] {
      def equal(@unused h1: HNil, @unused h2: HNil) = true
    }
  
    implicit def ccons[H, T <: Coproduct](
      implicit H: Lazy[Equal[H]],
      T: DerivedEqual[T]
    ): DerivedEqual[H :+: T] = new DerivedEqual[H :+: T] {
      def equal(ht1: H :+: T, ht2: H :+: T) = (ht1, ht2) match {
        case (Inl(c1), Inl(c2)) => quick(c1, c2) || H.value.equal(c1, c2)
        case (Inr(c1), Inr(c2)) => T.equal(c1, c2)
        case _                  => false
      }
    }
  
    implicit val cnil: DerivedEqual[CNil] = new DerivedEqual[CNil] {
      def equal(@unused c1: CNil, @unused c2: CNil) = sys.error("impossible")
    }
  
    @inline private final def quick(a: Any, b: Any): Boolean =
      a.asInstanceOf[AnyRef].eq(b.asInstanceOf[AnyRef])
  }

Sembari melepas batasan konteks, kita juga mengoptimasi dengan menggunakan jalan pintas quick dari scalaz-deriving.

Sekarang, kita dapat memanggil

  assert(tree1 /== tree2)

tanpa mendapatkan pengecualian waktu-jalan.

8.4.2 Contoh: Default

Tidak ada jebakan baru pada implementasi dari kelas tipe dengan parameter tipe di posisi kovarian. Disini, kita membuat nilai HList dan Coproduct dan harus menyediakan nilai untuk CNil karena nilai ini berhubungan dengan permasalah dimana tidak ada koproduk yang mampu menyediakan nilai tersebut.

  sealed trait DerivedDefault[A] extends Default[A]
  object DerivedDefault {
    def gen[A, R](
      implicit G: Generic.Aux[A, R],
      R: Cached[Strict[DerivedDefault[R]]]
    ): Default[A] = new Default[A] {
      def default = R.value.value.default.map(G.from)
    }
  
    implicit def hcons[H, T <: HList](
      implicit H: Lazy[Default[H]],
      T: DerivedDefault[T]
    ): DerivedDefault[H :: T] = new DerivedDefault[H :: T] {
      def default =
        for {
          head <- H.value.default
          tail <- T.default
        } yield head :: tail
    }
  
    implicit val hnil: DerivedDefault[HNil] = new DerivedDefault[HNil] {
      def default = HNil.right
    }
  
    implicit def ccons[H, T <: Coproduct](
      implicit H: Lazy[Default[H]],
      T: DerivedDefault[T]
    ): DerivedDefault[H :+: T] = new DerivedDefault[H :+: T] {
      def default = H.value.default.map(Inl(_)).orElse(T.default.map(Inr(_)))
    }
  
    implicit val cnil: DerivedDefault[CNil] = new DerivedDefault[CNil] {
      def default = "not a valid coproduct".left
    }
  }

Seperti analogi yang dapat kita tarik antara Equal dan Decidable, kita dapat melihat hubungan antara Alt pada .point (hnil), .apply2 (.hcons), dan .altly2 (.ccons).

Tidak banyak yang bisa dipelajari dari contoh seperti Semigroup, jadi kita akan melewati penyandian dan pembacaan sandi.

8.4.3 Contoh: JsEncoder

Agar dapat mereproduksi penyandi JSON Magnolia kita, kita harus mampu mengakses

  1. nama bidang dan nama kelas
  2. anotasi untuk prarasa pengguna
  3. nilai default pada sebuah case class

Kita akan memulai dengan membuat sebuah penyandi yang hanya menangani pengaturan yang masuk akal.

Untuk mendapatkan nama bidang, kita menggunakan LabelledGeneric, bukan Generic, dan pada saat mendefiniskan tipe dari elemen awal, kita menggunakan FieldType[K, H], bukan hanya H. Sebuah Witness.Aux[K] menyediakan nilai dari nama bidang pada saat waktu-jalan.

Semua metooda kita akan mengembalikan JsObject, bukan JsValue, agar kita dapat mengkhususkan dan membuat DerivedJsEncoder yang mempunyai penanda tipe berbeda dengan JsEncoder.

  import shapeless._, labelled._
  
  sealed trait DerivedJsEncoder[R] {
    def toJsFields(r: R): IList[(String, JsValue)]
  }
  object DerivedJsEncoder {
    def gen[A, R](
      implicit G: LabelledGeneric.Aux[A, R],
      R: Cached[Strict[DerivedJsEncoder[R]]]
    ): JsEncoder[A] = new JsEncoder[A] {
      def toJson(a: A) = JsObject(R.value.value.toJsFields(G.to(a)))
    }
  
    implicit def hcons[K <: Symbol, H, T <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[T]
    ): DerivedJsEncoder[FieldType[K, H] :: T] =
      new DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :: T] {
        private val field = K.value.name
        def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :: T) =
          ht match {
            case head :: tail =>
              val rest = T.toJsFields(tail)
              H.value.toJson(head) match {
                case JsNull => rest
                case value  => (field -> value) :: rest
              }
          }
      }
  
    implicit val hnil: DerivedJsEncoder[HNil] =
      new DerivedJsEncoder[HNil] {
        def toJsFields(h: HNil) = IList.empty
      }
  
    implicit def ccons[K <: Symbol, H, T <: Coproduct](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[T]
    ): DerivedJsEncoder[FieldType[K, H] :+: T] =
      new DerivedJsEncoder[FieldType[K, H] :+: T] {
        private val hint = ("type" -> JsString(K.value.name))
        def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :+: T) = ht match {
          case Inl(head) =>
            H.value.toJson(head) match {
              case JsObject(fields) => hint :: fields
              case v                => IList.single("xvalue" -> v)
            }
  
          case Inr(tail) => T.toJsFields(tail)
        }
      }
  
    implicit val cnil: DerivedJsEncoder[CNil] =
      new DerivedJsEncoder[CNil] {
        def toJsFields(c: CNil) = sys.error("impossible")
      }
  
  }

Shapeless menentukan jalur kode pada saat kompilasi berdasarkan pada ada atau tidaknya anotasi yang dapat memberikan potensi kode teroptimasi, walaupun dengan beban repetisi kode. Hal semacam ini juga berarti bahwa jumlah anotasi yang kita urus, termasuk sub-tipenya, harus bisa diatur atau bisa saja kita menulis 10 kali jumlah kode. Kita dapat mengganti tiga anotasi kita menjadi satu anotasi yang berisi semua parameter kustomasi:

  case class json(
    nulls: Boolean,
    field: Option[String],
    hint: Option[String]
  ) extends Annotation

Semua pengguna anotasi harus menyediakan tiga nilai default dan metoda pembantu tidak tersedia untuk konstruktor anotasi. Kita dapat menulis pengekstrak kustom sehingga kita tidak harus mengganti kode Magnolia kita.

  object json {
    object nulls {
      def unapply(j: json): Boolean = j.nulls
    }
    object field {
      def unapply(j: json): Option[String] = j.field
    }
    object hint {
      def unapply(j: json): Option[String] = j.hint
    }
  }

Kita dapat meminta Annotation[json, A] untuk case class atau sealed trait agar mendapatkan akses ke anotasi. Namun, kita harus menulis hcons dan ccons untuk menangani kedua kasus tersebut karena bukti tidak akan dibuat bila anotasi tidak ada. Maka dari itu, kita memperkenalkan cakupan implisit dengan prioritas yang lebih rendah dan meletakkan bukti “tanpa anotasi” disana.

Kita juga dapat meminta bukti Annotations.Aux[json, A, J] untuk mendapatkan HList dari anotasi json untuk tipe A. Hal yang sama, kita harus menyediakan hcons dan ccoons untuk menangani kejadian ada-atau-tidaknya sebuah anotasi.

Untuk mendukung anotasi satu ini, kita harus menulis kode empat kali lebih banyak.

Dimulai dengan menulis ulang JsEncoder yang hanya menangani kode pengguna yang tidak mempunyai anotasi apapun. Sekarang, setiap kode yang menggunakan @json akan gagal dikompilasi. Hal ini merupakan jaring pengaman yang cukup baik.

Kita harus menambah sebuah tipe A dan J ke DerivedJsEncoder dan melangkahi anotasi pada metoda .toJsObject-nya. Bukti .hcons dan .ccons sudah menyediakan instans untuk DerivedJsEncoder dengan anotasi None.type dan kita akan memindahkan mereka ke prioritas yang lebih rendah sehingga kita dapat menangani Annotation[json, A] di prioritas yang lebih tinggi.

Harap perhatikan bahwa bukti untuk J sudah diberikan sebelum R. Hal ini sangat penting karena kompilator harus menyelesaikan J sebelum dapat menyelesaikan R.

  sealed trait DerivedJsEncoder[A, R, J <: HList] {
    def toJsFields(r: R, anns: J): IList[(String, JsValue)]
  }
  object DerivedJsEncoder extends DerivedJsEncoder1 {
    def gen[A, R, J <: HList](
      implicit
      G: LabelledGeneric.Aux[A, R],
      J: Annotations.Aux[json, A, J],
      R: Cached[Strict[DerivedJsEncoder[A, R, J]]]
    ): JsEncoder[A] = new JsEncoder[A] {
      def toJson(a: A) = JsObject(R.value.value.toJsFields(G.to(a), J()))
    }
  
    implicit def hnil[A]: DerivedJsEncoder[A, HNil, HNil] =
      new DerivedJsEncoder[A, HNil, HNil] {
        def toJsFields(h: HNil, a: HNil) = IList.empty
      }
  
    implicit def cnil[A]: DerivedJsEncoder[A, CNil, HNil] =
      new DerivedJsEncoder[A, CNil, HNil] {
        def toJsFields(c: CNil, a: HNil) = sys.error("impossible")
      }
  }
  private[jsonformat] trait DerivedJsEncoder1 {
    implicit def hcons[A, K <: Symbol, H, T <: HList, J <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :: T, None.type :: J] =
      new DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :: T, None.type :: J] {
        private val field = K.value.name
        def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :: T, anns: None.type :: J) =
          ht match {
            case head :: tail =>
              val rest = T.toJsFields(tail, anns.tail)
              H.value.toJson(head) match {
                case JsNull => rest
                case value  => (field -> value) :: rest
              }
          }
      }
  
    implicit def ccons[A, K <: Symbol, H, T <: Coproduct, J <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, None.type :: J] =
      new DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, None.type :: J] {
        private val hint = ("type" -> JsString(K.value.name))
        def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :+: T, anns: None.type :: J) =
          ht match {
            case Inl(head) =>
              H.value.toJson(head) match {
                case JsObject(fields) => hint :: fields
                case v                => IList.single("xvalue" -> v)
              }
            case Inr(tail) => T.toJsFields(tail, anns.tail)
          }
      }
  }

Sekarang kita dapat menambah penanda tipe untuk enam metoda baru tersebut, dan memenuhi semua kemungkinan dimana anotasi mungkin berada. Harap juga perhatikan bahwa kita hanya mendukung satu anotasi pada setiap posis. Bila pengguna menyediakan beberapa anotasi, semua anotasi lain setelah anotasi pertama akan diabaikan.

Saat ini, kita sudah kehabisan nama untuk banyak hal. Maka dari itu, kita akan menyebutnya, secara arbiter, sebagai Annotated bila A sudah memiliki anotasi dan Custom bila ada sebuah anotasi pada sebuah bidang:

  object DerivedJsEncoder extends DerivedJsEncoder1 {
    ...
    implicit def hconsAnnotated[A, K <: Symbol, H, T <: HList, J <: HList](
      implicit
      A: Annotation[json, A],
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :: T, None.type :: J]
  
    implicit def cconsAnnotated[A, K <: Symbol, H, T <: Coproduct, J <: HList](
      implicit
      A: Annotation[json, A],
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, None.type :: J]
  
    implicit def hconsAnnotatedCustom[A, K <: Symbol, H, T <: HList, J <: HList](
      implicit
      A: Annotation[json, A],
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :: T, Some[json] :: J]
  
    implicit def cconsAnnotatedCustom[A, K <: Symbol, H, T <: Coproduct, J <: HList](
      implicit
      A: Annotation[json, A],
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, Some[json] :: J]
  }
  private[jsonformat] trait DerivedJsEncoder1 {
    ...
    implicit def hconsCustom[A, K <: Symbol, H, T <: HList, J <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :: T, Some[json] :: J] = ???
  
    implicit def cconsCustom[A, K <: Symbol, H, T <: Coproduct, J <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, Some[json] :: J]
  }

Kita tidak benar-benar butuh .hconsAnnotated atau .hconsAnnotatedCustom, karena anotasi pada sebuah case class tidak berarti apapun pada penyandian produk tersebut. kedua metoda tersebut hanya dipakai pada .cconsAnnotated*. Maka dari itu, kita dapat menghapus kedua metoda tersebut.

.cconsAnnotated dan .cconsAnnotatedCustom dapat didefinisikan sebagai

  new DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, None.type :: J] {
    private val hint = A().field.getOrElse("type") -> JsString(K.value.name)
    def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :+: T, anns: None.type :: J) = ht match {
      case Inl(head) =>
        H.value.toJson(head) match {
          case JsObject(fields) => hint :: fields
          case v                => IList.single("xvalue" -> v)
        }
      case Inr(tail) => T.toJsFields(tail, anns.tail)
    }
  }

dan

  new DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, Some[json] :: J] {
    private val hintfield = A().field.getOrElse("type")
    def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :+: T, anns: Some[json] :: J) = ht match {
      case Inl(head) =>
        val ann = anns.head.get
        H.value.toJson(head) match {
          case JsObject(fields) =>
            val hint = (hintfield -> JsString(ann.hint.getOrElse(K.value.name)))
            hint :: fields
          case v =>
            val xvalue = ann.field.getOrElse("xvalue")
            IList.single(xvalue -> v)
        }
      case Inr(tail) => T.toJsFields(tail, anns.tail)
    }
  }

Guna .head dan .get mungkin meragukan, namun harap diingat bahwa tipe disini berupa :: dan Some yang berarti metoda ini total dan aman digunakan.

.hconsCustom dan .cconsCustom ditulis

  new DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :: T, Some[json] :: J] {
    def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :: T, anns: Some[json] :: J) = ht match {
      case head :: tail =>
        val ann  = anns.head.get
        val next = T.toJsFields(tail, anns.tail)
        H.value.toJson(head) match {
          case JsNull if !ann.nulls => next
          case value =>
            val field = ann.field.getOrElse(K.value.name)
            (field -> value) :: next
        }
    }
  }

dan

  new DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H] :+: T, Some[json] :: J] {
    def toJsFields(ht: FieldType[K, H] :+: T, anns: Some[json] :: J) = ht match {
      case Inl(head) =>
        val ann = anns.head.get
        H.value.toJson(head) match {
          case JsObject(fields) =>
            val hint = ("type" -> JsString(ann.hint.getOrElse(K.value.name)))
            hint :: fields
          case v =>
            val xvalue = ann.field.getOrElse("xvalue")
            IList.single(xvalue -> v)
        }
      case Inr(tail) => T.toJsFields(tail, anns.tail)
    }
  }

Terang saja, ada sangat banyak plat cetak, namun bila diperhatikan lebih seksama, kita dapat melihat bahwa tiap metoda diimplementasika se-efisien mungkin dengan informasi yang tersedia: alur kode dipilih saaat waktu kompilasi, bukan pada saat waktu jalan.

Bagi para pengguna yang sangat menginginkan performa bisa saja melakukan faktorisasi ulang pada kode ini, sehingga informasi anotasi tersedia lebih awal, bukan disisipkan pada metoda .toJsFields dengan lapisan lain. Untuk performa puncak, kita dapat memperlakukan tiap kustomasi sebagai anotasi terpisah, namun hal tersebut menambah lagi jumlah kode yang kita tulis, dengan tambahan beban waktu kompilasi pada pengguna hilir. Optimasi semacam itu berapa diluar cakupan buku ini, namun hal tersebut bisa saja dilakukan dan praktik di lapangan memang demikian adanya: pemindahan beban kerja dari waktu-jalan ke waktu-kompilasi merupakan hal yang paling menarik dari pemrograman generik.

Satu lagi kekurangan yang harus kita sadari: LabelledGeneric tidak kompatibel dengan scalaz.@@, namun, tentu saja ada penyiasatannya. Misalkan kita ingin mengabaikan label, kita dapat menambah aturan derivasi berikut pada objek pendamping dari penyandi dan pembaca sandi

  object JsEncoder {
    ...
    implicit def tagged[A: JsEncoder, Z]: JsEncoder[A @@ Z] =
      JsEncoder[A].contramap(Tag.unwrap)
  }
  object JsDecoder {
    ...
    implicit def tagged[A: JsDecoder, Z]: JsDecoder[A @@ Z] =
      JsDecoder[A].map(Tag(_))
  }

Lalu kita dapat men-derivasi sebuah JsDecoder untuk TradeTemplate kita dari bab 5

  final case class TradeTemplate(
    otc: Option[Boolean] @@ Tags.Last
  )
  object TradeTemplate {
    implicit val encoder: JsEncoder[TradeTemplate] = DerivedJsEncoder.gen
  }

Namun, kita malah mendapat sebuah galat kompilator

  [error] could not find implicit value for parameter G: LabelledGeneric.Aux[A,R]
  [error]   implicit val encoder: JsEncoder[TradeTemplate] = DerivedJsEncoder.gen
  [error]                                                                     ^

Penyiasatan masalah ini adalah dengan memperkenalkan bukti untuk H @@ Z pada cakupan impliist yang lebih rendah dan memanggil kode tersebut, sehingga kompilator dapat menemukannya:

  object DerivedJsEncoder extends DerivedJsEncoder1 with DerivedJsEncoder2 {
    ...
  }
  private[jsonformat] trait DerivedJsEncoder2 {
    this: DerivedJsEncoder.type =>
  
    // AKAL-AKALAN https://github.com/milessabin/shapeless/issues/309
    implicit def hconsTagged[A, K <: Symbol, H, Z, T <: HList, J <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H @@ Z]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H @@ Z] :: T, None.type :: J] = hcons(K, H, T)
  
    implicit def hconsCustomTagged[A, K <: Symbol, H, Z, T <: HList, J <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsEncoder[H @@ Z]],
      T: DerivedJsEncoder[A, T, J]
    ): DerivedJsEncoder[A, FieldType[K, H @@ Z] :: T, Some[json] :: J] = hconsCustom(K, H, T)
  }

Dan untungnya, kita hanya perlu memikirkan tentang produk, karena koproduk tidak dapat dilabeli.

8.4.4 JsDecoder

Bagian pembacaan sandi kurang lebih sama dengan contoh sebelumnya. Kita dapat menyusun sebuah instans dari Field[K, H] dengan metoda bantuan field[K](h: D]. Kita hanya menulis default yang masuk akal saja:

  sealed trait DerivedJsDecoder[A] {
    def fromJsObject(j: JsObject): String \/ A
  }
  object DerivedJsDecoder {
    def gen[A, R](
      implicit G: LabelledGeneric.Aux[A, R],
      R: Cached[Strict[DerivedJsDecoder[R]]]
    ): JsDecoder[A] = new JsDecoder[A] {
      def fromJson(j: JsValue) = j match {
        case o @ JsObject(_) => R.value.value.fromJsObject(o).map(G.from)
        case other           => fail("JsObject", other)
      }
    }
  
    implicit def hcons[K <: Symbol, H, T <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsDecoder[H]],
      T: DerivedJsDecoder[T]
    ): DerivedJsDecoder[FieldType[K, H] :: T] =
      new DerivedJsDecoder[FieldType[K, H] :: T] {
        private val fieldname = K.value.name
        def fromJsObject(j: JsObject) = {
          val value = j.get(fieldname).getOrElse(JsNull)
          for {
            head  <- H.value.fromJson(value)
            tail  <- T.fromJsObject(j)
          } yield field[K](head) :: tail
        }
      }
  
    implicit val hnil: DerivedJsDecoder[HNil] = new DerivedJsDecoder[HNil] {
      private val nil               = HNil.right[String]
      def fromJsObject(j: JsObject) = nil
    }
  
    implicit def ccons[K <: Symbol, H, T <: Coproduct](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsDecoder[H]],
      T: DerivedJsDecoder[T]
    ): DerivedJsDecoder[FieldType[K, H] :+: T] =
      new DerivedJsDecoder[FieldType[K, H] :+: T] {
        private val hint = ("type" -> JsString(K.value.name))
        def fromJsObject(j: JsObject) =
          if (j.fields.element(hint)) {
            j.get("xvalue")
              .into {
                case \/-(xvalue) => H.value.fromJson(xvalue)
                case -\/(_)      => H.value.fromJson(j)
              }
              .map(h => Inl(field[K](h)))
          } else
            T.fromJsObject(j).map(Inr(_))
      }
  
    implicit val cnil: DerivedJsDecoder[CNil] = new DerivedJsDecoder[CNil] {
      def fromJsObject(j: JsObject) = fail(s"JsObject with 'type' field", j)
    }
  }

Menambahkan prarasa pengguna dengan cara anotasi, sama halnya dengan DerivedJsonEncoder dan terasa kaku. Jadi, kita akan memperlakukannya sebagai latihan bagi pembaca.

Satu hal penting yang tertinggal: nilai default case class. Kita dapat meminta bukti namun yang menjadi masalah adalah kita tidak dapat lagi menggunakan mekanisme derivasi yang sama untuk produk dan koproduk: bukti tidak akan pernah dibuat untuk koproduk.

Solusi yang dipakai cukup drastis, kita harus memisah DerivedJsDecoder menjadi DerivedCoproductJsDecoder dan DerivedProductJsDecder. Kita akan memfokuskan perhatian kita pada DerivedProductJsDecoder dan menggunakan Map untuk pencarian bidang yang lebih singkat:

  sealed trait DerivedProductJsDecoder[A, R, J <: HList, D <: HList] {
    private[jsonformat] def fromJsObject(
      j: Map[String, JsValue],
      anns: J,
      defaults: D
    ): String \/ R
  }

Kita dapat meminta bukti nilai default dengan Default.Aux[A, D] dan menduplikasi semua metooda agar menangani kasus yang tergantung dari ketersediaan nilai default. Namun, Shapeless berbaik-hati (untuk kali ini) dan menyediakan Default.AsOoptions.Aux[A, D] yang memperkenankan kita untuk menangani nilai default pada saat waktu-jalan.

  object DerivedProductJsDecoder {
    def gen[A, R, J <: HList, D <: HList](
      implicit G: LabelledGeneric.Aux[A, R],
      J: Annotations.Aux[json, A, J],
      D: Default.AsOptions.Aux[A, D],
      R: Cached[Strict[DerivedProductJsDecoder[A, R, J, D]]]
    ): JsDecoder[A] = new JsDecoder[A] {
      def fromJson(j: JsValue) = j match {
        case o @ JsObject(_) =>
          R.value.value.fromJsObject(o.fields.toMap, J(), D()).map(G.from)
        case other => fail("JsObject", other)
      }
    }
    ...
  }

Kita harus memindahkan metoda .hcons dan .hnil ke objek pasangan dari kelas tipe tertutup, yang dapat menangani nilai default

  object DerivedProductJsDecoder {
    ...
      implicit def hnil[A]: DerivedProductJsDecoder[A, HNil, HNil, HNil] =
      new DerivedProductJsDecoder[A, HNil, HNil, HNil] {
        private val nil = HNil.right[String]
        def fromJsObject(j: StringyMap[JsValue], a: HNil, defaults: HNil) = nil
      }
  
    implicit def hcons[A, K <: Symbol, H, T <: HList, J <: HList, D <: HList](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsDecoder[H]],
      T: DerivedProductJsDecoder[A, T, J, D]
    ): DerivedProductJsDecoder[A, FieldType[K, H] :: T, None.type :: J, Option[H] :: D] =
      new DerivedProductJsDecoder[A, FieldType[K, H] :: T, None.type :: J, Option[H] :: D] {
        private val fieldname = K.value.name
        def fromJsObject(
          j: StringyMap[JsValue],
          anns: None.type :: J,
          defaults: Option[H] :: D
        ) =
          for {
            head <- j.get(fieldname) match {
                     case Maybe.Just(v) => H.value.fromJson(v)
                     case _ =>
                       defaults.head match {
                         case Some(default) => \/-(default)
                         case None          => H.value.fromJson(JsNull)
                       }
                   }
            tail <- T.fromJsObject(j, anns.tail, defaults.tail)
          } yield field[K](head) :: tail
      }
    ...
  }

We can no longer use @deriving for products and coproducts: there can only be one entry in the deriving.conf file.

Kita tidak dapat lagi menggunakan @deriving untuk produk dan koproduk: hanya boleh ada satu entry pada berkas deriving.conf.

Dan jangan lupa untuk menambahkan dukungan @@

  object DerivedProductJsDecoder extends DerivedProductJsDecoder1 {
    ...
  }
  private[jsonformat] trait DerivedProductJsDecoder2 {
    this: DerivedProductJsDecoder.type =>
  
    implicit def hconsTagged[
      A, K <: Symbol, H, Z, T <: HList, J <: HList, D <: HList
    ](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsDecoder[H @@ Z]],
      T: DerivedProductJsDecoder[A, T, J, D]
    ): DerivedProductJsDecoder[
      A,
      FieldType[K, H @@ Z] :: T,
      None.type :: J,
      Option[H @@ Z] :: D
    ] = hcons(K, H, T)
  
    implicit def hconsCustomTagged[
      A, K <: Symbol, H, Z, T <: HList, J <: HList, D <: HList
    ](
      implicit
      K: Witness.Aux[K],
      H: Lazy[JsDecoder[H @@ Z]],
      T: DerivedProductJsDecoder[A, T, J, D]
    ): DerivedProductJsDecoder[
      A,
      FieldType[K, H @@ Z] :: T,
      Some[json] :: J,
      Option[H @@ Z] :: D
    ] = hconsCustomTagged(K, H, T)
  }

8.4.5 Derivasi Rumit

Shapeless memperkenankan lebih banyak jenis derivasi bila dibandingkan dengan scalaz-deriving atau Magnolia. Sebagai contoh, sebuah penyandi / pembaca sandi yang tidak mungkin bisa dilakukan dengan Magnolia. Sebagai contoh, model XML dari xmlformat

  @deriving(Equal, Show, Arbitrary)
  sealed abstract class XNode
  
  @deriving(Equal, Show, Arbitrary)
  final case class XTag(
    name: String,
    attrs: IList[XAttr],
    children: IList[XTag],
    body: Maybe[XString]
  )
  
  @deriving(Equal, Show, Arbitrary)
  final case class XAttr(name: String, value: XString)
  
  @deriving(Show)
  @xderiving(Equal, Monoid, Arbitrary)
  final case class XChildren(tree: IList[XTag]) extends XNode
  
  @deriving(Show)
  @xderiving(Equal, Semigroup, Arbitrary)
  final case class XString(text: String) extends XNode

Dikarenakan sifat dari XML, akan masuk akal bila kita memiliki pasangan penyandi / pembaca sandi untuk konten XChildren dan XString. Kita dapat menyediakan sebuah derivasi untuk XChildren dengan Shapeless, namun kita ingin sebuah bidang khusus untuk jenis kelas tipe yang dimilikinya dan juga untuk bidang Option. Kita harus mewajibkan bidang-bidang dianotasi dengan nama tersandi. Sebagai tambahan, saat membaca penyandian, akan lebih baik bila kita memiliki strategi yang berbeda untuk menangani elemen dari XML, yang mungkin berupa banyak bagian, tergantung bila tipe kita mempunyai Semigroup, Monoid, ataupun tidak sama sekali.

8.4.6 Contoh: UrlQueryWriter

Sama halnya dengan xmlformat, aplikasi drone-dynamic-agents dapat diuntungkan dari derivasi kelas tipe dari kelas tipe UrqQueryWriter yang dibangun dengan instans UrlEncodedWriter untuk tiap entry bidang. Kelas tipe ini tidak mendukung koproduk:

  @typeclass trait UrlQueryWriter[A] {
    def toUrlQuery(a: A): UrlQuery
  }
  trait DerivedUrlQueryWriter[T] extends UrlQueryWriter[T]
  object DerivedUrlQueryWriter {
    def gen[T, Repr](
      implicit
      G: LabelledGeneric.Aux[T, Repr],
      CR: Cached[Strict[DerivedUrlQueryWriter[Repr]]]
    ): UrlQueryWriter[T] = { t =>
      CR.value.value.toUrlQuery(G.to(t))
    }
  
    implicit val hnil: DerivedUrlQueryWriter[HNil] = { _ =>
      UrlQuery(IList.empty)
    }
    implicit def hcons[Key <: Symbol, A, Remaining <: HList](
      implicit Key: Witness.Aux[Key],
      LV: Lazy[UrlEncodedWriter[A]],
      DR: DerivedUrlQueryWriter[Remaining]
    ): DerivedUrlQueryWriter[FieldType[Key, A] :: Remaining] = {
      case head :: tail =>
        val first =
          Key.value.name -> URLDecoder.decode(LV.value.toUrlEncoded(head).value, "UTF-8")
        val rest = DR.toUrlQuery(tail)
        UrlQuery(first :: rest.params)
    }
  }

Cukup masuk akal bila kita bertanya apakan 30 baris kode ini memang peningkatan dari 8 baris untuk 2 instans manual yang dibutuhkan oleh aplikasi kita: pilihan yang ditentukan kasus-per-kasus.

Agar lebih lengkap, derivasi UrlEncodedWriter dapat ditulis dengan Magnolia

  object UrlEncodedWriterMagnolia {
    type Typeclass[a] = UrlEncodedWriter[a]
    def combine[A](ctx: CaseClass[UrlEncodedWriter, A]) = a =>
      Refined.unsafeApply(ctx.parameters.map { p =>
        p.label + "=" + p.typeclass.toUrlEncoded(p.dereference(a))
      }.toList.intercalate("&"))
    def gen[A]: UrlEncodedWriter[A] = macro Magnolia.gen[A]
  }

8.4.7 Sisi Gelap Derivasi

“Beware fully automatic derivation. Anger, fear, aggression; the dark side of the derivation are they. Easily they flow, quick to join you in a fight. If once you start down the dark path, forever will it dominate your compiler, consume you it will.”

― an ancient Shapeless master

Selain semua peringatan mengenai derivasi otomatis yang telah ditulis untuk Magnolia, Shapeless jauh lebih mengkuatirkan. Tak hanya derivasi otomatis Shapeless sering kali penyebab lambannya kompilasi, Shapeless juga merupakan sumber dari kutu koherensi kelas tipe.

Derivasi otomatis adalah ketika def gen bersifat implicit yang mana sebuah panggilan akan melakukan rekursi untuk semua entry pada TDA. Karena cara kerja cakupan implisit, sebuah implicit def akan memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan instans kustom pada objek pendamping dan menjadi sumber dekoherensi kelas tipe. Sebagai contoh, perhatikan kode berikut bila .gen kita implicit

  import DerivedJsEncoder._
  
  @xderiving(JsEncoder)
  final case class Foo(s: String)
  final case class Bar(foo: Foo)

Kita mungkin berharap bentuk tersandi otomatis dari Bar("hello") terlihat seperti

  {
    "foo":"hello"
  }

karena kita menggunakan xderiving untuk Foo. Namun, hasil yang diberikan adalah sebagai berikut

  {
    "foo": {
      "s":"hello"
    }
  }

Yang lebih parah adalah saat metoda implisit ditambahkan pada objek pendamping dari kelas tipe. Hal ini berarti kelas tipe selalu diderivasi pada saat penggunaan dan pengguna tidak dapat memilih untuk tidak menggunakannya.

Secara mendasar, saat menulis program generik, implicit dapat diabaikan oleh kompilator, bergantung pada cakupan. Hal ini berarti kita kehilangan keamanan pada waktu-kompilasi yang menjadi motivasi utama atas pemrograman pada tingkat tipe.

Semua akan menjadi lebih mudah pada sisi baik, dimana implicit hanya digunakan untuk kelas tipe yang koheren dan unik secara global. Ketakutan atas plat cetak merupakan pemicu ke sisi gelap. Ketakutan akan berubah menjadi amarah. Amarah akan menyebabkan benci. Dan, benci akan menyebabkan penderitaan.

8.5 Performa

Tidak ada sesuatu yang namanya Busur Gandiwa bila kita berbicara mengenai derivasi kelas tipe. Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah performa: baik pada saat kompilasi maupun waktu-jalan.

8.5.0.1 Waktu Kompilasi

Bila kita berbicara mengenai waktu kompilasi, Shapeless merupakan pencilan. Bukan hal yang luar biasa bila kita mendapati sebuah proyek kecil menderita penggelembungan waktu kompilasi dari satu detik menjadi satu menit. Untuk mengusut masalah kompilasi, kita dapat melakukan profiling terhadap aplikasi kita dengan menggunakan plugin scalac-profiling

  addCompilerPlugin("ch.epfl.scala" %% "scalac-profiling" % "1.0.0")
  scalacOptions ++= Seq("-Ystatistics:typer", "-P:scalac-profiling:no-profiledb")

Potongan diatas akan menghasilkan keluaran yang dapat menghasilkan sebuah graf api.

Untuk derivasi Shapeless yang jamak digunakan, kita akan mendapat grafik yang menarik

hampir semua waktu kompilasi dihabiskan untuk resolusi implicit. Harap diperhatikan, grafik ini juga mengikutsertakan kompilasi scalaz-deriving, Magnolia, dan instans manual. Namun, komputasi dari Shapeless mendominasi grafik tersebut.

Dan, ini bila kita berhasil melakukan profiling. Bila ada masalah dengan derivasi shapeless, kompilator dapat tersangkut pada sebuah ikalan tak hingga dan harus dibunuh.

8.5.0.2 Performa Waktu-Jalan

Bila kita berbicara mengenai performa waktu-jalan, tentu jawabannya selalu tergantung.

Bila kita mengasumsikan logika derivasi sudah ditulis secara efisien, kita dapat mengetahui mana yang lebih cepat dengan menggunakan eksperimentasi.

Pustaka jsonformat menggunakan Java Microbenchmark Harness (JMH) pada model yang memetakan ke GeoJSON, GoogleMaps, dan Twitter. Pustaka ini dikontribusikan oleh Andriy Plokhotnyuk. Ada tiga tes untuk tiap model:

  • penyandian TDA ke JsValue
  • pembacaan sandi yang berhasil dari JsValue dari poin pertama kembali ke TDA
  • pembacaan sandi yang gagal dari JsValue dengan data galat

diterapkan pada implementasi berikut:

  • Magnolia
  • Shapeless
  • manual

dengan optimisasi yang setara untuk semua implementasi. Hasil berupa operasi per detik (lebih tinggi lebih baik), pada sebuah komputer desktop bertenaga, menggunakan satu utas:

  > jsonformat/jmh:run -i 5 -wi 5 -f1 -t1 -w1 -r1 .*encode*
  Benchmark                                 Mode  Cnt       Score      Error  Units
  
  GeoJSONBenchmarks.encodeMagnolia         thrpt    5   70527.223 ±  546.991  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.encodeShapeless        thrpt    5   65925.215 ±  309.623  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.encodeManual           thrpt    5   96435.691 ±  334.652  ops/s
  
  GoogleMapsAPIBenchmarks.encodeMagnolia   thrpt    5   73107.747 ±  439.803  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.encodeShapeless  thrpt    5   53867.845 ±  510.888  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.encodeManual     thrpt    5  127608.402 ± 1584.038  ops/s
  
  TwitterAPIBenchmarks.encodeMagnolia      thrpt    5  133425.164 ± 1281.331  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.encodeShapeless     thrpt    5   84233.065 ±  352.611  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.encodeManual        thrpt    5  281606.574 ± 1975.873  ops/s

Sebagaimana yang kita lihat, implementasi manual memimpin dan diikuti oleh Magnolia. Implementasi dengan Shapeless memiliki performa 30 - 70% lebih buruk bila dibandingkan dengan instans manual. Sekarang untuk pembacaan sandi

  > jsonformat/jmh:run -i 5 -wi 5 -f1 -t1 -w1 -r1 .*decode.*Success
  Benchmark                                        Mode  Cnt       Score      Error  Units
  
  GeoJSONBenchmarks.decodeMagnoliaSuccess         thrpt    5   40850.270 ±  201.457  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.decodeShapelessSuccess        thrpt    5   41173.199 ±  373.048  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.decodeManualSuccess           thrpt    5  110961.246 ±  468.384  ops/s
  
  GoogleMapsAPIBenchmarks.decodeMagnoliaSuccess   thrpt    5   44577.796 ±  457.861  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.decodeShapelessSuccess  thrpt    5   31649.792 ±  861.169  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.decodeManualSuccess     thrpt    5   56250.913 ±  394.105  ops/s
  
  TwitterAPIBenchmarks.decodeMagnoliaSuccess      thrpt    5   55868.832 ± 1106.543  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.decodeShapelessSuccess     thrpt    5   47711.161 ±  356.911  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.decodeManualSuccess        thrpt    5   71962.394 ±  465.752  ops/s

Pacuan kali ini lebih ketat untuk tempat kedua, dengan Shapeless dan Magnolia menorehkan hasil yang mirip. Dan pada akhirnya, pembacaan sandi dari sebuah JsValue yang berisi data tidak valid (pada posisi yang memang disengaja agak kikuk)

  > jsonformat/jmh:run -i 5 -wi 5 -f1 -t1 -w1 -r1 .*decode.*Error
  Benchmark                                      Mode  Cnt        Score       Error  Units
  
  GeoJSONBenchmarks.decodeMagnoliaError         thrpt    5   981094.831 ± 11051.370  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.decodeShapelessError        thrpt    5   816704.635 ±  9781.467  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.decodeManualError           thrpt    5   586733.762 ±  6389.296  ops/s
  
  GoogleMapsAPIBenchmarks.decodeMagnoliaError   thrpt    5  1288888.446 ± 11091.080  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.decodeShapelessError  thrpt    5  1010145.363 ±  9448.110  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.decodeManualError     thrpt    5  1417662.720 ±  1197.283  ops/s
  
  TwitterAPIBenchmarks.decodeMagnoliaError      thrpt    5   128704.299 ±   832.122  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.decodeShapelessError     thrpt    5   109715.865 ±   826.488  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.decodeManualError        thrpt    5   148814.730 ±  1105.316  ops/s

Saat kita mengira kita menemukan sebuah pola, Magnolia dan Shapeless menang pacuan tersebut saat membaca penyandian tidak valid dari data GeoJSON. Namun, instans manual memenangkan pacuan Google Maps dan Twitter.

Kita ingin mengikut-sertakan scalaz-deriving pada perbandingan, jadi kita akan membandingan implementasi setara dari Equal yang dites pada dua nilai yang berisi nilai yang sama (True) dan dua nilai yang memiliki isi yang sedikit berbeda (False)

  > jsonformat/jmh:run -i 5 -wi 5 -f1 -t1 -w1 -r1 .*equal*
  Benchmark                                     Mode  Cnt        Score       Error  Units
  
  GeoJSONBenchmarks.equalScalazTrue            thrpt    5   276851.493 ±  1776.428  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.equalMagnoliaTrue          thrpt    5    93106.945 ±  1051.062  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.equalShapelessTrue         thrpt    5   266633.522 ±  4972.167  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.equalManualTrue            thrpt    5   599219.169 ±  8331.308  ops/s
  
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalScalazTrue      thrpt    5    35442.577 ±   281.597  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalMagnoliaTrue    thrpt    5    91016.557 ±   688.308  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalShapelessTrue   thrpt    5   107245.505 ±   468.427  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalManualTrue      thrpt    5   302247.760 ±  1927.858  ops/s
  
  TwitterAPIBenchmarks.equalScalazTrue         thrpt    5    99066.013 ±  1125.422  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.equalMagnoliaTrue       thrpt    5   236289.706 ±  3182.664  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.equalShapelessTrue      thrpt    5   251578.931 ±  2430.738  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.equalManualTrue         thrpt    5   865845.158 ±  6339.379  ops/s

Sesuai dengan perkiraan kita, instans manual jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan yang lainnya. Disusul dengan Shapeless dengan derivasi otomatis. scalaz-deriving bekerja keras untuk GeoJSON namun kalah mengenaskan pada pacuan Google Maps dan Twitter. Tes tentang False kurang lebih memiliki hasil yang sama:

  > jsonformat/jmh:run -i 5 -wi 5 -f1 -t1 -w1 -r1 .*equal*
  Benchmark                                     Mode  Cnt        Score       Error  Units
  
  GeoJSONBenchmarks.equalScalazFalse           thrpt    5    89552.875 ±   821.791  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.equalMagnoliaFalse         thrpt    5    86044.021 ±  7790.350  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.equalShapelessFalse        thrpt    5   262979.062 ±  3310.750  ops/s
  GeoJSONBenchmarks.equalManualFalse           thrpt    5   599989.203 ± 23727.672  ops/s
  
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalScalazFalse     thrpt    5    35970.818 ±   288.609  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalMagnoliaFalse   thrpt    5    82381.975 ±   625.407  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalShapelessFalse  thrpt    5   110721.122 ±   579.331  ops/s
  GoogleMapsAPIBenchmarks.equalManualFalse     thrpt    5   303588.815 ±  2562.747  ops/s
  
  TwitterAPIBenchmarks.equalScalazFalse        thrpt    5   193930.568 ±  1176.421  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.equalMagnoliaFalse      thrpt    5   429764.654 ± 11944.057  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.equalShapelessFalse     thrpt    5   494510.588 ±  1455.647  ops/s
  TwitterAPIBenchmarks.equalManualFalse        thrpt    5  1631964.531 ± 13110.291  ops/s

Performa waktu-jalan dari scalaz-deriving, Magnolia, dan Shapeless biasanya cukup baik. Tentu kita juga harus realistis: kita tidak menulis aplikasi yang harus mampu menyandikan 130.000 nilai ke JSON tiap detiknya, pada satu core, di JVM. Bila hal semacam itu menjadi masalah, silakan berpaling ke C++.

Agak tidak mungkin instans terderivasi menjadi penyebab macetnya performa aplikasi. Bahkan bila memang demikian adanya, ada perahu penyelamat dengan penulisan ulang, yang jauh lebih leluasa dan berbahaya: lebih mudah terjadi salah ketik, pengenalan kutu, dan kemunduran performa tanpa sengaja saat menulis instans manual.

Kesimpulannya: derivasi tipu-tipu dan makro jaman baheula bukan tandingan untuk instans yang ditulis secara manual, tong.

8.6 Kesimpulan

Saat menentukan teknologi yang akan digunakan untuk menderivasi kelas tipe, bagan fitur ini mungkin membantu:

Fitur Scalaz Magnolia Shapeless Manual
@deriving ya ya ya  
Hukum ya      
Kompilasi copat ya ya   yes
Nama bidang   ya ya  
Anotasi   ya sebagian  
Nilai default   ya dengan kurang  
Rumit     memedihkan  
Performa       masuk pak eko

Pilih scalaz-deriving bila memungkinkan, gunakan Magnolia untuk penyandian / pembacaan sandi atau bila performa agak penting, dan gunakan Shapeless untuk derivasi yang rumit bila waktu kompilasi tidak menjadi masalah.

Instans manual selalu menjadi pelampung untuk kasus khusus dan untuk mencapai performa paling akhir. Hindari kutu karena salah ketik pada instans manual dengan menggunakan alat penghasil kode.

9. Merangkai Aplikasi

Untuk menutup buku ini, kita akan menerapkan apa yang telah kita pelajari dengan menulis contoh aplikasi dan mengimplementasikan sebuah klien dan peladen HTTP menggunakan pustaka pemrogaram fungsional murni http4s.

Kode sumber dari aplikasi drone-dynamic-agents tersedia bersama dengan sumber kode buku pada https://github.com/fommil/fpmortals pada direktori example. Untuk membaca bab ini, tidak perlu berada di depan komputer, namun kebanyakan pembaca mungkin memilih untuk melihat-lihat basis-kode sebagai tambahan tulisan ini.

Beberapa bagian dari aplikasi sengaja belum diimplementasikan dan digunakan sebagai latihan bagi pembaca. Silakan lihat README untuk instruksi lebih lanjut.

9.1 Ikhtisar

Aplikasi utama kita hanya membutuhkan sebuah implementasi untuk aljabar DynAgents.

  trait DynAgents[F[_]] {
    def initial: F[WorldView]
    def update(old: WorldView): F[WorldView]
    def act(world: WorldView): F[WorldView]
  }

Kita sudah memiliki sebuah implementasi, DynAgentsModule, yang membutuhkan implementasi dari aljabar Drone dan Machines, yang juga membutuhkan sebuah aljabar JsonClient, LocalClock, OAuth2, dan lain lain.

Gambaran utuh dari semua aljabar, modul, dan interpreter sangat berguna. Berikut tata letak kode sumber:

  ├── dda
  │   ├── algebra.scala
  │   ├── DynAgents.scala
  │   ├── main.scala
  │   └── interpreters
  │       ├── DroneModule.scala
  │       └── GoogleMachinesModule.scala
  ├── http
  │   ├── JsonClient.scala
  │   ├── OAuth2JsonClient.scala
  │   ├── encoding
  │   │   ├── UrlEncoded.scala
  │   │   ├── UrlEncodedWriter.scala
  │   │   ├── UrlQuery.scala
  │   │   └── UrlQueryWriter.scala
  │   ├── oauth2
  │   │   ├── Access.scala
  │   │   ├── Auth.scala
  │   │   ├── Refresh.scala
  │   │   └── interpreters
  │   │       └── BlazeUserInteraction.scala
  │   └── interpreters
  │       └── BlazeJsonClient.scala
  ├── os
  │   └── Browser.scala
  └── time
      ├── Epoch.scala
      ├── LocalClock.scala
      └── Sleep.scala

Penanda dari semua aljabar dapat diikhtisarkan sebagai

  trait Sleep[F[_]] {
    def sleep(time: FiniteDuration): F[Unit]
  }
  
  trait LocalClock[F[_]] {
    def now: F[Epoch]
  }
  
  trait JsonClient[F[_]] {
    def get[A: JsDecoder](
      uri: String Refined Url,
      headers: IList[(String, String)]
    ): F[A]
  
    def post[P: UrlEncodedWriter, A: JsDecoder](
      uri: String Refined Url,
      payload: P,
      headers: IList[(String, String)]
    ): F[A]
  }
  
  trait Auth[F[_]] {
    def authenticate: F[CodeToken]
  }
  trait Access[F[_]] {
    def access(code: CodeToken): F[(RefreshToken, BearerToken)]
  }
  trait Refresh[F[_]] {
    def bearer(refresh: RefreshToken): F[BearerToken]
  }
  trait OAuth2JsonClient[F[_]] {
    // metoda yang sama dengan JsonClient, namun melakukan OAuth2 secara transparan
  }
  
  trait UserInteraction[F[_]] {
    def start: F[String Refined Url]
    def open(uri: String Refined Url): F[Unit]
    def stop: F[CodeToken]
  }
  
  trait Drone[F[_]] {
    def getBacklog: F[Int]
    def getAgents: F[Int]
  }
  
  trait Machines[F[_]] {
    def getTime: F[Epoch]
    def getManaged: F[NonEmptyList[MachineNode]]
    def getAlive: F[MachineNode ==>> Epoch]
    def start(node: MachineNode): F[Unit]
    def stop(node: MachineNode): F[Unit]
  }

Harap diperhatikan bahwa beberapa penanda dari bab sebelumnya sudah difaktorisasi ulang agar menggunakan tipe data Scalaz karena kita tahu bahwa tipe data tersebut lebih unggul bila dibandingkan dengan pustaka standar.

Tipe data tersebut adalah:

  @xderiving(Order, Arbitrary)
  final case class Epoch(millis: Long) extends AnyVal
  
  @deriving(Order, Show)
  final case class MachineNode(id: String)
  
  @deriving(Equal, Show)
  final case class CodeToken(token: String, redirect_uri: String Refined Url)
  
  @xderiving(Equal, Show, ConfigReader)
  final case class RefreshToken(token: String) extends AnyVal
  
  @deriving(Equal, Show, ConfigReader)
  final case class BearerToken(token: String, expires: Epoch)
  
  @deriving(ConfigReader)
  final case class OAuth2Config(token: RefreshToken, server: ServerConfig)
  
  @deriving(ConfigReader)
  final case class AppConfig(drone: BearerToken, machines: OAuth2Config)
  
  @xderiving(UrlEncodedWriter)
  final case class UrlQuery(params: IList[(String, String)]) extends AnyVal

dan kelas tipe yang digunakan adalah:

  @typeclass trait UrlEncodedWriter[A] {
    def toUrlEncoded(a: A): String Refined UrlEncoded
  }
  @typeclass trait UrlQueryWriter[A] {
    def toUrlQuery(a: A): UrlQuery
  }

Kita menderivasi kelas tipe yang berguna menggunakan scalaz-deriving dan Magnolia. Kelas tipe ConfigReader berasal dari pustaka pureconfig dan digunakan untuk membaca konfigurasi waktu-jalan dari berkas properti HOCON.

Dan tanpa membahas detail bagaimana mengimplementasikan aljabar, kita harus tahu graf ketergantungan dari DynAgentsModule.

  final class DynAgentsModule[F[_]: Applicative](
    D: Drone[F],
    M: Machines[F]
  ) extends DynAgents[F] { ... }
  
  final class DroneModule[F[_]](
    H: OAuth2JsonClient[F]
  ) extends Drone[F] { ... }
  
  final class GoogleMachinesModule[F[_]](
    H: OAuth2JsonClient[F]
  ) extends Machines[F] { ... }

Ada dua modul yang mengimplementasikan OAuth2JsonClient, satu yang digunakan untuk aljabar OAuth2 Refresh (untuk Google) dan satunya yang menggunakan ulang BearerToken tanpa kadaluarsa (untuk Drone).

  final class OAuth2JsonClientModule[F[_]](
    token: RefreshToken
  )(
    H: JsonClient[F],
    T: LocalClock[F],
    A: Refresh[F]
  )(
    implicit F: MonadState[F, BearerToken]
  ) extends OAuth2JsonClient[F] { ... }
  
  final class BearerJsonClientModule[F[_]: Monad](
    bearer: BearerToken
  )(
    H: JsonClient[F]
  ) extends OAuth2JsonClient[F] { ... }

Sampai disini, kita sudah melihat persyaratan untuk F agar mempunyai Applicative[F], Monad[F], dan MonadState[F, BearerToken]. Semua persyaratan ini dapat dipenuhi dengan menggunakan StateT[Task, BearerToken, ?] sebagai konteks aplikasi kita.

Walaupun demikian, beberapa aljabar kita hanya mempunyai satu interpreter, menggunakan Task

  final class LocalClockTask extends LocalClock[Task] { ... }
  final class SleepTask extends Sleep[Task] { ... }

Namun harap diingat bahwa aljabar kita dapat menyediakan sebuah liftM pada objek pendampingnya, lihat pada bab 7.4 pada bagian Pustaka Transformator Monad, dan memperkenankan kita untuk mengangkat LocalClock[Task] pada konteks StateT[Task, BearerToken, ?] dan pada akhirnya semuanya konsisten.

Sayangnya, cerita tidak berhenti disini. Beberapa hal menjadi semakin kompleks saat kita beralih pada lapisan selanjutya. JsonClient kita mempunyai sebuah interpreter yang memiliki konteks yang berbeda

  final class BlazeJsonClient[F[_]](H: Client[Task])(
    implicit
    F: MonadError[F, JsonClient.Error],
    I: MonadIO[F, Throwable]
  ) extends JsonClient[F] { ... }
  object BlazeJsonClient {
    def apply[F[_]](
      implicit
      F: MonadError[F, JsonClient.Error],
      I: MonadIO[F, Throwable]
    ): Task[JsonClient[F]] = ...
  }

Harap perhatikan bahwa konstruktor BlazeJsonClient mengembalikan sebuah Task[JsonClient[F]] dan bukan JsonClient[F]. Hal ini disebabkan karena pembuatan klien tersebut memiliki efek: kumpulan koneksi tak tetap dibuat dan diatur secara internal oleh http4s.

Kita juga tidak boleh lupa bahwa kita harus menyediakan sebuah RefreshTokon untuk GoogleMachinesModule. Kita dapat meminta pengguna untuk repot, namun karena kita baik hati dan menyediakan aplikasi sekali pakai yang menggunakan aljabar Auth dan Access. Implementasi AuthModule dan AccessModule membawa ketergantungan tambahan. Namun, tidak ada perubahan pada konteks aplikasi F[_].

  final class AuthModule[F[_]: Monad](
    config: ServerConfig
  )(
    I: UserInteraction[F]
  ) extends Auth[F] { ... }
  
  final class AccessModule[F[_]: Monad](
    config: ServerConfig
  )(
    H: JsonClient[F],
    T: LocalClock[F]
  ) extends Access[F] { ... }
  
  final class BlazeUserInteraction private (
    pserver: Promise[Void, Server[Task]],
    ptoken: Promise[Void, String]
  ) extends UserInteraction[Task] { ... }
  object BlazeUserInteraction {
    def apply(): Task[BlazeUserInteraction] = ...
  }

Interpreter untuk UserInteraction merupakan bagian paling kompleks dari basis kode kita: bagian ini memulai peladen HTTP, mengirim pengguna untuk mengunjungi sebuah laman web pada peramban mereka, menangkap panggilan balik pada peladen, dan mengembalikan hasil sembari mematikan peladen web secara aman.

Kita tidak menggunakan StateT untuk mengatur keadaan ini, namun kita menggunakan primitif Promise (dari ioeffect). Kita harus selalu menggunakan Promise atau IORef, bukan StateT bila kita menulis interpreter IO. Tidak saja StateT memiliki dampak performa pada aplikasi utama, namun juga membocorkan manajemen keadaan internal ke aplikasi utama, dan pada akhirnya harus bertanggung jawab untuk menyediakan nilai awal. Kita juga tidak dapat menggunakan StateT pada skenario ini karena kita membutuhkan semantik “menanti” yang hanya disediakan oleh Promise.

9.2 Main

Bagian paling buruk dari PF adalah memastikan bahwa semua monad selaras dan hal semacam ini biasa terjadi pada titik mulai Main.

Ikalan utama kita adalah

  state = initial()
  while True:
    state = update(state)
    state = act(state)

dan kabar baiknya, kode yang asli terlihat seperti

  for {
    old     <- F.get
    updated <- A.update(old)
    changed <- A.act(updated)
    _       <- F.put(changed)
    _       <- S.sleep(10.seconds)
  } yield ()

dimana F menyimpan keadaan keseluruhan pada sebuah MonadState[F, WorldView]. Kita dapat menempatkannya pada sebuah metoda dengan nama .step dan mengulang selamanya dengan memanggil .step[F].forever[Unit].

Ada dua pendekatan yang dapat kita ambil, dan kita akan mempelajari keduanya. Yang pertama, dan paling sederhana, adalah membangun sebuah susunan monad yang sesuai dengan semua aljabar. Semua mendapatkan sebuah metoda .liftM agar dapat diangkat ke susunan yang lebih tinggi.

Kode yang ingin kita tulis untuk mode otentikasi sekali pakai adalah

  def auth(name: String): Task[Unit] = {
    for {
      config    <- readConfig[ServerConfig](name + ".server")
      ui        <- BlazeUserInteraction()
      auth      = new AuthModule(config)(ui)
      codetoken <- auth.authenticate
      client    <- BlazeJsonClient
      clock     = new LocalClockTask
      access    = new AccessModule(config)(client, clock)
      token     <- access.access(codetoken)
      _         <- putStrLn(s"got token: $token")
    } yield ()
  }.run

dimana .readConfig dan .putStrLn merupakan panggilan pustaka. Kita dapat menganggap mereka sebagai interpreter Task untuk aljabar yang membaca konfigurasi waktu-jalan dari aplikasi dan mencetak sebuah string ke layar.

Namun, kode ini tidak dapat dikompilasi karena dua alasan. Pertama, kita harus mempertimbangkan bagaimana bentuk susunan monad kita. Konstruktor BlazeJsonClient mengembalikan Task namun metoda milik JsonClient membutuhkan sebuah MonadError[..., JsonClient.Error]. Dan monad tersebut dapat disediakan oleh EitherT. Maka dari itu, kita dapat membangun susunan monad umum untuk semua for comprehension sebagai

  type H[a] = EitherT[Task, JsonClient.Error, a]

Sayangnya, hal ini juga berarti kita harus mengangkat semua yang mengembalikan Task dengan .liftM. Hal semacam ini menambah plat cetak cukup banyak. Sayangnya, metoda .liftM tidak menerima tipe dengan bentuk H[_]. .liftM menerima tipe dengan bentuk H[_[_], _] sehingga kita harus membuat sebuah alias tipe untuk membantu kompilator:

  type HT[f[_], a] = EitherT[f, JsonClient.Error, a]
  type H[a]        = HT[Task, a]

sekarang kita dapat memanggil .liftM[HT] saat kita menerima sebuah Task

  for {
    config    <- readConfig[ServerConfig](name + ".server").liftM[HT]
    ui        <- BlazeUserInteraction().liftM[HT]
    auth      = new AuthModule(config)(ui)
    codetoken <- auth.authenticate.liftM[HT]
    client    <- BlazeJsonClient[H].liftM[HT]
    clock     = new LocalClockTask
    access    = new AccessModule(config)(client, clock)
    token     <- access.access(codetoken)
    _         <- putStrLn(s"got token: $token").liftM[HT]
  } yield ()

Namun, kode diatas masih belum dapat dikompilasi karena clock berupa LocalClock[Task] dan AccessModule membutuhkan sebuah LocalClock[H]. Kita tinggal menambahkan plat cetak .liftM yang dibutuhkan pada objek pendamping dari LocalClock dan pada akhirnya dapat mengangkat semua aljabar

  clock     = LocalClock.liftM[Task, HT](new LocalClockTask)

dan semuanya berhasil dikompilasi.

Pendekatan kedua adalah dengan membuat sebuah aplikasi yang lebih kompleks, namun dibutuhkan bila terjadi konflik pada susunan monad, seperti yang kita butuhkan pada ikalan utama kita. Bila kita melakukan analisis, kita akan menemukan bahwa monad berikutlah yang kita butuhkan:

  • MonadError[F, JsonClient.Error] untuk penggunaan JsonClient
  • MonadState[F, BearerToken] untuk penggunaanOAuth2JsonClient
  • MonadState[F, WorldView] untuk ikalan utama kita

Sayangnya, persyaratan dua MonadState menyebabkan konflik. Kita dapat membuat sebuah tipe data yang menangkap semua keadaan program. Namun, hal tersebut merupakan abstraksi yang penuh kebocoran. Maka dari itu, kita akan melapiskan komprehensi for kita dan menyediakan keadaan saat dibutuhkan.

Sekarang kita harus berpikir mengenai tiga lapisan, yang kita sebut F, G, dan H

  type HT[f[_], a] = EitherT[f, JsonClient.Error, a]
  type GT[f[_], a] = StateT[f, BearerToken, a]
  type FT[f[_], a] = StateT[f, WorldView, a]
  
  type H[a]        = HT[Task, a]
  type G[a]        = GT[H, a]
  type F[a]        = FT[G, a]

Dan sekarang saatnya berita buruk mengenai .liftM. Metoda ini hanya berlaku pada satu lapisan pada satu waktu. Bila kita mempunyai sebuah Task[A] dan kita ingin sebuah F[A], kita harus melangkahi semua lapisan dan menulis ta.liftM[HT].liftM[GT].liftM[FT]. Hal yang sama saat kita mengangkat aljabar, kita harus memanggil liftM berulang kali. Untuk mendapatkan Sleep[F], kita harus menulis

  val S: Sleep[F] = {
    import Sleep.liftM
    liftM(liftM(liftM(new SleepTask)))
  }

dan untuk mendapatkan LocalClock[G] kita harus melakukan dua kali pengangkatan

  val T: LocalClock[G] = {
    import LocalClock.liftM
    liftM(liftM(new LocalClockTask))
  }

Dan aplikasi utama menjadi

  def agents(bearer: BearerToken): Task[Unit] = {
    ...
    for {
      config <- readConfig[AppConfig]
      blaze  <- BlazeJsonClient[G]
      _ <- {
        val bearerClient = new BearerJsonClientModule(bearer)(blaze)
        val drone        = new DroneModule(bearerClient)
        val refresh      = new RefreshModule(config.machines.server)(blaze, T)
        val oauthClient =
          new OAuth2JsonClientModule(config.machines.token)(blaze, T, refresh)
        val machines = new GoogleMachinesModule(oauthClient)
        val agents   = new DynAgentsModule(drone, machines)
        for {
          start <- agents.initial
          _ <- {
            val fagents = DynAgents.liftM[G, FT](agents)
            step(fagents, S).forever[Unit]
          }.run(start)
        } yield ()
      }.eval(bearer).run
    } yield ()
  }

dimana ikalan bagian luar menggunakan Task, ikalan tengah menggunakan G, dan ikalan dalam menggunakan F.

Panggilan ke .run(start) dan .eval(bearer) adalah dimana kita menyediakan keadan awal untuk bagian StateT aplikasi kita. .run digunakan untuk menyingkap galat EitherT.

Kita dapat memanggil dua titik awal aplikasi ini dari SafeApp kita

  object Main extends SafeApp {
    def run(args: List[String]): IO[Void, ExitStatus] = {
      if (args.contains("--machines")) auth("machines")
      else agents(BearerToken("<invalid>", Epoch(0)))
    }.attempt[Void].map {
      case \/-(_)   => ExitStatus.ExitNow(0)
      case -\/(err) => ExitStatus.ExitNow(1)
    }
  }

dan menjalankannya.

  > runMain fommil.dda.Main --machines
  [info] Running (fork) fommil.dda.Main --machines
  ...
  [info] Service bound to address /127.0.0.1:46687
  ...
  [info] Created new window in existing browser session.
  ...
  [info] Headers(Host: localhost:46687, Connection: keep-alive, User-Agent: Mozilla/5.0 ...)
  ...
  [info] POST https://www.googleapis.com/oauth2/v4/token
  ...
  [info] got token: "<elided>"

Hore!

9.3 Blaze

Kita mengimplementasikan klien dan peladen HTTP dengan pustaka pihak ketiga http4s. Interpreter untuk aljabar klien dan peladen disebut Blaze.

Kita butuh ketergantungan sebagai berikut

  val http4sVersion = "0.18.16"
  libraryDependencies ++= Seq(
    "org.http4s"            %% "http4s-dsl"          % http4sVersion,
    "org.http4s"            %% "http4s-blaze-server" % http4sVersion,
    "org.http4s"            %% "http4s-blaze-client" % http4sVersion
  )

9.3.1 BlazeJsonClient

Sekarang kita butuh beberapa impor

  import org.http4s
  import org.http4s.{ EntityEncoder, MediaType }
  import org.http4s.headers.`Content-Type`
  import org.http4s.client.Client
  import org.http4s.client.blaze.{ BlazeClientConfig, Http1Client }

Modul Client dapat diringkas menjadi

  final class Client[F[_]](
    val shutdown: F[Unit]
  )(implicit F: MonadError[F, Throwable]) {
    def fetch[A](req: Request[F])(f: Response[F] => F[A]): F[A] = ...
    ...
  }

dimana Request dan Response merupakan tipe data:

  final case class Request[F[_]](
    method: Method
    uri: Uri,
    headers: Headers,
    body: EntityBody[F]
  ) {
    def withBody[A](a: A)
                   (implicit F: Monad[F], A: EntityEncoder[F, A]): F[Request[F]] = ...
    ...
  }
  
  final case class Response[F[_]](
    status: Status,
    headers: Headers,
    body: EntityBody[F]
  )

yang terdiri dari

  final case class Headers(headers: List[Header])
  final case class Header(name: String, value: String)
  
  final case class Uri( ... )
  object Uri {
    // tidak tootal, gunakan ini bila `s` dijamin berupa URL
    def unsafeFromString(s: String): Uri = ...
    ...
  }
  
  final case class Status(code: Int) {
    def isSuccess: Boolean = ...
    ...
  }
  
  type EntityBody[F[_]] = fs2.Stream[F, Byte]

Tipe EntityBody merupakan alias untuk Stream dari pustaka fs2. Tipe data Stream dapat dianggap sebagai aliran data dengan efek yang ditarik secara luntung. Tipe data ini diimplementasikan sebagai monad Free dengan penangkapan pengecualian dan interupsi. Stream menerima dua parameter tipe: sebuah tipe dengan efek dan sebuah tipe konten, dan memiliki representasi efisien internal untuk mengelompokkan data. Sebagai contooh, walaupun kita menggunakan Stream[F, Byte] sebenarnya monad ini membungkus Array[Byte] yang tiba melalu jaringan.

Kita dapat mengkonversi header dan representasi URL kita menjadi versi yang dibutuhkan oleh http4s:

  def convert(headers: IList[(String, String)]): http4s.Headers =
    http4s.Headers(
      headers.foldRight(List[http4s.Header]()) {
        case ((key, value), acc) => http4s.Header(key, value) :: acc
      }
    )
  
  def convert(uri: String Refined Url): http4s.Uri =
    http4s.Uri.unsafeFromString(uri.value) // sudah validasi string

Metoda .get dan .post keduanya membutuhkan sebuah konversi dari tipe Response http4s menjadi A. Kita dapat memisahkannya menjadi sebuah fungsi,

  import JsonClient.Error
  
  final class BlazeJsonClient[F[_]] private (H: Client[Task])(
    implicit
    F: MonadError[F, Error],
    I: MonadIO[F, Throwable]
  ) extends JsonClient[F] {
    ...
    def handler[A: JsDecoder](resp: http4s.Response[Task]): Task[Error \/ A] = {
      if (!resp.status.isSuccess)
        Task.now(JsonClient.ServerError(resp.status.code).left)
      else
        for {
          text <- resp.body.through(fs2.text.utf8Decode).compile.foldMonoid
          res = JsParser(text)
            .flatMap(_.as[A])
            .leftMap(JsonClient.DecodingError(_))
        } yield res
    }
  }

.through(fs2.text.utf8Decode) digunakan untuk mengkonversi Stream[Task, Byte] menjadi Stream[Task, String] dengan .compile.foldMonoid menginterpretasinya dengan Task, dan pada akhirnya, menggabungkan semua bagian menggunakan Monoid[String]. Hasilnya adalah Task[String].

Lalu kita mengurai string tersebut sebagai JSON dan menggunakan JsDecoder[A] untuk membuat keluaran yang dibutuhkan.

Berikut implementasi kita dari .get

  def get[A: JsDecoder](
    uri: String Refined Url,
    headers: IList[(String, String)]
  ): F[A] =
    I.liftIO(
        H.fetch(
          http4s.Request[Task](
            uri = convert(uri),
            headers = convert(headers)
          )
        )(handler[A])
      )
      .emap(identity)

.get hanyalah berupa saluran: kita mengkonversi tipe masukan menjadi http4s.Request lalu memanggil .fetch pada Client dengan handler kita. handler mengembalikan sebuah Task[Error \/ A], namun kita membutuhkan sebuah F[A]. Maka dari itu, kita menggunakan MonadIO.liftIO untuk membuat F[Error \/ A] dan melakukan pemetaan menggunakan .emap untuk mendorong galat ke F.

Sayangnya, bila kita mencoba mengkompilasi kode ini, akan terjadi kegagalan. Galat akan terlihat seperti

  [error] BlazeJsonClient.scala:95:64: could not find implicit value for parameter
  [error]  F: cats.effect.Sync[scalaz.ioeffect.Task]

Pada dasarnya, ada kucing yang hilang.

Alasan kegagalan ini adalah http4s menggunakan pustaka PF utama lain, bukan Scalaz. Untungnya, scalaz-ioeffect menyediakan lapisan kompatibilitas dan shims yang menyediakan konversi implisit tanpa batas. Kita dapat mengkompilasi kode kita dengan ketergantungan sebagai berikut:

  libraryDependencies ++= Seq(
    "com.codecommit" %% "shims"                % "1.4.0",
    "org.scalaz"     %% "scalaz-ioeffect-cats" % "2.10.1"
  )

dan mengimpor

  import shims._
  import scalaz.ioeffect.catz._

Implementasi .post kurang lebih sama. Namun, kita juga harus menyediakan instans dari

  EntityEncoder[Task, String Refined UrlEncoded]

Untungnya, kelas tipe EntityEncoder menyediakan metoda bantuan agar dapat memperkenankan kita untuk menderivasi dari penyandi String yang sudah ada

  implicit val encoder: EntityEncoder[Task, String Refined UrlEncoded] =
    EntityEncoder[Task, String]
      .contramap[String Refined UrlEncoded](_.value)
      .withContentType(
        `Content-Type`(MediaType.`application/x-www-form-urlencoded`)
      )

Satu-satunya pembeda antara .get dan .post adalah cara kita membangun http4s.Request

  http4s.Request[Task](
    method = http4s.Method.POST,
    uri = convert(uri),
    headers = convert(headers)
  )
  .withBody(payload.toUrlEncoded)

dan bagian utama adalah pembangun, yang hanya berupa pemanggilan Http1Client dengan objek konfigurasi

  object BlazeJsonClient {
    def apply[F[_]](
      implicit
      F: MonadError[F, JsonClient.Error],
      I: MonadIO[F, Throwable]
    ): Task[JsonClient[F]] =
      Http1Client(BlazeClientConfig.defaultConfig).map(new BlazeJsonClient(_))
  }

9.3.2 BlazeUserInteraction

Kita harus menyalakan sebuah peladen HTTP, yang sebenarnya jauh lebih mudah bila dibandingkan yang terdengar. Pertama, kita mengimpor

  import org.http4s._
  import org.http4s.dsl._
  import org.http4s.server.Server
  import org.http4s.server.blaze._

Kita harus membuat sebuah dsl untuk tipe efek kita, yang nantinya akan kita impor

  private val dsl = new Http4sDsl[Task] {}
  import dsl._

Sekarang, kita dapat menggunakan dsl http4s untuk membuat titik akhir HTTP. Kita tidak akan mendeskripsikan apa yang kita lakukan, kita hanya perlu mengimplementasikannya. Titik akhir ini mirip dengan DSL HTTP lain

  private object Code extends QueryParamDecoderMatcher[String]("code")
  private val service: HttpService[Task] = HttpService[Task] {
    case GET -> Root :? Code(code) => ...
  }

Tipe kembalian untuk tiap pencocokan pola adalah sebuah Task[Response[Task]]. Pada implementasi kita, kita menginginkan untuk menerima code dan menempatkannya pada promise ptoken:

  final class BlazeUserInteraction private (
    pserver: Promise[Throwable, Server[Task]],
    ptoken: Promise[Throwable, String]
  ) extends UserInteraction[Task] {
    ...
    private val service: HttpService[Task] = HttpService[Task] {
      case GET -> Root :? Code(code) =>
        ptoken.complete(code) >> Ok(
          "That seems to have worked, go back to the console."
        )
    }
    ...
  }

namun, definisi dari rute layanan kita masih belum cukup. Kita harus menjalankan sebuah peladen, yang dapat kita lakukan dengan BlazeBuilder

  private val launch: Task[Server[Task]] =
    BlazeBuilder[Task].bindHttp(0, "localhost").mountService(service, "/").start

Dengan mengikat layanan ke port 0, kita meminta kepada sistem operasi untuk menetapkan port manapun. Kita dapat menemukan port mana yang sebenarnya berjalan dengan melakukan kueri pada bidang server.address.

Implementasi kita atas metoda .start dan .stop pun tidak banyak basa-basi

  def start: Task[String Refined Url] =
    for {
      server  <- launch
      updated <- pserver.complete(server)
      _ <- if (updated) Task.unit
           else server.shutdown *> fail("server was already running")
    } yield mkUrl(server)
  
  def stop: Task[CodeToken] =
    for {
      server <- pserver.get
      token  <- ptoken.get
      _      <- IO.sleep(1.second) *> server.shutdown
    } yield CodeToken(token, mkUrl(server))
  
  private def mkUrl(s: Server[Task]): String Refined Url = {
    val port = s.address.getPort
    Refined.unsafeApply(s"http://localhost:${port}/")
  }
  private def fail[A](s: String): String =
    Task.fail(new IOException(s) with NoStackTrace)

1.second sleep penting untuk menghindari matinya peladen sebelum respons dikirimkan balik ke peramban. IO tidak pernah main-main bila kita berbicara mengenai performa konkurensi.

Dan pada akhirnya, untuk membuat sebuah BlazeUserInteraction, kita hanya perlu dua promise yang belum dimulai

  object BlazeUserInteraction {
    def apply(): Task[BlazeUserInteraction] = {
      for {
        p1 <- Promise.make[Void, Server[Task]].widenError[Throwable]
        p2 <- Promise.make[Void, String].widenError[Throwable]
      } yield new BlazeUserInteraction(p1, p2)
    }
  }

Kita bisa saja menggunakan IO[Void, ?], namun karena bagian-bagian aplikasi kita lainnya menggunakan Task (mis, IO[Throwable, ?]), kita dapat memperluas cakupan galat dengan menggunakan .widenError agar kita dapat menghindari pengenalan plat cetak baru sehingga fokus kita kembali terpecah.

9.4 Terima Kasih

Demikian! Kami ucapkan selamat kepada pembaca yang selesai membaca sampai akhir.

Bila pembaca budiman mempelajari sesuatu dari buku ini, mohon untuk memberi tahu handai-taulan dan kawan-kawan mengenai buku ini. Buku ini tidak memiliki Bagian Pemasaran, sehingga promosi dari-mulut-ke-mulut sajalah pembaca lain dapat tahu.

Pembaca budiman juga dapat ikut serta atas pengembangan Scalaz dengan bergabung pada ruang obrolan gitter. Dari sini, pembaca dapat meminta saran, membantu pengguna baru (karena pembaca budiman sudah ahli), dan berkontribusi untuk rilis selanjutnya.

Contekan Kelas Tipe

Kelas Tipe Metoda Asal Diberikan Tujuan
InvariantFunctor xmap F[A] A => B, B => A F[B]
Contravariant contramap F[A] B => A F[B]
Functor map F[A] A => B F[B]
Apply ap / <*> F[A] F[A => B] F[B]
  apply2 F[A], F[B] (A, B) => C F[C]
Alt altly2 F[A], F[B] (A \/ B) => C F[C]
Divide divide2 F[A], F[B] C => (A, B) F[C]
Decidable choose2 F[A], F[B] C => (A \/ B) F[C]
Bind bind / >>= F[A] A => F[B] F[B]
  join F[F[A]]   F[A]
Cobind cobind F[A] F[A] => B F[B]
  cojoin F[A]   F[F[A]]
Applicative point A   F[A]
Divisible conquer     F[A]
Comonad copoint F[A]   A
Semigroup append A, A   A
Plus plus / <+> F[A], F[A]   F[A]
MonadPlus withFilter F[A] A => Boolean F[A]
Align align F[A], F[B]   F[A \&/ B]
  merge F[A], F[A]   F[A]
Zip zip F[A], F[B]   F[(A, B)]
Unzip unzip F[(A, B)]   (F[A], F[B])
Cozip cozip F[A \/ B]   F[A] \/ F[B]
Foldable foldMap F[A] A => B B
  foldMapM F[A] A => G[B] G[B]
Traverse traverse F[A] A => G[B] G[F[B]]
  sequence F[G[A]]   G[F[A]]
Equal equal / === A, A   Boolean
Show shows A   String
Bifunctor bimap F[A, B] A => C, B => D F[C, D]
  leftMap F[A, B] A => C F[C, B]
  rightMap F[A, B] B => C F[A, C]
Bifoldable bifoldMap F[A, B] A => C, B => C C
(with MonadPlus) separate F[G[A, B]]   (F[A], F[B])
Bitraverse bitraverse F[A, B] A => G[C], B => G[D] G[F[C, D]]
  bisequence F[G[A], G[B]]   G[F[A, B]]

Haskell

Scalaz documentation often cites libraries or papers written in the Haskell programming language. In this short chapter, we will learn enough Haskell to be able to understand the source material, and to attend Haskell talks at functional programming conferences.

Dokumentasi Scalaz sering kali mengutip pustaka atau makalah yang ditulis dengan bahasa pemrograman Haskell. Pada bab pendek ini, kita akan mempelajari Haskell agar dapat memahami materi sumber, dan dapat mengunjungi pembahasan haskell pada konferensi pemrograman fungsional.

Data

Haskell memiliki sintaks yang jelas untuk Tipe Data Aljabaris. Berikut adalah struktur senarai berantai:

  data List a = Nil | Cons a (List a)

Listmerupakan konstruktor tipe, a merupakan parameter tipe, | memisahkan konstruktor data, yang terdiri dari: Nil yang merupakan senarai kosong dan Cons yang menerima dua parameter yang dipisahkan ruang putih: tanpa koma dan tanpa pengurung parameter. Selain itu, Haskell juga tidak memiliki anak-tipe.

Bila diterjemahkan ke Scala, kurang lebih sebagai berikut:

  sealed abstract class List[A]
  object Nil {
    def apply[A]: List[A] = ...
    def unapply[A](as: List[A]): Option[Unit] = ...
  }
  object Cons {
    def apply[A](head: A, tail: List[A]): List[A] = ...
    def unapply[A](as: List[A]): Option[(A, List[A])] = ...
  }

mis., konstruktor tipe bisa kurang lebih seperti sealed abstract class, dan tiap konstruktor data sebagai .apply / .unapply. Harap diperhatikan bahwa Scala tidak melakukan pencocokan pola pada penyandian semacam ini. Dengan demikian, Scalaz juga tidak menggunakannya.

Bila kita ingin mendefinisikan List yang lebih rapi, kita dapat menggunakan simbol infiks :. sebagai ganti Cons

  data List t = Nil | t :. List t
  infixr 5 :.

dimana kita menentukan ketetapan (fixity) dimana infix untuk menentukan tidak adanya hubungan asosiatif, infixl untuk hubungan asosiatif kiri, dan infixr untuk hubungan asosiatif kanan. Angka dari 0 (longgar) sampai 9 (ketat) menentukan presedensi. Sekarang kita dapat membuat senarai integer dengan menulis

  1 :. 2 :. Nil

Haskell sudah mengikut sertakan dukungan senarai berantai, yang sangat fundamental pada pemrograman fungsional, sampai pada tingkat bahasa dengan memberikan sintaks kurung siku sehingga dilambangkan dengan [a]

  data [] a = [] | a : [a]
  infixr 5 :

dan pembantu konstruktor nilai argumen jamak: [1, 2, 3], bukan 1 : 2 : 3 : [].

Dan utamanya, Tipe Data Aljabaris kita harus menampung nilai primitif. Tipe data primitif yang paling jamak digunakan adalah:

  • Char karakter unikode
  • Text untuk blok teks unikode
  • Int integer tertanda dengan presisi tetap yang bergantung pada mesin
  • Word Int tanpa tanda, dan Word8 / Word16 / Word32 / Word64 dengan ukuran tetap
  • Float / Double bilangan presisi tunggal dan ganda berstandar IEEE
  • Integer / Natural integer tertanda presisi arbiter / non-negatif
  • (,) tuple, dari 0 (disebut juga unit) sampai 62 bidang
  • IO inspirasi dari IO Scalaz, diimplementasikan pada waktu-jalan.

dengan sebutan kehormatan untuk

  data Bool       = True | False
  data Maybe a    = Nothing | Just a
  data Either a b = Left a  | Right b
  data Ordering   = LT | EQ | GT

Seperti Scala, Haskell memiliki alias tepe: sebuah alias atau bentuk terjabarkannya dapat digunakan secara bergantian. Dikarenakan alasan peninggalan, String didefinisikan sebagai senarai berantai dari Char

  type String = [Char]

yang sangat tidak efisien. Kami sangat menyarankan untuk menggunakan Text sebagai gantinya.

Dan pada akhirnya, kita dapat mendefinisikan nama bidang pada TDA dengan menggunakan sintaks rekor, yang juga berarti, kita dapat menampung konstruktor data didalam kurung kurawal dan menggunakan anotasi tipe dua titik dua untuk mengindikasikan tipe dari bidang tersebut

  -- raw ADT
  data Resource = Human Int String
  data Company  = Company String [Resource]
  
  -- with record syntax
  data Resource = Human { serial :: Int, humanName :: String }
  data Company  = Company { companyName :: String, employees :: [Resource] }

Harap perhatikan bahwa konstruktor data Human dan tipe Resource tidak harus memiliki nama yang sama. Sintaks rekor membuat ekuivalen dari metoda pengakses bidang dan penyalinan.

  -- construct
  adam = Human 0 Adam
  -- field access
  serial adam
  -- copy
  eve = adam { humanName = "Eve" }

Alternatif yang lebih efisien untuk pendefinisian data dengan satu bidang saja adalah dengan menggunakan newtype yang tidak meminta beban tambahan saat waktu-jalan:

  newtype Alpha = Alpha { underlying :: Double }

yang ekuivalen dengan extends AnyVal namun tanpa kekurangannya.

Fungsi

Walaupun tidak wajib, menuliskan penanda tipe dari sebuah fungsi secara eksplisit merupakan kebiasaan yang bagus: nama fungsi diikuti tipenya. Sebagai contoh foldl yang dispesialisasikan untuk senarai berantai

  foldl :: (b -> a -> b) -> b -> [a] -> b

Semua fungsi di-curry-kan pada Haskell, tiap parameter dipisahkan oleh sebuah -> dan tipe paling akhir merupakan tipe kembalian. Penanda tipe diatas ekuvalen dengan penanda tipe pada Scala:

  def foldLeft[A, B](f: (B, A) => B)(b: B)(as: List[A]): B

Bebarapa pengamatan:

  • tidak ada kata kunci
  • tidak diperlukannya tipe yang digunakan
  • tidak diperlukannya nama parameter

yang membuat kode ringkas

Fungsi infiks didefinisikan dalam tanda kurung dan membutuhkan definisi ketetapan:

  (++) :: [a] -> [a] -> [a]
  infixr 5 ++

Regular functions can be called in infix position by surrounding their name with backticks, and an infix function can be called like a regular function if we keep it surrounded by brackets. The following are equivalent:

Fungsi biasa dapat dipanggil pada posisi infiks dengan mengurung nama fungsi tersebut dengan tanda petik. Begitu juga dengan fungsi infiks yang bisa dipanggil sebagaimana fungsi pada umumnya dengan mengurungnya dengan tanda kurung. Berikut adalah ekuivalen:

  a `foo` b
  foo a b

Sebuah fungsi infiks dapat di-curry-kan pada bagian kiri maupun kanan yang sering kali memberikan semantik berbeda:

  invert = (1.0 /)
  half   = (/ 2.0)

Fungsi biasanya ditulis dengan parameter yang paling umum sebagai parameter awal, agar dapat digunakan berulang kali dalam bentuk ter-curry.

Definisi dari sebuah fungsi bisa digunakan untuk pencocokan pola, dengan satu baris untuk tiap kasus. Disinilah kita menamai parameter dengan menggunakan konstruktor data untuk mengekstrak parameter, seperti klausa case milik Scala:

  fmap :: (a -> b) -> Maybe a -> Maybe b
  fmap f (Just a) = Just (f a)
  fmap _ Nothing  = Nothing

Garis bawah merupakan placeholder untuk parameter yang diabaikan dan nama fungsi bisa diletakkan pada posisi infiks:

  (<+>) :: Maybe a -> Maybe a -> Maybe a
  Just a <+> _      = Just a
  Empty  <+> Just a = Just a
  Empty  <+> Empty  = Empty

Kita dapat mendefinisikan fungsi lambda anonim dengan sebuah garis miring terbalik, yang bila kita maksa akan terlihat seperti huruf Yunani 位. Tiap baris berikut adalah ekuivalen:

  (*)
  (\a1 -> \a2 -> a1 * a2)
  (\a1 a2     -> a1 * a2)

Fungsi Haskell yang tercocokkan berdasarkan pola hanya merupakan pemanis sintaks dari fungsi lambda berlapis. Anggap fungsi sederhana berikut yang membuat sebuah tupel ketika diberikan tiga buah masukan:

  tuple :: a -> b -> c -> (a, b, c)

Implementasi

  tuple a b c = (a, b, c)

dijabarkan menjadi

  tuple = \a -> \b -> \c -> (a, b, c)

Pada isi sebuah fungsi, kita dapat membuat sebuah penetapan fungsi lokal dengan menggunkan klausa let maupun where. Potongan kode berikut merupakan definisi yang ekuivalen dari map untuk senarai berantai (tanpa petik merupakan nama identifier yang valid):

  map :: (a -> b) -> [a] -> [b]
  
  -- eksplisit
  map f as = foldr map' [] as
             where map' a bs = f a : bs
  
  -- lebih ringkas, menggunakan *curry*
  map f    = foldr map' []
             where map' a = (f a :)
  
  -- penetapan menggunakan let
  map f    = let map' a = (f a :)
             in foldr map' []
  
  -- implementasi sebenarnya
  map _ []       = []
  map f (x : xs) = f x : map f xs

if / then / else merupakan kata kunci untuk statemen kondisional:

  filter :: (a -> Bool) -> [a] -> [a]
  filter _ [] = []
  filter f (head : tail) = if f head
                           then head : filter f tail
                           else filter f tail

Namun penggunaan pembatas case dianggap sebagai gaya superior

  filter f (head : tail) | f head    = head : filter f tail
                         | otherwise = filter f tail

Pencocokan pola pada tiap istilah dilakukan dengan menggunakan case ... of

  unfoldr :: (a -> Maybe (b, a)) -> a -> [b]
  unfoldr f b = case f b of
                  Just (b', a') -> b' : unfoldr f a'
                  Nothing       -> []

Pembatas juga dapat digunakan pada pencocokan. Misalkan, kita ingin mengkhususkan nol:

  unfoldrInt :: (a -> Maybe (Int, a)) -> a -> [Int]
  unfoldrInt f b = case f b of
                     Just (i, a') | i == 0    -> unfoldrInt f a'
                                  | otherwise -> i : unfoldrInt f a'
                     Nothing                  -> []

Dan pada akhirnya, dua fungsi yang patut diperhatikan adalah ($) dan (.)

  -- operator aplikasi
  ($) :: (a -> b) -> a -> b
  infixr 0
  
  -- komposisi fungsi
  (.) :: (b -> c) -> (a -> b) -> a -> c
  infixr 9

Kedua fungsi ini merupakan gaya penggunaan alternatif dari penggunaan tanda kurung berlapis.

Potongan berikut setara:

  Just (f a)
  Just $ f a

sebagaimana

  putStrLn (show (1 + 1))
  putStrLn $ show $ 1 + 1

Ada kecenderungan untuk menggunakan komposisi fungsi dengan . bila dibandingkan dengan penggunaan $ jamak

  (putStrLn . show) $ 1 + 1

Kelas Tipe

Untuk mendefiniskan kelas tipe, kita menggunakan kata kunci class yang diteruskan dengan nama kelas, parameter tipenya, dan anggota yang dibutuhkan pada klausa where. Bila ada ketergantungan antar kelas tipe, misalkan Applicative membutuhkan Functor, gunakan notasi =>

  class Functor f where
    (<$>) :: (a -> b) -> f a -> f b
    infixl 4 <$>
  
  class Functor f => Applicative f where
    pure  :: a -> f a
    (<*>) :: f (a -> b) -> f a -> f b
    infixl 4 <*>
  
  class Applicative f => Monad f where
    (=<<) :: (a -> f b) -> f a -> f b
    infixr 1 =<<

Kita menyediakan implementasi dari kelas tipe dengan kata kunci instance. Bila kita ingin mengulang penanda tipe pada fungsi instans, demi kejelasan, kita harus menggunakan ekstensi InstanceSigs.

  {-# LANGUAGE InstanceSigs #-}
  
  data List a = Nil | a :. List a
  
  -- defined elsewhere
  (++) :: List a -> List a -> List a
  map :: (a -> b) -> List a -> List b
  flatMap :: (a -> List b) -> List a -> List b
  foldLeft :: (b -> a -> b) -> b -> List a -> b
  
  instance Functor List where
    (<$>) :: (a -> b) -> List a -> List b
    f <$> as = map f as
  
  instance Applicative List where
    pure a = a :. Nil
  
    Nil <*> _  = Nil
    fs  <*> as = foldLeft (++) Nil $ (<$> as) <$> fs
  
  instance Monad List where
    f =<< list = flatMap f list

Bila kita ingin menggunakan kelas tipe pada fungsi, kita menggunakan => pada penanda tipenya. Sebagai contoh, kita dapat mendefinisikan fungsi yang mirip dengan Apply.apply2 milik Scalaz sebagai berikut

  apply2 :: Applicative f => (a -> b -> c) -> f a -> f b -> f c
  apply2 f fa fb = f <$> fa <*> fb

Karena kita telah memperkenalkan Monad, saatnya memperkenalkan notasi do yang merupakan inspirasi untuk komprehensi for Scala:

  do
    a <- f
    b <- g
    c <- h
    return (a, b, c)

yang dijabarkan menjadi

  f >>= \a ->
    g >>= \b ->
      h >>= \c ->
        return (a, b, c)

dimana >>= adalah =<< dengan parameter yang dibalik

  (>>=) :: Monad f => f a -> (a -> f b) -> f b
  (>>=) = flip (=<<)
  infixl 1 >>=
  
  -- from the stdlib
  flip :: (a -> b -> c) -> b -> a -> c

dan return sebagai sinonim untuk pure.

Tidak seperti Scala, kita tidak perlu mengikat nilai unit, atau menyediakan yield bilakita mengembalikan (). Sebagai contoh

  for {
    _ <- putStr("hello")
    _ <- putStr(" world")
  } yield ()

menjadi

  do putStr "hello"
     putStr " world"

Nilai non-monadik dapat ditetapkan dengan kata kunci let:

  nameReturn :: IO String
  nameReturn = do putStr "What is your first name? "
                  first <- getLine
                  putStr "And your last name? "
                  last  <- getLine
                  let full = first ++ " " ++ last
                  putStrLn ("Pleased to meet you, " ++ full ++ "!")
                  return full

Haskell juga mempunyai derivasi kelas tipe yang menggunakan kata kunci deriving yang juga merupakan inspirasi untuk @scalaz.deriving. Mendefinisikan aturan derivasi merupakan topik lanjutan. Namun, untuk menderivasi kelas tipe untuk sebuah tipe data aljabaris sangat mudah:

  data List a = Nil | a :. List a
                deriving (Eq, Ord)

Modul

Sumber kode Haskell diatur menjadi modul hierarkis dengan batasan bahwa semua konten dari sebuah module harus ada pada sebuah berkas. Pada bagian atas sebuah berkas, nama module dideklarasikan

  module Silly.Tree where

Direktori digunakan pada diska untuk mengelompokkan kode, jadi berkas ini harus berada pada Silly/Tree.hs.

Secara default, semua simbol pada berkas akan diekspor. Namun, kita dapat menentukan mana yang akan diekspor. Sebagai contoh, tipe Tree dan konstruktor data, fungsi fringe, dan melewatkan sapling:

  module Silly.Tree (Tree(Leaf, Branch), fringe) where
  
  data Tree a = Leaf a | Branch (Tree a) (Tree a)
  
  fringe :: Tree a -> [a]
  fringe (Leaf x)            = [x]
  fringe (Branch left right) = fringe left ++ fringe right
  
  sapling :: Tree String
  sapling = Leaf ""

Yang menarik adalah, kita dapat mengekspor simbol yang juga diimpor ke modul tersebut. Hal ini memperkenankan penulis pustaka untuk mengemas seluruh APA mereka menjadi satu modul, terlepas bagaimana APA tersebut diimplementasikan.

Pada berkas yang berbeda, kita dapat mengimpor semua anggota dari Silly.Tree

  import Silly.Tree

yang kurang lebih setara dengan sintaks import silly.tree._ milik Scala. Bila kita ingin membatasi simbol yang kita impor, kita dapat menyediakan daftar eksplisit didalam tanda kurung setelah impor tersebut

  import Silly.Tree (Tree, fringe)

Bila kita mendapati nama yang bentrok pada sebuah simbol, kita dapat menggunakan impor qualified dengan daftar opsional dari simbol yang diimpor

  import qualified Silly.Tree (fringe)

dan sekarang bila kita memanggil fungsi fringe, kita dapat menuliskan Silly.Tree.fringe sebagai ganti dari fringe. Kita juga dapat mengubah nama modul saat mengimpornya dengan

  import qualified Silly.Tree as T

Fungsi fringe sekarang dapat dipanggil dengan T.fringe

Bisa juga kita memilih untuk tidak mengimpor simbol tertentu

  import Silly.Tree hiding (fringe)

Secara default, module Prelude selalu diimpor secara implisit. Namun, bila kita secara eksplisit mengimpor module Prelude, maka versi kita yang akan dipakai. Kita bisa menggunakan teknik ini bila kita ingin menyembunyikan fungsi peninggalan

  import Prelude hiding ((!!), head)

atau menggunakan mukadimah (Prelude) khusus dan menon-aktifkan mukadimah default dengan ekstensi bahasa

  {-# LANGUAGE NoImplicitPrelude #-}

Evaluasi

Haskell mengkompilasi kode menjadi kode yang berjalan tanpa mesin virtual. Namun, ada sebuah pengoleksi sampah. Aspek fundamental dari waktu-jalan Haskell adalah semua parameter dievaluasi secara landung secara default. Haskell hanya menjanjikan sebuah nilai hanya disediakan bila diperlukan dalam bentuk sub-rutin thunk. Thunk hanya dikurangi bila diperlukan.

Keuntungan utama dari evaluasi landung adalah stack overflow akan lebih sulit terpicu. Kerugiannya adalah akan ada beban tambahan bila dibandingkan dengan evaluasi tegas adalah. Sebagai penyiasatan seperti ini, kita dapat memilih evaluasi tugas per parameter.

Haskell juga agak sedikit berbeda mengenai arti dari evaluasi tegas: sebuah istilah dikatakan weak head normal-form (WHNF) bila blok kode terluar tidak dapat direduksi lebih lanjut, dan normal form bila sebuah istilah dapat dievaluasi seutuhnya. Strategi evaluasi default Scala kurang lebih sesuai dengan normal form.

Sebagai contoh, istilah berikut merupakan normal form:

  42
  (2, "foo")
  \x -> x + 1

sedangkan istilah berikut bukan dalam bentuk normal (dapat direduksi lebih lanjut):

  1 + 2            -- direduksi menjadi 3
  (\x -> x + 1) 2  -- direduksi menjadi 3
  "foo" ++ "bar"   -- direduksi menjadi "foobar"
  (1 + 1, "foo")   -- direduksi menjadi (2, "foo")

Istilah berikut berbentuk WHNF karena blok kode terluar tidak dapat direduksi lebih lanjut (walaupun bagian dalam dapat direduksi):

  (1 + 1, "foo")
  \x -> 2 + 2
  'f' : ("oo" ++ "bar")

dan potongan berikut tidak dalam bentuk WHNF

  1 + 1              -- direduksi menjadi 2
  (\x y -> x + y) 2  -- direduksi menjadi \y -> 2 + y
  "foo" ++ "bar"     -- direduksi menjadi "foobar"

Strategi evaluasi default adalah dengan dengan tidak melakukan reduksi ketika mengumpankan sebuah istilah sebagai parameter. Dukungan bahasa memperkenankan kita untuk meminta WHNF untuk semua istilah dengan ($!)

  -- mengevaluasi `a` menjadi WHNF, lalu memanggil fungsi dengan nilai tersebut
  ($!) :: (a -> b) -> a -> b
  infixr 0

Kita juga dapat menggunakan tanda seru ! pada parameter data

  data StrictList t = StrictNil | !t :. !(StrictList t)
  
  data Employee = Employee { name :: !Text, age :: !Int}

Ekstensi bahasa StrictData menjadikan semua parameter data pada modul menjadi tegas.

Ekstensi lain, BangPatterns, memperkenankan ! digunakan pada argumen fungsi. Ekstensi bahasa Strict membuat semua parameter fungsi dan data pada modul menjadi tegas secara default.

Bila kita maksa, kita dapat menggunakan ($!!) dan kelastipe NFData untuk evaluasi bentuk normal:

  class NFData a where
    rnf :: a -> ()
  
  ($!!) :: (NFData a) => (a -> b) -> a -> b

yang menjadi subjek ketersedian dari sebuah instans NFData.

Beban dari ketegasan semacam ini adalah Haskell berperilaku sebagaimana bahasa tegas lainnya dan mungkin saja melakukan tugas yang tak perlu. Memilih ketegasan harus dilakukan secara hati hati dan setelah dibuktikan adanya peningkatan performa. Bila masih ragu, mundur saja.

Langkah Selanjutnya

Haskell merupakan bahasa yang lebih cepat, aman, dan sederhana bila dibandingkan dengan Scala. Selain itu, Haskell sudah terbukti di industri. Pertimbangkan untuk mengambil kursus pemrograman fungsional data61 dan bertanya pada ruang obrolan #qfpl di freenode.net.

Beberapa materi pelajaran tambahan adalah:

Bila pembaca budiman menggunakan Haskell dan memahami nilai yang ditawarkan pada bisnis pembaca, maka silakan sampaikan kepada manajer. Dengan demikian, beberapa manajer yang membawahi proyek Haskell akan menarik bakat-bakat pemrograman fungisonal dari banyak tim yang tidak. Dan pada akhirnya, bapak senang, ibu senang, di sini senang, di mana senang, semua senang!

Lisensi Pihak Ketiga

Beberapa sumber kode pada buku ini disalin dari proyek perangkat lunak bebas. Lisensi proyek tersebut meminta teks berikut didistribusikan bersama sumber yang diditunjukkan pada buku ini.

Lisensi Scala

  Copyright (c) 2002-2017 EPFL
  Copyright (c) 2011-2017 Lightbend, Inc.
  
  All rights reserved.
  
  Redistribution and use in source and binary forms, with or without modification,
  are permitted provided that the following conditions are met:
  
    * Redistributions of source code must retain the above copyright notice,
      this list of conditions and the following disclaimer.
    * Redistributions in binary form must reproduce the above copyright notice,
      this list of conditions and the following disclaimer in the documentation
      and/or other materials provided with the distribution.
    * Neither the name of the EPFL nor the names of its contributors
      may be used to endorse or promote products derived from this software
      without specific prior written permission.
  
  THIS SOFTWARE IS PROVIDED BY THE COPYRIGHT HOLDERS AND CONTRIBUTORS
  "AS IS" AND ANY EXPRESS OR IMPLIED WARRANTIES, INCLUDING, BUT NOT
  LIMITED TO, THE IMPLIED WARRANTIES OF MERCHANTABILITY AND FITNESS FOR
  A PARTICULAR PURPOSE ARE DISCLAIMED. IN NO EVENT SHALL THE COPYRIGHT OWNER OR
  CONTRIBUTORS BE LIABLE FOR ANY DIRECT, INDIRECT, INCIDENTAL, SPECIAL,
  EXEMPLARY, OR CONSEQUENTIAL DAMAGES (INCLUDING, BUT NOT LIMITED TO,
  PROCUREMENT OF SUBSTITUTE GOODS OR SERVICES; LOSS OF USE, DATA, OR
  PROFITS; OR BUSINESS INTERRUPTION) HOWEVER CAUSED AND ON ANY THEORY OF
  LIABILITY, WHETHER IN CONTRACT, STRICT LIABILITY, OR TORT (INCLUDING
  NEGLIGENCE OR OTHERWISE) ARISING IN ANY WAY OUT OF THE USE OF THIS
  SOFTWARE, EVEN IF ADVISED OF THE POSSIBILITY OF SUCH DAMAGE.

Lisensi Scalaz

  Copyright (c) 2009-2014 Tony Morris, Runar Bjarnason, Tom Adams,
                          Kristian Domagala, Brad Clow, Ricky Clarkson,
                          Paul Chiusano, Trygve Laugst酶l, Nick Partridge,
                          Jason Zaugg
  All rights reserved.
  
  Redistribution and use in source and binary forms, with or without
  modification, are permitted provided that the following conditions
  are met:
  
  1. Redistributions of source code must retain the above copyright
     notice, this list of conditions and the following disclaimer.
  2. Redistributions in binary form must reproduce the above copyright
     notice, this list of conditions and the following disclaimer in the
     documentation and/or other materials provided with the distribution.
  3. Neither the name of the copyright holder nor the names of
     its contributors may be used to endorse or promote products derived from
     this software without specific prior written permission.
  
  THIS SOFTWARE IS PROVIDED BY THE AUTHOR ``AS IS'' AND ANY EXPRESS OR
  IMPLIED WARRANTIES, INCLUDING, BUT NOT LIMITED TO, THE IMPLIED WARRANTIES
  OF MERCHANTABILITY AND FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE ARE DISCLAIMED.
  IN NO EVENT SHALL THE AUTHOR BE LIABLE FOR ANY DIRECT, INDIRECT,
  INCIDENTAL, SPECIAL, EXEMPLARY, OR CONSEQUENTIAL DAMAGES (INCLUDING, BUT
  NOT LIMITED TO, PROCUREMENT OF SUBSTITUTE GOODS OR SERVICES; LOSS OF USE,
  DATA, OR PROFITS; OR BUSINESS INTERRUPTION) HOWEVER CAUSED AND ON ANY
  THEORY OF LIABILITY, WHETHER IN CONTRACT, STRICT LIABILITY, OR TORT
  (INCLUDING NEGLIGENCE OR OTHERWISE) ARISING IN ANY WAY OUT OF THE USE OF
  THIS SOFTWARE, EVEN IF ADVISED OF THE POSSIBILITY OF SUCH DAMAGE.